background image
113
CDK 175 / vol.37 no. 2 / Maret - April 2010
BERITA TERKINI
O
bat-obat antiplatelet seperti aspirin telah diguna-
kan secara luas dengan tujuan mengurangi keja-
dian vaskular. Secara umum, ada konsensus yang
telah diterima secara luas mengenai manfaat pemberian
aspirin jangka panjang dalam mengurangi risiko kematian,
infark miokard dan stroke pada pasien-pasien risiko tinggi.
Aspirin juga telah digunakan sebagai terapi pencegahan
bagi pasien SKA (Sindroma Koroner Akut) yang akan men-
jalani angioplasti dan sebagai terapi jangka panjang untuk
pencegahan kejadian kardiovaskular dan serebrovaskular.
Namun para peneliti AAA, berpendapat lain.
Pemberian aspirin dosis rendah sebagai pencegahan keja-
dian kardiovaskular pada individu sehat dengan atheroskle-
rosis asimptomatik tidak direkomendasikan. Pernyataan ini
berdasarkan hasil penelitian AAA (Aspirin for Asymptom-
atic Atherosclerosis), yang dipresentasikan oleh dr. Gerry
Fowkes dari University of Edinburgh, Skotlandia pada kon-
gres ESC (European Society of Cardiology) 2009 di Barce-
lona, Spanyol.
Sejumlah 3.350 pasien dengan ABI (ankle-brachial index)
rendah (<0,95) dilibatkan dalam penelitian ini dan ternyata
aspirin tidak bermanfaat mengurangi kejadian kardiovasku-
lar dibandingkan plasebo; pemberian aspirin juga mening-
katkan risiko perdarahan mayor. Dr. Gerry Fowkes menga-
takan bahwa dengan hasil ini, tidak ada alasan cukup kuat
untuk menggunakan aspirin sebagai pencegahan primer
kejadian vaskular pada populasi umum.
Hasil penelitian AAA ini berlawanan dengan penemuan
metaanalisis ATT (Antithrombotic Trialists), yang hasilnya
telah diumumkan sebelumnya di Lancet. ATT merupa-
kan penelitian metaanalisis atas 6 penelitian pencegahan
primer dan 16 penelitian pencegahan sekunder, yang mem-
bandingkan pemberian aspirin jangka panjang dengan
kontrol. Hasil penelitian ATT memperlihatkan bahwa dalam
penelitian pencegahan primer, aspirin bermanfaat mengu-
rangi kejadian vaskular berat (0.51% aspirin vs 0.57% kontrol
per tahun, p=0,0001). Sedangkan dalam penelitian pence-
gahan sekunder, pemberian aspirin juga mengurangi keja-
dian vaskular berat dibandingkan kontrol (6.7% vs 8.2% per
tahun, p<0,0001).
Penelitian AAA dilakukan di pusat Skotlandia, tempat
dengan kejadian tinggi penyakit jantung koroner dan ke-
AAA: Aspirin Tidak Direkomendasikan Sebagai
Pencegahan Primer Kejadian Kardiovaskular
IMAGE BANK
CDK Maret April DR.indd 113
CDK Maret April DR.indd 113
2/23/2010 4:15:09 AM
2/23/2010 4:15:09 AM
background image
115
CDK 175 / vol.37 no. 2 / Maret - April 2010
BERITA TERKINI
matian karena penyakit jantung. Para peneliti AAA antara
tahun 1998 sampai 2001 mengundang pria dan wanita usia
50 hingga 75 tahun untuk menjalani pesapihan (screening)
atherosklerosis asimptomatik dengan mengukur ABI. Angka
ABI yang rendah pada individu usia sehat berhubungan
dengan peningkatan kejadian kardiovaskular pada masa
yang akan datang. Karena pemeriksaan ini sederhana dan
tidak invasif, pemeriksaan menggunakan ABI memiliki po-
tensi sebagai pemeriksaan pesapihan pada individu risiko
tinggi. Dari 166.000 undangan yang dikirim, para peneliti
melakukan penyapihan pada 28980 individu. Dari semua in-
dividu ini, 3350 pasien memiliki ABI yang rendah dan cocok
untuk dilibatkan dalam penelitian AAA.
Tiga ribu tiga ratus limapuluh pasien tersebut secara acak
diberi terapi aspirin enteric-coated 100 mg sehari atau plase-
bo selama rerata (mean) 8,2 tahun. Endpoint primer penelitian
ini adalah gabungan kejadian awal koroner fatal atau non-fa-
tal, stroke atau revaskularisasi. Endpoint sekunder semuanya
adalah kejadian vaskular, yang mencakup gabungan awal ke-
jadian koroner fatal dan non-fatal, stroke atau revaskularisasi,
angina, klaudikasio intermiten, transient ischemic attack, dan
kematian karena semua sebab.
