background image
OPINI
Makanan Pendamping ASI
Husein Albar
Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin /
Rumah Sakit Umum Pusat dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan
PENDAHULUAN
Anak mempunyai kebutuhan dasar yang harus disadari
oleh orang tua, meliputi kebutuhan makan, tidur, bermain,
sehat, aman, dan interaksi sosial dengan anggota keluarga dan
orang sekitar. Anak akan melakukan yang terbaik bila mereka
dirawat dengan penuh kasih sayang.
Sekitar 99,99% dari 10.9 juta anak balita yang meninggal
selama tahun 2000 berasal dari negara bekembang seperti Asia
(36%) dan Afrika (33%).
1
Kekurangan gizi masih merupakan
masalah utama di negara berkembang yang merupakan salah
satu faktor penyebab kematian anak. Untuk mencegah anak
kekurangan gizi dengan segala akibatnya maka orang tua harus
menyediakan energi dan zat gizi adekuat bagi sang anak.
PERKEMBANGAN KETRAMPILAN MAKAN
Pada saat lahir, bayi secara refleks mempunyai ketrampilan
alamiah menyusui untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, seperti
refleks mencari (rooting), refleks menyusui dan refleks isap-
telan. Pada saat bayi mengisap payudara, lidah bergerak ke
depan­belakang dan rahang bergerak ke atas ­ bawah. Bayi
mulai mampu mengunyah bila sudah trampil menggerakkan
lidah dan rahang ke samping kiri ­ kanan dan memutar.
2,3
Ketrampilan makan bayi mengikuti pola normal berikut:
- Umur 0-1 bulan : Ketrampilan refleks mencari, refleks
menyusui, refleks isap-telan, dan menggerakkan lidah dan
rahang ke atas-bawah.
- Umur 2 bulan : Refleks menyusui masih aktif dan bayi
mampu menggerakkan lidah ke depan-belakang
- Umur 3 bulan : Bibir menjadi aktif dalam menyusui dan
lidah dijulurkan keluar bila merasa ada makanan.
- Umur 4 bulan : Mulai tahapan mengisap, juluran lidah masih
ada, dan bila melihat botol, lidah terangsang.
- Umur 5 bulan : Mulai tahapan mengunyah. Kedua bibir
mengecap.
- Umur 6 bulan : Kedua bibir mampu mengatup sendok dalam
mulut dan kemajuan makanan berlanjut.
- Umur 7 bulan : Lidah mulai bergerak saat mengunyah, mulai
tahapan kunyah vertikal, lidah dan rahang bergerak ke atas -
bawah, bayi bermain dengan sendok dan dapat
mendekatkan sendok ke mulut.
- Umur 8-9 bulan : Kedua bibir sudah mengatup erat, mulai
minum menggunakan mangkuk, makan biskuit atau kue
kering sendiri, dan memegang botol.
- Umur 10-12 bulan : Lateralisasi lidah membantu kunyah
berputar, menjilat makanan dari bibir bawah, pegang botol
dengan baik, dan dapat pegang mangkuk walaupun masih
tumpah.
4
Umur 6 - 9 bulan merupakan masa kritis dalam per-
kembangan ketrampilan makan anak sehinga bila bayi berumur
6 bulan tidak dilatih seoptimal mungkin akan timbul masalah
makan pada usia selanjutnya akibat kelainan motorik mulut.
5
Anak umur 1-3 tahun mulai melatih ketrampilan baru dengan
makan menggunakan tangan, jari atau sendok. Ibu yang
mengetahui tingkat perkembangan anak akan memberikan
makanan sesuai dengan tingkatan ketrampilan makan.
4
SAAT TEPAT PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING
ASI
Penyapihan adalah proses memperkenalkan makanan padat
kepada anak sebagai makanan pendamping ASI (MP ASI),
yang diberikan secara bertahap sampai anak mampu makan
makanan keluarga
.6
Sidang Rapat Sedunia menganjurkan
pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan,
8
sebagai nutrisi ideal
bagi tumbuh kembang optimal bayi dan
perlindungan bayi dari
infeksi. Tujuan p
engenalan MP ASI bukan hanya untuk
menjamin kebutuhan nutrisi bayi tapi juga untuk
memperkenalkan pola makan keluarga ke pada bayi secara
bertahap.
