HASIL PENELITIAN
Pola Distribusi Penyakit Mata
di RSU Cut Nyak Dhien, Meulaboh,
Aceh, 1997
Dr. Arlina Yunita, Dr. H. Chairul Bahri AD, SpM
Bagian Ilmu Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Medan
ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian secara retrospektif terhadap pasien rawat jalan dan
rawat inap di bagian mata RSU Meulaboh periode 1 Januari 1997 s/d 31 Desember
1997. Tujuan penelitian ini untuk melihat bentuk dan distribusi penyakit mata di RSU
Meulaboh sehingga nantinya dapat dipikirkan suatu tindakan pencegahan penyakit
mata terutama pada penyakit yang dapat menimbulkan kebutaan.
Jumlah pesien selama 1 tahun sebesar 2541, 1815 (71,43%) kasus baru dan 726
(28,57%) kasus lama dan 40 (2,20%) rawat inap. Kasus terbanyak adalah kelainan
konjungtiva 470 (25,90%) diikuti dengan kelainan refraksi 415 (22,87%) dan dari
pasien rawat inap yang terbanyak adalah pasien dengan katarak 15 (37,5%).
Sepuluh kelainan mata utama di RSU Meulaboh adalah kelainan konjungtiva,
gangguan refraksi, kelainan lensa, asthenopia, kelainan kornea, trauma mata,
presbiopia, kelainan palpebra, glaukoma dan penyakit vitreo retina.
PENDAHULUAN
Dalam Garis-garis Besar Haluan Negara tahun 1993, di-
cantumkan bahwa unsur sumber daya manusia merupakan pri-
madona yang sangat penting dalam mensukseskan pembangun-
an jangka panjang tahap II (PJPT II), karena sumber daya ma-
nusia merupakan modal utama dalam mencapai pembangunan.
Fungsi penglihatan sendiri sangat mempengaruhi kualitas ma-
nusia, baik dalam intelektualitas maupun produktivitas kerja,
sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai
(1)
.
Gangguan penglihatan baik oleh karena penyakit maupun
proses degenerasi dapat menyebabkan dampak sosial yang
buruk. Untuk itu dalam penanggulangan hal-hal tersebut perlu
data tentang pola distribusi penyakit mata, ini penting untuk
daerah tersebut dan bahkan dapat menjadi gambaran untuk
daerah-daerah lain.
Tulisan ini menggambarkan data distribusi penyakit mata
pada penderita rawat jalan dan rawat inap di bagian mata RSU
Cut Nyak Dhien Meulaboh selama 1 tahun (1 Januari 1997
31 Desember 1997).
BAHAN DAN CARA
Penelitian ini bersifat retrospektif yang diambil dari
catatan medik penderita rawat jalan dan rawat inap Bagian
Mata RSU Cut Nyak Dhien Meulaboh selama 1 tahun yaitu 1
Januari sampai dengan 31 Desember 1997.
Pemeriksaan dilakukan oleh PPDS Mata yang bertugas di
RSU Cut Nyak Dhien Meulaboh (pertukaran setiap 3 bulan)
yang meliputi anamnesa, pemeriksaan rutin dan pemeriksaan
khusus bila diperlukan.
HASIL
Terdapat 2541 kunjungan kasus penderita rawat jalan di
poliklinik Mata RSU Cut Nyak Dhien Meulaboh selama 1
tahun. Dari jumlah ini 1815 kasus baru dan 726 kasus lama.
Penderita rawat inap sejumlah 40 orang (2,20%).
Tabel 1 menggambarkan pola distribusi penyakit mata
berdasarkan jenis kelamin. Penderita laki-laki berjumlah 807
(44,46%) dan perempuan 1008 (55,54%).
Cermin Dunia Kedokteran No. 132, 2001 37
Tabel 1. Distribusi penyakit mata berdasarkan jenis kelamin di RSU Cut
Nyak Dhien Meulaboh 1 Januari 1997 31 Desember 1997.
