background image
HASIL PENELITIAN
Efektivitas Extra Joss
®
dalam Memperbaiki Kinerja
Ketahanan Kerja
Dr Nusys E Ismail, MS*, Dr Rana Suheryanto, MS", Dr Sunderi Kustomo, MS·, Dr Wudangadl JB Hsrsono, MS
.
*Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Fakultas Pasca Sarjana Universitas Indonesia -
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta
Departemen Kesehatan RI, Jakarta
ABSTRACT
Extra Joss
.
, a health drink is claimed by the manufacturer to be able to improve
endurance performance and also eliminate tiredness. To prove the claim, a randomized
double blind placebo controlled clinical trial (cross over design) was carried out on 61
male workers.Thirty minutes after the workers drank Extra Joss or Placebo, Pauli Test
and Run Test were conducted.
This study reveals that Extra Joss increased the "total score" and "true score" of
Pauli Test by 21.79% (p<0,001) and 22.23% (p<0,007) respectively; and the Run Test
by 31.23% (p<0,00I).
Conclusion : Extra Joss® can improve endurance performance, either muscle or
intellectual work
PENDAHULUAN
Pada saat ini banyak minuman kesehatan yang dipasarkan
dan dipromosikan dengan gencar; mengklaim mempunyai
khasiat bennacam-macam, yang kadang-kadang berlebihan dan
belum terbukti kebenarannya. Klaim-klaim tersebut di antaranya
adalah dapat menghilangkan kelelahan, meningkatkan ketahanan
kerja (endurance), meningkatkan kewaspadaan, alertness dan
menambah energi.
Salah satu minuman kesehatan yang banyak dikonsumsi di
Indonesia saat ini adalah Extra Joss. Minuman kesehatan ini
cukup banyak dikonsumsi masyarakat karena harganya yang
relatif murah dan promosinya sangat gencar. Extra Joss antara
lain mengklaim dapat meningkatkan ketahanan kerja dan
menghilangkan kelelahan, meskipun tidak ada bukti/hasil
penelitian yang menyatakan kebenaran hal itu.
Bahan aktif atau yang diduga aktif pada Extra Joss® adalah
Tzarina (100 mg per sachet), Inositol (50 mg), Vitamin B
1
(10
mg), Vitamin B2 (5 mg), Nikotinamid (20 mg), Vitamin B
6
(5
mg), Kafein (50 mg), Ginseng (20 mg), dan Madu (q.s.).
1
Taurine adalah asam amino yang penting untuk menstabilkan
membran sel dan memelihara sel-sel otak dan sel-sel saraf
lainnya, serta dapat meningkatkan fungsi kognitif. Taurine juga
membantu pergerakan ion Kalium, Natrium, Kalsium, dan
Magnesium keluar masuk sel, sehingga ikut berperan dalam
penghantaran impuls sel saraf.
2,3,4
Inositol adalah salah satu vi-
tamin yang termasuk vitamin B kompleks yang di dalam tubuh
diubah menjadi Inositol Trifosfat. Inositol Trifosfat berfungsi
sebagai second messenger di dalam sel yaitu dengan merangsang
pelepasan ion kalsium dari tempat penimbunannya di dalam sel
(5,6)
. Vitamin B
1
, B
2
, B
3
, dan B
6
, adalah vitamin yang
dibutuhkan sebagai koenzim pada metabolisme zat-zat gizi
untuk menghasilkan energi
5,6
. Kafein adalah stimulan Susunan
Saraf Pusat yang kuat yang dapat meningkatkan alertness,
menghilangkan rasa mengantuk, menghilangkan rasa lelah, dan
meningkatkan konsentrasi
7
.
Ginseng (Panaxginseng CA Meyer)
adalah suatu adaptogen yang dapat menghilangkan rasa lemas,
dan dapat mempengaruhi status fisik maupun psikis. Ginseng
juga merupakan suatu tonik dan penghilang rasa lelah
(8,9,10)
.
