Petunjuk
Penilaian Penampilan Kerja
Rumah Sakit
dan
Penilaian Penampilan Kerja
Rumah Sakit
2 4
Cermin Dania Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
Petunjuk
Penilaian Penampilan Kerja
Rumah Sakit
Bab I
Pendahuluan
Penilaian penampilan kerja Rumah Sakit yang menggunakan Instrumen hasil kerja sama antara Dinas Kesehatan Daerah
Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan tahun 1984, telah dikaitkan
pengertiannya dengan Stratifikasi Rumah Sakit.
Hal ini disebabkan karena penyusunan Instrumen Penelitian Penampilan KerjaRumah Sakit memang sengaja diperuntukkan bagi
pelaksanaan Stratifikasi Rumah Sakit, dan karena pada pelaksanaan penilaian penampilan kerja Rumah Sakit terlebih dulu
dilakukan homogenisasi (pengelompokan) Rumah Sakit ke dalam Strata I, II, III.
Stratifikasi Rumah Sakit, yang di Jawa Timur dikerjakan sejak 1979 dengan Instrumen Dinas Kesehatan Jawa Timur (Dr. Edwin
Soetjahja dan kawan-kawan),semula bertujuan untuk mendapatkan potret tentang keadaan Rumah Sakit, yang akan digunakan
sebagai masukan untuk perencanaan pengembangan Rumah Sakit yang terarah dan sistimatis.
Unsur pembinaan walaupun ada, lebih dirasakan setelah digunakan Instrumen Penilaian Penampilan Kerja yang memunculkan
unsur manajemen. Jelas dirasakan pengaruh pembinaan ini, manakala dilakukan penilaian untuk 3 tahun berturut-turut dan secara
nyata dibuktikan bahwa persyaratandari indikator telah dilampaui,padahal pada tahun pertama persyaratan itu belum atau baru
diadakan.
Hal ini telah diantisipasi sejak semula, dengan menetapkan metodologi untuk diadakanpembaharuan instrumen setiap3tahun.
Kesempatan pembaharuan itu dimanfaatkan pula untuk perkembangan baru dari perumah sakitan, serta hal-hal yang diprogramkan
saat itu.
Dengan mengikuti kebutuhan dalam rangka fungsi pembinaan ini, maka dari Instrumen I (1984--1986) setelah mengalami
perubahan I (1987) menjadi Instrumen II (1987--1989). Jumlah indikatornya telah berkembang dari 83 menjadi 206.
Fungsi pembinaan ini, yang semakin dirasakan manfaatnya menyebabkan pula Instrumen III (1990--1992) hasil penyusunan Tim
Pembaharuan II (1990) mempunyai 194 indikator.
Pemanfaatan instrumen ini sebagai kegiatan lomba dapat tetap dilaksanakan, bila tersedia cukup waktu untuk melaksanakannya,
sedangkan untuk kelengkapan kriteria lomba dapat ditambah dengan hal yang sesuai dengan tema lomba.
Diluar keperluan lomba, Instrumen ini adalah alat bina atau alat mawas diri.
Bab II
Pengertian Stratifikasi Rumah Sakit
Seperti telah dikemukakan istilah Stratifikasi Rumah Sakit digunakan karena dalam pelaksanaan Penilaian Penampilan
Kerja Rumah Sakit dikelompokkan ke dalam strata I, II, III berdasarkan biaya Operasionalnya, sebagai berikut :
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus
No. 71, 1991
25
Strata I
309.728.134
Strata II
309.728.134
--
444.154.124
Strata III
444.154.124
Penetapan penggunaan biaya Operasional sebagai dasar pembatasan strata adalah sesuai dengan pemikiran pada waktu awal mula
penggunaan instrumen ini (1984) ialah karena dipandang biaya operasional dapat mewakili unsur
input
yang pada gilirannya
menghasilkan
performance
(penampilan kerja) sebagai outputnya, yang akan dinilai itu.