Jenis Kelamin
No. Jenis
Penyakit
L % P %
Jumlah %
1 Kelainan
refraksi
159 38,31 256 61,69
415 22,87
2
Presbiopia
54 46,15
63 53,85
117 6,45
3
Kelainan
palpebra
30 49,18
31 50,82
61 3,36
4
Kelainan
konjungtiva 192 40,85 278 59,15
470 25,90
5
Kelainan
kornea
77 56,20
60 43,80
137 7,55
6
Tumor
mata
6 60 4 40 10
0,50
7 Kelainan
aparatus
lakrimal
5 26,31
14 73,69
19 1,05
8 Trauma
mata
97 72,38
37 27,62
134 7,38
9 Glaukoma
10 23,25
33 76,75
43 2,37
10 Kelainan
lensa
90 51,13
86 48,87
176 9,70
11 Penyakit vitreo retina
12
48
13
5
25
1,38
12 Penyakit
tract
uvea
3 27,27
8 72,73
11 0,60
13 Kelainan
sklera
5 55,55
4 44,45
9 0,49
14 Strabismus
1 33,33
2 66,66
3 0,17
15 Kelainan
neuroopthalmologi
4 44,44
5 55,56
9 0,49
16 Kelainan
orbita
2 66,66
1 33,33
3 0,17
17 Asthenopia
60 34,68 113 65,32
173 9,57
Jumlah
807 44,46 1008 55,54 1815 100
Kelainan konjungtiva merupakan penyakit dengan jumlah
kasus terbanyak yaitu : 470 penderita (25,89%), diikuti dengan
kelainan refraksi 415 penderita (22,87%), kelainan kornea me-
rupakan urutan keempat terbanyak dari kasus yang ada yaitu 77
orang atau 56,20% laki-laki dan 60 orang (43,80%) wanita.
Kasus trauma lebih banyak pada laki-laki yaitu 97 orang
(72,38%) dan wanita 37 orang (27,62%).
Dari 470 kelainan konjungtiva: konjungtivis 379 penderita;
pterigium 53 penderita; pinguekula 20 penderita; iritasi kon-
jungtiva 10 penderita dan perdarahan sub kongjungtiva tanpa
trauma 8 penderita.
Distribusi penderita penyakit mata menurut kelompok
umur digambarkan pada tabel 2.
Kunjungan sakit mata tertinggi didapatkan pada kelompok
umur 31-40 tahun ( 439 orang/24,19%), diikuti kelompok umur
21-30 tahun (307 orang/16,91%), kunjungan terendah pada
kelompok umur < 1 tahun (13 orang/0,72%).
Pada kelompok bayi ini, kelainan mata berupa kelainan
konjungtiva dan kelainan apparatus lakrimalis merupakan
kasus yang banyak yaitu masing-masing 5 orang. Kelompok
usia >60 tahun kasus yang terbanyak adalah kelainan lensa
yaitu 92 orang (52,27%), diikuti dengan kelainan refraksi se-
jumlah 30 orang (7,23%). Kelainan lensa juga banyak dijumpai
pada kelompok umur 51-60 tahun (38 orang/21,595%).
Kelainan refraksi banyak dijumpai pada kelompok umur
31-40 tahun (102 orang/24,58%), diikuti kelompok umur 41-50
tahun (96 orang/23,13%) dan kelompok umur 11-20 tahun (74
orang/17,83%).
Kelainan mata ke 3 yang terbanyak menyebabkan gang-
guan visus adalah kelainan lensa yaitu 176 orang atau 9,70%.
Kelihatannya makin bertambah umur, kelainan lensa makin
banyak, paling banyak pada kelompok umur >60 tahun
(52,27%), laki-laki lebih banyak dari wanita (laki-laki=51,13%
dan wanita=48,87%).
Tabel 2. Distribusi penyakit mata menurut kelompok umur di RSU Cut
Nyak Dhien Meulaboh 1 Januari 1997 31 Desember 1997.
