PRESENTASI KASUS
Terapi Akupunktur
untuk Vertigo
Prasti Pirawati, L. Yvonne Siboe
Departemen Akupunktur Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo,
Jakarta
ABSTRAK
Vertigo merupakan kasus yang sering terjadi, tergolong sebagai salah satu bentuk
gangguan keseimbangan atau gangguan orientasi ruangan. Gejalanya menyebabkan
pasien takut dan cemas, dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pengobatan
vertigo secara konvensional dengan obat-obatan kadang-kadang kurang berhasil.
Berikut dilaporkan kasus vertigo pada seorang wanita 50 tahun, diterapi dengan
akupunktur dan menunjukkan hasil memuaskan.
PENDAHULUAN
Vertigo dapat digolongkan sebagai salah satu bentuk
gangguan keseimbangan atau gangguan orientasi di ruangan
(1)
Istilah yang sering digunakan oleh awam adalah: puyeng,
sempoyongan, mumet, pusing, pening, tujuh keliling, rasa
mengambang, kepala terasa enteng, rasa melayang
(1)
.
Vertigo perlu dipahami karena merupakan keluhan nomer
tiga paling sering dikemukakan oleh penderita yang datang ke
praktek umum, bahkan orang tua usia sekitar 75 tahun, 50 %
datang ke dokter dengan keluhan vertigo
(2)
.
DEFINISI
Perkataan vertigo berasal dari bahasa Yunani vertere yang
artinya memutar
(2)
.
Pengertian vertigo adalah : sensasi gerakan atau rasa gerak
dari tubuh atau lingkungan sekitarnya, dapat disertai gejala
lain, terutama dari jaringan otonomik akibat gangguan alat
keseimbangan tubuh
(2)
.
Vertigo mungkin bukan hanya terdiri dari satu gejala pusing
saja, melainkan kumpulan gejala atau sindrom yang terdiri dari
gejala somatik (nistagmus, unstable), otonomik (pucat, peluh
dingin, mual, muntah) dan pusing
(2).
KLASIFIKASI
Berdasarkan gejala klinisnya, vertigo dapat dibagi atas
beberapa kelompok
(2)
:
1. Vertigo
paroksismal
2. Vertigo
kronis
3. Vertigo yang serangannya mendadak/akut, kemudian
berangsur-angsur mengurang.
Vertigo paroksismal
Yaitu vertigo yang serangannya datang mendadak, ber-
langsung beberapa menit atau hari, kemudian menghilang
sempurna; tetapi suatu ketika serangan tersebut dapat muncul
lagi. Di antara serangan, penderita sama sekali bebas keluhan.
Vertigo jenis ini dibedakan menjadi :
1. Yang disertai keluhan telinga :
Termasuk kelompok ini adalah : Morbus Meniere,
Arakhnoiditis pontoserebelaris, Sindrom Lermoyes,
Sindrom Cogan, tumor fossa cranii posterior, kelainan
gigi/ odontogen.
2. Yang tanpa disertai keluhan telinga; termasuk di sini
adalah :
Serangan iskemi sepintas arteria vertebrobasilaris, Epilepsi,
Migren ekuivalen, Vertigo pada anak (Vertigo de
L'enfance), Labirin picu (trigger labyrinth).
3. Yang timbulnya dipengaruhi oleh perubahan posisi, ter-
masuk di sini adalah :
- Vertigo posisional paroksismal laten,
- Vertigo posisional paroksismal benigna.
Vertigo kronis
Yaitu vertigo yang menetap, keluhannya konstan tanpa
Cermin Dunia Kedokteran No. 144, 2004
47
serangan akut, dibedakan menjadi:
1. Yang disertai keluhan telinga :
Otitis media kronika, meningitis Tb, labirintitis kronis, Lues
serebri, lesi labirin akibat bahan ototoksik, tumor
serebelopontin.
2. Tanpa keluhan telinga :
Kontusio serebri, ensefalitis pontis, sindrom pasca komosio,
pelagra, siringobulbi, hipoglikemi, sklerosis multipel,
kelainan okuler, intoksikasi obat, kelainan psikis, kelainan
kardiovaskuler, kelainan endokrin.
3. Vertigo yang dipengaruhi posisi :
- Hipotensi
ortostatik
- Vertigo
servikalis.