Berbeda dengan pelaksanaan penilaian dengan Instrumen I (1984--1986) dan Instrumen II (1987--1989), untuk pelaksanaan
penilaian dengan Instrumen III, sebagai biaya operasional tidak dimasukkan komponen biaya obat, sehingga hanya terdiri dari 7
komponen biaya itu :
1. Gaji / Upah pegawai.
2. Lauk-pauk pasien.
3. Pembayaran jasa langganan : Listrik, Air, Telepon, Radio medik.
4. Bahan tenun dan biaya penjahitannya.
5. Bahan bakar untuk dapur, kamar bedah, kendaraan.
6. Pemeliharaan gedung, peralatan medis dan non medis serta kendaraan.
7. Peralatan dan bahan tulis menulis (Stationaries).
Hal ini untuk menghilangkan kerancuan antara Rumah Sakit Kabupaten yang menerima obat Inpres lebih banyak daripada Rumah
Sakit Kodya, sedangkan Rumah Sakit Kodya tidak bersusah payah menyediakannya sehingga penderita membeli sendiri-sendiri
diluar.
Setelah 1992 sebagai batas strata dapat digunakan hasil penerapan akreditasi yang menyimpulkan keadaan
input
Rumah Sakit ke
dalam Strata I, II, III.
Bab III
Ruang lingkup
Dengan penjelasan dalam bab I dan bab II, dapat disimpulkan bahwa Stratifikasi Rumah Sakit adalah suatu kegiatan menilai
penampilan kerja Rumah Sakit sebagai
output
atau performancenya, dengan cara melakukan evaluasi mutu pelayanan kesehatan
yang diberikan, tingkat efisiensi serta keadaan mutu lingkungan kebersihan dan penanganan limbah Rumah Sakit melalui sistim
homogenisasi (pengelompokan) berdasarkan keadaan inputnya (Darwis Hartono 1987 : Analisa penampilan kerja Rumah Sakit;
H. Sutedjo 1984 Penilaian penampilan kerja Rumah Sakit Kabupaten/Kotamadya).
Sebagai sistim homogenisasi sampai sekarang digunakan biaya operasional, diharapkan untuk 1992 dapat digunakan hasil
penerapan sistim akreditasi Rumah Sakit.
Bab IV
P e l a k s a n a a n
Pelaksanaan Stratifikasi Rumah Sakit dilakukan oleh pengelola program bersama Direktur Rumah Sakit atau Tim dari
Propinsi danTim dari Rumah Sakit. Bagi Direktur Rumah Sakit penilaian dapat menjadi cara mawas diri dan dapat dilakukan tiap
6 bulan 1 kali. Bagi pengelola program di Propinsi penilaian dapat diikuti komparasi antarRumahSakit denganmemperhatikan
homogenisasinya, dan merupakan masukan untuk pelaksanaan pembinaan menuju kepada peningkatan kegiatan ini dilakukan
setiap tahun.
Bab V
Petunjuk Pelaksanaan
A. Umum
1. Homogenisasi.
Penilaian diawali dengan penapisan (homogenisasi) dengan cara mengelompokkan ke dalam strata I, II, III berdasarkan
Biaya Operasional tanpa obat.
2. Petunjuk Umum
a. Indikator
Materi penilaian merupakan penampilan kerja atau
performance
sebagai luaran
(output)
dari sarana yang menjadi
input dan proses dari kegiatan Rumah Sakit, sedangkan
input
dan sebagian dari proses tersebut dinilai oleh Instrumen
Akreditasi yang disusun pada waktu yang sama dan dengan kerja sama antara kedua Tim Penyusun.
26
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus
No. 71, 1991
b. Instrumen ini terdiri dari 4 kelompok indikator, dan tiap kelompok terbagi dalam unit yang menunjukkan suatu fungsi
tertentu.
Kelompok A
=
Manajemen
Kelompok
C =
Penunjang Malik
Kelompok B
=
Pelayanan Medik
Kelompok
D
=
Penunjang Pemeliharaan
Pelayanan
c. Disebelah kanan dari penulisan indikator ada 5 kotak yang berisi 5 kemungkinan persyaratan yang dicapai pada
indikator dengan 5 kotak yang tidak perlu dinilai.
