B E R I T A T E R K I N I
B E R I T A T E R K I N I
CDK 167/vol.36 no.1/Januari - Februari 2009
38
CDK 167/vol.36 no.1/Januari - Februari 2009
P
eneliti Jodi Mindell dari Saint Joseph's University di
Philadelphia menilai kuesioner tidur yang diisi oleh orang
tua dari 28.287 bayi dan balita di Amerika (4.505), Inggris (800),
Australia (1.073), New Zealand (1.081), Kanada (501),
Hong Kong (1.049), Korea (1.036), Taiwan (896), Thailand
(988), Indonesia (967), Jepang (872), Cina (7.505), India (3.892),
Malaysia (997), Filipina (1.034) dan Singapura (1.001).
Mindell menemukan variasi dalam waktu tidur, waktu tidur
total dan hal lain yang bermakna. Contohnya, 15,1%
anak-anak di Kanada berbagi ruang, dibandingkan 94,5%
di Thailand. Persentase orang tua yang percaya anaknya
mengalami masalah tidur ringan atau berat bervariasi dari
11% di Thailand sampai dengan 76% di China.
Sementara anak-anak di negara-negara Asia lebih sering
tidur larut malam, total waktu tidurnya lebih pendek, me-
ningkatnya persepsi orang tua tentang masalah tidur dan
lebih sering berbagi kamar dibandingkan anak-anak di negera-
negara Kaukasia. Tidak ada perbedaan bermakna dalam hal
berjalan saat tidur dan istirahat.
Mindell mengatakan bahwa studi ini pertama kalinya melihat
tidur pada bayi dan anak-anak melewati batas kultural dan
hasilnya mengherankan. Mereka menemukan perbedaan jumlah
tidur dan persepsi orang tua terhadap masalah tidur antar negara.
Hasil ini menambah lebih banyak pertanyaan dibandingkan
menghasilkan jawaban. Contohnya, apakah perbedaan seder-
hana hasil dari praktek budaya yang berbeda ? dan apakah
dampaknya (jika ada) dari perbedaan-perbedaan ini ? (NFA)
Sumber : MedlinePlus, 13 Juni 2008
39
Dalam sebuah studi baru, dibandingkan anak-anak di negara-negara Asia, anak-anak
di negara yang dominan kaukasia lebih mendapat cukup tidur secara keseluruhan,
punya waktu tidur lebih awal dan jarang berbagi kamar dengan anak-anak lain.
Studi ini dipresentasikan pada Annual Meeting of the Associated Professional Sleep
Societies di Baltimore, 11 Juni 2008.
Anak-anak Asia tidur lebih malam,
Anak-anak Asia tidur lebih malam,
waktu tidur lebih sedikit
waktu tidur lebih sedikit
Anak-anak Asia tidur lebih malam,
waktu tidur lebih sedikit
P
enelitinya A. David Smith, Dphil menyebutkan bahwa
rendahnya kadar vitamin B
12
dapat menjadi penyebab
terjadinya atrofi otak yang memberikan konsekuensi gangguan
fungsi kognitif pada saat lanjut usia. Penelitian ini sengaja
mencari hubungan antara penanda status vitamin B
12
dan
volume otak yang hilang setiap tahunnya dan diteliti selama
5 periode pada populasi usia tua.
Penelitian prospektif ini dilakukan pada 107 komunitas,
mengikutsertakan sukarelawan lansia yang tinggal di rumah.
Usia peserta adalah 61-87 tahun tanpa penurunan fungsi
kognitif. Penelitian dinilai dengan pencitraan MRI, test kogni-
tif dan laboratorium darah dengan mengukur vitamin B
12
plasma, kadar Transkobalamin (TC), Holotranskobalamin
(holoTC), Asam Metillmalonat (MMA), Homosistein total (tHcy),
serta serum asam folat. saat baseline.
Hasilnya menunjukkan bahwa penurunan volume otak lebih
banyak terjadi pada orang yang kadar vitamin B
12
dan kadar
holoTC rendah dan kadar homosistein plasma serta kadar
MMA nya tingginya saat baseline.
Di bulan Agustus artikel di jurnal American Journal of Clinical
Nutrition juga menyebutkan bahwa vitamin B
12
sangat penting
dan bermanfaat jika dikonsumsi setiap hari.(H, Smith AD.
Am J Clin Nutr. 2008;88:253-254).
Kadar vitamin B
12
< 308 pmol/L berhubungan dengan cepat
hilangnya volume otak , hal ini berhubungan dengan rendahnya
kadar holotranskobalamin <54 pmol/L.
Dari penelitian tersebut didapatkan rata-rata penurunan
kadar B
12
dan dan holotranskobalamin:
Berbeda dengan B
12
, penelitian ini tidak menemukan hubungan
antara hilangnya volume otak dengan tingginya kadar homo-
sistein maupun rendahnya asam folat.
Kesimpulan akhir penelitian menyebutkan bahwa status vitamin
B
12
plasma merupakan marker dini atau awal terjadinya
atrofi orak dan potensial sekali untuk mengalami penurunan
fungsi kognitif.
(I)
(IDS)
Referensi:
Vitamin B
12
status and rate of brain volume loss in community-dwelling elderly,
Neurology 2008;71:826-832
Bread cofortified with folic acid and vitamin B-12 improves the folate and vitamin B-12
status of healthy older people: a randomized controlled trial, Am J Clin Nutr 88(2):348-355
Are we ready for mandatory fortification with vitamin B-12?, Am J Clin Nutr 88( 2):253-254,
Seseorang dengan kadar B
12
tinggi mempunyai tendensi untuk tidak mengalami
penurunan volume otaknya sampai dengan 6 kali, pernyataan ini merupakan hasil
penelitian di Departemen Fisiologi, Anatomi dan Genetik Universitas Oxford UK
serta dimuat pada jurnal Neurology edisi September 2008.
Proteksi Vit B
Proteksi Vit B
12
12
terhadap penurunan volume otak
terhadap penurunan volume otak
Proteksi Vit B
12
terhadap penurunan volume otak
Kadar
Odds Ratio (95% CI)
Vitamin B
12
6,17 (1,25 30,47)
Holotranscobalamin
5,.99 (1,21 29,81)