background image
Cermin Dunia Kedokteran No. 136, 2002
33
OPINI
Peranan Perawatan
Kesehatan Masyarakat dalam
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Ambar W Roestam
Wakil Ketua Departemen Pembinaan Pelayanan Keperawatan Komunitas
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta
PENDAHULUAN
Pada dekade belakangan ini perkembangan dunia industri
berjalan dengan pesat, demikian juga tuntutan terhadap kualifi-
kasi pekerjaannya serta pelayanan kesehatan pada kelompok
pekerja di industri. Konsep pelayanan kesehatan kerja bagi
pekerja juga mengalami kemajuan yang pesat seiring dengan
perkembangan dunia industri.
Perusahaan adalah tempat bertemunya dua pihak yang ber-
kepentingan. Di satu pihak owner mengusahakan keuntungan
dan efisiensi sebesar mungkin, di lain pihak tenaga kerja mem-
perjuangkan kesejahteraan termasuk kesehatan dan keluarga
mereka. Di Indonesia, pemerintah membantu kelompok kedua
dengan memberlakukan peraturan dan perundangan. Undang-
undang yang memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja
adalah Undang-undang No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan
Kerja dan Permenaker No. Per. 03/Men/1982 tentang Pelayan-
an Kesehatan Kerja.
Pelayanan Kesehatan Kerja umumnya dilakukan oleh dok-
ter dan/atau perawat. Perawat yang bekerja di perusahaan
merupakan perawat kesehatan masyarakat yang bekerja dalam
komunitas pekerja dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan
yang berhubungan dengan tempat kerja dan berfokus pada
keselamatan kerja, serta menggunakan prinsip-prinsip pence-
gahan dan pengendalian efek yang merugikan selama interaksi
pekerja dengan tempat kerja.
Dokter atau perawat yang menyelenggarakan pelayanan
kesehatan kerja seharusnya mendapatkan pendidikan tambahan
atau sekurang-kurangnya pelatihan khusus dalam bidang kese-
hatan. Berbeda dengan profesi dokter yang mendapatkan pendi-
dikan dasar kedokteran di perguruan tinggi, pendidikan pera-
watan di Indonesia masih mengenal berbagai tingkatan dari
Sekolah Perawat Kesehatan, Akademi Perawatan dan Fakultas
Ilmu Keperawatan. Pemahaman tentang Kesehatan dan Kese-
lamatan Kerjanyapun jadi berbeda-beda. Dengan demikian di
Indonesia terdapat beberapa jenis kualifikasi perawat yang
bekerja di perusahaan.
Apapun kualifikasi perawat kesehatan (masyarakat/
kesehatan kerja) peranan yang bisa dikembangkan tetap meng-
acu pada ruang lingkup pelayanan Kesehatan dan Keselamatan
Kerja. Dengan demikian, apa saja peranan perawat kesehatan
masyarakat (dalam hal ini perawat kesehatan kerja) dalam
kesehatan dan keselamatan kerja ?
PENGERTIAN
Perawat yang bekerja di perusahaan selain mempunyai
pengetahuan dasar keperawatan ia juga mempunyai aspek-
aspek khusus dalam tugas mereka. Karena itu dikembangkan
spesialisasi perawatan yang disebut dengan perawatan kesehat-
an kerja (occuptional health nursing).
Perawatan yang bekerja di perusahaan selain harus mahir
dalam perawatan, ia juga harus mempunyai pengetahuan yang
cukup tentang penyakit-penyakit akibat kerja, mengetahui cara-
cara pencegahan, diagnosis dini dan usaha-usaha lain dalam
memberantas penyakit akibat kerja. ia juga harus mengetahui
faktor-faktor yang menyebabkan hubungan kerja yang kurang
baik, berkurangnya gairah kerja, serta hal-hal lain. Tugas utama
atau pekerjaan utama seorang perawat di perusahaan adalah
melakukan promosi kesehatan dan keselamatan kerja.
Berikut ini akan dibahas mengenai peranan keperawatan
kesehatan kerja.
