HASIL PENELITIAN
Pengaruh Magnesium Sulfat Proanalisis
dan Garam Inggris serta
Periode Opsional terhadap Efektivitas
Pemeriksaan Tinja Flotasi
Ketut Nugraha
Laboratorium Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, penpasar
PENDAHULUAN
Pemeriksaan tinja konsentrasi, baik sedimentasi maupun
flotasi untuk mendeteksi parasit usus, hasilnya lebih efektif dari-
pada metode langsung
(1)
. Dalam prakteknya, metode flotasi lebih
efisien dibandingkan dengan metode sedimentasi
(2)
.
Bahan pengapung yang lazim dipergunakan dalam peme-
riksaan tinja metode flotasi adalah larutan NaC1 jenuh, glukosa,
ZnSO
4
, MgSO
4
proanalisis, dan millet jelly. Menurut beberapa
penelitian terdahulu, larutan MgSO
4
proanalisis dengan berat
jenis (BJ) 1,250-1,270 merupakan bahan pengapung yang paling
efektif untuk pemeriksaan tinja metode flotasi
(3,4,5)
. Meskipun
MgSO
4
proanalisis memberikan hasil paling efektif, ternyata
harganya sangat mahal dan sulit mencarinya. Oleh sebab itu,
Garam Inggris yang biasa. dipergunakan sebagai laksantia
yang harganya jauh lebih murah dan mudah didapat, dipakai
sebagai alternatifpembanding. Alasannya, secarakimiawi struktur
dasar Garam Inggris sama dengan MgSO
4
proanalisis, hanya
berbeda dalam tingkat kemurniannya. Dengan menyamakan
BJnya maka daya apungnya akan sama dan efektivitas peme-
riksaan yang diperolehpun tidak akan jauh berbeda.
ABSTRAK
Penelitian efektivitas pemeriksaan tinja flotasi MgSO
4
proanalisis
dan Garam Inggris dalam mendeteksi parasit usus serta periode opsi-
onal yang optimal sehubungan dengan efektivitas pemeriksaan telah dilaksanakan di
Laboratorium Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana.
Diterapkan rancangan acak lengkap faktorial 2 x 5. Dua taraf bahan pengapung
MgSO
4
proanalisis dan Garam Inggris serta lima taraf periode opsional (20,30,40,50,60)
menit merupakan perlakuan. Setiap kombinasi perlakuan dilakukan lima kali ulangan
sehingga dalam pelaksanaannya dikerjakan 2 x 5 x 5 = 50 unit percobaan.
Dengan uji sidik ragam (analisis varian), diperoleh hasil sebagai berikut: pengaruh
MgSO
4
proanalisis tidak berbeda nyata dengan pengaruh Garam Inggris terhadap efek-
tivitas pemeriksaan tinja flotasi untuk mendeteksi parasit usus. Efektivitas pemeriksaan
yang didapat akan sama untuk semua taraf periode opsional (P> 0,05).
Untuk penelitian yang lebih luas dengan jumlah sampel yang besar (penelitian di
lapangan), dianjurkan mem Garam Inggris sebagai pengganti MgSO
4
proanalisis dalam
pemeriksaan tinja metode flotasi.
Cermin Dunia Kedokteran No. 109, 1996 35
Secara umum efektivitas pemeriksaan tinja flotasi dipe-
ngaruhi oleh jenis bahan pengapung, berat jenis, waktu apung
(periode flotasi), dan homogenitas larutan setelah proses sentri-
fugasi. Waktu aping berhubungan erat dengan periode opsional.
Dalam literatur-literatur disebutkan bahwa periode opsional
berkisar antara 20 dan 60 menit
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan
efektivitas pemeriksaan tinja flotasi MgSO
4
proanalisis dan
Garam Inggris (MgSO
4
teknis) dalam mendeteksi parasit usus
serta periode opsional yang optimal sehubungan dengan efekti-
vitas pemeriksaan. Hasilnya diharapkan dapat dijadikan acuan
untuk penelitian yang lebih luas (penelitian di lapangan).
BAHAN DAN CARA
1) Identifikasi dan Operasionalisasi Variabel
a) Efektivitas pemeriksaan; dinyatakan dengan banyaknya
parasit usus (semua spesies) yang dapat diisolasi atau semua
parasit yang adadi selunih lapang pandang preparat yang diamati
di bawah mikroskop pembesaran 10 X 10.
b) Larutan MgSO
4
proanalisis: dibuat dengan mencampurkan
garam MgSO
4
proanalisis dengan akuades, diaduk dan dipanaskan
sampai BJnya menjadi 1,270 (diukur dengan hidrometer).
c) Larutan Garam Inggris: dibuatdengan mencampurkan Garam
Inggris dengan akuades, diaduk dan dipanaskan hingga BJnya
menjadi 1,270 (diukur dengan hidrometer).
d) Periode opsional: dinyatakan dengan jangka waktu yang
dihitung mulai saat bahan pengapung ditambahkan dan diaduk
sampai homogen - hingga saat gelas penutup diletakkan di atas
tabung reaksi dan diangkat lagi untuk diletakkan di atas gelas
obyek.