Vertigo yang serangannya mendadak/akut, berangsur-
angsur mereda, dibedakan menjadi :
1. Disertai keluhan telinga :
Trauma labirin, herpes zoster otikus, labirintitis akuta,
perdarahan labirin, neuritis n.VIII, cedera pada auditiva
interna/arteria vestibulokoklearis.
2. Tanpa keluhan telinga :
Neuronitis vestibularis, sindrom arteria vestibularis anterior,
ensefalitis vestibularis, vertigo epidemika, sklerosis multi-
pleks, hematobulbi, sumbatan arteria serebeli inferior
posterior.
Ada pula yang membagi vertigo menjadi
(3)
:
1. Vertigo Vestibuler: akibat kelainan sistem vestibuler.
2. Vertigo Non Vestibuler: akibat kelainan sistem somato-
sensorik dan visual.
ETIOLOGI
1. Penyakit Sistem Vestibuler Perifer :
a. Telinga bagian luar : serumen, benda asing.
b. Telinga bagian tengah: retraksi membran timpani,
otitis media purulenta akuta, otitis media dengan efusi,
labirintitis, kolesteatoma, rudapaksa dengan per-
darahan.
c. Telinga bagian dalam: labirintitis akuta toksika,
trauma, serangan vaskular, alergi, hidrops labirin
(morbus Meniere ), mabuk gerakan, vertigo postural.
d. Nervus VIII. : infeksi, trauma, tumor.
e. Inti
Vestibularis:
infeksi, trauma, perdarahan, trombo-
sis arteria serebeli posterior inferior, tumor, sklerosis
multipleks.
2.
Penyakit SSP :
a. Hipoksia Iskemia otak. : Hipertensi kronis, arterios-
klerosis, anemia, hipertensi kardiovaskular, fibrilasi
atrium paroksismal, stenosis dan insufisiensi aorta,
sindrom sinus karotis, sinkop, hipotensi ortostatik,
blok jantung.
b. Infeksi : meningitis, ensefalitis, abses, lues.
c. Trauma kepala/ labirin.
d. Tumor.
e. Migren.
f. Epilepsi.
3. Kelainan endokrin: hipotiroid, hipoglikemi, hipopara-
tiroid, tumor medula adrenal, keadaan menstruasi-hamil-
menopause.
4. Kelainan psikiatrik: depresi, neurosa cemas, sindrom
hiperventilasi, fobia.
5.
Kelainan mata: kelainan proprioseptik.
6. Intoksikasi.
PATOFISIOLOGI
Vertigo timbul jika terdapat ketidakcocokan informasi
aferen yang disampaikan ke pusat kesadaran. Susunan aferen
yang terpenting dalam sistem ini adalah susunan vestibuler atau
keseimbangan, yang secara terus menerus menyampaikan
impulsnya ke pusat keseimbangan.
Susunan lain yang berperan ialah sistem optik dan pro-
prioseptik, jaras-jaras yang menghubungkan nuklei vestibularis
dengan nuklei N. III, IV dan VI, susunan vestibuloretikularis,
dan vestibulospinalis.
Informasi yang berguna untuk keseimbangan tubuh akan
ditangkap oleh reseptor vestibuler, visual, dan proprioseptik;
reseptor vestibuler memberikan kontribusi paling besar, yaitu
lebih dari 50 % disusul kemudian reseptor visual dan yang
paling kecil kontribusinya adalah proprioseptik
.(2).
Dalam kondisi fisiologis/normal, informasi yang tiba di
pusat integrasi alat keseimbangan tubuh berasal dari reseptor
vestibuler, visual dan proprioseptik kanan dan kiri akan
diperbandingkan, jika semuanya dalam keadaan sinkron dan
wajar, akan diproses lebih lanjut. Respons yang muncul berupa
penyesuaian otot-otot mata dan penggerak tubuh dalam
keadaan bergerak. Di samping itu orang menyadari posisi
kepala dan tubuhnya terhadap lingkungan sekitar.