Keuntungan ASI meliputi mudah diberikan kapan dan di
mana saja tanpa persiapan dan sterilisasi, hampir semua zat gizi
cukup, seimbang dan adekuat untuk memenuhi kebutuhan bayi;
lemak dengan emulsi tinggi sehingga mudah dicerna, laktosa
sebagai pemanis alamiah membantu penyerapan kalsium dan
zat besi, protein ASI rendah mengurangi beban ginjal bayi
untuk membuang kelebihan nitrogen, kandungan vitamin C
ASI cukup dan tidak dirusak oleh panas seperti susu sapi,
Cermin Dunia Kedokteran No. 145, 2004 51
background image
khasiat anti infeksi, sumber kekebalan alamiah, khasiat anti-
alergi karena tidak mengandung laktoglobulin dan serum
bovine seperti susu sapi, dan keuntungan psikologis karena
memberikan hubungan emosional berupa kasih sayang dan
kebahagian pada bayi.
Sekresi cairan tebal berwarna kuning dari payudara ibu
baru melahirkan, disebut kolostrum, mengandung sejumlah zat
kekebalan alamiah pada bayi sehingga melindungi bayi dari
berbagai penyakit infeksi dan zat gizi yang berguna bagi
tumbuh kembang bayi. Oleh sebab itu, kolostrum jangan
dibuang tapi harus disusukan pada bayi baru lahir.
Anak mulai diberi MP ASI pada umur 6 bulan dan secara
bertahap jenis, konsistensi, dan tekstur makanan ditambah
sampai umur 2-3 tahun; saat anak mampu makan makanan
keluarga serta menggantikan secara lengkap fungsi ASI sebagai
sumber nutrisi anak.
1
Menjelang umur 6 bulan, bayi umumnya tidak lagi
mendapat cukup energi dan zat gizi dari ASI semata sedangkan
bayi harus bertumbuh sampai 2 kali atau lebih dari waktu lahir
dan tetap bertumbuh cepat dan lebih aktif. Oleh sebab itu, bayi
membutuhkan makanan lain sebagai tambahan ASI pada umur
6 bulan karena saluran cerna bayi sudah dapat mencerna
sebagian makanan keluarga seperti tepung dan sesudah umur 9
bulan bayi umumnya tidak mau mencoba rasa baru atau
makanan baru.
6
Mengapa tidak dianjurkan MP ASI sebelum umur 6
bulan?
Jika MP ASI diberikan terlalu dini maka mungkin
- Bayi menderita diare karena makanan terkontaminasi.
- Bayi kurang mengisap payudara sehingga produksi ASI
berkurang.
- Bayi kurang mengisap payudara sehingga ibu lebih mudah
subur lagi dan risiko hamil kembali sebelum siap.
6
Mengapa tidak boleh menunda MP ASI sesudah umur 6
bulan ?
Bila MP ASI dimulai setelah umur 6 bulan maka mungkin
- Berat badan bayi tidak bertambah, malah menjadi kurang
gizi.
- Akan lebih sulit membujuk bayi mulai makan makanan padat
pada usia lebih tua.
Bayi yang tidak dilatih makan pada umur 6 bulan biasanya
tidak mau makanan lain selain ASI, susu formula, atau
minuman cair sesudah berumur 1 tahun. Keadaan ini akan
menyebabkan bayi kekurangan gizi.
6
Isyarat bayi siap makan
1,4,7
Pada umur 6 bulan bayi umumnya sudah mampu
memberikan isyarat bahwa bayi telah siap makan MP ASI.
- Isyarat berat badan dan perkembangan fisik. Berat badan di
atas 6 kg, kepala dapat ditegakkan, lengan dan siku dapat
menopang berat badan bila berbaring pada perut, tegakkan
kepala bila duduk di pangkuan ibu, punggung tegak dalam
posisi duduk di pangkuan ibu, dan bayi duduk serta meraih
makanan yang dimakan ibunya.