2) Alat dan Bahan
a) Alat-alat yang dipergunakan: mesin pemusing (centrifuge),
mikroskop binokuler, gelas ukur, beker gelas, corong dan kasa
penyaring, batang pengaduk, pot tinja, tabung reaksi beserta
raknya, gelas obyek, gelas penutup, spuit, pipet, spidol perma-
nen, dan kutek.
b) Bahan-bahan yang dipakai: larutan MgSO
4
proanalisis BJ
1,270, larutan Garam Inggris BJ 1,270, akuades, lugol 1%, dan
spesimen tinja.
3) Rancangan Penelitian
Memakai rancangan acak lengkap pola faktorial (desain
faktoral 2 x 5) dengan dua faktor sebagai perlakuan. Faktor I
bahan pengapung yang terdiri atas dua taraf, yakni MgSO
4
proanalisis dan Garam Inggris. Faktor II, periode opsional terdiri
atas lima taraf, yakni 20, 30, 40, 50, dan 60 menit. Setiap kom-
binasi perlakuan dilakukan lima kali ulangan sehingga seluruh
eksperimen: 2 x 5 x 5 = 50 menit percobaan.
4) Cara Pengambilan Sampel/Spesimen
a) Spesimen tinja diambil dan penderitayang terinfeksi parasit
usus. Dibuat suspensi (bubui tinja); caranya: tinja berbobot 60
gram ditambah 120 ml akuades di dalam beker gelas, diaduk
sampai homogen dan disaring tiga kali sehingga didapat 160 ml
suspensi homogen.
b) Dilakukan randomisasi (pengacakan).Caranya: l60 ml bubur
tinja itu dibagi menjadi 10 unit sampel, ditampung dalam 10 pot
tinja sehingga masing-masing pot berisi 16 ml bubur tinja. Ke-
mudian, dilakukan pengacakan yang dikenakan terhadap semua
perlakuan (acak Iengkap).
5) Cara Melakukan Eksperirnen
a) Sesuai dengan aturan randomisasi, spesimen (bubur tinja) di
dalam satu pot diambil sebanyak 5 x 2 ml, dimasukkan ke dalam
5 tabung reaksi (masing-masing tabung diisi 2 ml bubur tinja).
b) Masing-masing tabung ditambah 5 ml akuades, diaduk
hingga homogen selama 1 menit.
c) Kelima tabung dipusing dengan kecepatan 2000 rpm
selama 2 menit.
d) Kelima tabung diambil dan mesin pemusing, cairan atasnya
dibuang, endapannya ditambah Iarutan pengapung (sesuai de-
ngan taraf perlakuan) sampai terisi 3 cm di bawah permukaan
tabung.
e) Larutan di dalam masing-masing tabung diaduk sampai
homogen selama 1 menit. Secara hati-hati memakai pipet, tabung
diisi lagi larutan yang sama hingga terbentuk level cembung di
permukaan tabung.
f) Dalam selang waktu tertentu (sesuai dengan taraf perlakuan,
periode opsional) gelas penutup diletakkan di atas permukaan
tabung sedemikian rupa sehingga tidak ada cairan yang ter-
tumpah.
g) Secara hati-hati, gelas penutup diambil dan masing-masing
tabung, diletakkan di atas gelas obyek yang sudah berisi 1 tetes
lugol 1%.
h) Agarpreparat yang dihasilkan dapattahan lebih lama, pinggir
gelas penutupnya dipulas dengan cat kuku.
i) Kemudian, eksperimen dimulai lagi untuk spesimen lainnya
(sesuai dengan aturan randomisasi) sampai semua spesimen
selesai dikerjakan.
j) Seluruh ekspenimen ini menghasilkan 50 buah preparat yang
telah siap diperiksa di bawah mikroskop pembesaran 10 x 10.
6) Tolok Ukur
Menghitung banyaknya parasit usus (semua spesies) yang
ditemukan di seluruh lapang pandang di dalam masing-masing
preparat.
7) Analisis Data
Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel silang,
kemudian dilakukan uji statistik sidik ragam (analisis varian).
Jika terdapat perbedaan yang bermakna di antara penlakuan,
dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan
(9)
.
HASIL
Dalam penelitian ini dapat dideteksi tiga spesies parasit
usus: Ascaris lumbricoides, Taenia spp., dan Trichuris trichiura.