Nilai pencapaian dituliskan pada kotak di bawah tahun penilaian. Dibawah penulisan indikator disebutkan sumber data
yang diperlukan. Ada kalanya diperlukan rujukan pada lampiran.
Pencapaian yang dipersyaratkan adalah sesuai dengan
"
Analisis Penampilan Kerja Rumah Sakit
"
oleh Dr. Darwis
Hartono, MHA yang direkomendasikan dalam
Hospital Management Training
oleh Departemen Kesehatan pada
Angkatan IV Pebruari 1990.
Disamping itu syarat-syarat ideal yang menjadi arahan dalam pembinaan, sesuai yang tercantum dalam buku-buku
petunjuk dari Departemen Kesehatan dengan kelengkapan lampiran dari RS Dr. Soetomo dan dari Dokter Spesialis
dari Daerah Tingkat II di Jawa Timur.
3. Pembobotan dan Sistim Skoring
Untuk memberi penekanan pada fungsi dan tugas pokok Rumah Saki t, sertakadar dari pelaksanaan kerja di keempat
bidang pekerjaan tersebut dilakukan pembobotan nilai pada kelompok-kelompok, yaitu :
Kelompok A; Kelompok B; Kelompok C; Kelompok D = 2 : 6 : 3 : 2
Nilai maksimal kelompok ditetapkan sebagai berikut :
A = 20.000
C = 30.000
B = 60.000
D = 20.000
Sistim Skoring :
a. Tiap indikator dinilai pencapaiannya menurut ke 5 skala syarat yang disebut dalam indikator ( Nilai Dasar ).
0
= Pencapaian RS adalah minimal atau tidak ada sama sekali dari persyaratan yang ditentukan.
1
= Pencapaian RS hanya sebagian kecil dari persyaratan yang ditentukan.
2
= Pencapaian RS lebih kurang setengah dari persyaratan yang ditentukan.
3
= Pencapaian RS adalah sebagian besar dari persyaratan yang ditentukan.
4
= Peneapaian RS memenuhi persyaratan yang ditentukan.
b. Jumlah pencapaian semua indikator dalam tiap unit dihitung dalam nilai dasar, disebut jumlah pencapaian unit (nilai
maksimal unit tergantung dari jumlah indikator dalam unit itu (n) Pembobotan langsung pada unit tidak ada, karena
unit hanya mewadahi indikator yang terkait dalam fungsi yang sama.
c. Jumlah pencapaian semua unit dalam tiap kelompok dihitung dalam nilai dasar, disebut jumlah pencapaian kelompok
(
X
).
d.
Nilai Pencapaian Kelompok ( Y ) dihitung sebagai berikut :
N = Jumlah indikator yang dinilai dalam kelompok
= Jumlah indikator dari semua unit ( n
l
, n
2
, n
3
, dan seterusnya )
e. Penampilan Kerja Kelompok ( Z ) dihitung sebagai berikut :
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
27
28
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
29
30
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus
No. 71, 1991
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
31
3 2
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
KEMAMPUAN PELAYANAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM DAN RADIOLOGI RSUD
( Indikator : C.1.6 ; C.1.7 ; C.1.8 ; C.2.6 )
Kategori
Penggolongan kemampuan berdasarkan minimal pemeriksaan yang dilakukan oleh RSUD
Pemeriksaan
A ( 3 kombinasi)
B (3 kombinasi)
C (3 kombinasi)
D (3 kombinasi)
E (2 kombinasi)
Sederhana
1.
Sebagian besar
1.
Sebagian besar
1. Sebagian besar
1.
Sebagian besar
1.
Sebagian besar
2.
Sebagian besar
2.
Sebagian besar
2. Sebagian kecil
2.
Sebagian kecil
2.
Tak berarti
3.
Sebagian kecil
3.
Sebagian kecil
3. Sebagian kecil
3.
Tak berarti
Sedang
1.
Sebagian besar
1.
Sebagian besar
1. Sebagian kecil
1.