Jika fungsi alat keseimbangan tubuh di perifer atau sentral
dalam kondisi tidak normal/ tidak fisiologis, atau ada rangsang
gerakan yang aneh atau berlebihan, maka proses pengolahan
informasi akan terganggu, akibatnya muncul gejala vertigo dan
gejala otonom; di samping itu, respons penyesuaian otot
menjadi tidak adekuat sehingga muncul gerakan abnormal yang
dapat berupa nistagmus, unsteadiness, ataksia saat berdiri/
berjalan dan gejala lainnya.
DIAGNOSIS
1. Anamnesis.
2.
Pemeriksaan fisik :
- Pemeriksaan
mata
- Pemeriksaan alat keseimbangan tubuh
- Pemeriksaan
neurologik
- Pemeriksaan
otologik
- Pemeriksaan
fisik
umum.
3.
Pemeriksaan khusus :
- ENG
- Audiometri dan BAEP
- Psikiatrik
4.
Pemeriksaan tambahan :
- Laboratorium
- Radiologik
dan
Imaging
- EEG, EMG, dan EKG.
TERAPI
Terdiri dari :
1. Terapi
kausal
Cermin Dunia Kedokteran No. 144, 2004
48
2. Terapi
simtomatik
3. Terapi
rehabilitatif
TINJAUAN MENURUT ILMU AKUPUNKTUR
Menurut Ilmu Akupunktur, vertigo termasuk golongan
Xuan Yun (pusing = dizziness), disebabkan oleh hiperaktivitas
Yang Hati, sehingga mengganggu telinga; atau karena
akumulasi reak di Jiaotengah sehingga menyumbat naiknya
Qi ke telinga
(4)
.
Gejala Klinis
(4,5 )
Perasaan berputar yang kadang-kadang disertai gejala
sehubungan dengan reak dan lembab yaitu mual, muntah, rasa
kepala berat, nafsu makan turun, lelah, lidah pucat dengan
selaput putih lengket, nadi lembut atau seperti senar dan halus.
Jika disebabkan oleh naiknya Yang Hati dan berkurang-
nya Yin Ginjal timbul gejala-gejala: puyeng (dizziness), nyeri
kepala, penglihatan kabur, tinitus, mulut pahit, mata merah,
mudah tersinggung, gelisah, lidah merah dengan selaput tipis,
nadi senar dan seperti benang.
Etiologi & Patofisiologi
( 6 , 7 , 8 )
1.
Hiperaktifitas Yang Hati
Disebabkan oleh stagnasi Qi Hati, sehingga menimbulkan
api Hati dan angin Hati berlebihan yang naik mengganggu Qi
di dalam kepala, sehingga timbul puyeng (pusing). Hiper-
aktifitas Yang Hati lama-kelamaan bisa mengakibatkan
defisiensi Yin Hati..
2.
Defisiensi Qi dan darah
Disebabkan oleh perdarahan kronis atau gangguan pen-
cernaan sehingga Limpa dan Lambung lemah menyebabkan
pembentukan Qi dan darah kurang, kulit pucat, pusing dan
penglihatan kabur.
3. Defisiensi
Cing
Ginjal.
Akan mengakibatkan gangguan telinga, otak, dan organ-
organ lain, terutama Hati, Limpa-Lambung, dan Jantung,
sehingga timbul gejala vertigo.
4.
Stagnasi lembab di Jiao-tengah.
Lemahnya Limpa dan Lambung menyebabkan terbentuk-
nya reak dan lembab yang menyumbat di Jiao tengah sehingga
Qi terhambat untuk naik/turun, mengakibatkan vertigo.
Terapi
(4,5,6 )
1.
Jika akibat Hiperaktifitas Yang Hati, prinsip terapinya :
Menenangkan Yang Hati, menguatkan Yin Hati,
menghilangkan angin dalam, mengurangi kelebihan api Hati,
melancarkan Qi Hati.
Titik-titiknya : Baihui (GV 20) atau Fengchi (GB 20),
Xingjian (LR 2), Qiuxu (GB 40), Taichong (LR 3).
2.
Jika karena Defisiensi Qi dan darah, prinsip terapinya :
Memelihara Qi dan darah dengan menguatkan Limpa, jika
Qi dan darah tidak bisa naik ke kepala, maka Jantung dan
Limpa dikuatkan.
Titik-titiknya : Hegu (LI 4), Sanyinjiao (SP 6), Shenmen
(HT 7).
