background image
Cermin Dunia Kedokteran No. 73, 1991
34
Kolesterol dan Hubungannya dengan
Penyakit Kardiovaskular
Susy Tejayadi
Pusat Penelitian dan Pengembangan PT. Bukit Manikam Sakti, Bekasi
ABSTRAK
Kematian yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular meningkat dalam 5 sampai
10 tahun terakhir ini. Salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular ialah koleste-
rol. Akan tetapi, kolesterol juga mempunyai beberapa fungsi yang penting dalam tubuh.
Tanpa adanya kolesterol, sel-sel saraf tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Masih banyak lagi fungsi kolesterol yang tak kalah pentingnya; antara lain memproduksi
empedu, hormon steroid dan vitamin D.
Makanan merupakan salah satu sumber kolesterol, maka jenis makanan yang
dikonsumsi mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah. Jadi dapat disimpulkan bahwa
ada korelasi antara jenis makanan yang dikonsumsi dan penyakit kardiovaskular. Maka
dari itu, diet yang benar dapat membantu mengurangi risiko terserang penyakit ini.
Kematian yang disebabkan oleh penyakit menular seperti
TBC, cacar dan pneumonia telah menurun secara drastis sejak
vaksin dan imunisasi masal membudaya di masyarakat. Pada
saat ini, kematian yang diakibatkan oleh penyakit-penyakit tak
menular seperti penyakit kardiovaskular (termasuk di dalamnya
serangan jantung dan penyumbatan pembuluh darah), kanker,
diabetes dan hipertensi (tekanan darah tinggi), semakin me-
ningkat. Di Amerika 50% kematian disebabkan oleh penyakit
kardiovaskular dan 20% disebabkan oleh kanker. Di Indonesia,
dalam 5 sampai 10 tahun terakhir ini, kematian akibat penyakit
kardiovaskular meningkat terutama pada usia dewasa dan lanjut
(1)
.
Penyakit kardiovaskular bersumber dari berbagai sebab,
tiga yang utama adalah: hipertensi, rokok dan kolesterol.
Seseorang yang mempunyai tekanan darah di atas 165/95
menandakan adanya hipertensi. Penelitian membuktikan bahwa
ada korelasi positip antara hipertensi dengan penyakit kardio-
vaskular.
Risiko mati dari seorang pengidap penyakit kardiovaskular
dan perokok dua kali lebih besar daripada brang yang tidak
merokok dan mengidap penyakit kardiovaskular. Sedangkan
orang yang hanya merokok sewaktu-waktu, mempunyai risiko
mati antara perokok dan non perokok.
Demikian juga halnya dengan hipertensi, semakin tinggi
kadar kolesterol di dalam tubuh seseorang, semakin besar orang
tersebut mempunyai risiko terkena penyakit kardiovaskular.
Penyebab lain penyakit kardiovaskular antara lain: kegemukan,
diabetes, stres, kurang berolah raga, jenis kelamin (pria lebih
besar risikonya daripada wanita), usia lanjut dan sebagainya.
Bila kolesterol menjadi salah satu penyebab penyakit kar-
diovaskular, lalu mengapa kolesterol dibuat oleh tubuh? Apa
gunanya? Dari mana datangnya? Bagaimana mengurangi ke-
mungkinan terserang penyakit jantung atau penyakit kardio-
vaskular lainnya?
Kolesterol adalah sejenis lemak yang tak dapat dilihat
aa
background image
Cermin Dunia Kedokteran No. 73, 1991 35
Everybody wants to live long, but nobody wants to grow
old.
dengan mata telanjang. Kolesterol terdapat pada kuning telur,
kacang-kacangan, organ-organ tubuh (seperti usus, otak, ginjal
dan sebagainya). Kolesterol terdapat dalam jumlah yang terbatas
di dalam tubuh dan di dalam makanan bila dibandingkan dengan
lemak lainnya; 93% lemak yang terdapat di dalam tubuh dan
makanan adalah trigliserida yang dapat berbentuk sebagai lemak
jenuh (saturated fats) atau lemak tak jenuh (unsaturated fats).
Lemak jenuh terutama ditemui dalam makanan yang berasal
dari binatang; misalnya mentega, daging berlemak, organ-organ
tubuh dan susu berlemak (whole milk). Lemak tak jenuh di-
jumpai dalam makanan-makanan seperti minyak tumbuh-tum-
buhan, padi-padian, alpukat dan makanan lain yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan. Lemak jenuh dan kolesterollah yang dapat
menambah risiko seseorang terkena penyakit kardiovaskular.