Madu banyak mengandung glukosa dan fruktosa yang
merupakan sumber energi bagi semua sel tubuh
11,12
.
Melihat profil masing-masing komponen bahan aktif Extra
Joss tersebut di atas, klaim untuk meningkatkan ketahanan kerja
memang cukup relevan, tetapi perlu dibuktikan apakah kombinasi
dari komponen-komponen tersebut memang efektif.
Cermin Dunia Kedokteran No. 121, 1998 41
background image
Penelitian ini bertujuan membuktikan Extra Joss dalam
memperbaiki kinerja ketahanan kerja (endurance performance)
sehingga memperlambat terjadinya kelelahan.
BAHAN DAN CARA
Bahan
Disain penelitian ini adalah Randomized Double Blind,
Placebo Controlled Clinical Trial, Cross Over Design. Extra
Joss® yang digunakan sesuai dengan yang ada di pasaran,
sedangkan sebagai plasebo dibuat serbuk effervescent dengan
wama dan rasa yang sama dengan Extra Joss tanpa mengandung
bahan-bahan aktif/bahan yang diduga aktif. Baik Extra Joss
maupun plasebo dilarutkan dalam segelas air (±200 ml) Populasi
penelitian ini adalah pare karyawan yang bekerja di suatu
perusahaan manufaktur di Jakarta. Ukuran sampel ditentukan
berdasarkan rumus ukuran sampel minimum sebagai berikut:
2
2
n
= ------------
X
f
(,)
2
1
)
2
Batas kemaknaan () = dan power (l-)=90%.
Berdasarkan minus tersebut didapatkan jumlah sampel
minimum = 60. Sampel / orang percobaan yang diikutsertakan
dalam penelitian ini adalah karyawan berjenis kelamin pria, usia
produktif (18 - 55 tahun), tidak mempunyai cacat fisik
(ekstremitas, mata, dan tetinga), tidak buta huruf / angka, bukan
pecandu minuman berkafein, tidak menderita hiperasiditas
lambung, tidak menderita hipertensi atau penyakit jantung
koroner, dan bukan pecandu obat-obatan perangsang SSP. Pada
hari penelitian orang tidak sedang dalam pengobatan dengan
obat perangsang SSP. Berdasarkan kriteria di atas, 61 orang
memenuhi syarat untuk mengikuli penelitian ini.
Cara
Untuk menguji kinerja ketahanan kerja / tidak cepat lelah,
dilakukan Uji Pauli
13
dan Uji Lari.Uji Pauli dilakukan sesuai
standar di mana variabel yang dianalisis adalah skor total yaitu
jumlah angka yang berhasil dijumlahkan oleh peserta dalam
waktu 60 menit; dan skor yang benar yaitu jumlah angka yang
berhasil dijumlahkan dengan benar oleh peserta, Uji Lari
dilakukan dengan menyuruh orang percobaan lari secepat-
cepatnya dan jarak yang dapat ditempuh dicatat dalam satuan
meter. Sebelum dilakukan uji, dilakukan anamnesis dan
pemeriksaan jasmani untuk mengetahui apakah orang percobaan
memenuhi persyaratan. Sampel penelitian dibagi menjadi dua
kelompok secara acak, masing-masing 31 dan 30 orang. Pada
kelompok pertama, x 30 menit sebelum dilakukan uji (baik Uji
Lari maupun Uji Pauli) orang percobaan diberi minum satu sa-
chet Extra Joss. Pada kelompok kedua, x 30 menit sebelum
dilakukan uji (baik Uji Lari maupun Uji Pauli) orang percobaan
diberi minum Plasebo. Uji Pauli dan Uji Lari dilakukan pada
hari yang berbeda. Dipilih waktu 30 menit setelah minum Extra
Joss atau Plasebo, karena mempertimbangkan absorpsi minuman
di dalam saluran cerna; selain itu, mula kerja kafein menurut
literamr adalah 5 - 90 menit setelah diminum
(7)
.
