background image
Catatan singkat
Methotrexate merupakan sitostatik yang cukup
banyak dipakai dalam klinik, harganyapun cukup
tinggi. Beberapa peneliti berusaha untuk menda-
patkan biay4 pengobatan yang lebih rendah tanpa
menurunkan efeknya.
Ternyata pemakaian probenecid pada pemberi-
an methotrexate memperlambat eliminasi metho-
trexate, dalam 24 jam kadar serum adalah empat
kali lebih tinggi dari pada penderita yang tidak di-
beri probenecid.
Dikatakan bahwaefek inhibitor dari probenecid
pada ekskresi methotrexate di tubuli ginjal ini
dapat dipakai untuk memperkecil dosis metho-
trexate yang dipakai sehingga dapat menurunkan
biaya pengobatan.
British Med Journal 1
1097, 1978.
Berbagai jenis obat dapat menimbulkan ketuli-
an, antara lain salicylate. Malah akhir-akhir ini
banyak antibiotika golongan aminoglycoside juga
mempunyai efek samping tersebut diatas.
C
DIA M O N D
dalam surveynya melaporkan pa-
da tahun 1973 dijumpai 0,3% dari 11 526 pende-
rita yang berobat mendapat ketulian akibat
obat-obat yang diberikan. Dari jenis obat-obat
penyebab ketulian tersebut didapatkan : aminogly-
coside ( 13 per 1000 ) Aspirin ( 11 per 1000 )
; Ethacrynic acid (7 per 1000) dan Quinidine (3
per 1000). Diingatkan juga bahwa banyak tetes
telinga yang memakai antibiotika golongan ami-
noglycoside. Karena pemakaian tetes telinga da-
pat mencapai telinga bagian dalam, kemungkinan
ketulian melalui jalan ini juga perlu dipikirkan.
C DIAMOND Adverse Drug React Bull
69:244,1978
Diagnosa dini dari tumor cerebri merupakan hal
penting yang dapat membantu pengobatan pende-
rita dengan tumor cerebri.
Oleh sebab itu pada penderita-penderita dengan
tanda peninggian tekanan intra cranial atau kelain
an neurologik focal yang progresif perlu diteliti se-
cara lebih cermat, agar pengobatan oleh ahli bedah
saraf dapat mencapai hasil yang lebih baik untuk
penderita. Tetapi perlu diingat bahwa kenaikan
tekanan intra cranial tidak selalu disebabkan oleh
tumor cerebri. Beberapa casus anak karena keracu-
nan Pb, nalidixic acid, tetracyclin pada bayi atau
gejala withdrawal pada pemakaian kortikoteroid
juga dapat menimbulkan hal tersebut Kadang- ka
dang sebab dari kenaikan tekanan intra cranial yang
benigne baru dapat ditemukan sesudah dilakukan
pemeriksaan yang cermat.
Epilepsy dan gejala-gejala lain yang menyebab-
kan timbulnya kecurigaan akan kemungkinan ada-
nya peninggian tekanan intra cranial tentunya
sangat membantu menegakan diagnosa. Juga pen-
ting meneliti adanya kelainan visus serta kelainan
pendengaran yang bersifat unilateral.
BRYAN ASHWORTH Practitioner 221 : 59 65,
1978
Pada klinik rheumatologi di Brisbane, Austrlia
telah dilakukan penelitian pemakaian aspirin yang
dibandingkan dengan pemakaian aspirin dengan
kombinasi phenacetin dalam bentuk APC terhadap
efek samping yang terjadi pada penderita dengan
rheumatoid arthirts.
IAN FERGUSON
et al mendapatkan pada pema
kaian aspirin dalam bentuk kombinasi dengan phe-
nacetin (APC) yang lebih dari satu kg aspirin,di-
temukan adanya hubunganyangbermakna dengan
terjadinya
renal papilary necrosis
(RPN). Tetapi
pada penderita yang memakai aspirin saja sesudah
jumlah yang sama (satu Kg) RPN tidak terjadi.
Analysa perbandingan juga dilakukan di New Zea-
land dan didapatkan terjadinya RPN sekitar 10,6%
pada pemakai aspirin yang dikombinasi dengan
phenacetin dalam bentuk APC sesudah pemakaian
lebih dari satu Kg. Dan hanya 0,3% bila hanya
aspirin saja yang dipakai tanpa kombinasi.
Dikatakan sebaiknya pemakaian phenacetin ha-
rus benar-benar dibatasi mengingat efek samping
yang mungkin timbul.
I AN FERGUSON et al. Med J Austr 1 : 950 -- 954, 1977
38
Cermin Dunia Kedokteran No. 13.
1978