Catatan singkat
Kontrol dari muntah pada anak-anak merupa-
kan tuatu tujuan yang sangat beralasan, tidak saja
karena hal ini merupakan gejala
yang
mengkhawa-
tirkan tetapi dapat juga
menyebabkan
ke-
adaan yang tidak diinginkan yaitu gangguan kete-
imbangan cairan dan elektrolit.
Antihistamin dan barbiturat merupakan obat
yang cukup dikenal dan sering sekali dipakai. Da-
lam bentuk kombinasi, kedua macam obat ini se-
ring dipergunakan terutama untuk tujuan antieme-
tik.
SCHWARTZ
et al melaporkan terjadinya toksik
encephalophatia akibat penggunaan antihistamin
dan barbiturat untuk tujuan antiemetik. Suatu ke-
adaan gangguan kesadaran, iritable dan ataksia ter-
jadi pada tujuh anak yang berumur kurang dari li-
ma tahun, sesudah pemberian kombinasi pento-
barbital dan pyrilamine maleate untuk tujuan
antiemetik. Tiga dari ke tujuh penderita tersebut
diberikan dosis tidak melebihi apa yang dianjur-
kan oleh produsen. Dikatakan bahwa semua pen-
derita sembuh tanpa meninggalkan gejala sisa se-
telah pemakaian obat dihentikan.
SCHWARTZ et aI
Am JDis Child
132:37--39, 1978.
Dewasa ini banyak beredar kosmetik pewarna
rambut di negara kita, ada yang dalam bentuk
shampoo, cream, spray dan sebagainya. Berbagai
macam iklan dapat kita baca disurat-surat kabar,
majalah, televisi serta mats-media lain dengan
poster-poster yang sangat menarik.
National Cancer Institut di Amerika melapor-
kan bahwa PPD (para phenylenediamine) yang
banyak dipakai sebagai bahan pengikat zat warna
agar zat warna tersebut dapat melekat pada ram-
but bersifat carcinogenic. Hal ini diungkapkan
oleh NCI berdasarkan penelitian pada hewan di
laboratorium, dimana zat tersebut (PPD) ternyata
dapat diserap melalui kulit.
FDA secara resmi telah menganjurkan kepada
pabrik-pabrik kosmetik di Amerika untuk tidak
memakai PPD ini. Tetapi masalah yang timbul
adalah 25% dari kosmetik pewarna rambut yang
beredar memakai PPD dan sampai saat ini belum
ditemukan zat pengganti PPD untuk tujuan diatas.
Chemical Week
122 (4): 13, 1978.
Tetracyclin merupakan antibiotika spektrum
luas yang umum dipakai dan sudah tersedia di
hampir semua Puskesmas di seluruh Indonesia.
Gastro enteritit yang sehari-hari dikenal sebagai
penyakit muntaber oleh matyarakat kita, masih se-
ring terjadi seperti yang diberitakan di surat-
surat kabar.
Laporan
PI
C K E R I N G
et al ini mungkin berguna
bagi kita dalam mengatati wabah muntaber terse-
but: Ia melaporkan penggunaan tetracyclin 2,5 g
dosis tunggal pada penderita Shigelosis. Dari selu-
ruh penderita (18 orang) yang diobati, 89% (16
orang) didapatkan biakan faeces yang negatif da-
lam 48 jam setudah pengobatan. Ia mengatakan
bahwa pemberian Tetracyclin 2,5 g dosis tunggal
ini mudah dilaksanakan dan dapat dipakai di dae-
rah-daerah yang jauh dari fasilitas laboratorium.
Tetapi pengobatan ini seyogyanya hanya diberikan
pada
orang
dewasa saja, karena pemberian
tetracyclin pada anak kurang dari delapan tahun
dapat menimbulkan diskolorasi dari gigi.
PICKERING et aI
JAMA 239 : 853 -- 854,
1978.
Krisis energi dewasa ini memaksa negara-negara
induttri mencari sumber-energi lain, sementara
sumber-sumber energi lama
yang
sudah mulai
ditinggalkan mendapat perhatian kembali. Batu
bara yang sudah sekian puluh tahun ditinggalkan
mulai dimanfaatkan lagi. Akan tetapi penemuan
beberapa orang ahli di California University ini
mungkin akan menghalangi pemakaian kembali ba-
tu bara sebagai sumber energi.
C
E CHRISP
dkk mendapatkan bahwa
asap ha-
sil pembakaran batu bara bersifat mutagen,
dan
selanjutnya expose yang lama tentunya akan
menjadi carcinogenic. Akan tetapi dia masih be-
lum mengetahui fraksi apa dari asap tersebut
yang bersifat mutagen, sehingga kemungkinan
untuk mengeliminir fraksi tersebut masih belum
dijumpai. Akan tetapi bila kemungkinan tersebut
tidak dapat tercapai maka pemakaian batu bara
sebagai sumber energi akan menimbulkan per-
tentangan yang cukup serius berhubung dengan si-
fat mutagen dan carcinogen dari asap yang di
hasilkan itu.
InsideR D 7(2),
jan 1978.
40
Cermin Dunia Kedokteran No:
12, 1978