Dengan metode flotasi MgSO
4
proanalisis, telur A. lumbri-
coides, Taenia spp., dan T. trichiura yang dapat diisolasi ber-
jumlah 3384 dengan rataan 676,8, sedangkan dengan metode
flotasi Garam Inggris, telur A. lumbricoides, Taenia spp., dan T
trichiura yang dapat diisolasi berjumlah 3439 dengan rataan
687,8. Dilihat dan periode opsional, dengan metode flotasi
MgSO
4
proanalisis, jumlah telur A. lumbricoides, Taenia spp.,
dan T. trichiura tertinggi 749 dengan rataan 149,8 didapatkan
Cermin Dunia Kedokteran No. 109, 1996
36
Tabel. Tetur A. lumbrwoides, Taenia spp., dan T. trichiura yang dapat
diisolasi
PO
20' 30' 40' 50' 60'
T R
Mp 642 641 749 695 657
3384
676,8
GI 659
626
666
720
768
3439
687,8
T 1301
1267
1415
1415
1425
6823
1364,6
R 130,1
126,7
141,5
141,5
1425
682,3
136,46
Keterangan:
PO = Periode Opsional
Mp = MgSO
4
proanalisis
GI = Garam Inggris
T = Jumlah telur A. Iumbricoides, Taenia spp., dan T. trichiura
R = Jumlah Rata-rata telur A. lumbricoides, Taenia spp., dan T. trichiura
pada periode opsional 40 menit dan terendah 641 dengan rataan
128,2 pada periode opsional 30 menit. Dengan metode flotasi
Garam Inggris , jumlah telur A. lumbricoides, Taenia spp., dan
T. trichiura tertinggi 768 dengan rataan 153,6 didapatkan pada
periode opsional 60 menit dan terendah 626 dengan rataan 125,2
pada periode opsional 30 menit (tabel).
Hasil analisis sidik ragam dan data tersebut di atas, ternyata
tidak ada perbedaan bermakna di antara perlakuan (p > 0,05).
Maka, pengaruh MgSO
4
proanalisis tidak berbeda nyata dengan
pengaruh Garam Inggris terhadap efektivitas pemeriksaan tinja
metode flotasi untuk mendeteksi parâsit usus. Efektivitas pe-
meriksaan yang didapat, baik dengan metode flotasi MgSO
4
pro-
analisis maupun dengan Garam Inggris akan sama untuk semua
taraf periode opsional.
BAHASAN
Pemakaian Garam Inggris (MgSO
4
teknis) sebagai bahan
pengapung dalam pemeriksaan tinja metode flotasi untuk men-
deteksi parasit usus merupakan hal yang baru. Sebelumnya,
bahan pengapung yang dianggap paling efektif adalah MgSO
4
proanalisis dengan BJ 1,250-1,270
(4)
. Bahan pengapung lainnya
yang konvensional: NaCI jenuh, glukosa, dan ZnSO
4
kurang
efektif untuk mendeteksi parasit usus karena tidak dapat meng-
apungkan telur Ascaris infertil dan telur Taenia spp. serta
spesies-spesies TreMatoda
(1,7,10)
.
Penggunaan Garam Inggris sebagai bahan pengapung tam-
paknya punya prospek cukup baik; dalam penelitian ini ternyata
Garam Inggris dapat mengapungkan telur Ascaris infertil dan
telur Taenia spp. dengan sempurna. Hal ini bisa terjadi karena
larutan Garam Inggris yang dipakai BJnya 1,270, sedangkan BJ
telur Ascaris infertil dan telur Taenia spp. rata-rata 1,100-1,200
(7)
.
Tetapi, dalam penelitian ini masih terdapat kelemahan, yaitu
mengenai kondisi sampel. Sampel yang dipakai mestinya
mengandung spesies-spesies parasit usus yang dapat mewakili
ketiga kelompok parasit usus berdasarkan ukuran rata-rata BJ-
nya. Spesies-spesies Protozoa dengan BJ rata-rata di bawah
1,100, spesies-spesies Nematoda dan Cestoda dengan BJ rata-
rata 1,100-1,200, serta spesies-spesies Trematoda dengan BJ
rata-rata di atas 1,200. Sementara sampel dalam penelitian ini
hanya mengandung tiga spesies parasit usus (2 spesies dari
Nematoda dan 1 spesies dan Cestoda), sedangkan dan Protozoa
dan Trematoda belum terwakili. Oleh sebab itu, untuk memper-
oleh gambaran yang lebih representatif, perlu dilakukan peneli-
tian dengan kondisi sampel yang lebih lengkap (mewakili ketiga
kelompok parasit usus).
