HASIL PENELITIAN
Pengaruh Ekstrak EtanolAkar Pasak
Bumi (Eurycoma longifolia Jack)
terhadap Perilaku Seksual Mencit Putih
Olwin Nainggolan*, Jenry Walles Simanjuntak**
* Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI
** Departemen Farmasi Institut Teknologi Bandung
ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian pengaruh pemberian akar pasak bumi (Eurycoma
longifolia Jack) terhadap perilaku seksual mencit jantan strain DDY. Dosis yang
digunakan pada penelitian ini adalah 56 mg/kgbb, 28 mg/kgbb., yang diberikan secara
oral setiap hari selama 7 hari. Antagonis estrogen (mesterolone/proviron) sebagai
kontrol positif diberikan oral dengan dosis 0,24 mg/kgbb., dan sebagai kontrol negatif
digunakan tragacanth 1%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pasak bumi (EPB) dengan dosis 28
mg/kgbb. dapat meningkatkan kadar hormon testosteron dalam darah. Ada perbedaan
nyata antara kadar hormon testosteron dalam darah mencit yang diberi EPB 38
mg/kgbb. dibandingkan dengan kontrol negatif tragacanth 1%, namun tidak berbeda
bermakna dengan yang diberi antagonis estrogen (mesterolone) 0,42%. Namun
demikian pemberian ekstrak pasak bumi (EPB) tidak berpengaruh signifikan terhadap
perilaku seksual mencit (kissing vagina dan mounting) dibandingkan dengan pem-
berian mesterolone dan tragacant.
Kata kunci: Eurycoma longifolia Jack, pasak bumi, mencit
PENDAHULUAN
Sejak dahulu kala, tumbuhan telah biasa dimanfaatkan
sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit,
dan kemudian diwariskan secara turun-temurun. Di antara
tanaman tersebut adalah akar pasak bumi (Eurycoma longifolia
Jack) yang secara tradisional digunakan antara lain sebagai :
tonikum pascapartum, anti mikroba, anti hipertensi, anti infla-
masi, antipiretik dan mengobati sakit perut, ulkus, malaria,
disentri dan yang paling dikenal adalah sebagai obat kuat
(afrodisiak). Kualitasnya yang menyerupai ginseng dari Korea
membuat kalangan biomedis tertarik untuk menelitinya lebih
lanjut, agar pada suatu saat dapat dikemas menjadi sebuah
produk farmasi.
Di Kalimantan akar pasak bumi (Eurycoma longifolia
Jack) ini banyak dipergunakan dan dijual dalam bentuk mang-
kok piala berbagai ukuran sehingga mulai langka. Harga
jualnya sangat tinggi, sekitar US$ 35 untuk 1 kg serbuk pasak
bumi. Bahan aktif yang terdapat pada akar tanaman pasak bumi
adalah: quassinoids, erycomanine ,eurycomanone, euryco-
malactone.
Penggunaannya sangat praktis, yaitu dengan cara direndam
dalam air panas selam 0,5 1 jam, kemudian airnya diminum.
Efeknya adalah badan segar, tenaga pulih kembali serta meng-
hilangkan sakit pinggang. Penggunaan lain adalah meletakkan-
nya di antara gusi atau sublingual saat kontak seksual dengan
tujuan untuk meningkatkan libido.
Penelitian ini dilaksanakan untuk meneliti efek afrodisiaka
tanaman pasak bumi walaupun masih dalam taraf hewan per-
cobaan.
BAHAN DAN CARA KERJA
Alat dan bahan
1. Serbuk akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack) yang
sudah dikeringkan.
2. Hewan percobaan mencit jantan dan betina (Mus musculus
L) galur DDY usia 2 bulan..
3. Ethanol 95%, Mesterolon (Schering)
4. Grinder, rotary evaporator, alat cekok, counter, stop
watch, soxhlet
Cermin Dunia Kedokteran No. 146, 2005 55
Membuat ekstrak
1.
2.
Bahan tanaman akar pasak bumi diambil dari Propinsi
Kalimantan Tengah. Pengumpulan/penyiapan bahan me-
liputi pengambilan dari lokasi, pemeriksaan sampel yang
diperlukan dan dibersihkan. Pembuatan simplisia meliputi
perajangan, pengeringan dan penggilingan.
Serbuk simplisia 400 g dimasukkan ke dalam soxhlet lalu
ditambah pelarut alkohol 95% sebanyak 2,5 liter. Eks-
traksi dihentikan setelah alkohol dalam soxhlet menjadi
jernih; ekstrak cair diuapkan dengan vacuum evaporator.
Esktrak yang diperoleh sebanyak 30,09 gram dengan kadar
air 9%..
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) Faktorial yang terdiri dari 4 (empat) kelompok, masing-
masing dengan ulangan sebanyak 5 (lima) kali.
Kelompok ekstrak pasak bumi dosis 56 mg/kg bb
Kelompok ekstrak pasak bumi dosis 28 mg/kg bb
Kelompok pembanding mesterolon 0,42 mg/kg bb
Kelompok kontrol tragacanth 1%.