- Isyarat sensorik. Bayi meraih sendok atau tangan ibunya
yang berada di depan mulut, bayi sering memasukkan
tangan ke mulut, mengisap kepalan, jempol atau jari tangan
atau kaki, bayi suka memasukkan mainan ke mulut untuk
merasa dan mengecap mainan temasuk dedaunan atau tanah,
dan bayi tertarik dengan rasa baru dan mencoba makanan
baru. Ini merupakan isyarat sensorik bahwa bayi ingin
mengetahui perbedaan rasa benda yang berbeda di mulut.
- Isyarat komunikasi. Bayi tahu kapan dia ingin makan dan
jumlah makanan yang perlu dimakan. Bayi menggunakan
komunikasi verbal sebagai isyarat berkata "ya" dan "tidak"
untuk makan, ganti popok, mandi atau main. Kata "ya"
sebagai isyarat makan nonverbal yaitu memiringkan badan
ke arah sendok dan makanan, meraih sendok atau tangan ibu,
melihat dan tersenyum ke makanan, membuka mulut dan
mulai mengisap, atau membuat suara senang. Kata "tidak"
sebagai isyarat makan nonverbal yaitu menjauhkan kepala
dan badan dari sendok atau makanan, melihat dan bermain
dengan makanan di piring, mendorong sendok atau tangan
ibu, muka bayi cemberut dan tidak senang, mengatup mulut
saat sendok mendekati mulut, atau menangis.
- Isyarat mulut. Bayi membuka mulut bila sendok mendekati
atau menyentuh bibir, bayi tidak menjulur lidah saat sendok
dimasukkan ke mulut, gerakan lidah secara ritmik depan-
belakang saat makanan berada dalam mulut, bayi mampu
memasukkan makanan ke mulut dan mengunyah pelahan-
lahan.
Kapan bayi mulai mampu mengunyah?
Bayi mulai mampu mengunyah pada umur 6 bulan walaupun
masih kurang efektif. Pada umur 6-9 bulan, bayi mampu makan
bubur saring. Sesudah umur 9 bulan, bayi dapat mengunyah
cukup baik makanan bentuk irisan kecil dan menjelang umur 2
tahun, gigi susu sudah lengkap dan mampu makan sebagian
besar makanan keluarga.
6
Mengapa masa penyapihan adalah masa berbahaya bagi
anak?
Masa penyapihan selama umur 6 buan sampai 3 tahun
adalah masa berbahaya bagi anak karena risiko:
- Tidak mendapat energi dan zat gizi cukup bila anak tidak
mendapat cukup MP ASI, makanan keluarga, dan berhenti
menyusui sebelum umur 2 tahun misalnya karena ibunya
hamil lagi.
- Sering menderita diare bila MP ASI atau minuman
terkontaminasi kuman.
- Sering memasukkan benda-benda kotor ke mulut sehingga
menyebabkan diare atau cacingan.
-
Bertemu anak-anak atau orang dewasa lain sebagai sumber
infeksi yang dapat menularkan penyakit.
-
Kehilangan kekebalan yang berasal dari ASI padahal belum
mampu membentuk kekebalan sendiri.
6
MP ASI komersial
MP ASI komersial dibuat di pabrik untuk anak berumur di
bawah 3 tahun (batita). Misalnya bubur bayi bertahap, biskuit
bayi, dan makanan ringan bergizi lainnya.
Cermin Dunia Kedokteran No. 145, 2004
52
background image
Keuntungan makanan bayi komersial
6
- Cepat dan mudah disajikan - tidak perlu dimasak.
- Bersih dan aman ­ bila belum kadaluarsa dan masih utuh
dalam kemasan.
- Umumnya disukai bayi.
- Beberapa makanan bayi komersial mengandung cukup
energi dan zat gizi.
Kerugian makanan bayi komersial
6
- Harga relatif mahal.
- Banyak makanan bayi komersial dibuat untuk bayi berumur
4 bulan. Padahal usia ini terlalu dini dan dapat mengganggu
produksi ASI dan kerugian lain.
- Relatif berbahaya jika disajikan dengan air dingin. Bila air
terkontaminasi, bayi mungkin sakit.
- Makanan bayi komersial kadang-kadang tidak ada di pasaran
Kesalahan promosi makanan bayi komersial
6
- Sering dipromosi seakan-akan mempunyai keuntungan
khusus bagi bayi.
- Sering dipromosi untuk bayi di bawah 4 bulan
- Tidak dijelaskan bahaya bagi bayi yang peka terhadap
makanan komersial.