Mengenai periode opsional, hasilnya tampak berbeda untuk
Garam Inggris dan MgSO
4
proanalisis (tabel). Dengan Garam
Inggris, efektivitas menurun pada 30 menit, kemudian naik terus
sampai pada 60 menit. Dengan MgSO
4
proanalisis, efektivitas
menurun pada 30 menit, lalu naik sampai pada 40 menit, kemu-
dian turun lagi hingga pada 60 menit. Namun, dengan uji sidik
ragam, perbedaan itu tidak bermakna (p > 0,05). Jadi, pada
penelitian in efektivitas pemeriksaan yang didapat baik dengan
Garam Inggris maupun MgSO
4
proanalisis akan sama untuk
semua taraf periode opsional.
KESIMPULAN
1) Dengan bahan pengapung MgSO
4
proanalisis, telur A. lum-
bricoides, Taenia spp., dan T. trichiura yang dapat diisolasi
3384 dengan rataan 676,8.
2) Dengan bahan pengapung Garam Inggris, telur A. lumbri-
coides, Taenia spp., dan T. trichiura yang dapat diisolasi 3439
dengan rataan 687,8.
3) Dilihat dan periode opsional, untuk MgSO
4
proanalisis,
jumlah telur A. lumbricoides, Taenia spp., dan T. trichiura ter-
tinggi 749 dengan rataan 149,8 didapatkan pada periode opsional
40 menit dan terendah 641 dengan rataan 128,2 pada periode
opsional 30 menit. Dengan Garam Inggris, jumlah telur A. lum
bricoides, Taenia spp., dan T. trichiura tertinggi 768 dengan
rataan 153,6 didapatkan pada periode opsional 60 menit dan
terendah 626 dengan rataan 125,2 pada peniode opsional 30
menit.
4) Dengan uji sidik ragam dan data tersebut ternyata tidak ada
perbedaan yang bermakna di antara penlakuan (p > 0,05).
5) Disimpulkan bahwa pengaruh MgSO
4
proanalisis tidak
berbeda nyata dengan pengaruh Garam Inggnis terhadap efekti-
vitas pemeriksaan tinja metode flotasi untuk mendeteksi parasit
usus (A. lumbricoides, Taenia spp., dan T. trichiura). Efektivitas
pemeriksaan yang didapat baik dengan MgSO
4
maupun
Garam Inggris akan sama untuk semua taraf periode opsional.
SARAN/REKOMENDASI
Untuk penelitian yang lebih luas dengan jumlah sampel
yang besar (penelitian lapangan), dianjurkan memakai Garam
Inggris sebagai pengganti MgSO
4
proanalisis dalam pemeriksaan
tinja metode flotasi.
UCAPAN TERIMA KASIH
Ditujukan kepada semua pihak yang telah membantu penelitian ini mulai
dan penyiapan proposal, pengumpulan data, analisis data, hingga tulisan ini
dapat dirampungkan.
KEPUSTAKAAN
1. Belding DL. Textbook of Parasitology. 3th eds. Appleton Century Croft,
New York, 1965.
2. Kagei N. Techniques for measurement of environmental pollution by
Cermin Dunia Kedokteran No. 109, 1996 37
infective eggs of soil-transmitted helminths. Colected paper on the control
of soil-transmitted helminthiases, by APCO research group, 1983; vol. II
27-35.
3. Sumi H. A Floatation method for detection of helminth eggs from soil or
dust. Nissashin Igaku, 1954; 41: 487-494 (in Japanese with English
summary).
4. Sugiyania T. Studies on the technics recovering Ascaris ova with MgSO
4
solution. Japanese J. Parasite, 1958; 7: 343-349 (in Japanese with English
summary).
5. Quin R, Smith HV, Bruce 13G. Girdwood WA. Studies on incidence of
Tozocara and Toxocara spp. ova in environment. A Comparison of floata-
tion procedures for recovering Toxocara spp. ova from soil, J Hyg Camb
1980; 84: 83-89.
6. Chatteijee KD. Parasitology (protozoology and helminthology) in relation
to clinical medicine. 9th eds. Calcutta, 1973.
7. Suzuki N. Color atlas of human helminth eggs. Seamic PubI no.2, Tokyo,
Japan, 1975.
8. Brown HW. Dasar parasitologi klinis. ed. Wita Pribadi. Jakarta: Penerbit
PT Gramedia, 1979.
9. Steel RGD, Torrie JH. Prinsip dan prosedur statistik suatu pendekatan
biometrik. edisi kedua. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia, 1989.
10. Craig and Fausts Clinical Parasitology. 8th ed. Philadelphia: Lea &
Febiger, 1974.
Cermin Dunia Kedokteran No. 109, 1996
38