BERITA TERKINI
CDK 170/vol.36 no.4/Juli - Agustus 2009
D
r. Jiangtao Lai dari School of Medicine Zhejiang Univer-
sity, Hangzhou, China mengatakan bahwa AF (atrial fibrila-
tion) berhubungan bermakna dengan kejadian kesakitan
dan kematian; karena itu sangat penting untuk mendeteksi
dini pasien berisiko AF dengan menggunakan petanda-
petanda seperti C-reactive protein (CRP), brain natriuretic
peptide, endothelin-1, dan mungkin juga testosteron.
Dr. Lai dan rekan melakukan penelitian untuk mengetahui
apakah kadar testosteron dan estradiol berhubungan dengan
LAF. Penelitian ini melibatkan 58 pasien yang pada pemeriksaan
elektrokardiografi rentan mengalami AF paroksismal atau
kronik dan memiliki struktur jantung normal pada pemerik-
saan ekokardiografi.
Pasien dieksklusi dari penelitian ini bila sedang diterapi dengan
penghambat ACEi (angiotensin converting enzyme inhibitor),
ARB (angiotensin receptor blockers), atau statin dalam waktu 3
bulan atau memiliki riwayat penyakit jantung koroner,
penyakit jantung rematik, kardiomiopati, penyakit katup
jantung, hipertiroidisme atau hipertensi. Kadar testosteron
serum dan estradiol ditentukan dengan radioimmunoassay.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kadar rata-rata testos-
teron lebih rendah pada pasien dengan LAF bila dibanding-
kan dengan kontrol. Tidak ada perbedaan kadar estradiol
secara bermakna antara pasien dengan LAF dengan kontrol.
Kadar testoteron rata-rata lebih rendah pada pasien dengan
LAF dibandingkan dengan orang sehat.
Dr. Lai mengatakan bahwa sampai saat ini belum pasti apakah
kadar testosteron dapat memprediksi LAF, karena sedikitnya
pasien pada penelitian ini. Penelitian lanjutan perlu dilakukan
dengan metoda penelitian yang lebih ketat, jika mungkin
penelitian prospektif.
Kesimpulan:
· Kadar testosteron yang rendah diperkirakan berhubungan
dengan peningkatan risiko LAF
· Perlu penelitian lanjutan untuk memastikan hal ini. (YYA)
Referensi:
1. Arriagada G, Berruezo A, Mont L, Tamborero D, Molina I, Coll-Vinent B, et al. Predictors
of arrhythmia recurrence in patients with lone atrial fibrillation. Europace 2008; 10: 914
2. Lai J, Zhou D, Xia S, Shang Y, Want L, Zheng L, et al. Reduced testosterone levels in
males with lone atrial fibrillation. [citied 2009 March 04]. Available from: http://www.
ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19143004?ordinalpos=1&itool=EntrezSystem2
PEntrez.Pubmed.Pubmed_ResultsPanel.Pubmed_DefaultReportPanel.Pubmed_RVDocSum.
3. Medscape Cardiology. Low Testosterone Levels Associated With Lone Atrial Fibrillation
in Men. [citied 2009 March 01]. Available from: http://www.medscape.com/viewarticle/
588531?src=mpnews&spon=2&uac=117092CG
4. Mont L, Sambola A, Brugada J, Vacca M, Marrugat J, Elosua R, et al. Long-lasting
sport practice and lone atrial fibrillation. European Heart Journal 2002; 23: 47782.
Sebuah penelitian memperlihatkan bahwa kadar testosteron yang rendah pada
pria berhubungan dengan peningkatan risiko LAF (lone atrial fibrillation). LAF
didefinisikan sebagai fibrilasi atrial yang terjadi tanpa gangguan struktur jantung
atau tanpa adanya penyebab lain.
Kadar Testosteron yang
Kadar Testosteron yang
Rendah Berhubungan dengan
Rendah Berhubungan dengan
Peningkatan Risiko LAF
Peningkatan Risiko LAF
Kadar Testosteron yang
Rendah Berhubungan dengan
Peningkatan Risiko LAF
274