PENGALAMAN PRAKTEK
PENGALAMAN PENGOBATAN PERDARAHAN
HEMORRHOID DENGAN AKUPUNKTUR.
dr A Suroso
Jakarta
SUMMARY
A
case of chronic haemorrhoid bleeding arrested by accu-
puncture treatment is described. More data are needed to
show that this traditional way of treatment might be useful
in the treatment of haemorrhoid bleeding.
Kata Pengantar.
Hemorrhoid merupakan suatu gangguan khronik yang dapat
menghambat kegiatan seorang penderita. Pengobatan secara
moderen dengan berbagai macam obat/suntikan ataupun
tindakan operasi memberi hasil yang sangat bervariasi.
Dibawah ini disajikan suatu pengalaman pengobatan
hemorrhoid dengan cara akupunktur yang dilakukan oleh
seorang dokter.
Redaksi.
Riwayat kasus
Seorang penderita laki-laki berumur 50 tahun menderita hemorr-
hoid sudah lebih dari sepuluh tahun. Untuk penyakitnya itu, dia telah
menjalani operasi sebanyak tiga kali, masing-masing ditahun 1952
dan 1955 di Surabaya dan tahun 1967 di Jakarta. Selain itu penderita
juga telah mengalami operasi usus buntu tahun 1952 dan suatu operasi
pada bahu kanan karena trauma akibat kecelakaan mobil.
Sejak tahun 1971 penderita mulai mengeluarkan darah lagi per-
anum waktu defekasi. Hal ini berlangsung terus sampai tahun 1975,
sampai-sampai perlu dirawat disebuah rumah sakit karena Hb mehurun
hingga 4 g%. Dirumah sakit penderita ditransfusi dan disiapkan untuk
operasi hemorrhoid ke empat kalinya. Tetapi berhubung keadaan ke-
uangan tidak mencukupi, operasi tidak jadi dijalankan.
Pada tanggal 1 April 1978 penderita berobat pada saya, pada waktu
mana ia telah menderita perdarahan per anum tiap hari jika defckasi,
telama kira-kira empat bulan. Pada pemeriksaan nampak keadaan
umum penderita baik, pucat, nadi normal, tensi 120/80. Selain hemorr-
hoid internum grade III tidak dijumpai kelainan fisik lain. Penderita
diberi pengobatan hemostatik per injeksi, hemorrhoid supositoria,
roboransia dan hemorrhoid tablet.
Tanggal 18 April, perdarahan tetap. Pasien diberikan lagi hemostatik
per injeksi dan per oral, parafln liquidum malam hari disamping hemorr-
hoid supositoria, roboransia dan hemorrhoid tablet yang masih diterus-
kan.
Tanggal 26 April, perdarahan tetap, penderita collaps karena anemi
dan dianjurkan untuk dirawat dirumah sakit. Pada waktu masuk rumah
sakit pasien mempunyai Hb 3 g% dan mendapat tranfusi darah.
Pada tanggal 8 Juni, setelah penderita dirawat dirumah sakit selama
klra-kira sebulan pasien kembali berobat pada saya dengan membawa
surat pengantar dari rumah sakit yang menyatakan bahwa penderita
telah dirawat dengan diagnosa anemia defisiensi besi karena perdarahan
khronik (hemorrhoid). Pasien telah sembuh dan diberikan pengobatan
sulfas ferrosus, vitamine B kompleks dan hemorrhoid supositoria.
Menurut penderita bagian bedah rumah sakit memandang tidak perlu
dilakukan hemorrhoidectomia. Pada waktu perawatan dirumah sakit
maupun setelah lepas dazi perawatan perdarahan per anum masih terus
terjadi setiap hari walaupun jumlahnya telah berkurang.
Tanggal 13 Juni, penderita datang ke poliklinik ;agian Penyakit
Dalam rumah sakit tempat ia dirawat dan diberikan pengobatan dengan
roboransia, hemorrhoid supositoria dan hemorrhoid kapsul.
Tanggal 12 Juni, perdarahan masih tetap, obat-obatan ditambah
dengan hemostatik per oral.
Tanggal 20 Agustus, perdarahan masih tetap, penderita nampak
pucat lagi dan mengeluh tentang vertigo pada perubahan sikap dari
berbaring keduduk atau berdiri. Tensi 110/80.
Pasien dianjurkan untuk kembali ke rumah sakit sementara pengobatan
diteruskan dengan roboransia, hemorrhoid supositoria, hemorrhoid
kapsul ditambah Vitamine K tablet.
Tanggal 6 September, disebabkan beberapa kesulitan teknis (bukan
finansiil) penderita belum dapat konsultasi kerumah sakit. Dia nampak
tertekan sehingga untuk membesarkan hatinya saya usulkan agar sambil
menunggu kepergiannya kerumah sakit, saya obati dia dengan aku-
punktur untuk mencegah timbulnya kekecewaan apabila nanti pengo
batan akupunktur tidak berhasil saya terangkan pula bahwa
"
Besides
acupuncture medicinal sitz baths are indicated. If necessary, apply
surgical treatment". (1).