Uji perilaku seksual hewan mencit jantan.
Sediaan uji diberikan pada mencit jantan selama 7 hari
berturut-turut sekali sehari dengan cara oral (dicekok). Satu
jam pasca pemberian terakhir tiap ekor mencit pejantan
digabung dengan 5 ekor betina.
Kemudian diamati perilaku seksualnya meliputi jumlah
kissing vagina dan mounting. Kissing vagina didefinisikan
sebagai perilaku mencit mengarahkan mulutnya untuk menjilat
alat kelamin mencit betina. Sedangkan mounting adalah
keadaan mencit jantan bersikap menindih mencit betina dari
belakang. Mounting dihitung walaupun ada atau tidak ada
penetrasi.
Pengamatan dilakukan setelah pemberian; di hari pertama,
hari ke tiga, hari ke lima, dan hari ke tujuh. Pengamatan
dilakukan dalam kurun waktu 1 (satu) jam.
Pada hari terakhir darah mencit diambil untuk pengukuran
kadar testosteron menggunakan metoda RIA (Radio Immuno
Assay).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kissing vagina
Dari hasil analisis sidik ragam dapat dilihat bahwa di
kelompok perlakuan, Ekstrak Pasak Bumi (EPB), mesterolone
0,42% maupun tragacanth 1% tidak memberikan pengaruh
yang nyata terhadap frekuensi kissing vagina (p > 0,05).
Demikian juga lamanya pemberian maupun interaksi antara
dosis perlakuan dengan lama pemberian tidak memberikan
pengaruh yang bermakna (p>0,05).
Namun terlihat (Grafik 1) bahwa rata-rata jumlah kissing
vagina paling tinggi terdapat pada perlakuan ekstrak pasak
bumi (EPB) 28 mg/kgbb. di hari ke tiga, walaupun kemudian
turun kembali di hari ke lima ; sedangkan di kelompok
mesteroone 0,42% frekuensi kissing vaginanya terus menun-
jukkan kecenderungan meningkat. Yang menarik ialah frekuen-
si pada dosis 28 mg/kgbb. dan 56 mg/kgbb. sangat berbeda.
Pada 56 mg/kgbb. jumlah kissing vagina tidak naik, tetapi
cenderung datar; ini bertolak belakang dengan hasil beberapa
penelitian lain yang menunjukkan bahwa ekstrak pasak bumi
akan meningkatkan libido yang digambarkan dengan naiknya
frekuensi kissing vagina. Hal ini mungkin disebabkan oleh
beberapa faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal antara
lain suasana gaduh saat pengamatan, kondisi ruangan yang
tidak mendukung, waktu pengamatan yang bervariasi. Sedang-
kan faktor internal berasal dari tubuh mencit itu sendiri, artinya
walaupun semua kondisi sudah dibuat seseragam mungkin,
namun sebagai mahluk biologis tetap akan menunjukkan nilai-
nilai biologik yang berbeda.
0
10
20
30
HARI ke
1
HARI ke
3
HARI ke
5
HARI ke
7
Rata-rata jumlah kissin
g
vagi
na
56 mg/kg BB
28 mg/kg BB
Mesterolone 0,42 mg/kg BB
Tragacant 1%
Grafik 1. Kurva aktivitas perilaku seksual kissing vagina terhadap waktu
dan perlakuan
Mounting
Berdasarkan analisis sidik ragam diketahui tidak ada
perbedaan frekuensi mounting (p > 0,05) yang nyata antara
kelompok kontrol tragacanth 1% dengan kelompok dosis
Ekstrak Pasak Bumi (EPB) maupun kontrol mesterolone.
Demikian juga dengan antara dosis perlakuan dengan lamanya
pemberian tidak nyata pengaruhnya. Lamanya pemberian juga
terlihat tidak berpengaruh nyata (p >0,05).
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
4
HARI I
HARI 3
HARI 5
HARI 7
56 mg/kg
28 mg/kg
mesterolone
Tragacant 1%
Gbr 2. Kurva frekuensi perilaku seksual mounting mencit jantan DDY
terhadap waktu dan dosis ekstrak pasak bumi (EPB).
Terlihat pada grafik 2 bahwa jumlah mounting yang paling
tinggi terdapat pada dosis ekstrak pasak bumi (EPB) 28 mg/kg
Cermin Dunia Kedokteran No. 146, 2005
56
bb. dengan kecenderungan terus menaik mulai dari pemberian
hari pertama sampai dengan hari ke tujuh. Sedangkan pada
dosis 56 mg/kgbb. sama sekali tidak ada kecenderungan naik,
terkesan mendatar. Pada perlakuan mesterolone 0,42 mg/kgbb.
di hari ke satu sampai dengan hari ke tiga cenderung turun,
dan di hari ke lima kembali naik, walaupun di hari ke tujuh
turun lagi, demikian juga halnya dengan kontrol negatif
tragacanth 1%.