Pengertian Perawatan Kesehatan Kerja (Occupational
Health Nursing) merupakan cabang dari perawatan kesehatan
masyarakat, yang memberikan pelayanan pada tenaga kerja
atau kelompok tenaga kerja. Pelayanan berfokus pada promosi,
background image
proteksi, dan pemulihan kesehatan naker dalam hubungannya
dengan keselamatan dan lingkungan kerja yang sehat. Pelayan-
an keperawatan kesehatan kerja bersifat otonom dan inde-
penden dalam menentukan penatalaksanaan keperawatan
bidang kesehatan kerja. (AAOHN-American Association of
Occupational Health Nursing, 1994)
Sehubungan dengan definisi ini, maka standar pelayanan
keperawatan kesehatan kerja juga diformulasikan. Sebagai
pemberi pelayanan yang berhubungan dengan bidang kesehatan
dan keselamatan kerja maka mudah dipahami bahwa seseorang
perawat harus bekerja sama dengan bidang-bidang lain yaitu
misalnya dokter, ahli higine perusahaan, ergonomi, psikolog,
ahli gizi dan lain-lainnya. Fungsi seorang perawat di perusaha-
an sebenarnya sangat bergantung pada kebijakan perusahaan
dalam hal luasnya ruang lingkup upaya kesejahteraan dan
keselamatan kerja. Ada kalanya perusahaan hanya mempunyai
seorang perawat fulltime saja untuk upaya kesehatan dan
keselamatan kerjanya. Dalam keadaan seperti ini maka peran
seorang perawat sangat besar, dan harus mampu bekerja tim
dengan multidisiplin lain :
Community health care
Provider / specialist
Insurance carrier Union
Safety profesional
OCCUPATIONAL Personel
HEALTH
NURSE
Industrial Hygienist Worker
Occupational
Supervisor/
Medicine
manager
PERANAN PERAWAT KESEHATAN KERJA
Perusahaan dimana perawat bekerja, saat ini mengalami
kemajuan tehnologi yang cukup dramatik, demikian juga pe-
ranan perawat kesehatan kerja menjadi makin beragam dan
komplek. Seringkali perawat bekerja sama dengan berbagai
profesi, tenaga kerja dan pihak pengelola perusahaan, maka
peran seseorang perawat adalah bekerja sama dengan mereka
dalam hal mengidentifikasi kebutuhan kesehatan, memilih
prioritas hal yang harus diintervensi, mengembangkan dan m-
elaksanakan program serta melakukan evaluasi.
Posisi perawat kesehatan kerja disini unik dan merupakan
posisi perawat seringkali lebih dekat dan lebih akrab dengan
pekerja-pekerja dibandingkan dengan dokter, perawat lebih
sering (daripada dokter) melayani penyakit-penyakit dan kece-
lakaan kecil. Dengan demikian seorang perawat harus bisa
melakukan pelayanan yang holistik dan komprehensive dalam
memberikan pelayanan kesehatan. Di bawah ini pelayanan
yang secara umum diselenggarakan oleh perawat :
-
Meyakinkan bahwa perusahaan memenuhi peraturan dan
perundangan
-
Mengembangkan progran surveilance kesehatan
-
Melakukan konseling
-
Melakukan koordinasi untuk kegiatan promosi kesehatan
& fitnes
-
Melakukan penilaian bahaya potensial kesehatan dan
keselamatan di tempat kerja
-
Mengelola penatalaksanaan penyakit umum dan penyakit
akibat kerja dan pertolongan pertama pada kecelakaan serta
masalah kesehatan primer di perusahaan.
-
Melaksanakan evaluasi kesehatan dan kecelakaan kerja
-
Konsultasi dengan pihak manajemen dan pihak lain yang
diperlukan
-
Mengelola pelayanan kesehatan, termasuk merencanakan,
mengembangkan dan menganalisa program, pembiayaan, staff-
ing serta administrasi umum.
Apabila dikembangkan lebih lanjut maka peranan perawat
kesehatan kerja, mencakup tugas fungsional sebagai berikut :
1) Clinician
direct care
-
Menilai kebutuhan kesehatan pekerja, membuat diagnoss
(Dx) keperawatan, merencanakan dan melaksanakan serta
mengevaluasi dampak intervensi.
-
Memberikan pelayanan kesehatan yang berhubungan
dengan pencegahan, mempertahankan serta memperbaiki masa-
lah kesehatan.
2) Coordinator
-
Melakukan fungsi administrasi
-
Pelayanan dengan titik berat pencapaian kualitas pe-
ayanan yang cost-effective.
