TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Penatalaksanaan Fisioterapi pada
Nyeri Pinggang Bawah Aspesifik akibat
Joint Block Thoracal dan Lumbal
Suharto
Akademi Fisioterapi Departemen Kesehatan RI, Makassar
PENDAHULUAN
Nyeri Pinggang Bawah (NPB) merupakan salah satu
keluhan yang dapat menurunkan produktivitas manusia; 50-
80% penduduk di negara industri pernah mengalami nyeri
pinggang bawah (Mink, 1986, RKZ Ziekenhuis, 1988), prosen-
tasenya meningkat seiring dengan bertambahnya usia.
Nyeri pinggang bawah menghilangkan banyak jam kerja
dan membutuhkan banyak biaya untuk penyembuhannya.
Haanen et al. (1986) yang meneliti 3000 laki-laki dan 3500
wanita usia 20 tahun ke atas (1975 1978) menyatakan bahwa
51% laki-laki dan 57% wanita mengeluh NPB, 50% tidak bugar
untuk bekerja selama beberapa waktu dan 8% harus alih
pekerjaan.
NPB aspesifik terdiri atas: sindrom sakroiliaka, sindrom
faset, sindrom gluteus maximus (1,87%), sindrom gluteus
medius (1,54%), sindrom quadratus lumborum (1,37%), sin-
drom piriformis (0,33%) dan sindrom fascia latae (0,07%).
ANATOMI DAN BIOMEKANIK TULANG BELAKANG
Sendi thoracolumbal adalah sendi yang dibentuk oleh
vertebra Th 12 dan L1. Secara umum keduanya berfungsi statis,
kinetis, keseimbangan dan perlindungan.
Pada fungsi statis tulang belakang mempertahankan posisi
tegak melawan gravitasi dengan energi sekecil mungkin se-
hingga membentuk sikap tubuh tertentu. Fungsi kinetis merupa-
kan rangkaian alat gerak yang memungkinkan terjadinya gerak-
an. Fungsi keseimbangan turut aktif mempertahankan titik berat
tubuh pada posisi tetap pada tulang Sacrum 2 saat berdiri.
Fungsi proteksi ialah melindungi organ dan jaringan penting
seperti sumsum tulang belakang, akar saraf, pembuluh darah.
Pada tulang belakang terdapat segmen gerak yang disebut
segmen junghans terdiri dari diskus intervertebralis, korpora,
sendi faset, ligamenta, foramen intervertebralis beserta isinya,
kanalis vertebralis dan otot paravertebralis.
Di antara kedua korpus tulang belakang terdapat jaringan
fibrocartilago yang merupakan bantalan sendi, berfungsi se-
bagai peredam kejut.
Penambahan beban akan menyebabkan kompresi terhadap
nukleus pulposus; gerakan fleksi, ekstensi dan rotasi secara
berlebihan juga dapat mengganggu nukleus. Selain bantalan
sendi juga terdapat ligamen sebagai stabilisator pasif yaitu
ligamen longitudinal posterior, ligamen longitudinal anterior,
ligamen flavum, ligamen transversalis dan ligamen inter-
spinalis.
Gerakan tulang belakang persegmen tidak pernah terjadi
secara aktif; gerak pasif dalam posisi tertentu, fiksasi tertentu
dan komponen gerak tertentu dapat diperoleh dengan dominasi
segmen tertentu. Teknik ini yang digunakan untuk mobilisasi
hipomobilitas segmental dan joint block.
Stabilisator aktif tulang belakang terdiri dari beberapa otot,
yaitu otot trunkus posterior, lateral, anterior.
1. Otot-otot trunkus posterior
a. Lapisan dalam terdiri dari : otot transpinalis, otot inter-
spinalis, otot longissimus dan otot iliocostalis
b. Lapisan tengah terdiri dari : otot serratus posterior
inferior di bagian tengah posterior otot paravertebra dan
anterior latissimus.
c. Lapisan superfisial : dibentuk oleh otot latissimus dorsi
yang menutupi semua otot paravertebra dan berlanjut ke
arah inferolateral.
2. Otot-otot trunkus lateralis.
Terdiri dari otot quadratus lumborum dan otot psoas.
3. Otot -otot trunkus anterior.
Terdiri dari otot rectus abdominis, otot transversus ab-
dominis, otot obliqus internus abdominis dan otot obliqus
externus abdominis.
Cermin Dunia Kedokteran No. 146, 2005
52
PATOFISIOLOGI NYERI PINGGANG BAWAH
NPB aspesifik adalah nyeri pinggang bawah reversibel
yang salah satu penyebabnya adalah penguncian sendi faset
antara torakal dan lumbal. Hal ini dapat terjadi karena faktor
trauma atau proses biomekanis tulang belakang yang salah
seperti pada saat mengangkat beban berat.
