203
| APRIL 2010
S
uatu obat Diabetes Mellitus
(DM) tipe 2, metformin, akhir-
akhir ini diketahui memiliki efek
anti-tumor dari beberapa penelitian
pre-klinis. Sebagai terapi DM tipe
2, metformin merupakan obat pilih-
an pertama bagi seluruh pasien DM
menurut American Diabetes Associa-
tion, kecuali dikontraindikasikan. Obat
ini ekonomis dan diketahui memiliki
beragam efek pleiotropik, salah satu-
nya yang akan dibahas berikut ini ada-
lah sebagai anti-kanker.
Mekanisme anti-tumor metformin be-
lum diketahui dengan pasti. Beberapa
hipotesisnya yaitu
-
melalui aktivasi jalur AMP Kinase
(AMPK), yang merupakan sensor ener-
gi selular dan berpotensi merupakan
jalur perkembangan kanker.
- mengurangi resistensi insulin, di
mana insulin terlihat merupakan faktor
pertumbuhan untuk kanker ataupun
menyebabkan perubahan kadar insu-
lin-like growth factor, hormon seks, dan
adipokines yang berkontribusi pada
tumorigenesis. Metformin mengurangi
kadar insulin sebesar 22% pada wanita
hiperinsulinemia non-DM.
- Secara keseluruhan, metformin
berpotensi mempengaruhi pertum-
buhan sel kanker melalui mekanisme
tidak langsung (insulin-mediated)
maupun secara langsung mempe-
ngaruhi proliferasi dan apoptosis sel
kanker.
Suatu penelitian pada hewan coba,
menunjukkan bahwa metformin dosis
rendah menghambat transformasi sel
dan secara selektif membunuh cancer
stem cell pada 4 jenis sel kanker payu-
dara yang berbeda secara genetik.
Kombinasi metformin dengan doxoru-
bicin terlihat membunuh cancer stem
cell dan cancer non-stem cell pada
kultur sel, mengurangi massa tumor,
dan mencegah kekambuhan pada xe-
nograft mouse model.
Suatu uji klinis yang dipublikasikan
dalam Journal of Clinical Oncology,
2009, menilai ada/tidaknya efek anti-
kanker metformin. Uji klinis retros-
pektif yang melibatkan 2.529 pasien
kanker payudara ini mengungkap-
kan bahwa pemberian metformin +
kemoterapi neoajuvan secara ber-
makna menghasilkan pathological
Complete Response (pCR) yang lebih
tinggi dibandingkan pasien DM yang
mendapat kemoterapi neoajuvan
namun tidak mendapat metformin
(24 % vs 8%; p=0,007). Jika diband-
ingkan dengan pasien kanker bukan
penderita DM tipe 2, pasien DM tipe
2 yang mendapat metformin menun-
jukan pCR yang lebih tinggi, namun
tidak bermakna secara statistik (24%
vs 16%; p=0,10). Disimpulkan bahwa
pasien kanker payudara yang juga
menderita DM tipe 2 dan mendapat
terapi metformin + kemoterapi neoa-
juvan akan menghasilkan pCR yang
lebih tinggi dibandingkan yang tidak
mendapat metformin. Analisa multi-
varian menunjukan bahwa pemberian
metformin merupakan faktor prediktif
independen terhadap pCR (Odds Ra-
tio 2,95; 95%CI 1,07 8,17, p=0,04).
Saat ini sedang direncanakan uji klinis
fase III yang menilai efek pemberian
metformin pada hasil terapi pasien
kanker payudara yang mendapat ke-
moterapi ajuvan (termasuk rekurensi
dan mortalitas).
(LHS)
REFERENSI :
1. Medicalnewstoday.In Breast Cancer Patients
with Diabetes Metformin Increases Pathologic
Complete Response Rates.2008.www.medical-
newstoday.com
2. Jiralerspong. Sao, et al.Metformin and Patho-
logic Complete Response to Neoadjuvant
Chemotherapy in Diabetic Patients with Breast
Cancer.J Clin Oncol.2009.27(20):3297-302
3. Goodwin. Pamela J, et al. Metformin in
Breast Cancer: Time for Action.J Clin
Oncol.2009.27:1-3
4. Hirsch. Heather A, et al.Metformin Selec-
tively Targets Cancer Stem Cells, and Acts
Together with Chemotherapy to Block Tu-
mor Growth and Prolong Remission.Cancer
Res.2009.69(19):OF1-5
Efek Anti-Kanker Metformin
BERITA
TERKINI
CDK ed_176 april [hal 195-240]_dr.indd 203
3/26/2010 1:49:13 PM