3) Single nurse service
-
Menilai kesehatan dan keselamatan
-
Pengembangan program penilaian
4) Health promotion specialist
-
Fungsi administrasi
-
Pengembangan dan analysis program
5) Manager/administrator
6) Corporate
director
7)
Consultant
8)
Educator
Di dalam menjalankan fungsinya maka seorang perawat
kesehatan kerja melakukan dua kelompok pekerjaan yang
besar:
1.
Penatalaksanaan kasus
2.
Penatalaksanaan program
1) Peranan perawat kesehatan kerja pada penatalaksanaan
kasus adalah dalam menerapkan proses perawatan dan prinsip-
prinsip kesehatan masyarakat pada pekerja dan tempat kerja.
Dengan kata lain penatalaksanaan kasus adalah penerapan
standar pelayanan klinis keperawatan pada tenaga kerja.
Berbeda dengan dokter yang melakukan analisa untuk
mendapatkan diagnosia klinis, maka perawat kesehatan kerja
diharapkan mampu membuat diagnosis keperawatan (box).
Nursing Diagnosis :
Clinical judgement about a client's responses to actual or protential health and
safety condistions or need. Nursing diag-nosis provide the basis for planning
and implementing care.
Occupational health nursing diagnoses, include :
(but not limited) to :
-
Client health status
-
Workforce morbidity
-
Population at risk
-
Workplace hazards
Menyadari bahwa tugas dan peran perawat yang kompleks,
Cermin Dunia Kedokteran No. 136, 2002
34
background image
di Amerika telah dikembangkan standar pelayanan klinis
bidang kesehatan kerja (the Standards of Clinical Nursing
Practice and the Professional Practice Standards ­ AAOHN,
1994) :
-
Penilaian secara sistematis status kesehatan klien
-
Melakukan analisa data yang dikumpulkan untuk mene-
gakkan diagnosis keperawatan
-
Mengidentifikasi tujuan spesifik keperawatan yang di-
harapkan
-
Mengembangkan rencana keperawatan yang komprehensif
dan memformulasikan tindakan intervensi yang dilakukan pada
setiap tingkat pencegahan serta terapi untuk mencapai tujuan
perawatan
-
Melaksanakan intervensi untuk mempromosikan kesehat-
an, pencegahan penyakit dan kecelakaan, memfasilitasi pemu-
lihan yang kesemuanya dipandu dengan rencana keperawatan
(renpra)
-
Secara sistimatis membuat evaluasi berkesinambungan
terhadap respons klien dan kemajuan-kemajuan mencapai
tujuan yang ditetapkan.
2) Sedangkan peranan perawat pada Pengembangan, Pelaks-
anaan dan Evaluasi Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja
adalah penerapan fungsi-fungsi administrasi pada program-
program kesehatan dan keselamatan kerja.
Ruang lingkup peranan perawat dalam hal ini adalah :
a) Pengembangan program meliputi :
1)
Assessment
-
data
-
worker related assessment
-
environmental assessment
-
workplace assessment
-
assessment tools
2)
Perencanaan program
-
SWOT analysis
-
Identifikasi sumber daya (P, F, E, S, Fas)
-
Pengembangan tujuan
b) Implementasi
program
Mengikuti rencana dan tahapan
c) Evaluasi
program
-
evaluasi proses
-
QA : structure, process dan outcome
-
methods
-
cost-effective & cost benefit program
Program yang dikembangkan oleh Tim Kesehatan dan Ke-
selamatan Kerja ini harus selalu mengacu pada prinsip-prinsip
kesehatan dan keselamatan kerja, yang berfokus utama pada
pencegahan. Tingkat pencegahan yang dianut dalam pengem-
bangan program K3 adalah :
1)
Primary prevention
Health promotion
Disease prevention
Non-occuptional program
2)
Secondary prevention
Early diagnosis
Early treatment intervention
Limit disability
3)
Tertiary prevention
Rehabilitation
Restoration
Return to work
Di bawah ini adalah contoh-contoh dari Pelayanan Ke-
sehatan dan Keselamatan Kerja :
·
Pemeriksaan Kesehatan :
-
Preplacement
-
Periodic,
mandatory,
voluntary
-
Transfer
-
Retirement/termination
-
Executive
-
Health
risk
appraisal
·
Preventive health screening with education
·
Employee assistant program
·
Lifestyle classes : Smoking cessation, weight control,
stress management, physical fitness, dll.