Orang tua harus bijaksana memilih dan memilah mana
yang sesuai bagi anaknya. Jika perlu konsultasi dengan dokter
anak atau ahli gizi anak.
6
MASALAH MAKAN PADA ANAK
Anak akan makan bila mempunya selera makan,
ketrampilan motorik dan sensorik mulut, ketrampilan isap-
kunyah-telan, fungsi kendali tubuh, saluran napas, saluran
cerna, dan kesehatan umum normal. Bila salah satu proses
tersebut di atas terganggu akan menyebabkan masalah makan
pada anak.
9
Masalah makan pada anak diartikan sebagai ketidak-
mampuan anak untuk makan atau anak menolak makan karena
terdapat kelainan neuromotorik, sumbatan mekanik atau faktor
psikososial. Jadi masalah makan merupakan suatu gejala klinik
dan bukan suatu penyakit.
7
Penyebab masalah makan pada anak meliputi faktor
organik antara lain seriawan, diare, kecacingan, infeksi salur-
an napas akut, tuberkulosis, kelumpuhan otak, leukemia,
kanker, diabetes mellitus; faktor nutrisi misalnya kekurangan
gizi, atau kekurangan seng (Zn) akan mengurangi selera
makan; atau faktor psikologik misalnya anak harus mengikuti
aturan makanan yang ketat atau ibu memaksa anak makan.
10
Makan bukan berarti hanya memberikan nutrisi pada bayi
tapi juga memberikan dasar ketrampilan sosial, kognitif,
motorik, dan komunikasi. Makan memberikan kesempatan
pertama komunikasi antara ibu dan bayi.
Masalah makan akibat kelainan motorik mulut,
5
meliputi:
- Refleks tonik menggigit (tonic bite reflex), menutup rahang
sekuat-kuatnya bila gigi dan gusi dirangsang.
- Tolakan lidah (tongue thrust), tolakan lidah kuat dan
berulang bila mulut dirangsang.
- Tolakan rahang (jaw thrust), rahang dibuka sekuat-kuatnya
dan selebar-lebarnya saat makan atau minum.
- Tarikan lidah (tongue retraction), menarik kembali lidah ke
dalam mulut saat diberi makanan, sendok atau mangkuk.
- Tarikan bibir (lip retraction), menarik kedua bibir ke dalam
bila sendok atau mangkuk didekatkan ke mulutnya.
-
Perlawanan sensorik (sensory defensiveness), reaksi
berlawanan muncul bila merasakan rangsangan sensorik
seperti sentuhan, suara, atau cahaya.
Gejala yang timbul bervariasi tergantung penyebab
kelainan; umumnya meliputi sulit mengunyah, sulit menelan,
sulit minum dari botol atau mangkuk, sulit menetek, menolak
makanan padat atau cair, batuk atau tersedak saat makan atau
minum, liur berlebihan, makanan tumpah dari mulut, makanan
keluar dari hidung, katup mulut, muntah selama makan, rewel
atau tangis bertambah selama makan, hanya mau makanan
tertentu misalnya makanan cair atau makanan kunyah, berat
badan tidak bertambah, dan infeksi saluran napas bila makanan
cair terhirup ke saluran napas.
9
Pencitraan mungkin diperlukan untuk mengetahui
penyebab pasti. Biasanya perlu ditangani oleh tim meliputi
dokter anak, psikolog, ahli terapi kerja, ahli terapi fisik, ahli
gizi dan perawat. Masalah makan berdampak tidak hanya pada
fisik tapi juga pada emosi anak. Anak dengan kesulitan makan
berisiko kekurangan gizi, dehidrasi, dan infeksi saluran napas.
Tatalaksana anak dengan masalah makan meliputi
penanganan medik, terapi dietetik untuk memenuhi kebutuhan
anak, perubahan pola makan, perubahan posisi tubuh, terapi
perilaku, desensitisasi makanan, perubahan suhu dan tekstur
makanan, latihan penguatan otot mulut, gerakan lidah, dan cara
mengunyah, perbaiki kemampuan mengisap, menyedot, dan
minum, terapi koordinasi pola isap-telan-napas, mengubah
tekstur dan viskositas makanan agar mudah ditelan, dan
intervensi lain bergantung kebutuhan khusus anak.
