TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Mencegah Penyakit Degeneratif
dengan Makanan
Kusnindar Atmosukarto*, Mitri Rahmawati**
* Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Respati Indonesia, Jakarta
** Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi Kesehatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI, Jakarta
PENDAHULUAN
1. Proses Penuaan
Kerusakan akibat oksidasi terhadap DNA genetik sel, me-
numpuk bersama usia dan merupakan penyebab utama proses
menua dan juga penyakit-penyakit degeneratif sewaktu menua,
termasuk kanker, penyakit pembuluh darah dan jantung,
kemerosotan sistem kekebalan dan disfungsi otak serta sistem
saraf, misalnya penyakit Parkinson, penyakit Lou Gehrig dan
perubahan-perubahan pembuluh darah otak yang kita kenal
sebagai "kepikunan". Berita yang menakjubkan ialah, bahwa
mutasi-mutasi DNA yang menumpuk bersama usia, sebagian
besar dapat dihentikan dengan memakan antioksidan yang tepat
yang ditemukan dalam makanan, dengan demikian meng-
hambat proses kemerosotan dalam banyak segi (Dr. Bruce N,
1993)
(1)
.
Banyak perubahan tubuh yang berkaitan dengan proses
penuaan. Bersama dengan usia, tubuh mengalami berbagai per-
ubahan biokimiawi yang secara keliru telah diterima sebagai
akibat-akibat tak terelakkan proses penuaan. Padahal sebetul-
nya perubahan-perubahan itu merupakan tanda-tanda ke-
merosotan dan penyakit yang dapat dibalikkan, terkadang
dengan suatu dosis secukupnya zat-zat hara yang lazim. Misal-
nya sewaktu menua, tubuh cenderung menghasilkan lebih
banyak bahan di dalam darah yang disebut hemosistein, yang
menyebabkan darah lebih mudah menggumpal, sehingga me-
nimbulkan serangan jantung. Banyak pasien jantung mem-
punyai kadar-kadar kolesterol normal tetapi mempunyai kadar
hemosistein yang tinggi. Anehnya, asam folat yang banyak
terdapat dalam makanan seperti bayam, dan dosis vitamin B6,
dengan cepat menurunkan kadar hemosistein, sehingga yang
sebagian dapat menghapus `faktor menua'. Dengan demikian
secara logis menghapus ancaman penyakit jantung (Tufts
University)
(1)
.
Banyak peneliti beranggapan, bahwa di dalam DNA ter-
letak penyebab utama proses penuaan dan ada suatu cara untuk
memperlambatnya. Suatu penelitian imunologi menemukan,
tambahan dosis wajar delapan belas vitamin dan mineral yang
lazim secara dramatis meningkatkan fungsi kekebalan dan
memangkas penyakit-penyakit infeksi. (Ranjit K. Chandra,
Memorial University of Newfoundland)
(1)
.
Dengan penemuan-penemuan baru dan berbagai penelitian
yang dapat menghambat proses penuaan sel kita akan menjadi
panjang umur dan awet muda.
2. Radikal-radikal bebas penyebab penuaan
Teori
radikal
bebas
Teori baru yang banyak mendapatkan dukungan untuk
menjelaskan perubahan proses penuaan ialah teori radikal bebas
yaitu : Proses penuaan berlangsung ketika sel-sel secara par-
manen dirusak oleh serangan terus-menerus dari sejumlah
partikel kimia yang disebut "radikal-radikal bebas". Secara
sederhana, kerusakan sel itu menumpuk selama bertahun-tahun,
sampai jumlahnya mencapai titik yang tak mungkin dibalikkan
timbul penyakit-penyakit yang terjadi bersamaan pada akhir
kehidupan sampai akhir hayatnya. Hal ini disebabkan, usaha
yang gagal dari setiap sel untuk tetap hidup dan berfungsi
secara wajar, berhadapan dengan zat kimiawi yang meng-
hancurkan tersebut.
Teori radikal bebas tentang penuaan, disusul berbagai
penelitian, bukan saja mengenai proses penuaan itu sendiri, me-
lainkan tentang penyakit-penyakit akibat proses penuaan seperti
kanker, jantung, artritis semuanya tampaknya berasal dari satu
sumber yang sama, yaitu radikal-radikal bebas. Kita berada
pada tahap, dimana "resiko kematian terpenting bagi setiap
orang pada umur 28 tahun atau lebih adalah radikal bebas" (Dr.
Denham Harman, MD, Ph D, Univ. of Nebraska, 1954)
(1)
.
Radikal bebas banyak terdapat di udara dan makanan
Radikal bebas adalah sekelompok elemen yang bersifat
tidak stabil, reaktif, dan merusak sel-sel hidup (sitotoksik), me-
nurunkan kinerja zat-zat dalam tumbuh seperti enzim dan
hormon serta merusak pembuluh darah dan kulit. Kerusakan
tersebut menyebabkan kulit menebal, kaku, tidak elastis,
keriput, pucat dan kering. Selain pajanan sinar matahari, ter-
dapat faktor lain yang mempengaruhi terbentuknya radikal
bebas, antara lain: sinar matahari, zat kimia, zat pengawet,
Cermin Dunia Kedokteran No. 140, 2003 41
pewarna, dan pelezat makanan, polusi udara, makanan tinggi
kalori dan karbohidrat, pengobatan dengan sinar ultra violet
jangka panjang
(2)
.
Radikal bebas adalah sebuah molekul yang telah kehilang-
an satu elektron, yang mengorbit berpasangan. Untuk me-
ngembalikan keseimbangan, radikal bebas tersebut mencari
sebuah elektron dari molekul didekatnya atau melepaskan satu
elektron yang tak punya pasangan. Dengan demikian ia men-
ciptakan kehancuran molekul didekatnya tadi. Bila menimpa
DNA, terutama pada mitokondria di dalam sel-sel, radikal itu
menyebabkan mutasi-mutasi yang dapat memacu sel-sel ber-
laku secara menyimpang. Lama kelamaan kerusakan karena
radikal ini bebas membuat tubuh menua dan penyakitan
(1)
.
Proses ini dapat dicegah oleh antioksidan secara sederhana,
antioksidan adalah bahan kimia yang dapat memberikan sebuah
elektron yang diperlukan radikal bebas, tanpa menjadikan
dirinya berbahaya. Dengan demikian antioksidan, menghenti-
kan serangan radikal bebas sehingga degenerasi dihambat atau
proses penuaan diperlambat.
3. Antioksidan
Bila radikal bebas adalah elemen perusak sel-sel tubuh,
maka secara kimiawi antioksidan dirancang untuk menawarkan
radikal bebas yang merusak tadi. Antioksidan-antioksidan me-
lakukan ini dengan menghentikan pembentukannya, memadam-
kannya, dan memperbaiki kerusakan. Misalnya, lebih dari 1
triliun molekul oksigen masuk ke setiap sel setiap harinya,
sambil menimbulkan kurang lebih seratus ribu cidera atau
hantaman radikal bebas terhadap gen atau DNA sel (Bruce
Ames, University of California di Berkeley)
(1)
. Untungnya
enzim-enzim antioksidan tubuh, segera memperbaiki gen-gen
itu, sambil menghapuskan 99-99,9% kerusakan tersebut. Ke-
burukannya ialah bahwa hal tersebut masih menyisakan seribu
luka baru setiap hari yang belum diperbaiki, dan kerusakan ini
terus menerus menumpuk. Kumpulan kerusakan sel akibat
perbaikan yang tidak sempurna inilah yang menjadi penyebab
proses menua, jatuh sakit dan meninggal. Pemberian anti-
oksidan yang tepat dan cukup, dapat menyempurnakan per-
baikan sel-sel tersebut sehingga proses penuaan dihambat. Jenis
antioksidan yang diperlukan itu dapat berupa vitamin, mineral
dan lain sebagainya.