·
Rehabilitation
·
Treatment of illness and injury
·
Primary health care for workers and dependents
·
Fitting of protective equipment
·
Worker safety and health education related to occupational
hazard
·
Job analysis and design
·
Prenatal and Postnatal care
·
Medical self-help and consumerism classess
·
Safety audits and accident investigation
·
Plant surveys and environmental monitoring
·
Worker compensation
·
Risk management, loss control
·
Emergencies preparedness
·
Preretirement counselling
KETRAMPILAN DAN KOMPETENSI
Melihat peranan perawat kesehatan kerja di atas, maka
tingkat kompetensi perawat kesehatan masyarakat menjadi
sedikit berbeda dengan perawat klinik. Beberapa kemampuan
lain perlu dimiliki oleh perawat kesehatan kerja.
Meskipun perawatan emergensi dan kedaruratan medik
penting dikuasai oleh perawat kesehatan kerja, saat ini dan saat
yang akan datang lebih mementingkan pendekatan proaktif
dengan tujuan pencegahan penyakit akibat kerja, kecelakaan/
cedera serta promosi kesehatan. Dengan demikian seorang
perawat kesehatan kerja harus mempunyai ketrampilan untuk
mengenal dan mengevaluasi bahaya potensial kesehatan di
tempat kerja, demikian juga dengan bahaya nyata yang terjadi
di tempat kerja.
Ketrampilan management, pengetahuan terhadap toksiko-
logi, ergonomi, epidemiologi, kesehatan lingkungan, kesela-
matan serta cara penyuluhan merupakan ketrampilan yang
essential yang perlu dimiliki.
Di bawah ini contoh-contoh area kompetensi seorang
perawat kesehatan kerja :
Manajemen dan administrasi
-
Penatalaksanaan keuangan
Cermin Dunia Kedokteran No. 136, 2002
35
background image
-
Penggajian
-
Mengembangkan program dan tujuan akhir
-
Menyelenggarakan pelayanan komprehensive beserta
seluruh programnya
-
Mengetahui kebutuhan perusahaan dan karyawannya
-
Menulis laporan
-
Melakukan audit dan penjaminan mutu
-
Menangani kompensasi karyawan
-
Negosiasi
-
Koordinasi dengan lain-lain profesi
Asuhan keperawatan
-
Melaksanakan proses perawatan
-
Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan dan
pelayanan kesehatan primer
-
Melakukan assessment phisik
-
Melakukan anamnesa
-
Melakukan testing medis
-
Melaksanakan immunisasi sesuai protokol
-
Respon terhadap hal-hal yang emergensi
-
Pengetahuan tentang issues kesehatan
Konsultasi
-
Menjadi nara sumber bagi perusahaan dan karyawan ter-
hadap issu-issu yang berhubungan dengan kesehatan
-
Mempunyai pengetahuan yang luas tentang kesehatan
masyarakat dan prinsip-prinsip kesehatan dan keselamatan
kerja
Penyuluhan kesehatan
-
Mengenai hubungan perbedaan budaya dengan status
kesehatan
-
Menggunakan cara komunikasi yang efektif pada pekerja
maupun manajemen perusahaan
-
Membuat presentasi yang efektif
-
Menggunakan tehnik-tehnik interpersonal komunikasi
-
Memberikan pembelajaran orang dewasa dan prinsip-
prinsip penyuluhan kesehatan
-
Merencanakan, mengembangkan, melaksanakan, dan
mengevaluasi program-program yang dilakukan.
Penelitian
-
Mampu mengembangkan dan melaksanakan suatu survey
-
Mampu secara sistematis mengumpulkan data, mengana-
lisa serta membuat intretasi data dari sumber-sumber yang
berbeda
-
Mengenal kecenderungan dari tingkat kesehatan setiap
departemen pada alur perusahaan tempat bekerja.
Kesehatan dan lingkungan kerja
-
Mempunyai pengetahuan tentang alur dan proses produksi
di perusahaan
-
Mampu mengidentifikasi paparan yang ada pada tempat
kerja
-
Mampu membuat rekomendasi yang tepat dan sasaran
yang tepat dalam mengendalikan bahaya potensial
-
Mempunyai pengetahuan tentang pengendalian engine-
ering, administrasi serta alat pelindung diri untuk pencegahan
bahaya.
