background image
519
| SEPTEMBER - OKTOBER 2010
L
actobacillus adalah bakteri yang
secara normal hidup di dalam
usus kecil dan vagina manu-
sia. Lactobacillus acidophillus secara
umum dianggap memiliki manfaat
karena mampu mneghasilkan vitamin
K, lactase dan zat antimikroba seperti
acidolin, acidolphilin, lactocidin dan
bacteriocin. Banyak penelitian pada
manusia yang telah dilakukan melapor-
kan manfaat
Lactobacillus acidophilus
untuk vaginosis bakteri. Penggunaan
untuk kepentingan medis lainnya
masih belum banyak dilakukan.
1,2
Selain itu dari suatu penelitian in vitro
(di laboratorium) dilaporkan bahwa
lactobacillus mampu melindungi salu-
ran kemih dan vagina dari infeksi. Hal
ini dimungkinkan karena Lactobacillus
juga dapat menghasilkan H
2
O
2
seh-
ingga dapat menghambat pertumbu-
han dari kuman yang merugikan.
3
Sebuah penelitian menganalisis efek
klinis Lactobacillus acidophilus LB
yang mati pada pemanasan yang
mengalami liofilisasi (heat-killed Lacto-
bacillus acidophilus LB) dibandingkan
dengan lactobacillus yang hidup da-
lam tatalaksana diare kronis. Liofilisasi
adalah proses mengeringkan bakteri
tanpa mengubah struktur fisiknya den-
gan cara dibekukan lalu es yang ter-
bentuk disedot keluar hingga habis.
Diare kronis adalah gangguan saluran
cerna yang umum terjadi, gangguan
pada mikroorganisme usus dapat me-
megang peranan penting dalam pato-
genesisnya.
1
Sebanyak 137 pasien dengan diare
kronis selama 4 minggu secara acak
menerima 2 kapsul Heat-killed Lac-
tobacillus acidophilus LB dua kali se-
hari (69 pasien) atau 5 tablet kunyah
lactobacillus hidup tiga kali sehari (64
pasien).
Frekuensi BAB dicatat secara kuanti-
tatif dan semikuantitatif, seperti kon-
sistensi, nyeri abdomen, distensi dan
perasaan BAB yang tidak tuntas.
Pada perawatan minggu ke dua dan
ke empat, rata-rata frekuensi BAB se-
cara bermakna lebih rendah pada kel-
ompok pengguna heat-killed Lacto-
bacillus acidophilus LB dibandingkan
kelompok yang menerima lactobacil-
lus hidup (1,88 SD 1,24 vs 2,64 SD 1,12,
1,39 SD 0,92 vs 2,19 SD 1,05, p<0,05)
Pada akhir masa pengobatan, ge-
jala klinis secara bermakna membaik
pada kelompok penerima heat-killed
Lactobacillus acidophilus LB, yang
menandakan bahwa Lactobacillus
acidophilus LB lebih efektif dibanding
dengan Lactobacillus hidup pada pe-
natalaksanaan diare kronis. n (SFN)
REFERENSI:
1. Xiao SD, Zhang DZ, Lu H, Jiang SH, Liu HY,
Wang GS, et al. Multicenter, randomized, con-
trolled trial of heat-killed Lactobacillus acido-
philus LB in patients with chronic diarrhea. Adv
Ther. 2003 Sep-Oct;20(5):253-60.
2. Lactobacillus acidophilus. MayoClinic.com.
Available from: http://www.mayoclinic.com/
health/lactobacillus/NS_patient-acidophilus
3. Coconier MH, Lie´vin V, Marie-Franc, Bernet-
Camard O, Hudault S, Servin AL. Antibacterial
Effect of the Adhering Human Lactobacillus
acidophilus Strain LB. Antimicrob. Agents and
Chemotherapy1997;41(5):1046-52
Minggu ke-2
Minggu ke-4
P
Heat-killed Lactobacillus acidophilus LB
1,88 SD 1,24
1,39 SD 0,92
0,05
Lactobacillus hidup
2,64 SD 1,12
2,19 SD 1,05
Heat-Killed Lactobacillus acidophilus
LB untuk Diare Kronis
BERITA
TERKINI
CDK ed_180 Sept'10 OK.indd 519
8/26/2010 3:39:10 PM