Umur (tahun)
No. Jenis Penyakit
<1 1-10 11-20 21-30 31-40 41-50 51-60 >60
Jumlah
1 Kelainan
konjungtiva
5 67 78 87 131 61 28 13 470
2 Kelainan
refraksi
- 4 74 63 102 96 46 30 415
3
Kelainan
lensa
- - 2 9 14 21 38 92 176
4
Asthenopia -
15 47 41 41 19 4 6 173
5 Kelainan
kornea
-
10 33 32 30 17 8 7 137
6
Trauma
mata 2
20 19 46 31 11 4 1 134
7
Presbyopia - - - - 40 63 10 4 117
8 Kelainan
palpebra
1
7 12 7 20 7 2 5 61
9
Glaukoma -
3
12 9 5 2 8 4 43
10
Penyakit vitreo
retina
-
- 1 2 8 3 5 6 25
11
Kelainan
aparatus
lakrimal
5
2
2 2 4 - 2 2 19
12
Penyakit tract
uvea
-
1 1 2 2 - 2 3 11
13
Tumor
mata -
- 2 2 3 1 1 1 10
14
Kelainan
sklera
- 1 2 3 3 - - -
9
15
Kelainan
neuroopthalmo
logi
-
2 1 - 4 - 1 1 9
16
Strabismus -
2 1 - - - - - 3
17
Kelainan orbita -
-
-
2
1
-
-
-
3
Jumlah
13
124
287 307 439 301 159 175 1815
Distribusi kelainan refraksi menurut kelompok umur
selama 1 tahun ( 1 Januari 1997 31 Desember 1997)
digambarkan pada tabel 3.
Tabel 3. Distribusi kelainan refraksi menurut kelompok umur di RSU
Cut Nyak Dhien Meulaboh 1 Januari 1997 31 Desember 1997.
Umur (tahun)
No.
Jenis kelainan
refraksi
<1 1-10 11-20 21-30 31-40 41-50 51-60 >60
Jumlah
1
Miopia
- 2 45 31 41 23 10 8 160
2
Astigmatisma
- 1 22 26 38 16 8 8 119
3
Hipermetropia
- 1 8 1 22 57 19 10 118
4
Anisometropia
-
- 1 - 7 2 4 4 18
Jumlah
0 4 76 58 108 98 41 30 415
Miopia paling banyak pada kelompok umur 11-20 tahun
yaitu 45 orang (10,84%0, astigmatisma pada kelompok umur
31-40 tahun yaitu 38 orang (9,12%), hipermetropia pada
kelompok umur 41-50 tahun yaitu 57 orang (13,37%) dan
anisometropia pada kelompok umur 31-40 tahun yaitu 7 orang
(1,69%). Distribusi kelainan refraksi menurut kelompok jenis
kelamin selama 1 tahun (1 Januari 1997 31 Desember 1997)
digambarkan pada tabel 4.
Tabel 4. Distribusi kelainan refraksi berdasarkan jenis kelamin di RSU
Cut Nyak Dhien Meulaboh 1 Januari 1997 31 Desember 1997.
Jenis kelamin
No.
Jenis kelainan
refraksi
Lk % Pr %
Jumlah
%
1 Miopia
63 39,38 97 60,62 160 38,35
2 Astigmatisma
39 32,77 80 67,23 119 28,67
3 Hipermetropia 55 46,61
63 53,39
118 26,67
4 Anisometropia 10 55,55
8 44,44 18 4,35
Jumlah
167
40,24
248
59,76
415
100,00
Cermin Dunia Kedokteran No. 132, 2001
38
Grafik 1. Distribusi kelainan refraksi menurut jenis kelamin di RSU Cut
Nyak Dhien Meulaboh 1 Januari 1997 31 Desember 1997.
Kelainan refraksi yang terbanyak adalah miopia yaitu 160
orang atau 38,55% dari seluruh kelainan refraksi atau 8,82%
dari seluruh penderita baru.
Kasus miopia ditemukan lebih banyak pada perempuan (97
orang atau 60,62%) daripada penderita laki-laki (63 orang atau
39,38%). Jumlah penderita astigmatisma hampir sama dengan
penderita hipermetropia. Seluruh kelainan refraksi lebih banyak
pada wanita yaitu (248 orang atau 59,76%) dibanding laki-laki
(167 orang atau 40,24%). Kasus anisometropia dijumpai pada
18 penderita atau 4,35% dari kelainan refraksi.
Distribusi penderita rawat inap selama 1 tahun berdasarkan
jenis kelamin digambarkan pada tabel 5.
Tabel 5. Distribusi penyakit mata penderita rawat inap menurut jenis
kelamin di RSU Cut Nyak Dhien Meulaboh 1 Januari 1997 31
Desember 1997.
