201
| APRIL 2010
Berikut ini adalah kirteria dan monitoring untuk diabetes
x
A1C > 6,5 %
x
FPG > 126 mg/dL (7 mmol/L), puasa didefi nisikan tidak
adanya ambilan kalori sedikitnya selama 8 jam
x
2 jam glukosa plasma > 200 mg/dL (11,1 mmol/L) se-
lama OGTT dengan asupan glukosa sebanding dengan 75
glukosa anhydrous yang dilarutkan
x
Pasien dengan keluhan klasik hiperglikemia atau krisis
hiperglikemia dengan glukosa darah sewaktu > 200 mg/dL
(11,1 mmol/L)
PEMERIKSAAN DIABETES PADA PASIEN ASIMTOMA-
TIK
x
Pemeriksaan untuk mendeteksi diabetes tipe 2 pada
pasien asimtomatik dilakukan pada setiap usia jika berat
badan berlebih atau obesitas (BMI > 25 kg/m
2
) dan de-
ngan satu atau lebih faktor risiko diabetes lainnya. Jika tan-
pa risiko pemeriksaan dapat dimulai pada usia 45 tahun.
x
Jika pemeriksaan normal, pemeriksaan kembali dilaku-
kan dalam interval 3 tahun.
x
Pemeriksaan deteksi diabetes asimtomatik adalah A1C,
FPG atau OGTT 2 jam (75 g).
DETEKSI DAN DIAGNOSIS DIABETES GESTASIONAL
x
Skrining diabetes gestasional dengan analisa faktor
risiko dan OGTT
x
Pasien diabetes gestasional dilakukan skrining diabetes
6-12 minggu pasca kelahiran dan dilakukan pemberiksaan
berkelanjutan sebagai skrining diabetes.
MONITORING KADAR GLUKOSA
x
Monitoring kadar gula darah secara mandiri/self moni-
toring of blood glucose (SMBG) harus dilakukan 3 atau be-
berapa kali sehari pada pasien yang menggunakan injeksi
suntikan multipel atau pompa terapi insulin.
Kriteria Terbaru Diagnosis Diabetes 2010
BERITA
TERKINI
x
Pada pasien yang menggunakan insulin dengan masa
kerja panjang, terapi non insulin atau terapi nutrisi tunggal,
SMBG menjadi alat untuk menilai keberhasilan terapi.
x
Untuk mencapai target glukosa darah postprandial, pe-
meriksaan SMBG postprandial perlu dilakukan.
AIC
x
Lakukan pemeriksaan A1C sedikitnya 2 x/tahun pada
pasien dengan tujuan terapi yang telah dicapai
x
Lakukan pemeriksaan A1C setiap 3 bulan pada pasien
yang mengalami perubahan terapi atau tujuan glikemic
tidak tercapai
x
Gunakan hasil pemeriksaan A1C untuk menentukan pe-
rubahan terapi yang digunakan
TUJUAN TERAPI GLIKEMIK PADA PASIEN DEWASA
x
Menurunkan kadar A1C di bawah atau sekitar 7 %,
kadar tsb telah menurunkan komplikasi mikrovaskuler dan
neuropati pada diabetes tipe 1 dan 2, sehingga target A1C
pada pasien dewasa nonpregnant untuk mencegah mikro-
vaskuler adalah < 7 %
x
Pada diabetes tipe 1 dan 2 dalam masa uji klinik
yang dilakukan secara acak, kontrol glikemik standar atau
intensif tidak secara bermakna menurunkan risiko CVD
(cerebrovascular disease), tetapi dalam follow up jangka
panjang, mencapai target A1C di bawah atau sekitar 7%
segera setelah diagnosis diabetes menurunkan risiko CVD.
Hingga didapatkan bukti lebih lanjut, tujuan A1C di bawah
7% menjadi alasan rasional menurunkan risiko komplikasi
makkrovasular.
(ARI)
REFERENSI
1. Executive Summary : Standards of Medical Care in Diabetes -2010
CDK ed_176 april [hal 195-240]_dr.indd 201
3/26/2010 1:49:10 PM