4. Bagaimana menghentikan kerusakan sel-sel, dalam
proses penuaan
Sekarang telah jelas, bahwa antioksidan dapat menghenti-
kan, menghambat, atau memperbaiki serangan radikal bebas
yang mempercepat penuaan. Masuk akal, bila kita memasukkan
antioksidan-antiokdisan yang cukup dan tepat untuk melin-
dungi membran-membran sel-sel lemak, protein dan DNA
genetis, di dalam batas-batas yang tak berbahaya. Apa yang
dibutuhkan adalah keseimbangan antara antioksidan dan radikal
bebas, sehingga radikal bebas dikendalikan untuk tidak meng-
hancurkan sel-sel tubuh, yang berakibat kematian.
HUBUNGAN SUPLEMEN MAKANAN DENGAN PE-
NYAKIT DEGENERATIF
Berikut ini disajikan hasil penelitian tentang peranan 10
suplemen makanan utama yang dapat menunda atau membalik-
kan proses penuaan. Suplemen tersebut mencakup Vitamin B,
Vitamin E, Vitamin C, Beta Karoten, Khromium, Selenium
Kalsium, Zinc, Magnesium dan Vitamin Q.
1. Vitamin B
Vitamin B barang kali merupakan satu-satunya zat hara
paling penting yang mempengaruhi proses penuaan, menurut
Dr. Robert Russell dari Tufts University
(1)
, Dr. John
Linderboun dari Columbia Presbyterian Medical Center, me-
nyatakan kekurangan vitamin B12 menyebabkan perkembang-
an amat lambat, sering mempengaruhi seluruh otak serta sistem
saraf dan bukan bagian lain.
Asam folat yang terdapat pada sayuran hijau dan tanaman
polong-polongan disebut juga dolasin, sangat berperan dalam
proses anti tua, mencegah kemerosotan fungsi mental dan
menghentikan kanker, yang lebih penting lagi dapat menye-
lamatkan kerusakan arteri yang memicu serangan jantung dan
stroke.
Vitamin B tersebut di atas terutama asam folat, me-
rangsang enzim-enzim untuk metabolisme homosistein yang
mencegah penyumbatan arteri. Menurut penelitian Tuft
University (1995) pada 1041 pria dan wanita berumur 67-96
tahun, orang yang mempunyai kadar homosistein tinggi me-
miliki risiko penyempitan arteri karotis, 2x lebih tinggi dari
yang rendah. Di antara ketiga vitamin B, asam folat memiliki
pengaruh paling tinggi, diikuti B6 dan B 12.
2. Vitamin E
Peran vitamin E dalam proses penuaan adalah melawan
aterosklerosis. Aterosklerosis terjadi, sebagian besar karena
kolesterol LDL. Jika oksidasi LDL tak terjadi, kolesterol LDL
melekat di dinding arteri, sebagai langkah awal terbentuknya
plak dan penyumbatan arteri.
Suatu penelitian oleh Ishwaral Jialal dari University of
Texas South - Western medical center di Dallas, menemukan
bahwa 800 IU vitamin E setiap hari selama tiga bulan, telah
memangkas oksidasi kolesterol LDL, dengan demikian men-
cegah timbulnya kerusakan arteri dan timbulnya penyakit
jantung sebesar 40%. Setidaknya diperlukan 400 IU vitamin E
per hari.
3. Vitamin C
·
Melawan kanker
Vitamin C merupakan salah satu bentuk vaksinasi me-
lawan kanker, terutama kanker-kanker lambung, esofagus,
pankreas, rongga mulut dan kemungkinan mulut rahim, rektum
dan payudara. Makan buah-buahan dan sayur-sayuran lima
porsi sehari yang mengandung 200-300 mg vitamin C, cukup
untuk menghambat kanker. Tetapi untuk melawan kanker Dr.
Block menelan 2000-3000 mg vitamin C setiap hari
(1)
.
- Menyelamatkan
arteri
Mengkonsumsi vitamin C dalam jumlah sedang, dapat
mendorong naiknya kolesterol HDL yang menghambat pe-
nyumbatan arteri, mengurangi LDL, menurunkan tekanan
darah, memperkuat dinding-dinding pembuluh darah, membuat
darah lebih encer. Orang yang mendapatkan vitamin C kurang
dari yang terdapat pada sebuah jeruk setiap hari, rata-rata
Cermin Dunia Kedokteran No. 140, 2003
42
tekanan darah sistoliknya 11 mm/Hg lebih tinggi; selain itu
vitamin C menyebabkan arteri-arteri tetap muda, bersih dan
lentur.
- Meningkatkan
kekebalan
Vitamin C 5000 mg setiap hari akan meningkatkan
produksi limfosit dan vitamin C 10000 mg sehari akan
meningkatkan limfosit itu lebih lanjut. Vitamin C bekerja
seperti antibiotika yang memerangi virus-virus. Lebih lanjut
vitamin C meningkatkan kekebalan dengan meningkatkan
kadar antioksidan glutation di dalam tubuh, zat yang penting
agar sistem kekebalan bekerja sebagaimana mestinya. Lima
ratus mg vitamin C setiap hari akan menaikkan glutation dalam
sel-sel darah merah sebesar 50%, namun menelan vitamin C
hanya sepertiga dari RDA selama 9 minggu akan menyebabkan
kadar glutation merosot 50%.
-
Membalikkan proses penuaan
Vitamin C meremajakan sel darah putih secara kimiawi
pada manusia usia lanjut; 120 mg vitamin C setiap hari, mampu
menaikkan kadar sel-sel darah putih pada manusia rata-rata
umur 76 tahun setara dengan kadar rata-rata 35 tahun, dalam
waktu 2 minggu.
- Memperbaiki sperma dan mengembalikan kesuburan
pria
Dalam suatu pengujian di University of California di
Berkeley, ditemukan kerusakan akibat radikal bebas terhadap
bahan genetik DNA berlangsung 2x lipat pada sel-sel sperma
kaum pria yang dibatasi jatah vitamin C nya hanya 5 mg sehari
(setara satu sendok teh air jeruk). Ketika kaum pria itu kembali
ke diet harian dengan 60 mg atau 250 mg vitamin C, kerusakan
spermanya menurun dalam waktu 1 bulan.
-
Mencegah penyakit asma dan bronchitis kronis
Orang yang makan makanan dengan kandungan vitamin C
300 mg sehari, kemungkinan menderita asma atau bronkitis
kronis hanya 70% dibandingkan dengan mereka yang memakan
kurang lebih 100 mg (Dr. Joel Schartz, US. Environmental
Protection Agency). Selanjutnya vitamin C menolong
mencegah leukosit, sel-sel darah merah, agar tidak menumpuk
ke dinding-dinding pembuluh darah.
-
Melawan penyakit gusi
Penyakit periodontal - gusi berdarah, sariawan, lebih
umum pada orang-orang yang kadar vitamin C dalam darahnya
rendah (Penelitian di Finlandia).
- Mencegah
katarak
Menurut penelitian di Kanada, korban katarak hanya 30%
bagi mereka yang telah menelan tambahan vitamin C, di-
bandingkan dengan mereka yang tidak menelan tambahan
vitamin C
(1)
.