Mengangkat beban berat pada posisi membungkuk me-
nyamping menyebabkan otot tidak mampu mempertahankan
posisi tulang belakang thoracal dan lumbal, sehingga pada saat
facet joint lepas dan disertai tarikan dari samping, terjadi gesek-
an pada kedua permukaan facet sendi menyebabkan ketegangan
otot di daerah tersebut yang akhirnya menimbulkan keter-
batasan gesekan pada tulang belakang.
Otot-otot yang berpengaruh langsung maupun tidak lang-
sung pada keluhan nyeri pinggang bawah sangatlah kompleks.
Janda (1983) membagi dua fungsi otot rangka, tipe I atau jenis
tonik adalah otot yang memiliki fungsi utama mempertahankan
sikap, tipe II atau jenis fasik adalah otot yang berfungsi gerak
cepat kuat. Kelainan otot tipe I cenderung tegang dan me-
mendek sedang otot tipe II cenderung lemah dan lembek.
Gejala yang terjadi pada penderita nyeri pinggang bawah
akibat joint block adalah
- Nyeri
- Spasme otot tulang belakang thoracolumbal
- Keterbatasan gerakan punggung
Intervensi Fisioterapi
Sebelum tindakan fisioterapi pada kondisi nyeri pinggang
bawah maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah
1. Pengumpulan data penderita secara objektif (anamnesis) :
- Identitas
penderita
- Hal-hal lain yang berkaitan dengan keluhan
- Riwayat perjalanan penyakit
2. Pemeriksaan :
- Inspeksi statis dan dinamis
3. Pemeriksaan fungsi dasar :
- Gerakan aktif tulang belakang
- Gerakan pasif tulang belakang
- Gerakan isometrik tulang belakang melawan tahanan
4. Pemeriksaan spesifik :
- Palpasi
- Tes
Kibler
- Tes
Kompresi
- Tes
Naffziger
- Tes
Laseque
- Tes
Patrick
- Tes anti Patrick
- Tes
refleks
- Tes
sensorik
5. Problematik Fisioterapi
- Nyeri daerah pinggang dan bokong
- Keterbatasan
gerak
punggung
- Gangguan aktivitas sehari-hari
6. Program Fisioterapi
a. Tujuan Umum :
- Memelihara dan meningkatkan kemampuan fungsi-
onal penderita seoptimal mungkin.
b. Tujuan Khusus :
- Mengurangi/menghilangkan
nyeri
- Menormalkan gerakan tulang belakang
- Memperbaiki sikap tubuh
- Memulihkan aktivitas kegiatan sehari-hari
7. Pengobatan Fisioterapi
a. High frequency current ( HFC CFM)
Arus kontinu elektromagnetik (CEM) berfrekuensi
27MHz dan panjang gelombang 11,06 m, dapat
memberikan efek lokal antara lain :
- Mempercepat resolusi inflamasi kronik
- Mengurangi
nyeri
- Mengurangi
spasme
- Meningkatkan ekstensibilitas jaringan fibrous
b. Traksi Mekanik
Traksi merupakan proses mekanik menarik tulang
sehingga sendi saling menjauh. Efek mekanis traksi
pada tulang belakang adalah :
- Mengulur otot-otot paravertebralis, ligamen dan
kapsul sendi
- Peregangan terhadap diskus intervertebralis
- Peregangan dan penambahan gerakan sendi apofisial
pada prosesus artikularis.
- Mengurangi nyeri sehingga efek relaksasi akan lebih
mudah diperoleh
c. Bugnet Exercises
Bugnet exercises (terapi tahanan sikap) adalah metode
pengobatan berdasarkan kesanggupan dan kecen-
derungan manusia untuk mempertahankan sikap badan
melawan kekuatan dari luar. Kemampuan memper-
tahankan sikap tubuh melibatkan aktivitas sensomotorik
dan mekanisme refleks sikap. Aktivitas motorik terapi
ini bersifat umum yang diikuti oleh fungsi sensorik
untuk bereaksi mempertahankan sikap tubuh.
Tujuan terapi ini:
- Memelihara dan meningkatkan kualitas postur tubuh
dan gerakan tubuh
- Mengoreksi sikap tubuh yang mengalami kelainan
- Memelihara dan meningkatkan kekuatan dan
kemampuan fisik dan psikis sehingga tidak mudah
lelah melalui perbaikan sirkulasi darah dan
pernafasan.
- Mengurangi
nyeri
NASEHAT
Untuk mencegah terulangnya trauma, kembalinya keluhan
semula dan makin beratnya keluhan, penderita harus memper-
hatikan sikap dan posisi tubuh yang baik pada saat beraktifitas
sehari-hari, seperti berbaring, duduk, berdiri, meraih dan meng-
angkat benda serta kegiatan olah raga.
PENUTUP
Nyeri pinggang bawah merupakan salah satu penyakit
yang dapat menurunkan produktivitas manusia karena dapat
menghilangkan jam kerja seseorang. Diperlukan penanganan
oleh dokter dan fisioterapis, agar keluhan nyeri pinggang
bawah ini dapat diatasi dengan baik.
