background image
282
| MEI - JUNI 2010
PENDAHULUAN
Analisis DNA merupakan penemuan
mutakhir bagi ilmu kedokteran foren-
sik, uji keayahan dan hubungan sau-
dara (sibling test)
6,7,8
. DNA (deoxyri-
bonucleic acid) ditemukan di semua
sel tubuh. Pada saat pembuahan/
conception, masing-masing setengah
jumlah DNA ayah dan ibu bertemu
dan membentuk fertilized egg, yang
disebut zygote. Zygote mengandung
satu set lengkap molekul DNA, kombi-
nasi khas DNA dari kedua orang tuan-
ya. Zygote ini kemudian berkembang/
multiply menjadi embrio yang akan
menjadi bayi ­ anak - dewasa.
Setiap sel pembentuk tubuh men-
gandung DNA yang sama, yakni
separuh berasal dari ayah dan sep-
aruh dari ibu. Ini merupakan dasar
Uji keayahan/ paternity-testing.
Sampel dapat diambil dari darah,
apus mukosa mulut(buccal swab),
akar rambut,janin (sel-sel janin da-
lam cairan amnion) atau dari setiap
sel bagian tubuh; juga bisa dari
sperma pada kasus pemerkosaan.
Ada dua cara untuk menghitung ke-
mungkinan keayahan/probability of
paternity
8
.
1. Nonexclusion probability method
2. Paternity Index method
Bila ibu seorang anak menuduh
seorang laki-laki (L) tertentu se-
bagai ayah biologis (PF) anaknya
(A), maka tujuan tes uji keaya-
han/ paternity test pada trio ibu
(I), anak(A) , dan pria tersangka/
putative father (PF) adalah men-
guji kebenaran tuduhan tersebut.
Cara nonexclusion adalah mem-
buktikan bahwa PF = L. Bila ha-
sil tes tidak sesuai dengan hu-
kum Mendel/ Mendelian laws of
heredity, maka tuduhan tersebut
adalah palsu. Bila hasil tes adalah
inconclusive, maka PF mungkin
atau tidak mungkin L; disimpulkan
bahwa PF tidak dapat disingkirkan
sebagai ayah biologis anak terse-
but (nonexcluded from paternity)
Setiap lokus genetik mempunyai
kapasitas tertentu, tergantung dari
polimorfi sme lokus.
PATERNITY INDEX (PI) DAN INCLU-
SION PROBABILITY.
Misal pada kasus L= ayah yang tidak
diketahui, PF = ayah yang dituduh
(diketahui). Bila genotip L=AA,
maka kesimpulan akan lain sekali
dibandingkan dengan jika PF=AA.
Mengingat pria dengan genotip
AA bukan hanya satu orang, melai-
nkan ada beberapa, perlu dihitung
kemungkinan dapat ditemukan-
nya pria dengan genotip AA. Pada
paternity testing dengan penen-
tuan golongan darah ABO, kasus
eksklusi (power of exclusion) hanya
sekitar 30%, karena banyak sekali
pria dengan golongan darah yang
sama. Kedua sistem hasil eksklusi
atau noneksklusi ini hanya ber-
dasarkan hukum keturunan Mendel
(Mendelian laws of heredity) dan
tidak berdasarkan faktor-faktor lain
seperti frekuensi gen.
Oleh karena itu lebih tepat menge-
tahui rasio kemungkinan/ratio of
probabilities yaitu besarnya kemun-
gkinan bahwa gen-gen tersebut
dapat berasal dari pria tersangka/
putative father (PF).
Bila ayah biologis disebut X, dan
terdapat Y pria lain (misal 83) deng-
an sifat gen yang sama dengan X
maka:
Paternity index: X/Y adalah
83 to 1
Relative Chance of Paternity: X/(X+Y)
98,8%
Relative Chance of Non-Paternity: 100-RCP: 1,2%
Penting dibandingkan satu rasio
kemungkinan pada uji keayahan
dengan rasio kemungkinan yang lain.
Perlu dilakukan pemeriksaan para-
meter-parameter lain, hingga Pa-
ternity index meningkat. Seperti
di atas bila perbandingan adalah
83 : 1, berarti terdapat 83 orang
yang mempunyai sifat gen yang
sama dengan ayah biologis anak
tersebut.
Terlihat bahwa angka PI dekat
dengan angka RMNE. Jika angka
PI lebih tinggi, berarti lebih akurat;
sebaiknya probability of paternity
Dua Kasus Mutasi DNA pada Orang Indonesia
Sanarko Lukman Halim
Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran UKRIDA/ Laboratorium Klinik Utama Johar Jakarta, Indonesia
Probabilty
of
Paternity
Average
Combined
Paternity
Index (PI)
Average number of
individuals
with the same genetic
pattern
(random men not
excluded)
RMNE
95%
20
1 out of 20
97%
35
1 out of 35
98%
50
1 out of 50
99%
100
1 out of 100
99.9%
1 000
1 out of 1 000
99.99%
10 000
1 out of 10 000
99.999%
100 000
1 out of 100 000
Dikutip dari Genetika DNA Laboraties, Inc,
Cincinnati, Ohio
LAPORAN
KASUS
CDK ed_177 mei ok2 DR (282-320).indd 282
CDK ed_177 mei ok2 DR (282-320).indd 282
4/28/2010 9:55:52 PM
4/28/2010 9:55:52 PM
background image
283
| MEI - JUNI 2010
sedikitnya 99.999%, karena pernah
seorang tersangka pemerkosaan
dengan hasil probability DNA pa-
ternity test adalah 99.3%, tetapi
setelah tes tambahan, ternyata ia
bukan ayah biologis anak tersebut.