4. Beta
Karoten
- Merangsang
kekebalan
Dalam suatu penelitian terhadap 60 pria dan wanita usia
lanjut (rata-rata umur 56 tahun), mereka yang menelan beta
karoten 30-60 mg/hari selama 2 bulan memiliki sel-sel pem-
bunuh alami lebih banyak, sel-sel T penolong lebih banyak
serta limfosit yang lebih aktif. Sel-sel kekebalan semacam itu
menolong, melindungi tubuh terhadap kanker serta infeksi virus
dan bakteri (Ronal R Watson, University of Arizona).
Dr. Simin Meydani dari Tufts University, menemukan
bahwa sel-sel pembunuh alami itu, penting terutama untuk
melawan kanker. Kajian di Johns Hopkins University me-
nemukan orang-orang yang kadar beta karotennya rendah
resikonya 4x lebih besar untuk menderita salah satu jenis
kanker yang mematikan akibat merokok.
-
Mencegah serangan jantung
Studi Harvand University pada 90000 perawat wanita yang
menelan beta karoten lebih dari 11000 IU setiap hari, menurun-
kan risiko penyakit jantung 22%, dibandingkan mereka yang
menelan 3800 IU setiap harinya.
Pemakan beta karoten yang besar tersebut kejadian strok-
nya menurun 37%. Dari penelitian skala besar di Eropa me-
nunjukkan bahwa menelan beta karoten dalam jumlah amat
kecil berisiko serangan jantung sebesar 260% jika dibanding-
kan yang makan beta karoten paling banyak.
Antioksidan Vitamin E, Vitamin C, Beta Karoten
Studi Harvard University terhadap 87000 perawat wanita
menemukan yang memperoleh sejumlah besar vitamin E (lebih
200
µ/hari), risiko menderita kardiovaskuler menurun 34%.
Beta karoten dalam jumlah tinggi, menurunkan risiko kardio-
vaskuler 22%. Masukan vitamin C yang besar menurunkan
risiko 20%, pada wanita yang mendapatkan ketiga antioksidan
tersebut, risiko kardiovaskuler merosot hampir 50%. Hal yang
sama berlaku untuk stroke, risikonya turun 54%. Ketiga anti-
oksidan tersebut berkeja bersama-sama untuk menghambat
oksidasi kolesterol LDL yang menjurus pada pembentukan plak
di arteri-arteri
(1)
.
5. Khromium (Cr)
- Menurunkan gula darah
Peran khromium dalam menghambat proses penuaan ialah
pengaruhnya terhadap hormon insulin di dalam darah. Ke-
kurangan Khromium melemahnya daya kerja insulin sehingga
berisiko meningkatkan kadar gula darah.
Setiap orang membutuhkan sekurang-kurangnya 200
mikrogram per hari.
6. Selenium
(Se)
Selenium merupakan zat kemopreventif yang ampuh
(Donald C Lisk, Cornell University) : selenium menghambat
berbagai jenis tumor hingga 100%.
Penelitian Will Taylor dari University of Georgia terhadap
penderita AIDS, menyatakan selenium dapat menolong me-
lawan virus dan memperpanjang masa hidup penderita AIDS.
Lebih lanjut selenium merupakan antioksidan yang penting
bagi pembentukan : peroksidase glutation, salah satu enzim
sangat penting dalam tubuh yang menetralisir radikal-radikal
bebas, terutama yang menyerang molekul-molekul lemak
(1,3)
.
Penelitian di RRC menunjukkan, penyakit jantung (kardio-
miopati) endemis dapat diturunkan angka kesakitannya secara
dramatis dengan Na2SeO3 (Luo K, 1976)
(3)
. Kadar selenium
darah dibawah 45mg/l, meningkatkan risiko relatif terkena
kanker 3,1 kali, setelah variasi konsumsi tembakau, serum
kolesterol dan 4 faktor lain diperhitungkan (Salonen et al,
1984)
(3)
.
Cermin Dunia Kedokteran No. 140, 2003 43
7. Kalsium (Ca)
Penelitian Harvard tahun 1993 pada 3270 wanita sehat (di
atas 80 tahun, menyatakan pemberian kalsium 1200 miligram
setiap hari ditambah 800 IU vitamin D-3 (Kolekalsiferol)
selama 18 bulan, dapat menurunkan kejadian patah tulang
panggul sebesar 43%, patah tulang pergelangan lengan dan
pelvis 32%, lebih rendah dari pada wanita yang tak mendapat-
kan tambahan mineral tersebut. Hal ini berarti kalsium dapat
memperpanjang umur, sebab 20% dari wanita tanpa tambahan
meninggal karena patah tulang
(1)
.
Menurunkan patah panggul dengan 20% akan menghemat
kurang lebih 2 miliar dolar setahun untuk membiayai perawatan
kesehatan (Dr. Robert Heaney, Creighton University).
Tablet-tablet kalsium dapat menurunkan tekanan darah
tinggi rata-rata 5-7 mm/Hg (sistolik) dan 3-4 mm/Hg (diastolik)
terutama untuk usia lanjut. (David A. Mc. Carson, Md, Gregon
Health Sciences University).
Penelitian Margo A Denke, University of Texas South
Western Medical Center, menyatakan peningkatan masukan
kalsium dari 410 mg/hari menjadi 2200 mg/hari, dapat me-
nurunkan kolesterol LDL sebesar 11%
(1)
.
8. Zinc (Zn)
Peranan Zinc dalam proses penuaan berkaitan dengan
enzim-enzim yang tergantung Zn. Zn berperan dalam sintesis
protein baru, menjaga batas nitrogen tubuh, regulasi ekspresi
genetik
(3)
. Enzim-enzim yang dipengaruhi oleh kecukupan Zn,
antara lain DNA, RNA polimerase yang tersangkut dalam
sintesa asam nukleat dan protein, alkohol dehydrogenase dalam
metabolisme alkohol dan pigmen penglihatan, carbonic an-
hydrase dalam keseimbangan asam-basa dan pernapasan, delta
aminolevulinic acid dehydratase dalam sintesis porfirin,
superoksida dismutase dalam menetralisasi superoksida yang
dapat merusak jaringan, alkali fosfatase yang membebaskan
gugus fosfat (Prasad AS/ 1967, Halsted JA, et. al/1974)
(3)
.
Peran Zn tidak hanya enzimatis, tetapi juga secara
nonenzimatis (Chow CK, 1979)
(3)
, misal produksi lipid dalam
fraksi mikrosom hepar dapat dihambat dengan memberikan
dosis tinggi Zn (Chvapil M. Aronson AL, et.al./1974)
(3)
. Peran
lain Zn dalam produksi dan sekresi hormon-hormon trofik
hipofise (Prasad AS, 1967)
(3)
.
Dr. Nicola dari Italian National Centre on Aging di
Ancona, menyatakan bahwa Zinc menyebabkan kelenjar timus
aktif lagi. Dengan demikian memperoleh kembali sistem ke-
kebalan yang dimiliki pada waktu umur 40 tahun
(1)
.
9. Magnesium
(Mg)
Sekitar 50% mg dalam tubuh terikat dalam tulang (Berlow
R/1982, Mudge GH/1980)
(3)
, hanya 1% berada di luar sel dan
sisanya di dalam sel, kadar normal plasma antara 1,6-2,1 Mcg.
Kira-kira 55% berupa ion bebas, sisanya terikat pada protein.
