background image
TEKNIK
Akuapunktur - Penggunaannya dalam
Praktek Sehari-hari
Dharma K. Widya
KSMF Akupunktur Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo
PENDAHULUAN
Akupunktur merupakan suatu cara terapi perangsangan
titik-titik tertentu di permukaan tubuh dengan penusukan jarum
untuk menormalisasi fungsi fisiologis tubuh dalam pengobatan
suatu penyakit. Selain dengan jarum, perangsangan tersebut
dapat pula dilakukan dengan penekanan (akupresur), listrik,
ultrasound (sonopunktur), laser (laserpunktur)
(1)
. Di kalangan
medik dikenal pula cara perangsangan titik akupunktur dengan
penyuntikan zat tertentu yang disebut akuapunktur
(2)
. Penyun-
tikan ini dapat dilakukan pada titik akupunktur umum, titik
nyeri maupun titik trigger sesuai dengan teori meridian serta zat
yang disuntikkan. Melalui kerja akupunktur dan zat tersebut,
fungsi organ akan diseimbangkan kembali dan proses patologis
diperbaiki untuk mencapai kesembuhan
(3,4)
. Penyuntikan titik
trigger dalam pengobatan sindrom nyeri merupakan hal yang
telahdikenal dalam kedokteran Barat, nainun penyuntikan pada
titik akupunktur dalam pengobatan penyakit selain nyeri me-
rupakan hal yang belum begitu lama dikembangkan. Pada tahun
1959 dilaporkan di Cina bahwa penyuntikan titik akupunktur
tertentu ternyata efektif dalam pengobatan tuberku1osis
(2)
.
METODE
(3,4)
Untuk melakukan tindakan akuapunktur diperlukan alat
suntik berukuran 2, 5, 10 atau 20 ml dengan jarum berukuran
20­27 G; sedangkan zat yang digunakan bergantung kepada
penyakit. Bahan yang sering dipakai pada tindakan akupunktur
adalah: larutan glukosa 5­10%, normal saline, aqua destilata,
magnesium sulfat 25%, vitamin Bi, vitamin B12, prokain
hidroklorida 0,25­2%, analginum, berbagai jenis ekstrak ja-
ringan, ekstrak cair seperti radix Angelica sinensis (danggui),
Carthamus tinctoris (honghua) atau rhizoma Ligustici Wallichi
(chuangxiong).
Pemilihan titik dilakukan sesuai dengan kebutuhan peng-
obatan:
· Di daerah dada dan punggung, titik Mu Depan dan titik Su
Belakang yang nyeri bila dilakukan penekanan, dapat disuntik.
· Titik-titik yang memberikan respons positif sepanjang
meridian atau titik akupunktur yang mempunyai indikasi ter-
tentu seperti titik tuberkulosis paru (N Jiehexue), titik tekanan
darah (N-BW-2 Xueyadian) atau titik ulkus (N-BW-13
Kuiyangxue) dapat disuntik.
· Pada kasus luka traumatik jaringan lunak, dapat dipilih titik
yang paling nyeri atau pada origo/insersi otot dan tendon yang
terkait. Sedangkan pada kasus slipped disc penyuntikan dapat
dilakukan pada akar saraf spinal.
Dalam mengobati suatu penyakit tertentu, titik penyuntikan
dapat dipilih dari titik akupunktur umum yang paling berman-
faat dalam pengobatan penyakit tersebut. Titik-titik tubuh yang
jaringan ototnya tipis disuntik sesedikit mungkin.
Setelah ditentukan lokasi titik yang akan disuntik, dilakukan
tindakan a/antiseptik di tempat tersebut. Jarum suntik kemudian
ditusukkan sedemikian rupa sehingga tercapai sensasi penjarum-
an (teci), lalu diperiksa kemungkinan adanya perdarahan. Kemu-
dian disuntikkan obat di tempat tersebut dengan kecepatan se-
dang. Apabila pasien dalam keadaan lemah atau menderita
penyakit kronis penyuntikan dilakukan dengan perlahan. Pada
penyakit akut dan pasien dengan tubuh yang kuat dapat dilaku-
kan perangsangan yang kuat dengan penyuntikan secara cepat.
Jarum dapat ditarik untuk penyuntikan jaringan yang lebih super-
fisial atau untuk penyuntikan ke arah yang lain.
Di daerah muka atau telinga umumnya jumlah zat yang di-
suntikkan berkisar antara 0,3­0,5 ml, sedangkan pada anggota
gerak atau tubuh sebanyak 2­15 ml. Jumlah yang disuntikkan
bergantang kepada konsentrasi dan keadaan pasien. Arah dan
dalamnya penyuntikan tergantung pada letak lesi. Apabila nyeri
terasa pada perabaan superfisial, dilakukan penyuntikan dangkal
karena letak lesi superfisial. Sedangkan apabila nyeri timbul
Cermin Dunia Kedokteran No. 105, 1995
42
background image
oleh penekanan kuat maka dilakukan penyuntikan dalam karena
letak lesi lebih dalam.
