Sindroma Obstruksi Akut
dari Vena Cava Superior
dr. Susworo
Bagian Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta
PENDAHULUAN
Sindroma obstruksi akut dari vena cava superior (SVCS =
Sindroma Vena Cava Superior) merupakan manifestasi yang
akut yang disebabkan oleh obstruksi dari vena cava superior.
Obstruksi ini biasanya terjadi akibat penekanan dari luar.
GEJALA & TANDA
Akibat bendungan di vena cava superior, maka dapat diduga
gejala yang akan terjadi. Tetapi pada kasus lanjut atau pene-
kanan yang terlalu hebat maka penekanan bukan hanya di
vena cava superior saja tetapi juga pada vena cava inferior,
vena subclavia serta aliran vena lain di sekitarnya.
Penderita biasanya mengeluh sesak nafas bila berbaring,
dirasanya leher dan muka serta dada bagian atas membengkak,
kadang-kadang juga lengan atas. Pada pemeriksaan selain
edema dari bagian-bagian tersebut, juga tampak dilatasi dari
vena-vena di leher, dinding serta lengan atas dengan gradasi
yang berbeda tergantung derajat penyumbatan.(Gambar 1-2).
Gambar 1 : Seorang penderita Sindroma Vena Cava Superior.
Perhatikan leher dan dada bagian atas yang membengkak. Tampak pula
ptosis mata kanan (yang merupakan salah satu tanda sindroma Horner)
dan bekas biopsi kelenjar supraclavicular kanan.
Pada obstruksi yang berlangsung lama bisa timbul gejala-
gejala neurologik seperti nyeri kepala, gangguan penglihatan
dan menurunnya kesadaran. Dalam keadaan seperti ini pro-
sedur yang biasa untuk menegakkan diagnosis sebaiknya
tidak usah terlalu ketat dijalankan (1).
ETIOLOGI
Pada sebagian besar penderita timbulnya gejala adalah akut
sehingga patut difikirkan suatu penyebab yang tumbuh dengan
cepat. Yang paling mungkin untuk keadaan tersebut adalah
proses keganasan.
Gambar 2 : Foto dinding perut penderita tsb. di atas. Venektasi
hebat dari vena-vena dinding perut dada.
Gambar 3 : Flebografi penderita sindroma Vena Cava Superior.
Tampak obstruksi vena cava superior, subclavia kanan dan innominata.
Cermin Dunia Kedokteran No. 26, 1982
3 9
Tabel 1 Berbagai Etiologi dari obstruksi Vena cava superior.
(1)
Maligna (97 % ).
Benigna (3 % ).
Karsinoma bronkhus
75%
Thyroid goiter
Jenis
Limfoma maligna
15%
Mediastinitis fibrosa
penyakit
Metastasis tumor ganas
Aortitis luetica / tu-
berculosa thrombosis.
Penyumbatan bisa terjadi pada vena cava superior, V. innomi-
nata, vena subclavia atau kombinasi dari ketiga vena tersebut.
Tabel 2 Lokalisasi Penyumbatan ( dari 45 penderita ).
(2)
V. Cava Superior
:
36 %
V. Innominata
:
27 %
V. Subclavia
:
18 %
V. C. S. dan V. innominata
:
6 %
V. innominata dan V. Subclavia
:
9 %
Ketiga Venae
:
4 %
Penentuan lokalisasi ini penting untuk pengobatan paliatif, dan
biasanya cukup dengan pemeriksaan radiologi toraks PA serta
lateral.
Gambar 4 :
Foto torax PA.
Seorang penderita
dengan sindroma
Vena Cava
Superior
disebabkan
massa yang
tampak
sebelah kanan.
Gambar 5 :
Setelah
penderita
mendapat
radiasi.
Massa jauh
mengecil
serta
gejala-gejala
keluhan
menghilang.
Perhatikanlah
diafragma
kanan yang
letaknya lebih
tinggi dari yang
kiri akibat
paralisis dari
n. recurrens.
PEMERIKSAAN--PEMERIKSAAN
Selain pemeriksaan jasmani biasa, diperlukan juga peme-
riksaan pelengkap sbb :
· foto toraks
PA dan lateral : biasanya tampak massa
pada daerah mediastimum superior kanan ( ± 97.9% dari
seluruh kasus.)
· bila keadaan penderita mengizinkan serta lokalisasi tepat
dari tumor sulit diketahui maka tindakan phlebografi
bisa dianjurkan. Tindakan ini adalah dengan cara memasuk-
kan kateter melalui vena cubiti yang.terus didorong ke atas
sampai dekat muaranya di Vena subclavia. Kemudian kon-
tras disemprotkan kedalamnya sambil dibuat seri foto.
(Gambar 2).
· apabila didapatkan pembesaran kelenjar supraclavicular,
maka biopsi atau aspirasi sitologi kelenjar ini amat berguna
untuk menegakkan diagnosis patologi anatomi. Hal lain
yang bisa dilakukan juga adalah pemeriksaan sitologi dari
sputum penderita untuk mencari kemungkinan adanya
sel-sel ganas.
· fotografi merupakan cara yang sederhana untuk meng-
evaluasi hasil pengobatan nantinya.
PENGOBATAN
Terapi radiasi merupakan pengobatan terpilih untuk kasus-
kasus ini disebabkan oleh beberapa hal :
(i) tindakan pembe-
dahan kurang mendapat tempat di sini mengingat adanya
peningkatan tekanan di dalam pembuluh-pembuluh darah
maka kemungkinan pendarahan akan sulit diatasi (
1) (ii) seba-
gian besar penyebab obstruksi adalah proses maligna yang
cepat tumbuhnya, tumor-tumor macam ini pada umumnya
memberikan respons yang baik terhadap radiasi.(
3)
Tetapi perlu dicatat bahwa tindakan radiasi ini bersifat
paliatif untuk mengatasi gejala-gejala akut. Apabila gejala
ini telah diatasi, maka pengobatan selanjutnya tergantung
dari jenis penyebabnya.
KEPUSTAKAAN
1. Lokich JL, Goodman R. Superior Vena Cava Syndrome, Clinical
Management. JAMA 1975; 231 : 58 61
2. Howard N. Superior Mediastinal Obstruction. I. Value of Phlebogra-
phy of Carcinoma of the bronchus. London: Butterworth Co.
3. Rubin P, Green J, Holdwasser G, Gerle R. Superior Vena Cava Syn-
drome, slow Low dose Versus Rapid High dose Schedules.
Radiology 1963; 81 : 388 400.
Untuk surat menyurat, gunakan alamat :
Redaksi Cermin Dunia Kedokteran
P.O. Box 3105
Jakarta
40
Cermin Dunia Kedokteran No. 26, 1982