background image
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Hepatitis Virus G
Dr. Muh Natsir Akil
Peserta Program Pendidikan Doker Spesialis I Bagian Ilmu Penyakit Dalam,
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Ujung Pandang
ABSTRAK
Pada tahun 1995 ditemukan virus hepatitis baru oleh dua kelompok peneliti yang
berbeda yaitu VHG/GBV-C. Virus hepatitis G adalah virus RNA rantai tunggal dari
keluarga flaviviridae, mengandung 2900 asam amino yang dikode oleh 9400 rangkaian
nukleotide dan merupakan virus hepatotropik.
Penularan dapat melalui darah atau produk darah, kontak seksual, jarum suntik,
dan dari ibu ke bayi. Diperkirakan 1,6% donor darah sehat mengandung RNA VHG,
sedangkan Alter MJ dkk di Amerika Serikat mendapatkan 9% RNA VHG positif pada
penderita hepatitis non A-E. Pada negara-negara industri prevalensinya diperkirakan
berkisar 1-2%. Manifestasi klinik HVG sama dengan HVA, HVB, maupun HVC. Virus
hepatitis G tidak mempengaruhi perjalanan klinik, maupun kelainan histopatologik
penderita HVC. Diagnosis berdasarkan gambaran klinik, peningkatan SGPT, bilirubin,
dan ditemukannya RNA VHG pada serum atau jaringan yang terinfeksi. Berespon baik
dengan interferon-
. Berdasarkan manifestasi klinik yang ringan dan kadang tidak
bergejala masih menjadi pertanyaan apakah perlu dilakukan uji saring terhadap donor
darah pengidap RNA VHG.
PENDAHULUAN
Pada tahun 1995 dua kelompok peneliti yang terpisah me-
nemukan virus hepatitis yang baru. Peneliti dari Laboratorium
Abbott mengisolasi 3 virus dari serum tamarin yang telah
diinokulasi dengan serum dari seorang ahli bedah yang men-
derita hepatitis. Oleh karena ahli bedah itu berinisial GB maka
peneliti tersebut memberi nama GB virus A (GBV-A), GB
virus B (GBV-B), dan GB virus C (GBV-C). Mereka menemu-
kan bahwa GBV-A dan GBV-B merupakan virus yang meng-
infeksi binatang, sedangkan GBV-C adalah virus penyebab
hepatitis pada manusia
(1,2)
. Pada saat hampir bersamaan peneliti
dari Genelabs Technologies, Inc., mengumumkan bahwa mere-
ka juga telah menemukan virus hepatitis baru, yang diisolasi
dari serum hepatitis non A, non B dan Genelabs memberi nama
VHG
(1)
.
Rangkaian nukleotide GBV-C dan VHG hampir identik,
yang menunjukkan kedua virus adalah organisme yang sama
dari isolat yang berbeda. Virus hepatitis VHG/GBV-C mem-
punyai 29% asam amino identik dengan virus hepatitis C
(VHC)
(1,2)
. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa VHG
dapat menyebabkan HVG akut maupun HVG kronik
(3,4)
. Pada
saat ini masih relatif sedikit penderita HVG yang telah
diteliti
(1)
.
Virus hepatitis G adalah virus RNA rantai tunggal ber-
kapsul dari keluarga flaviviridae dan struktur genom menyeru-
pai struktur genom VHC yang juga dari keluarga flavivi-
ridae
(1,5,6)
. VHG mengandung 2900 asam amino yang dikode
oleh 9400 rangkaian nukleotide, 5 di ujung merupakan kode
protein struktural (nukleokapsid dan envelop) dan 3 di ujung
yang lain merupakan kode protein nonstruktural dengan fungsi
replikasi (helikase, protease, dan RNA polimerase)
(5)
.
Virus hepatitis G adalah hepatotropik yang bereplikasi di
dalam hati manusia. Penelitian
(7)
di Spanyol mendapatkan dari
7 penderita yang serumnya mengandung RNA VHG, semuanya
Cermin Dunia Kedokteran No. 124, 1999
28
background image
mengandung genom VHG di dalam sampel hatinya
(7)
.
EPIDEMIOLOGI
Pada hepatitis pasca transfusi dan pemeriksaan yang secara
serologik tidak dijumpai virus hepatitis A-E, HGV RNA
ditemukan pertama kali 4-5 minggu setelah transfusi
(8)
.
Penularan VHG adalah melalui darah atau produk darah.