3.
Jika akibat defisiensi Cing Ginjal, prinsip terapinya :
Menguatkan Ginjal
Titik-titiknya : Guanyuan ( CV 4 ), Taixi ( KI 3 ), Shenshu
( UB 23 ), Fuliu ( KI 7 ).
4.
Jika akibat stagnasi lembab di Jiao-tengah, prinsipnya :
Menguatkan Limpa, menyeimbangkan Lambung, meng-
hilangkan lembab dan menghilangkan reak, sehingga me-
lancarkan Qi dalam Limpa-Lambung.
Titik-titiknya : Pishu ( UB 20 ), Yinlingquan ( SP 9 ),
Fenglong ( ST 40 ).
KASUS
I. Identitas penderita
Nama
: Ny. YR
Umur
: 50 th
Jenis kelamin
: perempuan
Agama
: Islam
Status perkawinan
: menikah
Pekerjaan
: PNS (Fisioterapis)
Berobat tanggal : 4 September 2003
II. Anamnesis
Keluhan utama : kepala terasa muter sejak 1 bulan
Keluhan tambahan : mual .
Perjalanan penyakit :
- Kira-kira 1 bulan yang lalu pasien merasa leher sebelah
kanan sakit; lama-kelamaan menjalar ke lengan kanan.
Setelah berobat ke fisioterapi, membaik.
- Dua minggu kemudian, pasien tiba-tiba merasa seperti "ada
sesuatu" yang naik; kemudian merasa seperti mabuk dan
mual. Muntah tidak ada.
- Paisen berobat ke IRM; pada Rö tulang leher, ada
penyempitan di C 4-5.
- Diberi obat antalgin dan obat untuk vertigo; karena tidak
ada perubahan, dirujuk ke bagian Saraf, diberi: Ibuprofen,
Betaserc®, Clobazam, Neurodex®.
- Seminggu kemudian kambuh lebih parah; pasien merasa
ada "sesuatu" yang naik sampai ke leher, kepala terasa
berat, dan berputar; disertai mual dan muntah. Pasien minta
dirujuk ke bagian Akupunktur.
- Tiga bulan sebelumnya pasien beberapa kali mengalami
gejala-gejala awal serupa (ada "sesuatu" yang naik) tapi
hanya sebentar dan tidak sampai berputar.
- Riwayat trauma kepala pada tahun 2000, tetapi tetap sadar,
tidak disertai pusing atau gejala lain.
- Riwayat penyakit serupa dalam keluarga (-).
- Riwayat infeksi telinga (-).
III. Status Presens
Keadaan Umum: compos mentis, tekanan darah 110/70
mmHg, nadi: 72 X/menit, pernafasan 20 X/menit, afebris.
Pemeriksaan fisik dan neurologik dalam batas normal.
IV. Pemeriksaan penunjang
Ro Cervical (25/8/03): Spondyloarthrosis C 4-5 kanan dan
kiri, Intervertebra C 6-7 kanan.
Laboratorium (5/9/03): Hb: 12, Leukosit : 5200, diff: -/4/-
/6/28/2, trombosit: 255.000, LED: 20, gula darah N / 2 jam
PP: 92 / 103; Kholesterol Total, HDL / LDL: 284 / 49 / 200
mg/dl, Trigliserid: 174 mg/dl, As. Urat: 3 mg/dl
Cermin Dunia Kedokteran No. 144, 2004
49
V. Pemeriksaan Akupunktur
1. Pengamatan ( Wang ) :
a. Sen : semangat : baik; ekspresi umum : baik; sinar
mata: bersinar; kesadaran : baik.
b. Se : warna kulit: tak tampak kelainan; ekspresi wajah
: bersinar segar.
c. Sing Tay : bentuk tubuh: sedang; jika berjalan pelan-
pelan, seperti robot karena takut menoleh; posisi tubuh
: t.a.k.; kulit tubuh: normal; keringat biasa; mata,
telinga, hidung : t.a.k.
d. Pemeriksaan Lidah :
- otot lidah : merah muda, kebasahan sedang,
pergerakan normal.
- selaput lidah : putih, tipis, bersih.
2.
3.
4.
5.