Walaupun penderita agak skeptis, tetapi karena akupunktur merupakan
salah satu pengobatan yang belum dicobanya
dalam menghadapi
hemorrhoidnya selama puluhan tahun itu dan karena belum ada ba-
yangan kapan ia akan dapat pergi ke rumah sakit, maka iapun setuju un-
tuk diobati dengan akupunktur.
Maka dilakukanlah pengobatan akupunktur pada titik U B 33 dan 57
kiri dan kanan serta meneruskan hemorrhoid supositoria, roborantia,
hemorrhoid kapsul dan Vitamine K tablet.
Tanggal 7 September, tidak terjadi perdarahan
Tanggal 8 September, pagi ini ada perdarahan tiga tetes. Akupunk-
tur dan obat-obat sama seperti diatas.
Tanggal9 September, tidak terjadi perdarahan.
Tanggal 10 September, terjadi perdarahan banyak.
Tanggal 11 September, pagi terjadi perdarahan banyak. Obat-obat
yang diberikan dan akupunktur sama dengan diatas.
Tanggal 12 September, tidak ada perdarahan. Akupunktur dan
obat-obat yang diberikan sama.
.
Tanggal 13 September, perdarahan sedikit bercampur dengan
faeces. Akupunktue dan obat-obat sama.
Tanggal 14 September, perdarahan sedikit.
Tanggal 15 September, tidak ada perdarahan. Akupunktur dan
obat-obat
Tanggal
sama.
16 September, tidak ada perdarahan. Akupunktur dan
obat-obat, sama.
Tanggal 17 September, tidak ada perdarahan.
Tanggal 18 September, tidak ada perdarahan.
Tanggal 19 September, diare dengan perdarahan sedikit. Akupunk-
tur dan obat-obat sama.
Tanggal 20 dan 21 September, tidak ada perdarahan. Pengobatan
sama.
Setelah sepuluh kali akupunktur ini, tusuk jarum dihentikan semen-
tara untuk seminggu, untuk kalau diperlukan menyambungnya dengan
kuur ke dua sesudahnya. Selain dari pada itu kulit pada titik-titik
akupunktur menjadi lebih peka sehingga penderita ngeri untuk ditusuk.
Hari-hari berikutnya tidak
ada perdarahan sama sekali sampai tanggal
25 September. Pada hari ini timbul perdarahan agak banyak. Saya
anjurkan "wait and see". Tidak dilakukan akupunktur dan tidak di-
berikan obat apa-apa. Tanggal 26 September, tidak ada perdarahan.
Cermin Dunia Kedokteran No. 14, 1979
45
Tanggal 27 September, terjadi perdazahan lebih dari lima tetes.
Tanggal 28 September, tidak ada perdarahan.
Tanggal 29 dan 30 September, perdarahan sedikit bercampur
dengan faeces (darah tidak menetes).
Tanggal 31 September, akupunktur U B 33 dan 57 dan ka-
nan.
Obat-obat tidak diberikan kecuali roboransia.
Tanggal 1 dan 2 Oktober perdarahan sedikit.
Tanggal 3 Oktober, tidak ada perdarahan. Akupunktur seperti
biasa.
Tanggal 4 Oktober, tidak ada perdarahan. Titik-titik akupunktur
diganti dengan UB 34 kiri dan kanan serta Du 1, karena kulit dititik-
titik yang lama masih sangat peka.
Tanggal 5 Oktober, tidak ada perdarahan.
Tanggal 6 Oktober, tidak ada perdarahan. Akupunktur seperti
tanggal 4 Oktober.
Tanggal 7,8,9 Oktober, perdarahan banyak menetes. Karena ber-
bagai halangan pada hari-harl ini tidak dapat dilakukan tusuk jarum.
Tanggal 10 Oktober, perdarahan masih menetes, tetapi berkurang.
Akupunktur kembali ketitik UB 33 dan 57 kiri dan kanan karena sub-
yektip pasien merasa lebih cocok ditusuk dititik itu.
Tanggal 11 Oktober, perdarahan masih menetes lebih dari lima te-
tes. Akupunktur seperti tanggal 10 Oktober.
Tanggal 12 Oktober, perdarahan masih menetes lebih darl lima te-
tes. Sore banyak perdarahan sesudah penderita mengalamai stress
psikis (penderita mempunyai kebiasaan defekasi dua kali sehari).
Tanggal 13 Oktober, pagi masih menetes dan sore banyak perdarah-
an. Akupunktur sama. Mulai diberikan lagi hemorrhoid kapsul per
oral.
Tanggal 14 Oktober, banyak perdarahan keluar dan penderita
mengeluh bahwa bekas tusukan ( UB 33 dan 57 ) terasa pegal sekali.
Juga ia mengatakan bahwa memang kalau akan ada perdarahan kedua
betisnya terasa pegal seperti kramp.
Tanggal 15 Oktober, perdarahan masih banyak.
Tanggal 16 Oktober, pagi tidak ada perdarahan. Pegal-pegal pada
betis berkurang. Untuk menghindari daera-daerah yang pegal saya
gunakan titik ekstra 24 dilengan bawah kiri dan kanan. (2) Sore
perdarahan masih agak banyak.