Tak berarti
1.
Tak berarti
2.
Sebagian kecil
2.
Sebagian kecil
2. Sebagin besar
2.
Sebagian kecil
2.
Sebagian kecil
3.
Sebagian besar
3.
Sebagian besar
3. Sebagian kecil
3. Tak berarti
Canggih
1.
Sebagian kecil
1.
Tak berarti
1. Tak berarti
1.
Tak berarti
1.
Tak berarti
2.
Sebagian besar
2.
Sebagian kecil
2. Tak berarti
2.
Tak berarti
2.
Tak berarti
3.
Sebagian besar
3.
Sebagian kecil
3. Sebagian kecil
3.
Sebagian kecil
Keterangan :
Kemampuan pelayanan pemeriksaan akan dinyatakan golongan A, bila mampu dan telah melaksanakan :
1. Sebagian besar sederhana ditambah sebagian besar sedang ditambah sebagian kecil canggih (A.1.1.1.), atau
2. Sebagian besar sederhana ditambah sebagian kecil sedang ditambah sebagian besar canggih (A.2.2.2.), atau
3. Sebagian kecil sederhana ditambah sebagian besar sedang ditambah sebagian besar canggih (A.3.3.3.).
Demikian juga untuk golongan berikutnya :
B. adalah B. 1.1.1. atau B. 2.2.2. atau B. 3.3.3.
C. adalah C. 1.1.1. atau C. 2.2.2. atau C. 3.3.3.
D. adalah D. 1.1.1. atau D. 2.2.2. atau D. 3.3.3.
E. adalah :
E. 1.1.1.
atau E. 2.2.2.
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus
No. 71, 1991
33
JUMLAH JENIS PEMERIKSAAN YANG TELAH DILAKUKAN OLEH RSUD
34
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus N
o. 71, 1991
Lampiran 1.1
PETUNJUK PELAKSANAAN DALAM PENGGUNAAN FILE PERORANGAN
Dengan sistim kearsipan yang baik diharapkan dapat memperoleh informasi yang cepat, tepat dan mudah mencari kembali data
kepegawaian baik data pribadi/perorangan maupun data yang menyangkut laporan ketenagaan, perencanaan ketenagaan, beban
kerja maupun pemecahan masalah ketenagaan.
Untuk sistim kearsipan ini ditunjang dengan penggunaan map/file perorangan, di dalam penggunaannya diatur sebagai
berikut :
I. Isi file perorangan.
II. Pemberian kode file perorangan.
III. Penyimpanan file perorangan.
IV. Buku register / index.
Penjelasan :
I. Isifile perorangan adalah :
Kartu induk pegawai beserta lampiran (satu map untuk satu orang pegawai), sedang petunjuk pengisian kartu induk pegawai
(terlampir).
II. Pemberian kode :
Ditulis pada sisi bawah map dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Golongan pegawai yang bersangkutan dinyatakan dengan angka romawi (I, II, III, IV) yang ditulis di atas warna dasar
dari jenis pegawai.
2. Jenis tenaga dinyatakan dengan warna dasar :
DPK
: Warna merah
DPB I : Warna biru
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
35
DPB II : Warna coklat
Otonom
Warna kuning
Inpres
: Warna hijau
3. Lokasi dari tempat pegawai bekerja :
Kantor Dinas Kesehatan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jatim / UPT.
Kantor Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten / Kodya Dati II se Jatim.
Rumah Sakit Umum Daerah se Jawa Timur.
Puskesmas se Jawa Timur.
Dianjurkan memakai kode Kabupaten/Kodya/RSUD Puskesmas yang telah ada.
4. Nama:
Ditulis huruf pertama nama pegawai yang bersangkutan jika huruf depan ada yang sama maka untuk membedakan
digunakan huruf pertama diikuti huruf kedua. Misal
:
Ahmad - - AH.
Ali
-- AL
Untuk nama kecuali di depan map harus ditulis lengkap huruf cetak beserta NIP-nya.
III. Penyimpanan file perorangan.
Disimpan dalam rak dengan posisi bediri dengan kode terlihat dari depan.