Pemeriksaan berkala perlu dilakukan berupa pemantauan berat
dan tinggi badan dan mencari penyebab. Bila masalah makan
diketahui lebih dini akan lebih mudah dicegah sehingga tidak
menyebabkan kekurangan gizi dan penyulit lain pada anak.
9
Anak menolak MP ASI
Anak menolak MP ASI merupakan masalah serius karena
dapat menyebabkan kurang gizi.
Penyebab anak menolak makanan antara lain:
- Anak sakit. Selera makan anak berkurang atau hilang bila
ada infeksi, kecacingan, sakit mulut atau sakit tenggorokan.
- Anak tidak senang. Misalnya ibunya sakit, keluar rumah,
atau baru melahirkan. Anak membutuhkan ekstra perhatian
dan kasih sayang terutama menjelang makan.
- Gigi anak sedang tumbuh. Berikan benda bersih dan keras
untuk dikunyah misalnya sendok.
6
Beberapa anak hanya mau ASI atau air, jus buah, atau
minuman lain dari botol susu, sehingga anak gagal tumbuh dan
kurang gizi. Hal ini bukan karena terlalu lama minum ASI
tetapi karena cara pengenalan MP ASI yang keliru; misalnya:
- Baru memberikan MP ASI saat bayi berumur 9 bulan.
- Mencoba memaksa anak untuk makan makanan yang tidak
disukai anak sehingga merupakan pengalaman tidak menye-
nangkan bagi anak.
Cermin Dunia Kedokteran No. 145, 2004 53
background image
- Kebiasaan memberikan ASI pada jam makan atau beberapa
menit sebelum jam makan keluarga.
- Anak banyak makan makanan ringan dan minuman manis.
- Memberikan MP ASI semipadat dalam botol susu.
Untuk mengatasi masalah ini maka:
- Memulai MP ASI yang sesuai komposisinya dengan umur
bayi.
- Memperhatikan selera makan anak dan memberikan kasih
sayang terutama bila anak sakit atau ibu baru melahirkan.
- Jangan pernah memberi MP ASI dalam botol susu.
6
KIAT PEMBERIAN MAKANAN PADA BATITA
4,6,7
Bayi umur 6 ­ 9 bulan
- Berikan MP ASI bila bayi berumur 6 bulan dan ASI tetap
dilanjutkan.
Jangan berikan MP ASI pada umur 4 bulan walaupun untuk
membiasakan bayi.
- Berikan 1-2 sendok bubur bayi semipadat 1 atau 2 kali
sehari. Sebaiknya diberikan sesudah bayi minum ASI.
- Bila bayi sudah terbiasa dengan satu jenis MP ASI, cobalah
jenis lain. Misalnya sayuran atau buah lumat bersama bubur
bayi atau rentang waktu terpisah.
- Gunakan sendok atau mangkuk untuk memberi MP ASI.
Jangan masukkan makanan ke dalam botol susu. Botol relatif
sulit dibersihkan dan mengganggu kemampuan bayi
mengisap dari payudara.
- Cobalah satu jenis makanan baru setiap 4-7 hari untuk
mengetahui toleransi bayi terhadap makanan.
- Jika bayi mulai siap mengunyah berikan makanan lunak
dengan aneka tekstur
- Jika bayi mulai menggigit mainan berarti sudah mampu
makan makanan genggam ( finger's food ) seperti biskuit
bayi, kue kering, roti panggang, sereal kering tidak manis,
buah mentah lunak, atau irisan sayuran rebus.
- Makanan genggam berguna untuk mempersiapkan bayi
makan sendiri bila bayi sudah mampu mengkoordinasi
gerakan tangan-mulut.
- Jika bayi mulai siap menggunakan sendok dan makanan
irisan, mulailah dengan variasi tekstur sehingga bayi terbiasa
dan tidak menolak bila diberikan pada kesempatan
berikutnya. Boleh dicoba minuman teguk dari mangkuk.
- Biarkan ibu sendiri yang memberi makan agar bayi merasa
aman, senang dan bahagia. Bila bayi sudah terbiasa makan,
orang lain dapat membantu memberi makan.
- Lanjutkan ASI kapan saja bayi meminta, sekurang-
kurangnya 10 kali sehari.