Penelitian terhadap resepien menemukan RNA VHG setelah
mendapat transfusi darah atau produk darah, padahal sebelum-
nya RNA VHG negatif
(4,8)
. Penularan melalui kontak seksual
dapat juga terjadi pada HVG; Penelitian
(9)
di Jepang berhasil
membuktikan penularan melalui kontak seksual pada 2 pen-
derita yang sebelumnya tidak menderita HVG
(9)
. Penularan
HVG melalui alat suntik didapatkan pada penderita yang sering
menggunakan obat-obat adiktif melalui suntikan
(10)
.
Selain penularan secara horisontal, penularan secara
vertikal dari ibu ke bayi atau anak dapat juga terjadi pada HVG.
Feucht dkk (dikutip dari
(9)
) melaporkan pada 3 (33%) dari 9
balita yang lahir dari ibu karier HVG ditemukan RNA VHG
positip, yang menunjukkan penularan secara vertikal dari VHG.
Penelitian Centers for Disease Control and Prevention di
USA menemukan 18% RNA VHG positif dan 80% juga men-
derita HVC di antara penderita hepatitis non A, non B. Diper-
kirakan 1,6% donor darah sehat mengandung RNA VHG
(9)
.
Penelitian oleh Alter MJ dkk
(11)
di Amerika Serikat mendapat-
kan 4 (9%) RNA VHG positif dari 45 penderita hepatitis non
A-E. Pada negara-negara industri prevalensinya diperkirakan
berkisar 1-2%
(1)
.
Sedangkan penelitian oleh Handajani R dkk
(12)
di Indonesia
mendapatkan prevalensi RNA VHG positif pada penderita yang
menjalani hemodialisis 21,7%, penyakit hati menahun 5,8%,
karsinoma hepatoseluler 28,6% dan donor darah sehat 22,2%.
Penelitian oleh Masuko K dkk
(13)
di Jepang mendapatkan angka
yang lebih rendah yaitu 3,1% pada penderita yang menjalani
hemodialisis dan 0,9% pada donor darah sehat.
GAMBARAN KLINIK DAN PEMERIKSAAN LABORA-
TORIUM
Gambaran klinik HVG akut sama dengan gambaran klinik
yang terjadi pada hepatitis virus A (HVA), HVB, dan HVC
akut
(11)
. Di Amerika Serikat dilaporkan dari 4 penderita HVG
akut, semuanya berumur kurang dari 30 tahun, 3 di antaranya
timbul ikterus dan sebelumnya memperlihatkan gejala-gejala
prodromal hepatitis berupa kelemahan, mual, dan hilangnya
nafsu makan. Terdapat peningkatan bilirubin, SGPT seperti
pada HVC (Tabel 1).
Penelitian lain pada penderita HVG akut pasca transfusi,
mendapatkan dari 3 orang penderita HVG akut ketiganya
mengalami infeksi ringan dengan peningkatan kadar serum
glutamik piruvat transaminase (SGPT) kurang dari 230 u/l,
tidak ada ikterus dan tidak ada gejala ekstrahepatik (Tabel 2).
Lamanya penyembuhan berbeda-beda, satu penderita sembuh
sempurna dengan kadar SGPT kembali normal setelah 12
minggu dan RNA VHG menghilang dalam darah setelah 40
minggu.
Tabel 1. Demographic and clinical characteristic of patients with acute
non-A, non-B hepatitis according to their HGV and HCV
infection status.
Characteristic
HGV
alone
(N: 4)
HCV
alone
(N : 93)
HCV
and HGV
(N : 23)
Non A-G
(N: 41)
(N : 23)
Chi-
Square
P value
Age - no. (%o)
7.70
0.05
< 40 yr
4(100)
63(68)
18(78)
21(51)
40 yr
0 30(32)
5(22)
20(49)
Median-yr
27 34 31 39
Range-yr 10-39 18-80 19-97 20-83
Sex-no.
(%)
5.03
0.17
Male 2(50)
36(39)
14(61)
22(54)
Female 2(50)
57(61)
9(39)
19(46)
Race-no.
(%)
7.51
0.06
White 1(25)
68(73)
17(74)
23(56)
Non White
3(75)
25(27)
6(26)
18(44)
Alanine amino-
transferase
level 16 times
the upper level
of normal-no.
(%)
3(75)
66(71)
17(74)
12(29)
23.15
<0.001
Median-U/liter
1680 1410 1673 335 -
<
0.01
Range-U/liter 200-3240 122-7375 630-2630 179-4410
Bilirubin-mg/dl
Median 9.6 4.1 4.5 3.6 -
>
0.05
Range
0.6-30.9 0.5-25.5 0.8-18.6 0.4-18.7
Hospitalized
for acute
illness-no. (%)
1(25)
15(16)
3(13)
14(34)
6.61
0.08
Chronic hepa-
titis-no. (%)
0
50(60)
14(61)
12(32)
13.24
< 0.01
Persistent HGV
infection-no.