Mg dalam sel, plasma dan tulang kurang berkaitan erat (Berlow
R 1982). Pada defisiensi, Mg serum dapat rendah sekali, sedang
Mg dalam tulang normal (Wacker WEC, 1958)
(3)
.
Peran penting Mg adalah pada reaksi-reaksi yang me-
nyangkut transfer gugus fosfat (WHO/1973, Wecker WEC/
1958, Mudge GF/1980)
(3)
, yang menyangkut ATP maupun
nukleotida lainnya (Wecker WEC, Mudge)
(3)
, mengatur pe-
lepasan asetilkolin dan potensial end-plate (berantagonis
dengan kalsium), mengurangi pemasukan kalsium oleh otot
skelet dan mungkin juga otot polos arteri (Altura BT, Altura M,
1983)
(3)
, stabilisasi struktur makromolekul seperti DNA, RNA
(Barlow R/1982, WHO/1973) replikasi DNA dan pembentukan
molekul-molekul komplek untuk pertumbuhan, perbaikan
jaringan, hormon dan protein (Mervyn L 1980)
(3)
, dan masih
banyak peran Mg yang lain yang berkaitan dengan ribosom,
partikel mitra sel, Ca, antitrombosis, enzim
(3)
.
- Menyelamatkan
jantung
Mitokondria, pabrik energi dalam sel makin dirusak karena
tiadanya Mg yang memadai. Kerusakan atas mitokondria sel ini
dianggap penyebab nomer satu proses penuaan.
Kekurangan asupan Mg, menyebabkan mudah terserang
sakit jantung, menurut kurang lebih 20 studi di seluruh dunia
(Ronald J Elin, MD). Magnesium menolong mencegah peng-
gumpalan darah di arteri.
Penelitian oleh Erasmus University Medical School di
Rotterdam, pada para wanita tengah baya dan berusia lanjut
yang menderita tekanan darah tinggi ringan dan sedang, mem-
berikan tambahan Mg 485 mg/hari selama 6 bulan menurunkan
tekanan darah sistolik 2,7 mm/Hg, distolik turun 3,4 mm/Hg.
-
Mencegah dan memperbaiki diabetes
Studi-studi baru menemukan bahwa kebanyakan penderita
diabetes sering memiliki kadar Mg yang rendah dalam sel-sel
dan darah mereka.
Robert K. Rude, MD, dari University of Southern
California memilih tambahan 300-400 mg sehari lebih disukai
dalam bentuk magnesium khlorida untuk memperbaiki ke-
kurangan-kekurangan diabetes. Kekurangan Mg. Kekurangan
Mg menyebabkan lebih rawan terhadap resistensi insulin.
Dalam suatu penelitian pada orang-orang yang sehat, resistensi
insulin 25% lebih besar pada diet yang kurang Mg.
-
Membuat tulang tetap kuat
Menurut Mildred S. Sceling, MD, lektor Nutrisi pada
University of North Carolina menyatakan, kadar Mg yang
rendah cenderung disertai kadar vitamin D yang rendah, yang
dibutuhkan untuk metabolisme tulang.
- Memperpanjang
umur
Sebuah studi selama 10 tahun terhadap 2.182 pria di
Wales, menemukan bahwa mereka dengan diet berkadar Mg
rendah, mempunyai risiko mati mendadak akibat serangan
jantung sebanyak 1,5x lebih besar dibandingkan dengan mereka
yang makan Mg sepertiga lebih banyak
(1)
.
10. Vitamin Q
Vitamin Q atau Koenzim Q-10 atau Ubiquinol-10, terkenal
sebagai salah satu antioksidan baru untuk menunda proses
penuaan dan mencegah atau mengobati penyakit-penyakit yang
berkaitan dengan usia lanjut yaitu penyakit jantung.
Vitamin Q adalah enzim, merupakan bahan alami yang
dihasilkan oleh tubuh, zat ini ditemukan pula pada makanan
tertentu, terutama makanan laut dan sekarang sudah dibuat
secara sintetis menjadi suatu zat makanan tambahan untuk
kesehatan.
-
Cara kerja Koenzim Q-10
Koenzim Q-10 serupa dengan vitamin E, melindungi
molekul-molekul lemak agar tak teroksidasi radikal-radikal
Cermin Dunia Kedokteran No. 140, 2003
44
bebas. Koenzim Q-10 memantapkan membran-membran sel.
Sejumlah ahli menyatakan bahwa manfaat terbesar diperlihat-
kan dalam mitokondria di mana oksigen dibakar untuk mem-
beri tenaga bagi sel hidup.
Mudah dipahami mengapa koenzim Q-10 serta anti-
oksidan-antioksidan lainnya berperan penting mencegah proses
penuaan. Koenzim Q-10 terkonsentrasi pada sel-sel otot
jantung yang membutuhkan sejumlah besar energi agar mampu
berdenyut sekitar 100.000 kali perharinya.
-
Peran koenzim Q-10 dalam proses penuaan
Menurut Balz Frei dari Boston University, koenzim Q-10
mencegah oksidasi kolesterol LDL secara lebih efisien dari
pada vitamin E atau betakaroten, tetapi koenzim Q-10 itu habis
dengan cepat selama proses oksidasi.
Ringkasan berbagai hasil penelitian tentang hubungan
penyakit-penyakit degeneratif dengan 10 antioksidan tersebut
di atas, disajikan dalam tabel 1 s/d tabel 5.
Untuk mengetahui makanan apa yang banyak mengandung
antioksidan-antioksidan utama tersebut, disajikan daftar makan-
an pada Tabel 6.
Tabel 1. Berbagai hasil penetian, hubungan antara Vitamin B dengan
penyakit-penyakit degeneratif.
No.
Peneliti, Instansi,
Tahun
Penelitian dan Hasilnya
1.
Dr. John Lindebaum,
Prof. Ilmu
Kedokteran pada
Columbia
Presbyterian Medical
Center, New York
Robert Russell,
Penelitian pada 400 orang usia lanjut :
- Pada mereka yang diberi vitamin B 12
rata-rata 6 mikrogram/hr, menderita
gangguan neurologi sebesar 12%,
sedang yang tak diberi tambahan
vitamin B 12 menderita gangguan
neurologi sebesar 40%.
- Yang tak menelan tambahan vitamin B
12, memiliki risiko 3,5 kali lebih besar
menderita gangguan neurologi
("kepikunan semu", demensia,
hilangnya keseimbangan, gangguan
psikiatri lain).
2. Robert
Russell,
US. Departement of
Agricultural Human
Nutrition Research
Center on Aging,
Tufts University
Penelitian pada penduduk usia lanjut (> 60
th), terjadi gangguan neurologi sebesar
- 24% pada kelompok umur 60-69 th
- 30% pada kelompok umur 70-79 th
- 40% pada kelompok umur lebih 80 th
3. Tufts
University
(1995)
Penelitian pada 1041 wanita usia 67-96 th
- Orang-orang yang mempunyak kadar
homosistein tinggi dalam darah,
memiliki resiko penyempitan arteri
leher dua kali lebih besar, dibandingkan
yang kadar homosisteinnya rendah
- Dosis rendah vitamin B, dengan cepat
menghilangkan homosistein
- Dari tiga jenis vitamin B, asam folat
paling besar khasiatnya, diikuti vitamin
B6 dan vitamin B 12
- Menelan asam folat kurang dari 350
mikrogram/hr, cenderung mengalami
kadar homosistein dalam darah yang
tinggi
- Yang menelan 200 mikrogram/hr, risiko
kadar homosistein tinggi 6 kali lebih
besar dibandingkan yang menelan asam
folat 400 mikrogram/hr
4. Charles
Butterworth,
Jr, MD, University of
Birmingham
- Tanpa asam folat, kromosom-kromosom
sel lebih gampang putus pada titik-titik
"rawan" hal ini memungkinkan virus
menyelip ke dalam bahan genetik sel
yang sehat dan menimbulkan kerusakan
DNA, yang mendahului timbulnya
kanker
5. University
of
Alabama
Penelitian pada wanita yang terinfeksi.