Tanggung jawab hukum dan etika
-
Mengetahui peraturan dan perundangan yang berlaku
-
Pengetahuan terhadap standar keperawatan dan tanggung
jawab profesi yang berlaku (legal-practice)
-
Dan lain-lainnya
-
Mengetahui legal-practice
-
The client-nurse relationship
Tidaklah berlebihan apabila dikatakan bahwa peranan pe-
rawat dalam kesehatan kerja sangatlah bermakna; namun
melihat pemberdayaan tenaga keperawatan di perusahaan,
sampai saat ini belum terlihat menjadi prioritas dalam rangka
peningkatan produktivitas di perusahaan.Oleh karena itu
Mengapa perlu kiranya dikaji konsep perawatan kesehatan
kerja, peran dan tanggung jawab serta ketrampilan dan kom-
petensi yang ada, serta situasi perawatan kesehatan kerja di
Indonesia. Profesi perawat dalam menghadapi era globalisasi
kelihatannya masih harus dipersiapkan dengan baik.
SITUASI PERAWATAN KESEHATAN KERJA DI
INDONESIA
Sampai Oktober 1998 tercatat sebanyak 2.813 orang pe-
rawat yang dimiliki Departemen Tenaga Kerja yang bekerja di
perusahaan. Untuk memelihara keilmuan dan keanggotaan
tenaga perawat kesehatan kerja diharapkan berpatisipasi dalam
suatu ikatan profesi. Ikatan Perawat Hiperkes Indonesia resmi
didirikan pada 23 s/d 26 Maret 1970. Saat ini keanggotaannya
mencapai jumlah seperti angka perawat di atas. Namun
kegiatan assosiasi ini bagi anggotanya kurang menjadi jaminan
dalam upaya peningkatan kemampuan/kompetensi.
Latar belakang pendidikan perawat saat ini masih berbeda-
beda antara lulusan SPK, D3 sampai S1 Keperawatan.
Pendidikan formal Keperawatan Kesehatan Kerja (Occupa-
tional Health Nursing) saat ini belum ada di Indonesia, tetapi
ada yang telah mengikuti pendidikan Kesehatan dan Kese-
lamatan Kerja, baik tingkat D3, S1 maupun S2 / S3 di dalam
maupun di luar negeri.
Peranan perawat kesehatan kerja di perusahaan secara
umum mengikuti perkembangan ilmu kedokteran dan kepe-
rawatan. Biasanya perawat ini bekerja sama dengan dokter
dalam menjalankan program-program upaya kesehatan dan
keselamatan kerja. Saat ini banyak perusahaan hanya mem-
pekerjakan seseorang perawat untuk melakukan upaya kese-
hatan kerja karena secara umum mereka mengikuti Jamsostek
yang juga menyelenggarakan pelayanan kesehatan kerja.
Kompetensi perawat di perusahaan belum bisa memadai.
Dari pengalaman penulis selama dalam mengadakan plant-
survey bersama mahasiswa dapat dikatakan peranan perawat di
perusahaan masih menganut paham perawat di klinik, yaitu
bersifat kuratif. Penyelenggaraan keselamatan kerja dilakukan
oleh P2K3 tanpa campur tangannya. Bahkan ada perawat yang
bekerja di pabrik tersebut belum pernah melihat ke dalam
pabrik tersebut, apalagi mengetahui proses produksi. Sebagian
Cermin Dunia Kedokteran No. 136, 2002
36
background image
besar dari perawat yang telah mendapat pelatihan tentang
kesehatan dan keselamatan kerja selama 2 minggu di Hiperkes
belum menunjukkan perbedaan dibandingkan yang belum
mendapatkan pelatihan.
Dalam menghadapi era globalisasi, profesi perawat kese-
hatan kerja belum melakukan antisipasi persaingan yang bakal
timbul. Namun ada rencana dari Fakultas Keperawatan untuk
mengembangkan profesi ini dalam perguruan tinggi. Depar-
temen Tenaga Kerja masih menggunakan pola memberikan
latihan kepada perawat selama 2 minggu. Sedangkan Depar-
temen Kesehatan, mempersiapkan perawat yang bekerja di
puskesmas untuk penanganan tenaga kerja. Tampaknya belum
ada yang bisa menjawab tantangan perawatan kesehatan kerja
di era globalisasi mendatang.
TANTANGAN DAN PELUANG PERAWAT KESEHAT-
AN KERJA
Perawat kesehatan masyarakat dan perawat kesehatan
kerja sangat berpeluang untuk berkontribusi terhadap ter-
capainya INDONESIA SEHAT Tahun 2001.