Satu minggu
kemudian kedua kelompok tersebut ditukar (cross over) dan
dilakukan uji yang sama (Uji Pauli dan Uji Lari).
Analisis data dilakukan dengan menggunakan t berpasangan
(paired t test, 2 arch /2tail) dan uji korelasi Pearson (2 arah).
HASIL PENELITIAN
Dari 61 orang peserta penelitian, ternyata semuanya dapat
mengikuti penelitian ini sampai selesai. Umur rata-rata
ke-61 orang tersebut adalah 27 tahun (95% CI 24,8-29,2). Dari
distribusi umur peserta, tenyata sebagian besar peserta
penelitian ini adalah orang muda.
Pada Uji Lari, jarak tempuh rata-rata ketika minum
Plasebo 730 meter (95% CI 651,4 - 809,6 meter) sedangkan
ketika minum Extra Joss® 958 meter (95% CI 874,3 - 1041,7).
Perbedaan jarak tempuh rata-rata sebesar 228 meter (95% CI
156,2 - 300,0) ini secara statistik bermakna (uji t berpasangan
: t = 6,35; df = 60 ; p < 0.001). Dengan Uji Korelasi Pearson
untuk mengetahui hubungan antara umur dengan peningkatan
jarak tempuh (Extra Joss dibandingkan dengan Plasebo)
didapatkan nilai koefisien korelasi r =+0,15 (95% CI - 0,11 - +
0,39; t = 1,17; df = 59; p > 0,10).
Pada Uji Pauli, ketika minum Plasebo skor total rata-rata
yang dicapai adalah 2464 (95% CI 2286- 2642) sedangkan skor
yang benar rata-rata 2427 (95% CI 2245 - 2609). Ketika minum
Extra Joss skor total rata-rata 3001 ( 2798-3204 ), sedangkan
skor yang benar rata-rata 2969 (2764 - 3174). Peningkatan
skor total rata-rata sebesar 537 (95% CI 450 - 634). Kedua
peningkatan tersebut secara statistik bermakna (uji berpasangan
: t = 11,51 untuk skor total dan t = 11,79 skor yang benar; df;
p < 0,001. Dengan Uji Korelasi Pearson untuk mengetahui
hubungan antara umur dengan peningkatan skor total yang
dicapai (Extra Joss dibandingkan Plasebo) didapatkan nilai
koefisien korelasi r = - 0,013 (95% CI -0,26 -+0,24; t =-0,099;
df = 59; p > 0,10); sedangkan untuk hubungan antara umur
dengan perbedaan skor yang benar didapatkan koefisien korelasi
r = - 0,012 (95% Cl -0,26 -+0,24; t=-0,092; df= 59; p> 0,10).
PEMBAHASAN
Kinerja ketahanan kerja (endurance performance)
dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor genetika,
jenis kelamin, umur,faktor lingkungan (suhu, ketinggian, tekanan
udara,polusi), faktor psikis, latihan (training), makanan, ambilan
oksigen (ventilasi paru, curah jantung), dan sebagainya.
14,15
.
Semua faktor-faktor tersebut akut mempengaruhi proses
pembentukan energi.
Salah satu bahan aktif Extra Joss® adalah Kafein telah ter-
bukti menimbulkan efek positif pada endurance performance
15
.
Efek ergogenik dari kafein ini diduga berkaitan dengan peran
kafein dalam mobilisasi asam lemak bebas yang merupakan
bahan baku untuk sistem aerobik. Karena itu kafein mempunyai
glycogen-sparing effect yaitu menyebabkan lebih banyak lemak
dibakar untuk menghasilkan energi, dan mengurangi penggunaan
glikogen. Glycogen-sparing akan mengurangi kelelahan otot
(15)
.
Kafein juga dapat memfasilitasi transpor ion kalsium ke dalam
sel sehingga berperan dalam proses kontraksi
otot
(7)
. Efek
Cermin Dunia Kedokteran No. 121, 1998
42
background image
farmakologik lainnya dari kafein antara lain merangsang SSP,
dan meningkatkan curahjantung. Seperti telah disebutkan di atas,
kedua hal ini juga mempengaruhi endurance performance.