Human papilloma virus
- Mereka yang memiliki kadar rendah
asam folat dalam sel-sel darah merah di
mulut rahimnya, memiliki risiko 5 kali
lebih besar untuk menumbuhkan
perubahan-perubahan pra-kanker yang
menjurus pada kanker, bila
dibandingkan dengan mereka yang
memiliki kadar asam folat tinggi.
6. Harvard
University
Penelitian pada 16.000 wanita dan 9.500
pria
- Mereka yang paling banyak
mendapatkan asam folat, insidensi polip
paling rendah (pertumbuhan pra-kanker)
di usus besarnya.
- Mereka yang menelan asam folat + 700
mikrogram/hr, risiko terkena polip dua
pertiga dari pada yang menelan 166
mikrogram/hr
7. Dr.
E.H.
Reynolds,
King's College
School of Medicine
and Density, London
Penelitian pada orang-orang lanjut usia
- Mereka yang mengalami kadar asam
folat rendah, berisiko mengidap
gangguan mental terutama demensia,
sebesar 3 x lebih besar. Demikian pula
angka yang lebih rendah dalam bidang
ingatan dan kemampuan berpikir
abatrak
- Asam folat 400 mikrogram/hr,
menghilangkan depresi, pada mereka
yang mengalami gangguan ini
Sumber : (1)
PEMBAHASAN
Secara singkat, istilah gizi (Nutrisi) adalah berbagai proses
dalam tubuh makhluk hidup untuk menerima bahan-bahan dan
menggunakan bahan-bahan tersebut, menghasilkan pelbagai
aktifitas penting dalam tubuh. Nutrien ialah zat yang dicerna,
diserap dan digunakan untuk kelangsung faal tubuh. Diet ada-
lah memberikan semua nutrien dalam jumlah yang memadai.
Status gizi dimaksudkan status kesehatan yang dihasilkan oleh
keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrien. Penilaian
status gizi adalah pengukuran didasarkan pada data antro-
pometrik serta biokimiawi dan riwayat diet
(6)
.
Telah diketahui bahwa fungsi berbagai nutrien dalam
tubuh antara lain hidrat arang menghasilkan panas dan energi,
protein untuk pembentukan dan perbaikan jaringan, lemak
untuk memberikan panas dan energi dan sebagian untuk mem-
bangun jaringan. Selanjutnya mineral dan vitamin sangat pen-
ting dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh. Mineral
turut membangun beberapa jaringan tubuh
(6)
.
Dari berbagai penelitian yang dikemukakan dalam hubung-
an suplemen makanan dengan penyakit degeneratif, meliputi
hubungan antara antioksidan yang terdiri dari nutrien vitamin
dan mineral dihubungkan dengan berbagai penyakit karena diet
tidak seimbang dari vitamin dan mineral. Diet yang tidak
seimbang tersebut terbukti berkaitan dengan berbagai
Cermin Dunia Kedokteran No. 140, 2003 45
Tabel 2. Berbagai hasil penelitian, hubungan antara Vitamin E dengan
penyakit-penyakit degeneratif.
No.
Peneliti, Instansi,
Tahun
Penelitian dan Hasilnya
1. Ishwarlal
Jialal,
University of Texas
South Wertern Medical
Center, Dallas
- Dibutuhkan sekurang-kurangnya 400 iu
vitamin E/hr untuk cegah cholesterol LDL
agar tidak teroksidasi
- Menelan 8.000 iu/hr, selama 3 bulan,
memangkas oksidasi cholesterol LDL
2. Harvard
University
Penelitian terhadap 87.000 perawat
- Mereka yang menelan 100-250 iu vitamin
E/hr selama lebih 2 tahun, insiden penyakit
jantung berat adalah 41% lebih rendah
daripada yang tidak menelan Vitamin E
- Risiko stroke 29% lebih rendah, penurunan
angka kematian sebesar 13%
Penelitian pada 40.000 pria setengah baya :
- Mereka yang menelan lebih dari 100 iu
vitamin E/hr selama lebih 2 tahun,
penurunan risiko kardiovaskuler sebanyak
37%
3.
Meir J. Stampfer, MD,
Eric B. Rinn, ScD.,
Harvard University
- Perlu tambahan Vitamin E dari makanan
sehari-hari lebih 250 iu/hr, untuk menekan
serangan jantung
4. University
of
Mississippi
Penelitian pada binatang pereobaan (monyet)
- Vitamin E membersihkan plak pada arteri-
arteri sebesar
±60%
5.
Howard N. Hodis
University of Southern
California, School
of Medicine
Penelitian pada pria setengah baya yang
mengalami operasi pintas koroner
- Yang menelan Vitamin E > 100 iu/hr
(bersama obat lain), setelah 2 tahun,
penyempitan arteri menurun, dibandingkan
yang menelan <100 iu/hr
- Yang menelan Vitamin E, angiogram-
angiogram (gambar sinar X) memberikan
gambaran plak pada arteri mengecil
6. Dr.
Simin
Meydani,
Ahli imunologi nutrisi,
pada University Tufts
Penelitian pada orang-orang berusia di atas
60 tahun
- Pemberian dosis 400 atau 800 iu/hr.
Memulihkan kekebalan mereka "hampir
setingkat dengan orang muda"
- Vitamin E menolong membran-membran
sel-sel kekebalan terhadap radikal bebas
7. Peneliti/Lembaga
Kanker Nasional
Finlandia
Penelitian pada 35.000 kaum wanita di Iowa
Finlandia, berumur di bawah 65 tahun :
- Yang menelan Vitamin E paling banyak,
peluang menderita kanker usus besar turun
sebanyak 68%
- Kadar Vitamin E yang rendah dalam darah,
50% lebih mudah terkena segala macam
kanker
Sumber : (1)
penyakit-penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, artritis,
penyumbatan pembuluh darah, katarak, penurunan kekebalan,
kanker, diabetes dan kepikunan.
1. Dosis suplemen makanan sehari
Dari hasil penelitian berbagai negara diketahui, dengan
suplemen makanan vitamin dan mineral yang cukup dosisnya,
dapat berpengaruh terhadap pencegahan dan penyembuhan/
menghambat penyakit-penyakit degeneratif.
1. Asam folat (vitamin B) : 400 mikrogram/hari
2. Vitamin E
: 400-800 iu/hari
3. Vitamin C
: 300-5.000 mg/hari
4. Betakaroten
: 3.800-11.000 iu/hari
5. Chromium (Cr)
: 200 mikrogram/hari
6. Magnesium (Mg)
: 200 mikrogram/hari
7. Selenium (Se)
: 50-200 mikrogram/hari
8. Kalsium (Ca)
: 500-1.500 mg/hari
Tabel 3. Berbagai hasil penelitian, hubungan antara Vitamin C dengan
penyakit-penyakit degeneratif.
No.
Peneliti, Instansi,
Tahun
Penelitian dan Hasilnya
1. Morton
A.