(%)
3(75)
-
20(87)
-
Dikutip dari : Alter MJ, Gallagher M, Morris TT, et al : Acute non A-E
hepatitis in the United States and the role of G virus infection. N Engl J Med;
336 : 743, 1997
(4)
.
Kalaupun HVC terdapat bersama-sama dengan HVG,
perjalanan penyakit HVC tidak diperberat oleh adanya infeksi
VHG, demikian juga VHG tidak berpengaruh pada kelainan
histopatologik penderita HVC
(16)
. Penelitian di Jepang juga
Tabel 2. Severity of infection with HGV alone, as compared with the
other types of infectionifn the study patients.
Infection agent
Variable
HGV Alone
(N=3)
HCV Alone
(N=56)
HGV And
HCV (N=6)
Non A-G
Virus (N=10)
Alanine aminotrans-
ferase
Mean peak value-
U/liter
198
726
724
418
>l0x upper limit of
normal-no. (%)
0
46 (82)
5 (83)
2 (20)
>15x upper limit of
normal-no. (%)
0
27 (48)
3 (50)
2 (20)
Chronic elevation-no.
(%)
2 (67)
40 (71)
3 (50)
3 (30)
Jaundice-no. (%)
0
18 (32)
2 (33)
0
Mean Peak Bilirubin-
mg/dl
0.87 3.14 3.97 1.18
Dikutip dari : Alter HJ, Nakatsuji Y, Melporder J, et al : The incidence of
transfusion-associated hepatitis G virus infection and its relation to liver
disease. N Engl J Med; 336: 750, 1997
(2)
.
Cermin Dunia Kedokteran No. 124, 1999 29
background image
mendapatkan tidak ada pengaruh VHG terhadap perjalanan
klinik dan virologi maupun respon terhadap pengobatan inter-
feron-
penderita HVC
(17)
. Rekurensi dan progresi HVC sete-
lah transplantasi hepar tidak dipengaruhi oleh ko-infeksi
VHG
(3,18)
. Belum ada data mengenai kelainan histopatologi
penderita yang hanya menderita HVG
(19)
.
Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa tidak ada hubung-
an antara adanya viremia VHG dengan gambaran klinik mau-
pun hasil laboratorium pada penderita tanpa faktor resiko
penularan secara parenteral
(15)
.
Peranan VHG sebagai penyebab hepatitis fulminan masih
dalam penelitian
(16)
; dari 22 penderita hepatitis fulminan di
Jerman, 11 (50%) ditemukan RNA VHG positif dalam serum-
nya
(16)
. Sedangkan di Jepang, 3 dari 6 penderita hepatitis
fulminan RNA VHG positif
(20)
.
Penelitian mengenai perlangsungan kronik HVG men-
dapatkan hasil yang berbeda-beda. Penelitian di Amerika
Serikat mendapatkan dari 4 penderita HVG tidak ada yang
mengalami perlangsungan kronik secara biokimia selama peng-
amatan 1-9 tahun
(11)
. Hasil penelitian yang sama juga didapat-
kan di Spanyol; VHG tidak berperanan terhadap terjadinya
penyakit hati kronik
(17)
. Alter HJ dkk
(14)
di Amerika Serikat
mendapatkan hasil yang berbeda; pada penelitiannya, 2 dari 3
penderita HVG mengalami persistensi peningkatan SGPT
(Tabel 2).
Belum ada penelitian prospektif yang dapat memperlihat-
kan kelainan histopatologi HVG akut sampai terjadinya ber-
bagai tahap dari hepatitis kronik, sirosis, karsinoma hepato-
seluler, seperti yang diperlihatkan pada HVC
(21)
.
Pemeriksaan laboratorium untuk mendiagnosis HVG saat
ini dengan polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi
RNA virus pada serum atau jaringan yang terinfeksi
(1)
. Per-
cobaan untuk mendeteksi antibodi yang cocok, pada saat ini
sementara dikembangkan. Penelitian di Jerman mendapatkan
respon imun humoral terhadap protein E2, yang merupakan
protein yang terdapat pada permukaan VHG dan dihubungkan
dengan hilangnya viremia VHG. Dengan demikian antibodi E2
spesifik dapat menjadi petanda yang dapat membantu untuk
menentukan kesembuhan dari HVG
(22)
.
Kebanyakan penderita yang diterapi dengan interferon-
mengalami penurunan kadar RNA-HGV dalam serum selama
pengobatan. Penelitian di Jepang mendapatkan penurunan level
RNA VHG pada 9 dari 10 penderita HVG yang diberikan
interferon-
(17)
.