Bayi umur 9-12 bulan
- Lanjutkan ASI sesering mungkin. ASI tetap sebagai
makanan utama dan MP ASI sebagai makanan tambahan.
MP ASI tidak harus menggantikan ASI.
- Jika bayi mulai mampu menggunakan sendok dan minum
dari mangkuk, berikan makanan keluarga misalnya bubur
kaya energi dan zat gizi dan makanan genggam. Sajikan 3
kali makanan utama dan 1-2 kali makanan genggam setiap
hari.
- Jangan berikan roti isi sosis daging (hot dogs), kacang-
kacangan, anggur, jagung bakar (popcorn), gula-gula, atau
sayuran mentah yang keras karena risiko bayi tersedak
- Berikan sayuran atau buah lumat untuk menjamin kecukupan
vitamin C dan sayuran kuning atau hijau kehitaman untuk
mendapat tambahan vitamin A.
- Mulai coba sebagian makanan keluarga yang dimasak untuk
keluarga.
- Jika bayi mulai mengunyah, berikan makanan genggam dan
jamin kebersihan dan keamanan makanan tersebut.
- Perlahan-lahan menambah jumlah makanan, jam makan
perhari, dan variasi makanan sehingga saat anak berumur 1
tahun sudah makan aneka variasi makanan 4 5 kali sehari.
Anak umur 1-3 tahun
- Sekarang ASI berfungsi sebagai pendamping makanan
utama. Namun, ASI tidak harus digantikan oleh makanan
utama. Lanjutkan ASI terutama malam hari.
- Berikan makanan utama pada anak 5 kali sehari. Misalnya 2
kali makanan keluarga, satu kali bubur kaya energi dan zat
gizi, dan 2 kali makanan genggam atau makanan ringan
bergizi setiap hari.
- ASI dapat melengkapi 1/3 atau lebih energi, protein, zat besi,
vitamin A dan vitamin C yang sangat dibutuhkan oleh anak
umur 1-2 tahun. ASI dapat menambah zat gizi bila kurang
diperoleh dari makanan keluarga.
- ASI masih dapat melengkapi zat gizi sesudah umur 2 tahun.
Namun menjelang umur 3 tahun, anak biasanya hanya
minum sedikit ASI siang atau malam hari. ASI saat ini
hanya melengkapi sebagian kecil zat gizi yang dibutuhkan
anak tetapi dapat merupakan makanan ringan yang berguna
dan menyenangkan anak.
- ASI tetap masih melindungi anak terhadap beberapa penyakit
infeksi sampai anak berumur 3 tahun dan merupakan sumber
penting zat gizi dan kebahagiaan bagi anak yang sakit.
- Bila perlu tambahkan sedikit margarine, mentega, minyak,
krem keju; kalori ekstra berasal dari lemak.
- Hindari makanan ringan tidak berkalori atau kalori rendah,
misalnya berbagai jenis kerupuk, keripik, jelly, agar-agar,
gula-gula, minuman soda, teh atau kopi, yang akan
mengurangi selera terhadap makanan utama.
- Biarkan anak mengisyaratkan telah kenyang dan jangan
memaksa anak menghabiskan semua makanan di piring.
- Jangan melakukan bermacam "trik" agar anak makan. Tugas
ibu hanya menyiapkan makanan sehat dan seimbang. Bila
lapar, anak akan makan dan bila tidak, dia akan makan di
jam makan berikutnya.
- Ibu boleh memutuskan jenis makanan dan kapan harus
makan tapi anak yang menentukan apakah segera atau
menunda makan dan jumlah makanan yang akan dimakan.
Memperkenalkan makanan baru
- Mulai coba satu jenis makanan baru pada setiap kali makan
- Konsistensi makanan sesuai usia anak dan dinaikkan secara
bertahap dari makanan cair, semipadat sampai padat.
- Mulai dengan porsi kecil, kemudian berangsu-angsur
ditambah bila anak sudah terbiasa.
Cermin Dunia Kedokteran No. 145, 2004
54
background image
- Tawarkan makanan baru dalam suasana santai dan
menyenangkan
- Jangan paksa bila anak tidak menyukai makanan tertentu;
dapat dicoba lagi saat usia anak bertambah. Namun, bila
anak tetap tidak menyukai makanan tersebut, cari makanan
pengganti yang lain.