Klein,
James E. Enstrom,
Ph. D, dari UCLA
Analisis data tentang masukan diet pada
11.000 penduduk Amerika
- Menelan + 300 mg Vitamin C/hr
(separuhnya dalam bentuk suplemen), dapat
memperpanjang umur seorang pria hingga 6
tahun
- Kematian karena penyakit kardiovaskuler
turun lebih dari 40% pada pria pengguna
Vitamin C
2. Emanuel
Cheraskin,
MD, National Cancer
Institute
- Praktis tak ada orang yang cukup
mendapatkan Vitamin C
- Menelan Vitamin C 5.000 mg/hr,
meningkatkan produksi limfosit, dan
menelan 10.000 mg akan meningkatkan
produksi lomfosit lebih lanjut
- Vitamin C bekerja seperti antibiotika,
memerangi virus-virus
- Meningkatkan kekebalan dengan
meningkatkan antioksidan glutation dalam
tubuh.
Menelan 500 mg Vitamin C/hr, menaikkan
glutation dalam sel-sel darah merah sebesar
50%
3.
University of California,
di Berkeley
Penelitian pada sperma kaum pria
- Kerusakan akibat radikal bebas pada bahan
genetik DNA berlangsung dua kali lipat
pada sel-sel sperma kaum pria yang menelan
Vitamin C hanya 5 mg/hr (setara air jeruk 1
sendok teh)
- Diet 60 mg atau 250 mg Vitamin C/hr, dapat
menurunkan kerusakan DNA pada
spermanya, dalam waktu 1 bulan
4.
Dr. Joel Schwartz, U.S
Environmental
Protection Agency
Penelitian terhadap 9.000 orang dewasa
- Memakan makanan dengan kandungan
Vitamin C 300 mg/hr, risiko menderita asma
atau bronchitis hanya 70% dibandingkan
dengan yang menelan Vitamin C 100 mg/hr
- Vitamin C mencegah leukosit, sel-sel darah
merah agar tak menggumpal dan menempel
ke dinding pembuluh darah. (Suatu ciri khas
emfisema dan ateroskelrosis)
Sumber : (1)
9. Seng (Zn)
: 15-30 mg/hari
10. Koenzim Q-10
: 30 mg/hari
Dosis tersebut sebagian besar lebih tinggi dari RDA. Dosis
dianggap berlebihan untuk masing-masing nutrien adalah :
vitamin E=3.200 iu (ditandai pusing-pusing), vitamin C=10.000
mg/hari, betakaroten=90 mg (
± 150.000 iu) per hari, asam
folat=5.000-10.000 mikrogram/hari, khromium=400-1.000
mikrogram/hari, Magnesium >600 mg/hari (dengan gejala
diare), Koenzim Q-10 tak diketahui batas terlalu lebih, Kalsium
>600 mg (dengan gejala diare) dan Zn >50 mg dan selenium
>2.500 mikrogram sehari (gejala rambut rontok).
Masih banyak lagi vitamin dan mineral yang diperlukan
Cermin Dunia Kedokteran No. 140, 2003
46
dalam proses faal tubuh seperti fosfor, besi, yodium, sulfur,
natrium, klor, fluor, tembaga, yodium, kobalt, mangan, bebe-
rapa jenis vitamin B, dan lain-lain, namun tidak dibahas disini
dan sebagian dianggap dapat dipenuhi kebutuhannya dari
makanan sehari-hari.
2. Fakta status gizi di masyarakat
Dari berbagai penelitian didapatkan data bahwa status gizi/ gizi
seimbang untuk masing-masing nutrien sebagai berikut :
Diperkirakan 50% masyarakat di Amerika tidak mengkonsumsi
sayur-sayuran dan buah-buahan setiap harinya. Masyarakat
25% kekurangan vitamin C, yang berusia lanjut mencapai 68%.
Dan umur 60 tahun atau lebih, kekurangan vitamin E, C dan
betakaroten, yang berarti berisiko menderita penyakit de-
generatif.
Pada kasus homosistein sebagai penyebab penyumbatan
pembuluh darah, 67% kasus menderita kekurangan satu jenis
atau lebih dari vitamin. Penduduk pada umur 28 tahun, meng-
alami kekurangan krom 50% yang akan mengakibatkan men-
derita diabetes pada pertengahan umur.
Berdasarkan hasil penelitian pada penduduk, didapatkan
keadaan kekurangan kromium 90%, magnesium 70%, kalsium
50%, seng 50%. Sedangkan pada umur lansia, didapatkan ke-
kurangan selenium sebanyak 24%. Hal ini menunjukkan bahwa
diet yang tidak seimbang telah menjadi masalah di dalam
masyarakat, yang akan berdampak terjadinya penyakit-penyakit
degeneratif.
Tabel 4. Berbagai hasil penetian, hubungan antara Betakaroten dengan
penyakit-penyakit degeneratif.
No.
Peneliti, Instansi,
Tahun
Penelitian dan Hasilnya
1.
Dr. Jo Ann Hanson,
Harvard
University
Penelitian terhadap 90.000 perawat wanita
- Menelan betakaroten lebih dari 11.000
iu/hr, menurunkan risiko penyakit jantung
mereka sebesar 22%, dibandingkan
dengan yang menelan 3.800 iu/hr
- Risiko terkena stroke turun 37%
2.
Ronal R. Watson,
University of
Arizona
Penelitian pada 60 pria dan wanita usia
lanjut (rata-rata 56 tahun)
- Menelan betakaroten 30-60 mg/hr selama 2
bulan, mentiliki sel-sel pembunuh yang
lebih banyak, serta limfosit lebih aktif.
Sel-sel tersebut melindingi tubuh terhadap
kanker, infeksi virus dan bakteri
3. Dr.
Simin
Meydani,
Tufts
University
Penelitian pada para dokter Harvard
University
- Mereka yang menelan betakaroten 50
mg/hr, meningkatkan jumlah sel-sel
pembunuh alami dan sel darah mereka.
Sel-sel ini penting terutama untuk
melawan kanker
4.
Para peneliti dari
Harvard University
Penelitian terhadap 87.000 perawat wanita
- Mereka yang memperoleh Vitamin E 200
iu/hr, risiko kardiovaskuler berat merosot
34%
- Masukan betakaroten dalam jumlah tinggi,
memangkas risiko penyakit jantung 22%
- Masukan Vitamin C dalam jumlah besar
mengurangi peluang tersebut di atas 20%
Tetapi mereka yang memperoleh jumlah
terbanyak dari ketiga antioksidan, risiko
terkena penyakit jantung merosot 50%
Sumber : (1)
Tabel 5. Hasil penelitian, hubungan Cr, Ca, Zn, Sc, Mg dan Koenzim
Q-10 dengan penyakit degeneratif.
No.
Peneliti, Instansi,
Tahun
Penelitian dan Hasilnya
1. Gary
Evans,
Ph.D.
Minnesota State
University.
Penelitian pada kaum wanita pasca
menopause
- Kadar insulin yang tinggi menghambat
produksi DHEA (Dehidroepiandrosterone)
suatu hormon anti tua yang sangat penting
- Kadar DHEA turun + 10% setelah berhenti
menelan 200 mikrogram khromium/hr
selama 4-6 bulan
2.