Jenis kelamin
No.
Jenis kelainan
refraksi
Lk % Pr %
Jumlah
%
1 Katarak
10 66,66 5 33,34 15 37,5
2 Trauma Okuli
6 100,00
0
0
6
15,0
3 Pterygium 4
57,14
3 42,86 7 17,5
4 Kelainan kornea
6
100,00
0 0 6 15,0
5 Kelainan palpebra
1
50,00
1 50,00 2
5
6 Kelainan uvea
3
100,00
0 0 3 7,5
7 Kelainan mata lain
1
100,00
0 0 1 2,5
Jumlah 31
77,50
9
22,50
40
100,0
Grafik 2. Distribusi penyakit mata penderita rawat inap menurut jenis
kelamin di RSU Cut Nyak Dhien Meulaboh 1 Januari 1997 31
Desember 1997.
Pada tabel di atas terlihat penderita laki-laki 31 orang (77,50%)
dan penderita perempuan 9 orang (22,50%). Penderita yang
banyak dirawat adalah katarak (15 orang atau 37,50%), 10
orang laki-laki (66,66%) dan 5 orang wanita (33,34%).
Penderita kedua yang banyak dirawat adalah ptergium (7 orang
atau 17,50%); trauma okuli dan kelainan kornea penderita yang
jumlahnya hampir sama yaitu (6 orang atau 15%), di sini
penderitanya hanya laki-laki.
Tabel 6 menggambarkan distribusi penderita rawat inap
menurut kelompok umur selama 1 tahun. Kelompok umur yang
terbanyak dirawat yaitu dengan usia > 60 tahun sebanyak 13
orang (32,50%) dan di antaranya 11 orang (27,50%) dengan
katarak.
Tabel 6. Distribusi penyakit mata penderita rawat inap menurut jenis
kelompok umur di RSU Cut Nyak Dhien Meulaboh 1 Januari
1997 31 Desember 1997.
Kelompok umur (tahun)
No.
Jenis kelainan
refraksi
<1 1-10 11-20 21-30 31-40 41-50 51-60 >60
Jum
lah
1
Katarak
- - - - - - 4 11 15
2
Trauma Okuli
- 1 - 2 1 2 - - 6
3
Pterygium
-
- -
1 3 1 1 1 7
4
Kel. kornea
- - - 1 2 2 - 1 6
5
Kel. palpebra
-
- 1
1 - - - - 2
6
Kel. uvea
-
1 -
- - 2 - - 3
7
Kel. mata lain
-
1
-
- - - - - 1
Jumlah
0
3
1
5 6 7 5
13
40
Grafik
3. Distribusi penyakit mata penderita rawat inap menurut
kelompok umur di RSU Cut Nyak Dhien Meulaboh 1 Januari
1997 31 Desember 1997.
DISKUSI
Jumlah kasus baru penderita penyakit mata di RSU Cut
Nyak Dhien Meulaboh selama 1 tahun ( 1 Januari 1997 31
Desember 1997) sebanyak 1815 orang, penderita perempuan
1008 orang (55,54%) ini lebih banyak dibanding penderita laki-
laki 807 orang (44,46%), yang dirawat inap hanya 40 orang
atau 2,20%. Sedikitnya penderita yang berobat mungkin dian-
taranya disebabkan masyarakat wilayah tersebut sebagian besar
belum mengetahui adanya pelayanan penyakit mata di RSU
Cut Nyak Dhien Meulaboh (baru tahun pertama pelayanan
Cermin Dunia Kedokteran No. 132, 2001 39
Kelainan kongjungtiva yang paling banyak yaitu ptery-
gium dan pinguekula diikuti dengan konjungtivitis. Hal ini
sehubungan dengan situasi yang banyak udara panas dan
pekerjaan penduduk yang berhubungan dengan terik matahari
(petani, pelaut).
penyakit mata secara kontinyu), kedua mungkin disebabkan
karena situasi wilayah yang transportasinya lebih mudah dan
dekat ke RSU Propinsi dan yang ketiga karena banyak pen-
derita yang tidak berobat ke rumah sakit. Sebagian tidak di-
obati, sebagian berobat sendiri dan sebagian mencari peng-
obatan tradisional dan yang keempat dengan alasan ekonomi.