Program kesehatan unggulan adalah :
1.
Program kebijakan pembiayaan kesehatan dan hukum
kesehatan
2.
Program perbaikan gizi
3.
Program pencegahan penyakit menular termasuk immuni-
sasi
4.
Program peningkatan perilaku hidup sehat dan kesehatan
mental
5.
Program lingkungan pemukiman, air dan udara sehat
6.
Program kesehatan keluarga, kes produksi dan KB
7.
Program keselamatan dan kesehatan kerja
8.
Program anti tembakau, alkohol dan madat
9.
Program pengawasan obat, bahan berbahaya dan makanan
10.
Program pencegahan kecelakaan dan rudapaksa termasuk
keselamatan lalu lintas.
PENJABARAN DARI PROGRAM KESEHATAN DAN
KESELAMATAN KERJA OLEH DEPKES RI :
Bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan di
tempat kerja perkantoran dan industri sehingga para karyawan
tempat kerja perkantoran da industri serta masyarakat sekitar
terhindar dari penyakit akibat kerja, kecelakaan dan pen-
cemaran lingkungan.
Sasaran Program
1.
Semua industri yang menghasilkan limbah telah dapat
mengolah limbahnya dengan aman dan sehat
2.
75% dari tempat kerja perkantoran dan industri tidak
menimbulkan bising yang mengganggu
3.
Semua tempat kerja perkantoran dan industri tidak me-
nimbulkan radiasi
4.
Terbentuknya institusi pembina kesehatan dan keselamatan
kerja.
5.
Menurunnya tingkat paparan pestisida di lingkungan kerja
dan industri, serta tercapainya tempat pengelolaan pestisida
(TP2) yang memenuhi syarat : 100%
6.
Meningkatnya pelayanan kesehatan dan keselamatan kerja
paripurna.
7.
Terpenuhinya persyaratan kesehatan kerja diberbagai jenis
pekerjaan
8.
Meningkatnya kemandirian hidup sehat pekerja dan
membudayakan Norma Sehat dalam bekerja
9.
Meningkatkan profesionalisme para pembina, pelaksana,
penggerak dan pendukung program kesehatan dan keselamatan
kerja.
10.
Tegaknya hukum dan terlaksananya sistem informasi
kesehatan dan keselamatan kerja.
Berdasarkan hal di atas dan melihat kegiatan yang akan
dikembangkan, peranan perawat dalam kesehatan dan kese-
lamatan kerja terlihat akan sangat aktif, mengingat bahwa
hampir pada seluruh kegiatan melibatkan tenaga keperawatan
kesehatan kerja. Sebuah tantangan yang perlu disikapi secara
serius oleh profesi. Tantangan lain adalah pada globalisasi,
semua tenaga kesehatan dan keselamatan kerja perlu mendapat
sertifiksi, termasuk perawat kesehatan kerja. Ini yang harus
dikembangkan oleh assosiasi perawat kesehatan kerja sebagai
sebuah profesi yang mandiri.
KESIMPULAN
Peranan perawat pada program Kesehatan dan Kese-
lamatan Kerja bisa dikatakan sangat bermakna, mengingat
tugas fungsional perawat dalam K3 begitu luas. Bisa dikatakan
bahwa fokus utama perawatan kesehatan kerja adalah kese-
hatan dan keselamatan kerja bagi tenaga kerja dengan pene-
kanan pada pencegahan terjadinya penyakit dan cidera. Hal ini
senada dengan tujuan K3.
Hanya saja perawatan kesehatan kerja di Indonesia belum
seperti yang diharapkan. Hal ini terjadi/antara lain karena per-
kembangan yang sangat pesat dari industri di Indonesia dan
perkembangan fasilitas pendidikan di bidang kesehatan dan
keselamatan kerja yang ada di Indonesia. Pengaruh lain adalah
hambatan jenjang pendidikan dasar perawat yang berbeda-
beda. Peranan profesi dalam mengembangkan tingkat profesi-
onalisme belum terlihat bermakna.
Untuk menjaga mutu profesionalisme, sudah saatnya kita
semua memikirkan upaya yang perlu dilakukan. Salah satunya
diharapkan organisasi profesi meningkatkan peranannya dalam
membina dan memantau anggotanya, serta menerus aktif dalam
meningkatkan kemampuan dan ketrampilan anggotanya.
Cermin Dunia Kedokteran No. 136, 2002
37