Cermin Dunia Kedokteran No. 146, 2005 53
Pengobatan fisioterapi nyeri pinggang bawah akibat joint
block yang ideal adalah : HFC 27 MHz, traksi mekanik dan
exercise therapy berupa latihan bugnet serta pemberian petun-
juk tentang sikap dan posisi yang baik saat beraktifitas maupun
saat istirahat seperti duduk, baring dan berdiri.
KEPUSTAKAAN
1. Cailliet R. Soft Tissue Pain and Disability, Philadelphia: FA Davis Co,
1977.
2. Fienneson BE. Low Back Pain, 1980.
3. Gfrive GP. Mobilisation of the spine, 4th ed , New York: Churchill
Livingstone, 1984.
4.
Hoppenfield S. Physical Examination of the Spine and Extremity. New
York: Appleton Century Croft., 1976.
5. Kisner C. Therapuetic Exercises Foundation and Techniques. 2nd ed,
Philadelphia: FA Davis 1987.
6. Sugijanto. Manual Terapi pada Keluhan Nyeri Pinggang Non Spesifik.
TITAFI VIII, Bandung, 1990.
KALENDER KEGIATAN ILMIAH PERIODE JANUARI APRIL 2005
Bulan Tanggal
KEGIATAN
Tempat dan Sekretariat
12 - 13
Pediatric Update 2005
Hotel Gran Melia, Jakarta
Gedung Sekretariat IDAI Jaya Jl. Salemba 6 Jakarta Pusat
Telp : 021-3100674; Fax: 021-3913982
Januari
29 - 30
Sepsis : From Basic Science To Clinical Management
Hotel Gran Melia, Jakarta
Dept.ICU RSPAD Gatot Subroto Jl. Abdul Rachman
Saleh no. 24 Jakarta Pusat
Telp : 021-3507109, 3850141; Fax: 021-3507109,
3850141
12 13
Nutri Indonesia 2005
Hotel Gran Melia, Jakarta
National Cardiac Centre Harapan Kita Hospital
Jl. Letjen S. Parman kav. 87, Slipi Jakarta 11420
Email : antprismaanggada@telkom.net; Telp: 021-
5684085 ext 1242; Fax: 021 56961530
14 16
International Course on Metabolism and Clinical
Nutrition
The Acacia Hotel, Jakarta
CME FKUI Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430
Email: cme_fkui@yahoo.com; Website: http://www.cme-
fkui.ac.id; Telp: 021-3106737; Fax: 021-3106443
17 20
KPPIK (Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu
Kedokteran) FKUI 2005
Hotel Borobudur, Jakarta
CME FKUI Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430
Email: cme_fkui@yahoo.com; Website: http://www.cme-
fkui.ac.id; Telp: 021-3106737; Fax: 021-3106443
Pebruari
18 20
2
nd
Annual Meeting of Indonesian Society of Obstetric
Anesthesia
Gran Melia Hotel, Jakarta
Department of Anesthesiology and Intensice Care of
Faculty of medicine University of Indonesia/
Cipto Mangunkusumo National General Hospital
Jl. Dipenogoro No. 71 Jakarta 10430
Email: pp-idsai@centrin.net.id
Telp: 021-3923443, 3912526; Fax: 021-3923443
13 15
Symposium on Pediatric Gastrohepatology and
Nutrition
Mecure Ancol (Horison), Jakarta
21 25
25
th
International Symposium on Intensive Care and
Emergency Medicine
Brussel Exhibition & Convention Center
Dept of Intensive Care, Erasme University Hospital
Route de Lennik, 808, B-1070 Brussel, Belgium
Telp: +32 2 555 36 31; Fax: +32 2 555 45 55
Email: sympicu@ulb.ac.be; Website:
http://www.intensive.org
24 26
KONAS V PERALMUNI: Recent Trends in Allergy
and Immunology: from Basic to Clinic
Hotel Sheraton Mustika, Yogyakarta
Bagian Farmakologi, FK UGM Sekip, Yogyakarta 55281
Telp: 0274-902491, 511103; Fax: 0274-583745
Email: peralmuni@yahoo.com
Maret
26 - 28
Surabaya Hospital Expo 2005
Shangri-La Hotel, Surabaya
Secretariat PERSI JATIM
Jl. Karang Menjangan No. 12 Surabaya
Telp: 031-5023260; Fax: 031-5023260
Email: osi@pdpersi.co.id, hospital_expo@hotmail.com,
Informasi lengkap dapat dilihat di :
http://www.pdpersi.co.id/pdpersi/exposby/index.php3
Informasi terkini, detail dan lengkap (jadwal acara/pembicara) bisa diakses di http://www.kalbefarma.com/calendar>>Complete
Cermin Dunia Kedokteran No. 146, 2005
54
Document Outline