MutasI:
Mutasi terjadi jika saat pembelahan
sel terdapat kesalahan mengkopi
DNA. Mutasi adalah perubahan
bahan keturunan (DNA atau RNA)
suatu organisme. Mutasi dapat pula
terjadi pada DNA atau RNA virus,
meskipun tidak tergolong organ-
isme.
Mutasi berperan penting pada
fenomena biologis seperti antara
lain:
· evolusi
· resistensi bakteri dan virus terha-
dap obat
· kelainanherediter
· keganasan
· prosespenuaan
Penyebab mutasi bisa mutasi alami
dan mutasi karena ulah manusia : da-
pat berupa pemeriksaan biomedis,
penyinaran, bahan kimia, virus dan lain-
lain. Jika pada uji keayahan ada satu
atau dua lokus DNA yang tidak cocok
antara ayah dan anak, apakah perlu
pemeriksaan dan perhitungan statistik
lanjutan.? Teori menyebutkan bahwa
mutasi dapat terjadi pada lokus STR
karena kesalahan/ slippage atau per-
baikan replikasi defektif. Penyelidikan
frekuensi mutasi pada setiap petanda
DNA adalah dengan pengumpulan
data uji keayahan pada trio , yaitu
jika ada kepastian bahwa anak adalah
anak biologisnya, namun ditemukan
lokus STR yang tidak cocok. AABB
Summary Report
1
berdasarkan ribuan
kasus menyebutkan perbedaan satu
allele antara orang tua dengan ana-
knya dianggap mungkin disebabkan
mutasi. Kebanyakan mutasi STR terkait
dengan penambahan atau hilangnya
single repeat unit. Allele vWA dengan
ulangan 14 (14 repeats), setelah mu-
tasi menjadi 13 atau 15 pada generasi
berikutnya .
Dilaporkan kasus mutasi pada tes
paternity, pada orang Indonesia
Kasus 1
tabel 1
Pada kasus ini terdapat satu mismatch,
fragmen FGA tersangka ayah adalah
22, 26 sedangkan anak 24, 25. Jelas 24
berasal dari ibunya. Mismatch antara
26 dengan 25. Pada kasus ini
calcula-
ted Paternity index adalah 38 383
362. Berarti 38 383 362 kali lebih tepat
B ayah biologis S daripada seorang
yang dipilih secara acak dari pendu-
duk.
Probability of Paternity adalah
99,999997%
Kasus 2
tabel 2
Pada kasus ini terdapat satu mis-
match, fragmen D3S1358 tersangka
ayah adalah 15,16 sedangkan anak
15, 17. Jelas 15 berasal dari ibunya.
Mismatch antara 17 dengan 16.
Pada kasus ini
calculated Paternity
index adalah 11 145. Berarti 11 145
kali lebih tepat A ayah biologis R
daripada seorang yang dipilih seca-
ra acak dari penduduk.
Probability
of Paternity adalah 99,991%
sIMPulan
1. Hasil DNA Uji Keayahan/keibuan
(Paternity/Maternity test) diang-
gap inklusif bila: Bahan gene-
tik anak separuh cocok dengan
bahan genetik ibu biologisnya,
bahan genetik anak separuh
cocok dengan bahan genetik
ayah biologisnya.
2. Dilaporkan dua kasus uji keaya-
han inklusif pada orang Indo-
nesia dengan satu mutasi DNA
pada anak.
daftar PustaKa
1. Annual Report Summary for Paternity Testing
in 2004. Prepared by the Relationship Testing
Program Unit AABB
2. Xue ZY, Xue YC, Xue Z, Zhi, Mutations of 15
short tandem repeat loci in Chinese Popula-
tion. PubMed Oct 2005; 22(5): 507-9,
3. Halim SL. Uji Keayahan. ISSN: 0854-2988,
Meditek 2003; 11: (29)6-11,
4. Halim SL. Kasus Mutasi pada Uji Keayahan
(DNA Paternity Testing), ISSN: 0854-2988,
Meditek2005; 13: (34) 1-5,
5. Thompson MW et al. Genetics in Medicine.
5th ed. Philadelphia: WB Saunders Co, 1991
6. Atmadja DS. Identifikasi DNA paling akurat.
Harian Kompas 16 Nopember 2005, hal. 13.
7. Brinkman B, Carracedo A (ed). Progress in Fo-
rensic Genetics 9, Proc 19
th
International ISFG
Congress, Munster, 28 August- 11 September
2001, Elsevier ISBN: 0444507175
8. Li CC, Cakravarti A. An Expository Review of
Two Methods of Calculating the Paternity
Probability. Am. J. Hum. Genet. 1988;43: 197-
205,
LAPORAN
KASUS
CDK ed_177 mei ok2.indd 283
4/25/2010 7:42:40 PM