Untuk ini perlu pengamatan lebih lanjut.
Penderita rawat inap mata di RSU Cut Nyak Dhien
Meulaboh selama 1 tahun berjumlah 40 orang. Penderita laki-
laki lebih banyak dari perempuan. Penderita yang lebih banyak
dirawat yaitu penderita katarak (37,50%). Bila dilihat dari
kelompok umur penderita yang banyak dirawat berumur >60
tahun (32,50%).
Hasil survei kesehatan mata di 6 propinsi oleh Departemen
Kesehatan tahun 1993-1995, 10 penyakit mata utama adalah :
kelainan refraksi, pterygium, katarak, konjungtivitis, corneal
scar, glaukoma, blefaritis, retinopati, hordeolum dan strabis-
mus
(2)
. Menurut penelitian ini distribusi penyakit mata di RSU
Cut Nyak Dhien Meulaboh adalah : kelainan konjungtiva (te-
rmasuk pterygium, pinguekula, konjungtivitis), kelainan refrak-
si, kelainan lensa (termasuk katarak), asthenopia, kelainan
kornea (termasuk keratitis, ulkus kornea, sikatrika kornea),
trauma mata, presbyopia, kelainan palpebra, glaukoma dan pe-
nyakit vitreo retina. Menurut Suratsih Made dan kawan-kawan
(1995) di Semarang, distribusi penyakit mata di RSUP Dr.
Kariadi Semarang adalah : kelainan konjungtiva, kelainan
refraksi, kelainan lensa, asthenopia, kelainan kornea, penyakit
uvea, retina dan korpus vitreous, kelainan palpebra, presbyopia,
trauma mata dan glaukoma
(3)
.
KESIMPULAN
Telah dilaporkan pola distribusi penyakit mata di RSU Cut
Nyak Dhien Meulaboh selama 1 tahun yaitu 1 Januari 1997
31 Desember 1997. Jumlah kunjungan penderita baru 1815
orang, penderita laki-laki 807 orang dan perempuan 1008
orang, diantaranya rawat inap 40 orang (2,20%).
10 kelainan mata yang terbanyak berdasarkan jumlah
kasus yaitu : Kelainan konjungtiva, kelainan refraksi, kelainan
lensa, asthenopia, kelainan kornea, trauma mata, prebyopia,
kelainan palpebra, glaukoma dan penyakit vitreo retina.
Untuk ini perlu penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan
gambaran penyakit mata yang lebih spesifik.
Jadi kelihatannya distribusi penyakit mata di RSU Cut
Nyak Dhien Meulaboh hampir sama dengan distribusi penyakit
mata di RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Distribusi kelainan refraksi didapat sejumlah 415 orang,
miopia merupakan kasus yang terbanyak (38,55%) diikuti as-
tigmatisma (28,67%) dan hipermetropia (28,43%), yang paling
sedikit anisometropia (4,35%). Kelainan refraksi banyak pada
wanita (59,76%) dibanding dengan laki-laki (40,24%). Distri-
busi kelainan refraksi di RSUP Dr. Kariadi yang dilaporkan
oleh Suratsih Made dkk., tahun 1995, kasus yang banyak yaitu
miopia (76,18%); astigmatisma (15,89%) dan hipermetropia
(7,93%), juga kelainan refraksi lebih banyak didapat pada
wanita (64,38%) dibanding dengan laki-laki (35,66%)
(3)
. Hal
ini sama seperti yang didapat di RSU Cut Nyak Dhien
Meulaboh.
KEPUSTAKAAN
1.
Garis-Garis Besar Haluan Negara tahun 1993/1994.
2.
S. Farida, Wiadnyana IGP. Survey on eye morbidity and blindness in
Indonesia. Dep. Health. Konas III PERDAMI Bandung 8-10 Juli 1996.
3.
S. Made, Pramawati, Inakawati. Pola Distribusi Penyakit Mata di RSUP
Dr. Kariadi Semarang. Ophtalmologica Indonesia, Volume XVI No. 3
Juli 1996; 159-63.
Cermin Dunia Kedokteran No. 132, 2001
40