Seperti halnya frekuensi kissing vagina, jumlah mounting
dipengaruhi oleh faktor ekstenal dan internal. Mencit adalah
hewan nokturnal, yaitu aktif di malam hari. Oleh sebab itu
pengamatan di malam hari menggunakan lampu yang terang,
mungkin mengganggu ritme biologis mencit. Walaupun diberi
afrodisiaka, namun jika kondisi tidak memungkinkan, libido
seksualnya tidak otomatis menaik.
Kadar hormon testosteron
Dari hasil analisis sidik ragam diketahui bahwa pemberian
ekstrak pasak bumi (EPB) berpengaruh nyata (p < 0,05)
dibandingkan dengan kontrol negatif tragacanth 1%. Oleh
karena itu, selanjutnya dianalisis uji berganda menggunakan uji
Beda Nyata Terkecil (BNT).
Gbr 3: Rata-rata kadar hormon testosteron dalam darah mencit jantan
strain DDY di hari ke tujuh.
Dari hasil uji BNT diketahui bahwa dosis 28 mg/kgbb
berbeda bermakna dengan kontrol negatif tragacanth 1% dan
dosis EPB 28 mg/kgbb (p<0,05), sedangkan dengan
mesterolone 0,42 mg/kgbb. tidak berbeda bermakna (p>0,05).
Pengaruh kontrol positif mesterolone 0,42 mg/kgbb. terhadap
konsentrasi hormon testosteron serum mencit tidak berbeda
bermakna dengan perlakuan tragacanth 1% maupun dosis EPB
56 mg/kgbb. (p>0,05). Testosteron adalah hormon androgen
yang disekresi oleh testis, berfungsi sebagai precursor dihidro-
testosteron dan estradiol untuk pertumbuhan dan perkembang-
an ciri/individu kelamin jantan. Testosteron disekresi oleh sel-
sel Leydig dalam testis.
Pemberian ekstrak pasak bumi dapat menaikkan kadar
testosteron darah (Ang dkk., 2000). Hal ini mungkin karena
bahan-bahan aktif yang terdapat pada akar pasak bumi dapat
menyebabkan pertambahan berat alat-alat assesoris seksual
seperti kelenjar prostat dan vesika seminalis. Chan (2000) juga
menemukan bahwa ekstrak pasak bumi dapat meningkatkan
kadar testosteron; yang disebutnya sebagai testosteron booster.
Namun kenaikan kadar hormon testosteron ini tidak akan lebih
dari 400%. Jadi bahan-bahan aktif pada akar pasak bumi
mungkin dapat menambah ukuran sel-sel spermatogenik, me-
ningkatkan aktivitas sel-sel Leydig sehingga dapat menaikkan
kadar hormon testosteron.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Pemberian ekstrak pasak bumi (EPB) pada penelitian ini
tidak meningkatkan frekuensi kissing vagina dan mounting
mencit jantan yang dikawinkan dengan mencit betina.
Pemberian oral ekstrak pasak bumi dengan dosis 28 mg/kg
bb. dapat menaikkan kadar hormon testosteron dalam serum
mencit.
0
5
10
15
20
25
Perlakuan
Kadar testostero
n
56 mg/kg BB
28 mg/kg BB
Mesterolone 0,42 mg/kg BB
Tragacant 1%
Saran
Pemberian dosis ekstrak pasak bumi yang lebih efektif
dapat menaikkan libido mencit.
Perlu parameter yang lebih banyak untuk menentukan
efektivitas ekstrak pasak bumi misalnya proses spermato-
genesis, kadar hormon-hormon reproduksi serta berat alat-alat
assesoris seksual .
Pengamatan sebaiknya dilakukan menggunakan kamera
pengintai agar tidak mengganggu aktivitas seksual mencit di
malam hari.
KEPUSTAKAAN
Ang, Cheang, Yusof. Effects of Eurycoma longifolia Jack on initiation of
sexual performance of inexperienced castrated male rats. 2000.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Arif A. Penggunaan fitokimia sebagai afrodisiaka. Tabloid Senior,
Jakarta. 1999.
Broto et al. Senyawa-senyaea bioaktif pasak bumi Eurycoma longifolia
jack berkemungkinan afrodisiaka. Puslitbang Kimia Terapan, Puspitek
Serpong.
Chan. Learn a tree a month, eurycoma longifolia. Malaysian Nature
Society, Penang Branch. 2000,
Handelsman D. The management erectile dysfunction, Australian
Prescriber 1998; 46 - 8.
Harin et al. Kamus Tumbuhan Indonesia (Etnofitomedika I). Yayasan
Obor Indonesia, Jakarta. 2000
Hooi Hoon ANG et al. Effects of Eurycoma longifolia Jack on the
initiation of sexual performance of inexperienced male rats. Exp. Anim
2000; 49 (1): 35 8.
Muchtadi A. Kontribusi etnofarmakologi tumbuhan obat berpotensi
afrodisiak. Laboratorium Farmakologi, Farmasi UNPAD Bandung.
Praphatsara et al. Eurycoma jack. Prosea (Plant Resources of South East
Asia), 1999. hal. 272-275.
Shanta , Arvin. Rahasia kekuatan sexual. Penerbit Walsy. 1980,
Cermin Dunia Kedokteran No. 146, 2005 57
Document Outline