Tanggal 17 Oktober, pagi tidak ada perdarahan. Akupunktur titik
ekstra 24 kiri dan kanan.
Sayang sekali perkembangan selanjutnya tidak dapat diikuti karena
pasien pindah kedaerah lain.
Diskusi
Pendapat bahwa akupunktur hanyalah sugesti atau ber-
dasarkan hipnose saja tidak dapat lagi dipertahankan (3,4,5).
Hal itu nampak pula pada kasus ini dimana pada mulanya baik
saya maupun pasien sama-sama kurang yakin bahwa akupunk-
tur ini akan berhasil.
Apakah dapat dikatakan bahwa pengobatan itu berhasil
pada kasus ini? Selama pengobatan akupunktur dijalankan
jelas bahwa perdarahan kalau tidak berhenti sama sekali, ha-
nyalah sedikit saja. Jauh lebih sedikit dari pada sebelum pe-
ngobatan akupunktur, sungguhpun kadang-kadang masih ter-
dapat perdarahan banyak seperti pada tanggal 10 September
dan 11 September serta 7 sampai 15 Oktober yang kemung-
kinan sebabnya akan dibahas lebih lanjut. Apakah berhentinya
atau berkurangnya perdarahan itu bukan karena kebetulan
saja? Memang hal itu mungkin juga. Tetapi adalah sangat ke-
betulan apabila perdarahan berhenti/berkurang pada waktu
tusuk jarum dimulai setelah perdarahan itu berlangsung terus
menerus selama kira-kira sembilan bulan.
Apa sebab sekonyong-konyong timbul perdarahan banyak
pada hari-hari tersebut diatas ? Diketahui bahwa salah satu
efek samping akupunktur ialah
"
transient exacerbation of
existing symptom lasting for posibly one or two days (4).
Ini dapat menerangkan timbulnya perdarahan banyak pada
tanggal 10 dan 11 September yang kemudian berhenti lagi
dengan dilanjutkannya akupunktur.
Perdarahan sesudah tanggal 7 Oktober mungkin disebabkan
karena UB 24 Du 1 bagi pasien ini tidak cocok (reaksi aku-
punktur terhadap seseorang sangat individuil, sama seperti
reaksi terhadap farmakoterapeutika)atau karena kesinambung-
an akupunktur pada hari-hari itu tidak dapat terpelihara.
Rasa pegal pada daerah UB 33 dan 57 apabila ada perda-
rahan banyak sebenarnya ialah
"
tender points" yang mencer-
minkan adanya kelainan-kelainan pada alat-alat yang diwakili
oleh titik itu. Tetapi penggunaan titik-titik secara terus mene-
rus setiap hari untuk akupunktur akan menyebabkan peru-
bahan-perubahan pada titik-titik itu, perubahan mana menja-
dikannya kurang efektip untuk ditusuki jarum (6).
Kemungkinan sebab yang lain dari perdarahan sesudah
tanggal 7 Oktober itu ialah karena pada kuur kedua itu tidak
diberikan obat-obat seperti hemorrhoid kapsul. Apakah
kombinasi akupunktur dan farmakoterapeutika merupakan
terapi terbaik untuk perdarahan hemorrhoid ?
Sayang sekali observasi pengobatan akupunktur ini terpu-
tus, malah pada,waktu ada tanda-tanda akan berhentinya per-
darahan ( 16 dan 17 Oktober ).
Kesimpulan
Ada tanda-tanda bahwa akupunktur dapat dipakai untuk
menghentikan perdarahan per anum yang disebabkan oleh
hemorrhoid. Tetapi satu kasus saja sudah tentu tidak dapat
dipakai untuk mengambil kesimpulan yang tetap dan tepat.
Oleh karena itu diperlukan pengumpulan data yang lebih
banyak untuk menetapkan bahwa kasus yang diuraikan di-
atas bukan
"
exeption " melainkan menjadi
"
rule ". Selain itu
juga untuk menetapkan titik mana yang paling tepat untuk
ditusuk.
Mudah-mudahan sejawat yang lain dapat memberikan ba-
han-bahan yang lebih banyak agar pengalamannya itu dapat
dipakai pula oleh dokter-dokter akupunkturis lain.
KEPUSTAKAAN
1. An outline of chinese acupuncture, The academy of Traditional
Chinese Medicine. Foreign Langguage Press, Peking 1975.
2. CEN CIU SIE CIANG I: Akademi Kedokteran Tiongkok. Shanghai,
bagian Akupunktur, I Lin Su Ci. Hong Kong, 1974.
3. ANGGRAINI : Penerimaan akupunktur sebagai ilmu. Cermin Dunia
Kedokteran 8 : 26, 1977.
4. LISOWSKI F P : Acupuncture to day. Modern Med of Asia 12
(6) : 14, 1976.
5. WARREN FRANK Z : Handbook of Medical Acupuncture. Van
Nostrand Reinhold Company. New York 1976.
6. KISWOJO : Hubungan pribadi.
46
Cermin Dunia Kedokteran No. 14, 1979