Ekstrak ginseng, yang merupakan bahan aktif Extra Joss,
mengandung lebih dari 200 macam zat kimia, dan bahan aktif
yang terdapat pada ekstrak ginseng antara lain adalah ginsenosida
yang terdiri dari protopanaxadiol dan protopanaxatriol.
Ginseng telah terbukti dapat memperbaiki kinerja, kewaspadaan,
daya konsentrasi, menambah nafsu makan, dan menyegarkan
tubuh
8,9,10
.
Taurine merupakan asam amino yang berperan pada
penghantaran impuls-impuls sel saraf, sehingga bila ada
rangsangan dari SSP maka rangsangan ini akan diteruskan
dengan cepat ke sel-sel efektor
2,3,4
.
Vitamin-vitamin B yang ada dalam Extra loss yaitu B
1
,B
2
,
B
3
, B
6
,dan inositol. Tiamin (Vitamin B
1
) di dalam tubuh akan
diubah menjadi tiamin pirofosfat yang berfungsi dalam
metabolisme karbohidrat sebagai koenzim pada dekarboksilasi
asam a-keto hexose monophosphate shunt (HMP shunt)
5.6
.
Riboflavin (Vitamin B
2
) di dalam tubuh akan bereaksi dengan
ATP membentuk flavin mononukleotida (FMN) dan flavina
adenin dinukleotida (FAD). FMN dan FAD berperan penting
pada metabolisme sebagai koenzim untuk banyak macam
flavoprotein, beberapa di antaranya adalah flavoprotein yang
mengandung logam (misalnya xantin oksidase) 55,6.
Nikotinamid (vitamin B
5
) berfungsi di dalam tubuh setelah
dikonversi menjadi nikotinamid adenin dinukleotida (NAD)
dan nikotinamid adenin dinukleotida fosfat (NADP). NAD dan
NADP berperan pada metabolisme protein yaitu mengkatalisis
reaksi reduksi-oksidasiyang penting padarespirasijaringan
5,6
Pi-
ridoksin (B
6
), dalam bentuk piridoksal fosfat berfungsi sebagai
koenzim pada metabolisme asam amino, yaitu pada reaksi
transaminasi, dekarboksilasi, dan rasemisasi
(5.6)
.
Inositol di dalam
tubuh terdapat dalam bentuk fosfatidil-inositol yang merupakan
komponen dari fosfolipid membran sel dan lipoprotein plasma.
Derivat fosfat dari inositol (misalnya inositol trifosfat)
dilepaskan dari fosfolipid membran sel sebagai respons
terhadap berbagai macam hormon, autakoid, dan
neurotransmiter. Inositol trifosfat berfungsi sebagai second
messenger intrasel yaitu merangsang pelepasan ion kalsium
dari tempat penimbunannya di dalam sel
(16)
. Jadi, Extra Joss
mengandung berbagai macam vitamin B yang merupakan
vitamin-vitamin yang dibutuhkan sebagai koenzim untuk
menghasilkan energi atau sebagai second messenger di dalam
sel (
5.6)
,
sehingga juga berperan dalam mempengaruhi en-
durance performance" Bahan yang akan dibakar untuk
menghasilkan energi juga ada di dalam Extra Joss, yaitu berupa
madu yang kaya akan glukosa dan fruktosa. Komposisi Extra
loss merupakan suatu komposisi yang ideal. Kafein dan gin-
seng bekerja secara sinergistik untuk meningkatkan kinerja
ketahanan kerja. Taurine dan inositol membantu pergerakan ion
sehingga berperan pada penghantaran impuls-impuls sel saraf
maupun otot, juga membantu pergerakan ion kalsium sehingga
berperan pada kontraksi otot yaitu pada proses excitation
contraction coupling. Selain itu, untuk meningkatkan ketahanan
kerja dan untuk berkontraksinya otot diperlukan energi yang pada
Extra Joss dapat berasal dari madu (yang kaya akan fruktosa
dan glukosa), yang pembakarannya memerlukan koenzim
yang berasal dad Vitamin B
1
, B
2
, B
3
, dan B
6
. Pada penelitian
ini hal tersebut terbukti dari hasil Uji Lari maupun Uji Pauli,
yang hasilnya lebih tinggi ketika minum Extra Joss
dibandingkan ketika minum plasebo.