Pada umumnya, akuapunktur dilakukan setiap hari atau
setiap dua hari, dan satu seri pengobatan terdiri atas 7­12 kali
pengobatan. Di antara dua seri pengobatan diberikan istirahat
antara 3­5 hari.
INDIKASI DAN EFEK SAMPING
(3,4)
Akuapunktur dapat digunakan untuk mengobati berbagai
keadaan dan penyakit seperti berbagai jenis nyeri badan bela-
kang dan anggota gerak, nyeri bahu, memar jaringan, iskialgia,
fibrositis, artralgia, hipertensi, nyeri lambung, neurastenia dan
sebagainya yang juga merupakan indikasi untuk akupunktur.
Perlu dijelaskan kepada pasien akan kemungkinan terjadi-
nya efek tidak menyenangkan yang menyertai tindakan
akuapunktur. Dapat timbul nyeri lokal dan distensi serta per-
darahan di tempat penusukan, atau mungkin timbul eksaserbasi
gejala untuk sementara dan demam. Hal ini akan menghilang
setelah beberapa jam atau beberapa hari. Apabila dilakukan
pencampuran beberapa zat, perlu diperhatikan kompatibilitas
dan zat tersebut. Perlu diperhatikan pula kemungkinan adanya
reaksi alergi dan obat yang disuntikkan. Pada kunjungan per-
tama, atau pada pasien yang berusia lanjut atau dalam keadaan
lemah, penyuntikan diberikan .dengan dosis yang lebih kecil.
Pada wanita hamil tidak boleh dilakukan penyuntikan pada
daerah lumbosakral. Penyuntikan juga tidak boleh dilakukan ke
dalam ruang sendi karena dapat menyebabkan nyeri hebat,
pembengkakan dan kemerahan sendi serta demam. Larutan
glukosa harus disuntikkan pada jaringan otot yang dalam dan
tidak boleh secara superfisial.
PENGGUNAAN DALAM PRAKTEK
Dalam praktek sehani-hari akuapunktur dapat dilakukan
oleh dokter yang memahami akupunktur dengan memakai per-
alatan dan obat yang umumnya tersedia. Yang diperlukan adalah
tabung suntik 2,5 ml atau 5 ml dan jarum suntik ukuran 27G 1/2,
sedangkan obat untuk penyuntikan dapat dipakai vitamin B 12
injeksi. Pada daerah yang ototnya tipis disuntikkan sebanyak 0,3
ml dan pada daerah yang ototnya tebal sebanyak 0,5­1 ml.
Sebagai contoh, beberapa kelainan yang dapat ditangani
dengan akuapunktur adalah
(5)
:
· Nyeri kepala : dipilih titik nyeri tekan lokal, ditambah
dengan titik jauh seperti He Ku (II,4), Wai Kuan(X,5) atau
titik-titik lain sesuai dengan meridian yang terkena.
· Nyeri lambung : dipilih titik Cung Wan (XIII, 12), Nei
Kuan (IX,6) dan Cu San Li (III,36).
· Nyeri lutut: dipilih titik nyeri tekan lokal di sekitar lutut.
· Asma bronkial : dipilih titik Ting Cuan (M-BW- 1) dan Fei
Su (VII,l3).
· Urtikania: dipilih titik He Ku (II,4), Ci Ce (II,11), Sie Hai
(IV,10), Cu San Li (III,36).
PENUTUP
Sebagai salah satu teknik dalam akupunktur, akuapunktur
mempunyai kelebihan dalam segi kepraktisan dibandingkan
dengan akupunktur dengan jarum yaitu kemudahan memperoleh
alat yang dipakai (terutama untuk di daerah di mana jarum
akupunktur sukar diperoleh) dan penghematan waktu peng-
obatan. Namun terdapat pula kekurangan seperti kemungkinan
nyeri lebih besar (mengingatjarum yang digunakan lebih besar
dari jarum akupunktur), tidak dapat digunakan untuk daerah
yang sensitif seperti pada daerah mata, kemungkinan adanya
alergi obat dan berdasarkan pengalaman klinik lebih sering ter-
jadi hematom. Namun demikian dengan makin dikenalnya
akupunktur di kalangan medik, kiranya penggunaan akuapunk-
tur sebagai salah satu cara yang praktis untuk pengobatan pel-
bagai penyakit akan makin meluas pula.
KEPUSTAKAAN
1. Schneideman I. Medical Acupuncture: Acupuncture and the Inner Healer.
Hongkong: Mayfair Medical Supplies Ltd., 1988.
2. Tsum-Nin Lee. Lidocaine injections in auricular acupuncture : treatment
and tonofication. Am. J. Acupunc 1977; 5(2): 137­43.
3. O'Connor, Bensky D. Acupuncture A Comprehensive Text. Chicago:
Eastland Press, 1981.
4. Lee IF, Cheung CS. Current Acupuncture Therapy. Hong Kong: Medical
Interfiow PubI House, 1978.
5. Anonim. The Treatment of 100 Common Diseases by New Acupuncture.
Hong Kong : Medicine & Health Publ Co, 1980.
No entertainment is so cheap as reading, nor any pleasure so lasting
(Lady Montagu)
Cermin Dunia Kedokteran No. 105, 1995 43