Dikelompokkan menurut lokasi masing-masing tempat pegawai bekerja.
Disusun dari kiri ke kanan menurut abjad sesuai dengan nama pegawai.
Penyimpanan kembali disesuaikan dengan urutan kode semula yang telah ditentukan.
IV. Buku register / index.
Buku disesuaikan dengan lokasi tempat pegawai bekerja diisi sebagai berikut :
36
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus
No. 71, 1991
Lampiran:
2
TATA LAKSANA URUSAN PENYIMPANAN
DAN
PENYALURAN BARANG
Lampiran 3.1
PROSEDUR KERJA TETAP UPF GIGI DAN MULUT
PERAWATAN PULPITIS.
1. AKUT.
-- Lakukan Pemeriksaan :
Visuil
: Karies profunda, pulpa terbuka.
E P T
:
Tidak bereaksi.
Panas
:
Sakit bertambah.
Dingin
Sakit berkurang.
Perkusi
:
Sakit.
-- Lakukan drainage (dengan anestesi).
-- Lakukan pulpektomi.
2. KHRONIS.
-- Lakukan Pemeriksaan :
Visuil
:
Karies profunda.
Panas
Hampir tak bereaksi.
Dingin
.
Hampir tak bereaksi.
Jarum Miller
Bereaksi.
X Ray
:
Perforasi.
Perubahan periodontium.
Tulang sekeliling apex - - - - - - - - - - - - - radioopaque.
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
37
:
:
:
:
Lakukan pemotongan polip. (dengan anasthesi/diulas dengan Trichlorazynzuur), bila ada polip.
-- Lakukan pulpektomi.
PERAWATAN DARURAT BEDAH.
3. Trauma pada
Gigi.
a. Fraktura Gigi.
Lakukan pemeriksaan klinis untuk mengadakan klasifikasi fraktur.
Klas I
.
Fraktur enamel.
Klas II
.
Fraktur enamel + dentil.
Klas III
.
Fraktur enamel + dentil dan melibatkan pulpa.
Klas IV
.
Fraktur akar.
Lakukan pembuatan X Ray Photo - - - - - - - - - - -terutama pada klas IV.
Lakukan perawatan :
Konservatif (tumpatan biasa) untuk klas I IV.
Endodontik untuk klas III.
Endodontik + Apicoectomy (apex reseksi)/bila tidak memungkinkan - - - - - - -lakukan pencabutan pada Mas
IV.
b. Gigi goyang (kerusakan jaringan periodontal).
-- Lakukan pemeriksaan Minis :
Gigi goyang derajat 1 s.d 4.
Pada ketukan (perkusi) tekanan - - - - - - - - Sakit.
-- Lakukan pemberian obat analgesik dan antibiotik.
-- Tidak dilakukan sesuatu tindakan lanjutan (dibiarkan), bila gigi goyang derajat 1 dan 2.
-- Lakukan immobilisasi dengan splinting, bila gigi goyang derajat 3 dan 4.
4. FRAKTUR RAHANG.
-- Lakukan anamnesa untuk mengetahui :
Macam trauma.
Waktu terjadinya.
Kesadaran penderita pada waktu terjadi trauma.
Lakukan pemeriksaan klinis :
Keadaan umum.
Keadaan dalam mulut.
-- Lakukan pembuatan
X Ray Photo.
-- Lakukan perawatan :
Reposisi dengan Close Reduction, bila tidak memungkinkan/hasilnya tidak memuaskan - - - - - - - lakukan dengan
Open Reduction.
Immobilisasi, dengan
Splinting.
-- Lakukan pemberian analgesik dan antibiotik.
PERAWATAN TUMOR.
5. PERAWATAN TUMOR-TUMOR JARINGAN LUNAK RONGGA MULUT.
-- Lakukan pemeriksaan klinis.
-- Lakukan pembuatan X Ray Photo, bila diperlukan.
-- Lakukan biopsi, bila mengarah pada keganasan.
-- Lakukan eksisi, bila diagnosisnya tumor jinak.