Kolesterol mempunyai fungsi yang sangat penting. Koleste-
rol terdapat di bagian luar dari sel-sel saraf dan berfungsi untuk
membantu menghantarkan konduksi dan transmisi tanda-tanda
elektrik (electric signals). Tanpa adanya kolesterol, sel-sel saraf
tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik sehingga koor-
dinasi gerak tubuh seseorang maupun kemampuannya untuk
berbicara terganggu. Beberapa fungsi kolesterol yang tak kalah
pentingnya antara lain memproduksi empedu, hormon steroid
dan vitamin D.
Kolesterol berasal dari dua sumber, yaitu dari makanan yang
kita makan dan diproduksi sendiri oleh tubuh kita di dalam tubuh
(hati). Kolesterol yang berasal dari makanan yang kita makan
bukan merupakan sumber utama. Jadi, bila seseorang tidak
pernah lagi mengkonsumsi kolesterol, proses-proses di dalam
tubuhnya akan tetap berlangsung. Hati membuat sekitar 2000 mg
kolesterol perharinya. Ini jauh lebih banyak dari kolesterol yang
dikonsumsi yang jumlahnya 500 sampai 750 mg.
Untuk menjaga keseimbangan jumlah kolesterol di dalam
tubuh, ada mekanisme yarig mengatur agar jumlah kolesterol
yang diproduksi seimbang dengan jumlah kolesterol yang di-
produksi di dalam hati. Pada individu yang sehat, mekanisme ini
juga menjaga agar kadar kolesterol berada dalam batasan normal.
Pada individu-individu tertentu, terutama yang mengkonsumsi
kolesterol dalam jumlah yang banyak, mkanisme ini tidak
bekerja secara efektif atau terhenti sama sekali. Bila hal ini
tcrjadi, kadar kolesterol di dalam darah naik.
Seperti telah kita ketahui, jenis makanan yang dikonsumsi
mempengaruhi kadar kolesterol di dalam darah. Selanjutnya,
kadar kolesterol di dalam darah menentukan besar kecilnya
risiko seseorang terkena penyakit kardiovaskular. Jadi, dapat
a
disimpulkan bahwa ada hubungan yang erat antara jenis ma-
kanan yang dikonsumsi dengan penyakit kardiovaskular. Hal ini
dibuktikan pada beberapa penelitian yang dilakukan di Amerika
dan Jepang yang menyimpulkan bahwa jumlah lemak yang
dikonsumsi dapat menaikkan kadar kolesterol di dalam darah
dan risiko mengalami penyakit kardiovaskular. Pada penelitian
di Jepang, orang-orang Jepang yang pindah dari negara asalnya
ke Kalifornia mengalami kenaikan kadar kolesterol dalam darah
karena diit mereka di Kalifornia lebih banyak mengandung
lemak. Akibatnya, risiko mereka terkena penyakit kardiovas-
kular bcrtambah.
Untuk mengurangi risiko terserang penyakit kardiovasku-
lar, ada beberapa hal yang dapat dilakukan (berdasarkan the
United States Dietary Goals) :
1)
Menjaga/mempertahankan berat badan yang ideal.
2)
Menambah jumlah karbohidrat menjadi 55% dari total ka-
lori yang dikonsumsi.
3)
Mengurangi jumlah gula menjadi kurang dari 10% dari
total kalori yang dikonsumsi.
4)
Mengurangi jumlah lemak menjadi kurang dari 30% dari
total kalori yang dikonsumsi.
5)
Mengurangi lemak jenuh menjadi kurang dari 10% dari
total kalori yang dikonsumsi.
6)
Mengurangi kolesterol yang dikonsumsi menjadi kurang
dari 300 mg/hari.
7)
Mengurangi garam yang dikonsumsi menjadi kurang dari
5 g/hari.
Pedoman di atas pada prinsipnya mengubah kebiasaan
makan seseorang. Untuk mengubah kebiasaan memang tidak
mudah, tetapi bila dibantu dengan rencana yang matang bukan
tidak mungkin. Misalnya dengan mengubah kebiasaan yang
mudah dahulu. Bila ini sudah berhasil, dapat diikuti dengan
mengubah kebiasaan yang sulit diubah. Bila semua ini berjalan
dengan baik, si pelaku sendiri yang dapat menikmati buahnya.
KEPUSTAKAAN
1.
Harian Suara Pembaruan, 7 Maret 1991.
2. Somer, E. Cholesterol and Nutrition, Health Media of America Inc., San
Diego, CA., 1988.