Roberts P Heany,
Creighton
University (1988)
Penelitian-penelitian pada wanita lanjut usia
- Kalsium bermanfaat untuk membangun
massa tulang dan mencegah penyusutan
tulang atau kerapuhan tulang
3. Dr.
Nicola
Fabris,
National Center on
Aging, di Ancona
Peneliti/uji coba pada tikus-tikus tua
- Dosis rendah Zinc setiap hari, memulihkan
fungsi kelenjar timus menghasilkan
timulin, hormon penting yang merangsang
produksi sel-sel T
- Memulihkan efisiensi timus, berarti
memperoleh kembali sistem kekebalan
yang dimiliki pada masa muda
4.
Dr. Donald C. Lisk,
Cornell University
Penelitian pada binatang-binatang percobaan
- Selenium menghambat berbagai jenis
tumor hingga 100%
5.
Jery L, Nadler, MD
City of Hope
Medical Center,
California
- Magnesium menghambat lepasnya
tromboksan, suatu zat yang membuat
platelet yang lebih lengket dan gampang
membentuk gumpalan
- Mencegah naiknya tekanan darah, stroke
dan serangan jantung
6.
Steven Coles, MD,
Ph.D, California
Insitute of Technology
Penelitian pada tikus-tikus percobaan
- Umur rata-rata tikus yang diberi koenzim
Q-10, 2 bulan lebih lama dari pada tikus
yang tidak diberi koenzim Q-10
Sumber : 1,4,6
Tabel 6. Daftar makanan yang banyak mengandung vitamin atau mineral
utama
No.
Vitamin/Mineral Makanan
1. Vitamin
B
Vitamin B6
Vitamin B 12
Asam folat
Hati, ginjal, jantung, daging, ikan, keju
Kacang polong, bayam, sayuran hijau
2.
Vitamin E
Minyak nabati (kedelai, bunga matahari,
jagung), kacang-kacangan, padi-padian,
sayuran
3.
Vitamin C
Cabai manis, jeruk, pepaya, sawi, tomat
4.
Betakaroten
Ubi jalar, wortel, bayam, lobak, waluh,
lamtorogung
5.
Khromium
Ragi bir, hati, udang, padi-padian, jamur,
kerang hijau
6.
Kalsium
Susu, kubis hijau, brokoli, tahu, sarden,
teri, ebi, bayam, katu
7.
Zinc
Kerang (tiram), daging, padi-padian, kacang-
kacangan
8. Selenium
Padi-padian,
biji bunga matahari, daging,
ikan laut, kacang-kacangan
9. Magnesium
Padi-padian,
kacang-kacangan, biji-bijian,
sayuran, polong-polongan, bekatul
10. Koenzim Q-10
Ikan, daging, kedelai, kacang tanah
Sumber : 1,2,3,6
Cermin Dunia Kedokteran No. 140, 2003 47
3. Berbagai penyakit karena diet tidak seimbang
Dari berbagai penelitian tersebut di atas didapatkan
dampak ketidakseimbangan diet yang terjadi ialah penyakit-
penyakit degeneratif.
Penyakit jantung
Penyakit jantung ada hubungannya dengan ketidakcukupan
makanan sehari-hari yang mengandung vitamin E, C, Beta-
karoten, asam folat, chromium, magnesium, koenzim Q-10.
Artritis
Artritis berkaitan dengan karena kekurangan masukan
vitamin E dan selenium, dalam makanan sehari-hari.
Penyumbatan pernbuluh darah
Penyumbatan pembuluh darah dapat dikaitkan dengan
homosistein sebagai penyebab penggumpalan darah, karena
kekurangan vitamin E, C, B, koenzim Q-10, chromium, asam
folat dan kalsium, yang dapat sebagai penyakit penyakit
jantung dan stroke.
Katarak
Yang banyak berperan dalam terjadinya katarak ialah
kekurangan vitamin E dan C dalam makanan sehari-hari.
Penurunan kekebalan
Dari berbagai penelitian ternyata kekurangan vitamin C,
betakaroten, chromium dan seng (Zn) berkaitan dengan ter-
jadinya menurunnya kekebalan.
Kanker
Berbagai radikal bebas yang masuk dalam tubuh sebagai
penyebab kanker, berhubungan erat dengan kecukupan masuk-
an vitamin E, betakaroten, vitamin C, asam folat, kalsium dan
selenium untuk terjadinya atau perkembangan kanker dalam
tubuh.
Diabetes
Terjadinya diabetes ada hubungannya dengan diet yang
tidak seimbang dari nutrien khromium, magnesium dan vitamin
E. Diet tak seimbang dari khromium telah terjadi sejak rata-rata
orang berumur 28 tahun (hanya kecukupan 50%), yang akan
menyebabkan menderita diabetes pada umur pertengahan.
Kepikunan
Gejala-gejala psikiatris termasuk kehilangan ingatan,
depresi dan dimensia yang banyak terjadi pada lanjut usia, ada
hubungannya dengan diet tak seimbang dari vitamin E, B 12,
asam folat dan koenzim Q-10.
Sesuai dengan teori radikal bebas terjadinya penyakit
degeneratif karena kerusakan sel-sel setiap hari yang tak dapat
diperbaiki oleh antioksidan (nutrien) sebesar 0,01% akan
menumpuk dan menjadi penyebab dari akhir kehidupan, berupa
penyakit degenerafif. Proses penuaan ini dapat dihambat
dengan diet seimbang.
Penyakit-penyakit degeneratif ini di Indonesia telah men-
jadi penyebab utama kematian sejak tahun 1992, penyakit
sistem sirkulasi menjadi penyebab kematian No. 1. Pada tahun
1986 penyebab kematian No. l ialah diare
(7)
kejadian ini
mungkin karena terjadinya ketidakseimbangan diet vitamin dan
mineral, seperti yang terjadi di luar negeri.
4. Awet muda karena suplemen makanan
Awet muda yang berarti panjang umur, dibuktikan dari dua
contoh penelitian berikut. Penelitian pada tikus percobaan,
pemberian krom dapat memperpanjang lamanya hidup setahun
lebih lama (1/3 umur rata-rata) daripada kelompok tikus yang
tidak diberi suplemen makanan krom, yang berarti pada umur
rata-rata manusia 75 tahun akan menjadi umur rata-rata 102
tahun (27 tahun lebih lama) (Gary Evans, Ph.D)
(1)
.
Suatu studi pada 2182 pria selama 10 tahun menunjukkan,
penderita jantung dengan status gizi rendah magnesium, mati
mendadak sebab serangan jantung, satu setengah kali lebih
besar daripada yang mendapatkan tambahan magnesium 30
mg/hari.
Dari penelitian-penelitian 10 antioksidan, gizi seimbang
akan dapat menyebabkan awet muda/panjang umur baik bagi
orang sehat maupun yang telah menderita salah satu atau lebih
penderita degeneratif.
Prof. Linus Pauling, Ph.D menyatakan kita dapat me-
nambah umur 2-18 tahun, dengan menelan 3.200 - 12.000 mg
vitamin C/hari. Meskipun ia meninggal karena kanker, ia yakin
bahwa vitamin-vitamin dan meniral yang ia telan telah me-
nunda awal kanker itu selama
± 20 tahun, hingga dapat men-
capai umur 93 tahun
(1)
.
Telah diketahui bahwa dengan mencukupi kebutuhan satu
antioksidan (mineral) chromium setiap harinya kita telah
memperpanjang umur 1/3 dari rata-rata umur. Maka kita dapat
memenuhi kebutuhan tubuh 10 vitamin dan mineral tersebut
setiap harinya, kita akan dapat memperpanjang umur yang lebih
lama lagi.