-- Lakukan pengiriman penderita, bila diagnosisnya tumor ganas.
Lampiran 4.
MACAM TINDAKAN DILUAR TINDAKAN MEDIK DASAR
YANG DAPAT DILAKUKAN DI RUMAH SAKIT KLAS C
1. Topikal Aplikasi
3. Gingivoplasti.
5. Pulpektomi.
7. Inlay.
9. Geligi tiruan lepasan
2. Root Planing.
4. Curretage.
6. Tumpatan Composit.
8. Geligi Tiruan Cekat.
sebagian/penuh.
3 8
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
10. Odontectomi.
11. Reposisi.
12. Banded.
13. Splinting.
14. Pengelolaan fraktur tulang rahang.
15. Alveolectomi.
16. Kistektomi.
17. Pengangkatan tumor jinak rongga mulut.
18. Biopsi.
19. Perawatan Orthodonsi dengan alat lepas.
Lampiran 5
KATEGORI TINDAKAN BIDANG PENYAKIT DALAM
Lampiran 6.1
KATEGORI TINDAKAN BIDANG BEDAH
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
39
Lampiran 7
KATEGORI TINDAKAN BIDANG KESEHATAN ANAK
Lampiran 8
KATEGORI TINDAKAN BIDANG KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN
Lampiran 9
Immunisasi
Pemantauan Wilayah Setempat (Pws)
--
Tujuan Pws adalah memanfaatkan data yang paling minimal dengan mengembangkan indikator yang cukup sensitif bagi
pemantauan penyelenggaraan program Immunisasi.
Dengan prinsip-prin sip kesederhanaan dan berorientasi pada tindakan, Pws diarahkan untuk mengetahui secara cepat wilayah
mana yang maju dan mana yang belum, serta tindakan yang diperlukan untuk memperbaikinya.
Indikator Pws yang digunakan :
1. Untuk mengukur jangkauan program (pemerataan pelayanan) :
40
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus
No. 71, 1991
Jumlah bayi lahir dalam 1 tahun
2. Untuk mengukur tingkat perlindungan (efektifitas program) :
3. Untuk mengukur manajemen program (efisiensi program) :
Drop out ( Drop out )
Sasaran (target) dalam Repelita V
Pada akhir tahun 1990 cakupan pertama (DPT--1 )
Minimal 90 % dan cakupan lengkap ( Polio -3 )
Universal Child Immunization (U C I )
RS.
Untuk DPT
1
, Polio--3, di RS dimonitor jumlah bayi lahir dalam 1 tahun dapat diganti dengan jumlah kunjungan baru bayi umur 0--11
bulan di RS / lahir di RS.
Lampiran : 10.1
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus
No. 71, 1991
41
42
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
Lampiran : 11.1
DAFTAR INVENTARISASI ALAT
Nama
:
Alamat :
No. Telp. :
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus
No. 71, 1991
43
Lampiran : 11.2
DAFTAR PERALATAN MEDIS RUMAH SAKIT
Lampiran : 11.3
DAFTAR PERALATAN NON MEDIS RUMAH SAKIT
44
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus N
o. 71, 1991
Lampiran :
12.2
PETUNJUK PENGISIAN DAFTAR INVENTARIS ALAT
PETUNJUK PENGISIAN KARTU CATATAN PEMELIHARAAN ALAT
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
45
6
Diisi dengan tanggal mulai pekerjaan.
7
: Diisi dengan tanggal selesai pelaksanaan pekerjaan.
8 : Diisi sesuai dengan keluhan pemilik alat.
9
Diisi dengan tindakan-tindakan yang dilakukan dalam proses perbaikan termasuk penggantian
suku cadang.
10 Diisi dengan jumlah biaya yang dikeluarkan selama perbaikan.
11 Diisi dengan hasil tindakan.
Lampiran : 13
( Harap digantungkan pada alat )
Penjelasan :
1. Kartu ini diisi cukup satu helai saja, sebaiknya dimasukkan dalam kantong plastik dan kemudian diikatkan pada tiap-tiap alat
sebagai kartu badan (body card / body tag).
