background image
BERITA TERKINI
L
aporan dalam jurnal Clinical Infectious Disease edisi 15
Maret 2008 mengkonfirmasi kecurigaan hubungan dekat
kedua penyakit ini; juga mengidentifikasi virus berkaitan
dengan angka lebih tinggi pada infeksi telinga.
Dr. Tasnee Chronmaitree, dokter spesialis penyakit infeksi
anak yang menjadi peneliti utama, mengatakan bahwa
pemahaman bagaimana virus dan infeksi telinga berkaitan
akan membantu kita menemukan jalan untuk mencegah
infeksi telinga. Infeksi telinga adalah faktor di belakang
resitensi antiobiotika, sebuah isu yang mengganggu.
Dia telah mempelajari infeksi telinga (otitis media) lebih
dari 2 dekade. Menurutnya, orang tua dapat memberikan
perlindungan terbaik bagi anaknya dengan menghindari
paparan dari anak yang sakit dan memastikan anak-anak
mereka sudah divaksinasi influenza. Dia menyarankan
bahwa anak akan berkurang paparannya terhadap virus
bila mereka mengurangi berhubungan dengan teman-
teman mereka.
Chronmaitree dkk. melibatkan 294 anak-anak berumur 6
bulan sampai 3 tahun selama hampir 1 tahun. Peneliti
mendokumentasikan sekitar 1.300 kejadian flu dan 61%
angka komplikasi infeksi telinga termasuk adanya cairan
dalam telinga tengah, yang dapat menyebabkan masalah
pendengaran.
Para peneliti juga mengidentifikasi tipe virus penyebab flu
(adenovirus), virus pernapasan dan coronavirus yang
kebanyakan didapatkan pada infeksi telinga.
Lebih lanjut dijelaskan pentingnya orangtua mengusahakan
lebih melindungi anak dari flu karena sekarang diketahui
bahwa flu (common cold) adalah prekursor infeksi telinga.
Hindari paparan dari anak atau orang dewasa sakit, hindari
main di tempat umum (jika mungkin) dan jika tidak mung-
kin, pilih tempat dengan lebih sedikit orang lain.
Juga direkomendasikan penggunaan vaksin influenza,
satu-satunya yang tersedia untuk infeksi virus pernapa-
san, saat ini untuk anak di bawah 6 bulan. Obat antivirus
juga dapat mencegah infeksi telinga yang berkaitan dengan
influenza.
Chronmaitree dkk. akan melanjutkan mempelajari peranan
virus pada infeksi telinga untuk menemukan cara pencega-
han penyakit. National Institute of Health (NIH) melanjutkan
pendanaan sehingga memungkinkan peneliti mempelajari
anak-anak yang lahir dengan variasi genetik sehingga lebih
mudah mendapatkan infeksi telinga dan interaksi gen
dengan lingkungannya.
(NFA)
Sumber : Clinical Infectious Disease, 15 Maret 2008.
Sebuah studi baru selama 5 tahun di Universitas Texas Medical Branch
mengkonfirmasi hubungan dekat antara dua penyakit umum
pada anak-anak yaitu flu dan infeksi telinga.
Terbukti :
Terbukti :
kaitan antara
kaitan antara common cold
common cold
dengan infeksi telinga
dengan infeksi telinga
Terbukti :
kaitan antara common cold
dengan infeksi telinga
CDK 163/vol.35 no.4/Juli - Agustus 2008
216
O
lahraga aerobik meningkatkan konsumsi oksigen tubuh
yang diperlukan untuk membangkitkan energi melalui proses
metabolisme. Contoh olahraga aerobik adalah jogging dan
bersepeda. Namun demikian, kekuatan aerobik maksimum
seseorang diprediksikan mulai turun pada awal usia per-
tengahan sekitar 5 mL/kg/menit setiap dekade. Pada pria
biasa usia 60 tahunan, kekuatan aerobik maksimal akan
menurun menjadi sekitar 25 mL/kg/menit, hampir sete-
ngah kekuatan pada usia 20 tahun. Jika kemampuan turun
di bawah 18 mL/kg/menit (pada pria) atau 15 mL/kg/menit
(pada wanita), akan sangat sulit untuk melakukan aktivitas
harian tanpa kelelahan berat.
Namun, menurut bukti yang ditunjukkan dalam artikel di
atas, olahraga aerobik rutin dapat mencegah atau mem-
balikkan penurunan ini. Artikel ini mengkombinasikan data
dari banyak sumber berbeda untuk menyimpulkan bahwa
dengan peningkatan kapasitas aerobik, penuaan biologis
seseorang dapat diperlambat. Secara khusus, penelitian
menunjukkan bahwa olahraga aerobik intensif tinggi jangka
panjang, meningkatkan kekuatan aerobik maksimum sebesar
25%. Ini setara dengan perolehan 6 mL/kg/menit atau
diekstrapolasi menjadi 10-12 tahun biologis.
Penulis mengindikasikan bahwa ini merupakan harapan
bagi para orang tua. Tampaknya ada cukup bukti bahwa
mempertahankan asupan oksigen maksimal akan mening-
katkan kehidupan sehingga para lanjut usia sehat tetap
dapat mandiri. Efek positif lainnya dapat menurunkan risiko
penyakit serius, waktu pemulihan lebih singkat setelah cedera
atau sakit dan menurunkan risiko terjatuh dengan memper-
tahankan kekuatan otot, keseimbangan dan koordinasi.
(NFA)
Sumber : Br J Sport Med 2008; 0:1-5 doi:10.1136/bjsm.2007.044800
BERITA TERKINI
Penuaan biologis
ditunda oleh fitness aerobik
Menurut analisis yang dipublikasikan dalam British Journal of Sport Medicine
edisi 10 April 2008, dengan mempertahankan fitness aerobik sampai
usia pertengahan dan meneruskan gaya hidup ini sampai usia tua,
orang dapat menunda umur biologisnya sampai 12 tahun.
CDK 163/vol.35 no.4/Juli - Agustus 2008
213