KESIMPULAN DAN SARAN
1. Makanan yang seimbang
Untuk mencapai diet seimbang yang mencakup seluruh
kebutuhan nutrien belum pasti dapat dipenuhi dari makanan
sehari-hari, maka suplemen makanan vitamin dan mineral di-
perlukan untuk melengkapi kecukupan baik dalam jumlah, jenis
nutrisi maupun kontiniutasnya.
2. Terapi diet penyakit degeneratif
Bila anda telah mengalami menderita penyakit degeneratif,
terapi diet vitamin dan mineral yang sesuai dengan penyakit
yang diderita, dapat menghambat penyakit. Terapi diet vitamin
E, C, betakaroten, asam folat, khromium, magnesium, dan
koenzim Q-10 untuk penyakit jantung, vitamin E dan selenium
untuk artritis; vitamin E, C, B, koenzim Q-10 khromium, asam
folat dan kalsium untuk penyumbatan pembuluh darah; vitamin
E, betakaroten, C, asam folat, kalsium dan selenium untuk
kanker; vitamin E, khromium dan magnesium untuk diabetes.
3. Makan-makanan sehari-hari, dengan banyak sayuran dan
buah, untuk mencakupi kebutuhan vitamin, dan mineral.
Laksanakan 13 prinsip dasar gizi seimbang oleh Departemen
Kesehatan yang mencakup antara lain, keanekaragaman makan-
an, kecukupan energi, karbohidrat setengah dari kebutuhan
energi, batasi konsumsi lemak dam minyak 1/4 kecukupan
energi, biasakan makan pagi, minum air bersih yang cukup,
kegiatan fisik yang teratur, hindari makanan yang membahaya-
kan kesehatan.
4. Upaya memperpanjang umur
Dengan mencukupi vitamin dan mineral utama, asam folat,
vitamin E, C, betakaroten, mineral Cr, Mg, Se, Zn dan vitamin
Q-10 dalam makanan sehari-hari, memungkinkan memper-
Cermin Dunia Kedokteran No. 140, 2003
48
panjang umur lebih dari 30 tahun dari umur rata-rata orang
ndonesia.
C, vitamin B, E, betakaroten, khromium, magnesium, kalsium,
Seng. Hal ini mendukung meningkatnya angka kematian pe-
nyakit degeneratif.
Fakta menunjukkan bahwa penyakit-penyakit degeneratif
menjadi penyebab utama kematian di Indonesia dan kematian
karena penyakit infeksi mulai menurun. Karena kekurangan
satu jenis atau lebih dari 10 jenis vitamin dan mineral tersebut
di atas, anda akan berisiko mendapatkan penyakit-penyakit
jantung, artritis, penyumbatan pembuluh darah/tekanan darah,
katarak, penurunan kekebalan, kanker, diabetes dam kepikunan,
dalam waktu yang lebih dini.
KEPUSTAKAAN
1.
Jean Carper. Stop Aging. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta, 1997.
2. Maya Devita L. dkk. Simposium Tampil Menawan dengan Peremajaan
Kulit, RSPAD, Jakarta 2000.
3. Willie Japaris, Rachmad. Elemen Renik dan Pengaruhnya terhadap
Kesehatan, EGC, Jakarta, 1988.
5. Angka kematian penyakit degeneratif
Mengingat kecenderungan angka kematian karena penyakit
degeneratif menunjukkan peningkatan, maka upaya penurunan
dengan program diet seimbang perlu digalakkan. Untuk me-
ningkatkan kesehatan pribadi, makanlah suplemen makanan 5
vitamin dan 5 mineral tersebut di atas. Fakta menunjukkan, sta-
tus gizi dalam masyarakat sebagian besar kekurangan vitamin
4. Suhardjo, Clara M, Kusharto. Prinsip-prinsip Ilmu Gizi, Kanisius,
Yogyakarta, 1992.
5. Benny K. Kodyat. Panduan 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang. Direktorat
Bina Gizi Masyarakat, Jakarta 1995.
6.
Mary E Beck. Ilmu Gizi dan Diet, Essentia Medica, Yogyakarta 2000.
7. Meliala, AM. Profil Kesehatan Indonesia 1994, Departemen Kesehatan
RI. Pusat Data Kesehatan, Jakarta 1994.
KALENDER KEGIATAN ILMIAH PERIODE AGUSTUS-OKTOBER 2003
Waktu
Kegiatan Ilmiah
Tempat dan Sekretariat
9 - 10
Hotel Ritzy, Manado
Website: www.apths.com
Telp: 021-4532202 Fax : 021-4535833
9 - 11
KONAS PETRI IX : Penanggulangan
Penyakit Infeksi Menuju Indonesia Sehat
Hotel Ritzy, Manado
Telp: 0431-841581, 841582 Fax : 0431 841582
20 - 21
Hotel Sahid Jakarta
E-Mail : info@infeksi.com Web-site:www.infeksi.com
Telp: 021 6401412 Fax : 021 - 6401412
22 - 25
Jakarta Convention Center, Jakarta
Telp: 021-5684085 ext. 1242 Fax : 021-56961530
AGUSTUS
23 - 24
1
st
National Symposium on Vascular
Medicine
Gran Melia Hotel, Jakarta
Telp: 021-5684085-93 ext 1426 Fax : 021-5684130
2 - 5
Discovery Kartika Plaza, Bali
E-mail: apasp2003@yahoo.com
Telp: (62-21)319 07911 Fax : (62-21) 319 07911
11 - 13
The 15th Weekend Course on Cardiology
Hotel Shangri-La Hotel, Jakarta
Telp: 021-568 4093 ext 1554 Fax : 021-560 8902
18 - 20
The 5th Int. Meeting on Respiratory Care
Ind. (Respina IV)
Jakarta Convention Center, Jakarta
Email : info@respina.com
Telp: 021-4786 4646 Fax : 021-4786 6543
19 - 21
Temu Ilmiah Reumatologi 2003: ASEAN
Meeting on Gout and Hyperuricemia
Hotel Sahid Jaya, Jakarta
Email: reumatik@indosat.net.id
Telp: 021-330166 Fax : 021-336736
20 - 21
Forum Diabetes Nasional I : Diabetes dan
Aterosklerosis
Hotel Sanur Beach - Denpasar
E-mail : ksuas@yahoo.com , dragusratna@yahoo.com
Telp: 0361 235982 Fax : 0361 - 235982
SEPTEMBER
29 - 30
Biennial Meeting of ISGO Year 2003 &
Diagnostic Assessment of Ovarian Cancer
Hotel Mulia, Jakarta
Telp : 021-391 4806 Fax : 021-391 4806
3 - 5
Sahid Jaya Hotel Jakarta
Telp: 021-392 9913, 334 636, 453 2202 Fax : 021-316 1467, 453 5833
4 - 5
Horel J.W. Marriot Surabaya
Telp : 031-5501625 Fax : 031-5012775
8 - 11
Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali
Email:apcc17@cbn.net.id
Telp: (62)(21)392 88 29 Fax : (62)(21)392 88 29, 315 41 75
10 - 12
Hyatt Regency, Surabaya
Telp: +62 31 5031752 Fax : +62 31 5997378
OKTOBER
12 - 16
Kongres Nasional Perhati
Grand Bali Beach, Bali
Telp : 021-335088, 3914154 Fax : 021-3914154, 392144
Informasi Terkini, Detail dan Lengkap (jadwal acara/pembicara) bisa diakses di http://www.kalbe.co.id Medical >> Calender of Event >> Complete
Cermin Dunia Kedokteran No. 140, 2003 49