Pada Uji Pauli skor total rata-rata yang dicapai peserta ketika
minum Extra loss dibandingkan dengan ketika minum Plasebo,
meningkat sebesar 537 atau 21,79%; sedangkan skor yang benar
rata-rata menirgkat sebesar 542 atau 22,33%. Pada Uji Pauli,
diperlukan koordinasi yang bail( antara kerja otak dan kerja
otot. Pada uji ini orang yang mudah lelah akan mencapai skor total
yang lebih rendah daripada orang yang tidak mudah lelah.
Demikian pula kelelahan akan menyebabkan lebih banyak
kesalahan dalam menjumlahkan angka, sehingga skor yang benar
akan lebih leech. Dari penelitian ini terbukti bahwa Extra Joss
dapat menghilangkan atau setidaknya menunda terjadinya
kelelahan, sehingga terdapat peningkatan skor total maupun skor
yang benar, yang secara statistik bermakna (p < 0,001).
Hubungan antara umur dengan peningkatan skor (baik
skor total maupun skor yang benar menunjukkan korelasi
(korelasi sangat lemah), yaitu -0,013 (untuk skor total) dan
-0,012 (untuk skor yang benar). Korelasi negatif ini menunjukkan
bahwa makin tinggi usia peserta, peningkatan skor yang
dicapai makin rendah. Namun demikian, korelasi ini secara
statistik tidak bermakna (p > 0,10).
Pada Uji Lari, jarak tempuh rata-rata ketika minumExtra
Joss dibandingkan dengan ketika minum Plasebo
berbeda 228 meter atau 31,23%. Perbedaan ini cukup tinggi
dan secara statistik bermakna (p<0,001). Hal ini menunjukkan
bahwa pada Uji Lari, Extra Joss terbukti efektif dalam
memperbaiki kinerja ketahanan fisik pan pesertapenelitian,
sehingga mereka dapat menempuh jarak yang lebih jauh.
Hubungan antara umur pesertadengan peningkatan jarak
tempuh menunjukkan korelasi positif meskipun lemah
(koefisien korelasi Pearson +0,15) yang menunjukkan makin
tua usia peserta, makin besar peningkatan jarak tempuh bila
minum Extra Joss. Namun demikian perbedaan ini secara
statistik tidak bermakna (p > 0,10).
Variabel-variabel lain yang mungkin mempengaruhi hasil
penelitian dikontrol dengan dipilihnya sampel dengan
berpasangan (cross over design) dan alokasi sampel secara
acak (yang mendapatkan Plasebo dulu atau Extra Joss®).
KESIMPULAN
Extra Joss® terbukti dapat memperbaiki kinerja ketahanan
kerja (endurance performance) baik kerja otot (Uji Lari) maupun
kerja otak (Uji Pauli). Pada Uji Lari, Extra Joss meningkatkan
jarak tempuh sebesar 31,23% (p<0,001) dan pada Uji Pauli
Extra Joss meningkatkan skor total sebesar 21,79% (p<0,001)
dan skor yang benar sebesar 22,33% ((p<0,001). melihat
komposisinya, efek peningkatan kinerja ketahanan kerja oleh
Extra Joss mempakan resultan dari semua bahan aktif yang
terkandung di dalamnya. Kafein (perangsang SSP) dan ginseng
bekerja secara sinergistik untuk meningkatkan kinerja ketahanan
kerja. Kafein juga dapat memfasilitasi transpor ion kalsium ke
Cermin Dunia Kedokteran No. 121, 1998 43
background image
dalam sel. Taurine dan inositol membantu pergerakan ion
sehingga berperan dalam penghantaran impuls-impuls sel saraf
maupun otot, juga membantu pergerakan ion kalsium sehingga
perperan pada kotraksi otot yaitu pada proses exaltation
contraction coupling. Selain ion, untuk meningkatkan ketahanan
kerja dan untuk berkontraksinya otot dipedukan energi yang pada
Extra loss dapat berasal dari madu (yang kayo akan fruktosa
dan glukosa), yang pembakarannya memerlukan koenzim yang
berasal dari vitamin B
1
, B
2
, B
3
dan B
6
.