Pasien kedua kelompok sesuai dalam hal usia (rerata 62 ta-
hun), jenis kelamin (30% pria) dan faktor komorbid. Seper-
tiga peserta penelitian perokok.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa aspirin tidak me-
ngurangi kejadian kardiovaskular maupun serebrovaskular.
Secara keseluruhan, ada 357 kejadian, 181 (10,8%) di kelom-
pok aspirin dan 176 (10,5%) di kelompok plasebo (hazard
ratio 1,03; 95% CI 0,84­1,27) (tabel 1).
Tabel 1. Hasil Endpoint Primer untuk Aspirin vs Plasebo
Endpoin
Aspirin (n=1675), n (%)
Placebo
(n=1675), n (%)
Kejadian koroner fatal
28 (1.7)
18 (1.1)
Stroke fatal
7 (0.4)
12 (0.7)
Kejadian koroner non-
fatal
62 (3.7)
68 (4.1)
Stroke non-fatal
37 (2.2)
38 (2.3)
Revaskularisasi koroner
24 (1.4)
20 (1.2)
Revaskularisasi perifer
23 (1.4)
20 (1.2)
Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa efek samping
perdarahan mayor lebih besar pada kelompok aspirin (ta-
bel 2).
Tabel 2. Perbandingan efek samping aspirin vs plasebo
Efek samping
Aspirin
(n=1675),
n (%)
Placebo
(n=1675),
n (%)
Perdarahan mayor
34 (2.0)
20 (1.2)
Ulkus Gastrointestinal
14 (0.8)
8 (0.5)
Selain itu, dr. Gerry Fowkes menambahkan bahwa hasil pe-
nelitian memperlihatkan bahwa kematian karena kanker
pada kelompok plasebo lebih tinggi dibandingkan dengan
kelompok aspirin (HR 1,71; 95% CI 0,99­2,97).
Dr. Carlo Patrono dari Catholic University School of Medi-
cine, Roma, Italia, mengatakan bahwa penelitian AAA ini
memiliki metoda penelitian yang kurang sahih dan hal ini-
lah yang membuat hasil negatif. Untuk menindaklanjuti ha-
sil penelitian AAA yang kontradiktif dengan penelitian ATT,
dr. Colin Baigent dari Oxford University, Inggris, pemimpin
penelitian ATT dan dr. Gerry Fowkes sepakat untuk meneliti
lebih lanjut apakah penelitian AAA cocok untuk dimasuk-
kan ke dalam penelitian metaanalisis ATT. Hasil penelitian
lanjutan ini akan disampaikan oleh the Clinical Trial Service
Unit.
SIMPULAN
Dalam penelitian AAA diperlihatkan bahwa aspirin tidak
1.
berbeda bermakna dibandingkan dengan plasebo da-
lam menurunkan kejadian vaskular.
Efek samping perdarahan di kelompok aspirin lebih be-
2.
sar dibandingkan dengan kelompok plasebo.
Berdasarkan hasil penelitian AAA, pemberian aspirin
3.
dosis rendah sebagai pencegahan primer kejadian kar-
diovaskular pada pasien sehat dengan atherosklerosis
asimptomatik tidak direkomendasikan, dan perlu dite-
laah lebih lanjut.
(YYA)
REFERENSI :
Aspirin and Clopidogrel: Ef cacy, Safety, and the Issue of Drug Resistance.
1.
Arterioscler Thromb Vasc Biol 2004; 24; 1980-7.
Heartwire. Use of Low-Dose Aspirin in Primary Prevention of Cardiovas-
2.
cular Events Not Recommended. Abstract. [cited Oct. 1, 2009]. Available
from: http://www.medscape.com/viewarticle/708139?src=top10&uac=117
092CG
Aspirin in the primary and secondary prevention of vascular disease: col-
3.
laborative meta-analysis of individual participant data from randomised
trials. Abstract. [cited Oct. 1, 2009]. Available from: http://www.ncbi.nlm.
nih.gov/pubmed/19482214?dopt=Abstract
Zimmermann N, Gams E, Hohlfed T. Aspirin in coronary artery bypass sur-
4.
gery: new aspects of and alternatives for an old antithrombotic agent. Eur
J Cardiothorac Surg 2008; 34: 93-108.
CDK Maret April DR.indd 115
CDK Maret April DR.indd 115
2/23/2010 4:15:23 AM
2/23/2010 4:15:23 AM