2. Setiap alat harus memiliki kartu pemeliharaan sendiri (satu alat satu kartu).
3. Semua alat yang diberikan kartu catatan pemeliharaan alat juga harus diberikan kartu pemeliharaan.
4. Untuk pengisiannya :
a. Tanggal kegiatan diisikan pada kolom " tanggal ".
b. Kolom kegiatan diisi perbaikan kalau alat tersebut diperbaiki atau perawatan kalau alat tersebut mendapat perawalan rutin.
5. Uraian lengkap kegiatan yang dilakukan diisikan pada kartu catatan pemeliharaan alat dari alat yang bersangkutan.
46
Cermin Dunia Kedokteran ,
Edisi Khusus
No. 71, 1991
:
:
:
:
DAFTAR ISI
Halaman
1. Kelompok A : Manajemen....................................................................................................................................
1.1. Unit 1. Ketenagaan....................................................................................................................................
1.2. Unit 2. Keuangan.......................................................................................................................................
1.3. Unit 3. Pelayanan Medik...........................................................................................................................
1.4. Unit 4. Penyusunan Program dan Logistik ................................................................................................
1.5. Unit 5. Lingkungan....................................................................................................................................
Rekapitulasi
: Penampilan Kerja Kelompok A ....................................................................................................
2. Kelompok B1: Pelayanan Medik ...........................................................................................................................
2.1. Unit 1. Rawat Jalan...................................................................................................................................
2.2. Unit 2. Gawat Darurat ...............................................................................................................................
2.3. Unit 3. Gigi dan Mulut..............................................................................................................................
2.4. Unit 4. Pelayanan Spesialis dan Rujukan ..................................................................................................
3. Kelompok B2: Pelayanan Medik...........................................................................................................................
3.1. Unit 1. Penyakit Dalam.............................................................................................................................
3.2. Unit 2. Bedah.............................................................................................................................................
3.3. Unit 3. Kesehatan Anak............................................................................................................................
3.4. Unit 4. Kebidanan dan Kandungan...........................................................................................................
4. Kelompok B3 : Pelayanan Terintegrasi ..................................................................................................................
4.1. Unit 1. P.K.B.R.S......................................................................................................................................
4.2. Unit 2. Imunisasi.......................................................................................................................................
4.3. Unit 3. P.K.M.R.S .....................................................................................................................................
Rekapitulasi
: Penampilan Kerja Kelompok B.....................................................................................................
5. Kelompok C : Penunjang Medik ..........................................................................................................................
5.1. Unit 1. Laboratorium.................................................................................................................................
5.2. Unit 2. Radio Diagnostik ...........................................................................................................................
5.3. Unit 3. Farmasi..........................................................................................................................................
5.4. Unit 4. Gizi................................................................................................................................................
5.5. Unit 5. Catatan Medik...............................................................................................................................
Rekapitulasi
: Penampilan Kerja Kelompok C.....................................................................................................
6. Kelompok D : Penunjang Pemeliharaan Pelayanan ..........................................................................................
6.1. Unit 1. Hygiene Sanitasi............................................................................................................................
6.2. Unit 2. Pemeliharaan Sarana dll................................................................................................................
Rekapitulasi
. Penampilan Kerja Kelompok D
Rekapitulasi
. Penampilan Kerja Rumah Sakit
48
48
49
49
50
51
52
52
52
53
54
55
57
57
59
61
62
64
64
65
66
67
68
68
69
69
70
71
72
72
72
74
76
76
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus
No. 71, 1991
47
Penilaian Penampilan Kerja
Rumah Sakit
48
Cermin Dunia Kedokteran, Edisi Khusus No. 71, 1991
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
49
50
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
51
52
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
53
54
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
55
56
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
57
58
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
59
60
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
61
6 2
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
63
64
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus
N o. 71, 1991
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
65
66
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
67
68
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
69
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
71
72
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus
No. 71, 1991
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
73
74
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
75
76
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus No. 71, 1991
7 7