KEPUSTAKAAN
1. Bintang Toedjoe. Vademecum, Jakarta : Bintang Toedjoe, tt.
2. Anonim Taurine : Good for many things. Http : //www.tex-is.net/users/
keking/Taurine, html.
3. Jacobs JG, Smith W. Biochemistry and physiology of taurine and tau-
rine derivatives. Physiol Rev 1986; 48 : 424­511.
4. Schaffer
SW,
Kocsis JJ. Taurine : research surges after 1% years. Am
Pharm. 1979; 19(21) :36­6
5. Bennet DR, Proudfit CM, Dickinson BD, et al. AMA Drug Evaluation
Annual 1993. Chicago : Am Mad 1992; 2109 - 31.
6. Marcus R, Coulston AM. Water Soluble Vitamins. In: Goodman Gilman
A. Rall TW, Nies AS Taylor P, eds. The Pharmacological Basic of Thera-
peutics. 8
th
ed. New York: McGraw-Hill Inc, 1992; (2): 1530­ 52.
7. Abbott FM, Abernethy D, Akalin HE, et al. Caffeine. In : Dollery SC,
Goods AR, Burley D, et al, eds. Therapeutic Drugs. Edinburgh: Churchill
Livingstone, 1991; (I) : C3­C6.
8. Owen RT. Ginseng : a pharmacological profile Drugs of today 1981; 17
(8):343­51.
9. Barna. P Food or drug? The case of ginseng. Lancet 1985; September
7 : 548.
10. Staba EJ. Ginseng. Lancet 1985; December 7 : 1309­10.
11. Reynolds JEF, Parfitt K. Persons AV, Sweetman. SC Martindale. The
Extra Pharmacopoeia. 31
st
ed. London : Royal Pharmaceutical Society,
1996; 1366.
12. Anonim. About honey. http ://www.honeybee.com.au/Honey.html
13. Utomo,AB. Pauli. In : Utomo AB, ed. Psikodiagnostik. Bandung : Biro
Psikologi Persona. 1996; 30­4.
14. Astrand PO Rodahl K. Textbook or Work Physiology. 3
rd
ed . New York :
McGrawHill Book Camp. 1986; 295­8.
15. Fox EJ, Bowers RW, Foss ML The Psysiological
Basis of Physical Edu-
cation and Athletics. 4
th
ed. Philadelphia : Saunders College Publisbing
1988; 635,642.
ABSTRAK
Untuk membuktikan efektifitas suatu minuman kesehatan (Extra Joss®) dalam
memperbaiki kinerja ketahanan kerja/endurance performance, pada 61 orang percobaan
dilakukan penelitian dengan disain Randomized Double Blind Placebo Controlled
Clinical Trial, cross over design. Tiga puluh menit welsh minum Extra Joss® atau
Plasebo, dilakukan uji Pauli (kerja otak dan otot) dan Uji Lari (kerja otot).
Pada penelitian ini Extra loss ternyata meningkatkan hasil Uji Pauli, yaitu
peningkatan skor total sebesar 21,79% (p<0,001) dan skor yang benar sebesar 22,33%
(p<0,001). Paola Uji Lari, Extra Joss meningkatkan jarak tempuh 31,23% (p<0,001).
Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa Extra Joss dapat memperbaiki kinerja
ketahanan kerja, baik kerja otot maupun kerja otak.
Cermin Dunia Kedokteran No. 121, 1998
44