Pendengaran dan Penciuman (Wen) :
a. Pendengaran : suara bicara : biasa, suara nafas:
normal; suara batuk, cekutan, bertahak: tak terdengar.
b. Penciuman : hawa mulut: tak tercium, bau keringat:
tak tercium; bau reak, air seni, tinja: tak diperiksa
Anamnesis (Wun) :
Keluhan utama dan riwayat perjalanan penyakit sama
seperti di atas.
Pertanyaan khusus :
a. Suka panas / dingin : lebih suka dingin
b. Keadaan berkeringat : normal
c. Rasa kepala : berputar; tubuh , anggota gerak : tak ada
keluhan
d. Buang Air Besar: sekali sehari, konsistensi baik
Buang Air Kecil : frekuensi 7-10 kali, banyak, jernih
e. Kebiasaan makan, minum: nafsu makan baik,
kesukaan akan rasa: tak spesifik
f. Dada : tak ada keluhan; perut : kadang-kadang mual,
perih terutama kalau terlambat makan
g. Pendengaran: tak ada keluhan
h. Rasa haus: tak ada .
i. Penyakit yang pernah diderita: trauma kepala tetapi
tetap sadar, Ro kepala t.a.k.
j. Keadaan haid : 4 bulan ini mulai tak teratur, lama haid
1 minggu, jumlah darah lebih sedikit dari sebelumnya,
dismenorrhea (-), leukorrhea (-).
Perabaan (Cie) :
a. Perabaan lokal: tidak ada nyeri tekan atau ketegangan
otot.
b. Suhu tubuh: normal
c. Pemeriksaan nadi :
kiri kanan
dangkal dalam dangkal dalam
cun 5 5 5 5
kuan 5 4 5 5
ce 5 5 5 5
Pemeriksaan khusus terhadap organ Cang Fu :
a. Lambung : jika perut kosong perih, mual.
b. Limpa : nafsu makan menurun, perut kembung,
bertahak
c. Hati : kepala muter, gangguan haid.
d. Organ Cang Fu lain : tak ada kelainan.
VI. Resume
Seorang perempuan umur 50 tahun datang dengan keluhan
utama kepala terasa berputar disertai mual.. Satu bulan
sebelumnya merasa leher sisi kanan sakit, menjalar ke lengan
kanan. Setelah fisioterapi, membaik. Dua minggu kemudian
pasien merasa seperti mabuk, mual, tidak muntah, didahului
oleh rasa seperti ada "sesuatu" yang naik ke atas. Pasien
berobat ke IRM, diberi antalgin dan obat vertigo; pada Rö
tulang leher ternyata ada penyempitan di C 4-5. Karena tak ada
perubahan, pasien dirujuk ke bagian Saraf, diberi Ibuprofen,
Betaserc®, Clobazam, Neurodex®, tetapi tetap belum ada
perbaikan. Satu minggu kemudian kambuh lebih parah, dan
pasien minta dirujuk ke bag. Akupunktur.
Tiga bulan sebelumnya beberapa kali mengalami gejala-
gejala seperti ada "sesuatu" yang naik ke atas, tapi hanya
sebentar dan tidak sampai berputar.
Riwayat trauma kepala pada tahun 2000, tetap sadar, Ro
kepala t.a.k.
Pada pemeriksaan akupunktur didapatkan :
1.
Wang :
- Sen
:
baik
- Se : normal, bersinar
- Sing Tay : kalau berjalan pelan-pelan, seperti robot,
takut menengok.
- Lidah : normal.
2.
Wen : tak ada kelainan
3.
Wun : lebih suka dingin, rasa kepala berputar, perut kalau
terlambat makan sering mual, perih. Haid selama 4 bulan
ini mulai tak teratur, darah haid lebih sedikit.
4.
Cie: kuan kiri dalam
Pada pemeriksaan organ Cang Fu ada kelainan pada organ
Lambung, Limpa, Hati.
VII. Diagnosis Kerja
Kedokteran Umum : Vertigo
Akupunktur : Kepala terasa berputar karena Yang se hati palsu
akibat Si Hati.
VIII. Pengobatan
1.
Alat : jarum
2.