- Hindari makanan pedas, bumbu masak dan gorengan
- Buat menu dengan variasi warna, aroma, tekstur, dan bentuk
makanan sesuai usia anak dan sajikan di piring dengan
hiasan misalnya irisan jeruk atau peterseli agar tampak
menarik.
- Orang tua jangan menunjukkan ketidaksukaan pada makanan
tertentu.
Minuman untuk anak batita
Jangan berikan minuman manis atau bergula pada anak
batita.
- Pada anak batita terutama di bawah 6 bulan, minuman manis
bergula akan mengurangi selera makan, mengganggu jadual
pemberian ASI dan menyebabkan diare.
- Gula hanya memberi energi; anak sudah mendapat cukup
energi dan zat gizi dari ASI atau MP ASI.
- Kadang-kadang gula ditambah dalam suplemen vitamin D
yang relatif mahal padahal vitamin D terbanyak dan gratis
didapat dari sinar matahari pagi.
- Makanan atau minuman manis antara lain: sirup manis, gula-
gula merupakan sumber utama kerusakan gigi anak.
- Jus buah komersial, minuman soda dan sejenisnya tidak baik
bagi anak karena mengandung gula, zat warna, pengawet,
dan penyedap. Buah segar dan makanan alamiah lebih murah
dan relatif aman.
- ASI cukup mengandung Vitamin C untuk bayi sedangkan jus
buah tidak mengandung protein atau kalsium sehingga tidak
membantu bayi bertumbuh.
- Air putih sudah diperoleh dari ASI atau MP ASI. Bila mem
berikan air putih atau jus buah, batasi 90-120 ml perhari
sesudah bayi berumur 9-12 bulan.
SIMPULAN
Kekurangan gizi disebabkan oleh asupan energi dan zat
gizi tidak adekuat atau penyakit infeksi, atau keduanya. ASI
eksklusif dianjurkan selama 6 bulan untuk memenuhi
kebutuhan energi dan zat gizi bayi. Pengenalan makanan
pendamping ASI dimulai pada usia 6 bulan dan ASI tetap
dipertahankan sampai 2 tahun.
Jangan memaksa anak makan; percayakan pada pusat
kendali selera makan di otak anak. Tugas orang tua hanyalah
menyajikan makanan sehat dan seimbang. Bila anak lapar, ia
akan makan dan bila tidak lapar, ia akan makan di lain waktu.
Jangan menyuapi anak bila ia mampu makan sendiri.
Batasi makanan ringan atau cairan berkalori rendah yang
mengurangi selera makan anak terhadap makanan utama
misalnya kerupuk, keripik, teh, kopi, minuman bersoda, gula-
gula, jelly, atau agar-agar.
Kepustakaan
1.
Integrated Management of Childhood Illnesses.The Information Package,
1999. www. WHO/UNICEF
2.
Palmer S , Horn S. Feeding Problem in Children. Development Disorders
In: Pediatric Nutrition.. . Palmer S , Ekvall S. (eds). Springfield; Charles
C. Thomas Publ. 1978.
3.
Cloud H. Feeding problems of the child with special health care needs. In.
Pediatric Nutrition in chronic disease and developmental disorders.
Prevention, assessment and treatment..Ekvall S (ed.). New York­Oxford
University Press, 1993.
4.
www. Eating tips for children-young toddler. Htm
5. Lane SJ, Cloud HH. Feeding problems and intervention: an
interdisciplinary approach. Top Clin nutrition 1988.
6.
King SV,Burgess A. Starting other foods. In : Nutrition for developing
countries. 2
nd
ed. Oxford Medical Publications. Oxford University Press,
1996.
7.
www. Guidelines for success feeding. Files.adobe acrobat doc.
8.
www.World Health Assembly. Recommends Exclusive Breastfeeding
for First Six Months.
9.
www. Feeding and Swallowing Disorders in Infants and children.
10. Samsudin. Penyebab dan tatalaksana kesulitan makan. Pertemuan Ilmiah
Berkala II IDAI Yogyakarta, 1992. 99
Cermin Dunia Kedokteran No. 145, 2004 55

Document Outline