Berdasarkan dari gejala klinik yang ringan dan kadang-
kadang tanpa gejala, menjadi pertanyaan apakah perlu dilaku-
kan skrining terhadap donor yang mengandung RNA VHG.
30
KEPUSTAKAAN
1.
Di Bisceglie AM. Hepatitis G virus infection : A work in progress. An
Intern Med. 1996; 125 : 772-3.
2. Mc Donnell WM, Lok ASF GBV-C and HGV : A new hepatitis virus
Gastroenterology 1996; 111 : 1776-8.
3.
Cotler SJ, Greth DR, Bronner MP et al. Hepatitis virus co-infection does
not alter the course of recurrent hepatitis C virus co-infection
transplantation recepients. Hepatology 1997; 26 : 432-6.
4. Mc Arthy M. Hepatitis agent cloned and designated hepatitis G virus.
Lancet 1996; 347 : 313.
5.
Isselbacher KJ, Dienstag Jl. Acute viral hepatitis, in Harrison's Frinciples
of Internal Medicine, 14
th
ed. Fauci, Braunwald, Isselbacher et al (eds), M
Graw Hill, Toronto, 1998; 1677-92.
6.
Miyakawa Y, Mayumi M. Hepatitis G virus - A true hepatitis virus or a
accidental tourist? N Engl J Med. 1997; 336 : 795-6.
7.
Madejon A, Fogeda M, Bartolomew J et al. GB virus C RNA in serum
liver, and peripheral blood mononuclear cells from patients with chroni
hepatitis B, C, and D. Gastroenterology 1997; 113 : 573-8.
8.
Jarvis LM, Davidson F, Hanley JP et al. Infection with hepatitis G virus
among recipients of plasma products. Lancet 1996; 348 : 1352-5.
9. Tanakan E, Nakatsuji Y, Kobayashi M. et al. Two patients with acute
hepatitis B with suspected sexual transmission of hepatitis G virus.
Gastroenterology 1998; 33 : 419-23.
10. Aikawa T, Sugai Y, Okamoto H. Hepatitis G infection in drug abusers
with chronic hepatitis C. N Engl J Med. 1996; 334 : 195-6.
11. Alter MJ, Gallagher M, Morris TT et al. Acute non A-E hepatitis in th
United States and the role of hepatitis G virus infection. N Engl J Med.
1997; 336; 741-6.
12. Handajani R, Soecipto, Soemarto R et al. Epidemiological studies of
hepatitis G virus in Surabaya-Indonesia and Chiang Mai-Thailand.
Abstrak Pertemuan llmiah Nasional PPHI-PGI-PEGI IX; Surabaya 12-15
September 1997, 48.
13. Masuko K, Mitsui T, Iwano K et al. Infection with hepatitis GB virus C in
patient on maintenance hemodialysis. N Engl Med. 1996; 334 : 1485-91.
14. Alter HJ, Nakatsuji Y, Melporder J, et al. The incidence of transfusion
associated hepatitis G virus infection and its relation to liver disease. N
Engl J Med. 1997; 336 : 747-54.
15. Feucht HH, Zollner B, Polywka S et al. Distribution of hepatitis G vire
mia and antibody response to recombinant proteins with special regard
risk factors in 709 patients. Hepatology 1997; 26 : 491-4.
16. Heringlake S, Osterkamp S, Trautwein C et al. Association between
fulminant hepatic failure and a strain of GBV virus C. Lancet 1996; 348 :
1626-9.
17. Tanaka E, Alter HJ, Nakatsuji Y et al. Effect of hepatitis G virus infection
on chronic hepatitis C. Ann Intern Med. 1996; 125 : 740-3.
18. Berenguer M, Terrault NA, Piatak M et al. Hepatitis G virus infection in
patients with hepatitis C virus infection undergoing liver transplantation.
Gastroenterology 1996; 111 : 1569-75.
19. Bralet MP, Thoraval FR, Pawlotsky JM et al. Histopatologic impact of GB
virus C infection on chronic hepatitis C. Gastroenterology 1997; 112 :
188-92.
20. Yoshiba M, Okamoto H, Mishiro S. Detection of the GBV-C hepatis virus
genome in serum from patients fulminant hepatitis of unknown etiology.
Lancet 1995; 346 : 1131-2.
21. Alter FU : The cloning and clinical implications of HGV and GBV C. N
Engl J Med. 1996; 334 : 1536-7.
22. Tacke M, Kiyosawa K, Stark K, et al. Detection of antibodies to a
putative hepatitis G virus envelope protein. Lancet 1997; 349 : 318-20.
A brother is a friend provide by nature
Cermin Dunia Kedokteran No. 124, 1999