Titik yang dipakai dan alasan pemakaiannya :
a. Fengchi ( GB 20) : untuk mengusir angin
b. Hegu ( LI 4 ): membuang angin, penenang
c. Taichong ( LR 3 ): menormalkan Hati, penenang.
d. Zhongwan ( CV 12 ) : menguatkan lambung, me-
lancarkan Qi lambung
e. Fenglong ( ST 40 ): menghilangkan lembab
f. Sanyinjiao ( SP 6 ): menguatkan Limpa
g. Neiguan (PC 6): mengatasi mual
3.
Frekwensi : dua kali seminggu, 1 seri 12 kali.
4.
Manipulasi: penguatan, selama 15 menit.
IX. Prognosis
Dubia ad bonam
Cermin Dunia Kedokteran No. 144, 2004
50
XI. Anjuran
1.
Berobat akupunktur rutin
2.
Pemeriksaan : CT, MRI
3. Konsul
THT,
Mata.
XII. Follow up
Tanggal 8/9/03 : Muter (+/-), mual (+/-),pasien masih minum
obat dari bag. Saraf
Tanggal 11/9/03 : Muter (-), mual (+/-), nyeri kepala sebelah
kanan (berdenyut ). pasien sudah tidak minum obat-obatan.
Ditambah akupunktur titik Zulinqi ( GB 41 ) kanan.
Tanggal 15/9/03 : Muter (-), nyeri kepala (-), obat (-).
Tanggal 18/9/03 : Tak ada keluhan, pasien merasa sembuh.
DISKUSI
Pada pasien ini , gejala-gejala vertigo disebabkan karena
defisiensi Yin Hati. Hal ini dapat dilihat dari gejala-gejala
berupa haid tak teratur dalam 4 bulan ini, darah haid lebih
sedikit, nadi Hati lemah. Defisiensi Yin Hati ini mengakibatkan
muncul gejala-gejala Yang Se Hati palsu yaitu kepala berputar
(akibat angin Hati). Hal ini kemudian mengakibatkan gangguan
pada Limpa dan Lambung dan terbentuknya lembab/reak
sehingga menimbulkan gejala-gejala mual, lambung perih dan
perut kembung, sering bertahak.
Yin Si Hati ini mungkin disebabkan karena Ginjal yang mulai
melemah, mengingat pasien sudah berumur 50 tahun, dan haid
tak teratur mungkin merupakan gejala pra-menopause.
Setelah diterapi dua kali dengan prinsip terapi meng-
hilangkan angin, menenangkan pasien, menguatkan Yin Hati,
menghilangkan lembab, memperbaiki Limpa dan me-
nyeimbangkan Lambung, serta simtomatis mengurangi mual,
pasien merasa ada perbaikan dan pemakaian obat dihentikan.
Sampai terapi ke lima pasien sudah merasa sembuh, tak ada
keluhan. Karena takut ditusuk dan tak tahan sakit, pasien tidak
melanjutkan pengobatan akupunkturnya. Sampai saat laporan
dibuat tidak ada keluhan dan tetap melakukan aktivitas seperti
biasa.
KEPUSTAKAAN
1. Lumbantobing S M. Vertigo Tujuh Keliling. Balai Penerbit FKUI.
Jakarta; 1996.
2.
Nurimaba N, Joesoef A A, Andradi S. Vertigo, Patofisiologi, Diagnosis
dan Terapi. Cetakan pertama. Kelompok Studi Vertigo, PERDOSSI.
Jakarta; 1999.
3. Andradi S. Diagnosa Klinis & Terapi Vertigo. Bagian Neurologi
FKUI/RSCM. Jakarta.
4.
Yin G, Liu Z . Advance Modern Chinese Acupuncture Therapy. First ed.
Beijing: New World Press. 2000.
5.
O'Connor J, Bensky D. Acupuncture A Comprehensive Text. Chicago:
Eastland Press. 1981.
6. Huaitang S. Acupuncture and Moxibustion Treatment of Vertigo ( 2 ).
Internat. J. Clin. Acupunc. 1993 : 4 ( 4 ) : 391 5.
7. Kiswojo, Kusuma A. Teori dan Praktek Ilmu Akupunktur. Jakarta: PT
Gramedia., 1978.
8.
Kang L S,. Pengobatan Vertigo dengan Akupunktur.
Cermin Dunia Kedokteran No. 144, 2004
51
Document Outline