background image
TEKNIK
Beberapa Metoda Penetapan
Kadar Hemoglobin Darah
Sihadi, Suryana Pura sastra
wi
Pusat Penelitian dan Pengemba an Gizi, Bog
ng
or
ah gizi yang dihadapi
i pada ibu hamil 63,6%, dan pada anak
mi gizi terendah terdapat di Provinsi Sulawesi
Utar
ngan prestasi belajar
ada anak sekolah di Bogor dan sekitarnya menghasilkan data
nyai kesulitan dalam berpikir
tera
menurun
kem
ut kadar hemoglobin (Hb).
Apa
sebagian kecil; sebenarnya masih banyak hasil penelitian yang
mengungkap akibat negatip lain bila seseorang menderita anemi.
n cara menentukan kadar hemoglo-
bin (Hb) dalam dara
mi dengan
kan
par
b telah di
um pada be
untuk enetapkan pr
emi. Apabila kadar Hb
a
berada di bawah bata
ng ditetapkan, maka ia
erita
anem izi.
Batasan nilai kadar Hb untuk menentukan seseorang men-
amil. Karena itu WHO (1972) telah menetapkan batasan nilai
ianjurkan untuk digunakan sebagai standar
%
KERTAS LAKMUS
Metoda ini sangat
tis tidak memerlukan
ereaksi ataupun peralatan tertentu, karena yang dipergunakan
hingga darah menjadi kering (sekitar 5 menit). Setelah kering,
warna darah yang terbentuk dibandingkan secara visual di tem-
Salah satu di antara beberapa masal
Untuk mengetahui apakah seseorang menderita anemi, yang
paling tepat biasanya denga
oleh negara-negara berkembang termasuk Indonesia, adalah
anemi gizi. Secara umum prevalensi anemi pada ibu hamil dan
anak balita di Indonesia masih tinggi. Angka rata-rata nasional
prevalensi anemi gizi bes
h
(5)
. Penentuan ane
ara um
mengguna
rbag
am er H
et
gunakan sec
n
ai survei
m
evalensi a
darahny
san nilai ya
mend
i g
balita 55,1%. Angka prevalensi gizi pada ibu hamil terendah
terdapat di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 45,5%, sedangkan
tertinggi di Sumatera Utara sebesar 77,9%. Untuk anak balita
prevalensi ane
derita anemi atau tidak, bagi orang dewasa adalah berbeda
dengan anak-anak, dan juga berbeda bagi wanita hamil dan tidak
a sebear 24,2%, sedangkan yang tertinggi di Provinsi Su-
lawesi Tenggara sebesar 8l,4%
(1)
.
Penelitian tentang hubungan anemi de
h
kadar Hb yang d
internasional, yaitu seperti berikut
(6)
:
­ Anak prasekolah 11 g %
­ Anak sekolah 12 g
p
bahwa anak yang anemi mempu
ng dan berpikir secara analog. Anak yang anemi
ampuan berkonsentrasi dalam menyelesaikan coding test,
lebih mudah terganggu konsentrasinya oleh musik disco. Hasil
penelitianjuga menunjukkan bahwa hasil ujian Ebtanas kelom-
pok anak yang anemi lebih rendah (p <0,05) dibandingkan hasil
anak yang tidak anemi
(2)
.
Hasil penelitian Karyadi (1974) di daerah perkebunan karet,
Sukabumi, menunjukkan bahwa penyadap karet yang anemi
mendapatkan lateks hasil sadapan lebih sedikit daripada yang
tidak anemi. Penyadap yang anemi mendapat lateks 18,7% lebih
rendah daripada yang tidak anemi
(3
).
Penelitian lain yang dilakukan terhadap para pemotong tebu
di sebuah perkebunan tebu di Guatemala, menunjukkan bahwa
kemampuan kerja fisik yang dinyatakan dalam skor naik-turun
bangku Harvard bervariasi menur
­ Laki-laki dewasa 13 g %
­ Wanita dewasa 12 g %
­ Wanitahamilil g%
Metoda untuk menentukan Hb saat ini banyak macamnya,
masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahannya. Pe-
milihan metoda yang tepat tergantung pada keadaan serta fasili-
tas yang tersedia. Tulisan ini menyajikan secara ringkas cara
kerja masing-masing metoda dengan kelemahan dan kelebihan-
nya.
) METODA
1
sederhana, prak
p
adalah kertas yang disebut kertas lakmus, khusus untuk menen-
an kadar Hb. C
tuk
aranya, setetes darah diteteskan di atas per-
mukaan kertas lakmus, didiamkan sebentar pada suhu ruang
bila kadar Hb rendah maka skor rendah, dan apabila kadar
Hb tinggi maka skor juga tinggi
(4)
. Gambaran di atas, barulah
Cermin Dunia Kedokteran No. 103, 1995
32
background image
pat yang cukup terang dengan sederet warna standar yang di-
etan warna yang ada pada standar sudah dikalibrasi
kualitatif sehingga setiap warna me-
unjukkan nilai kadar Hb. Dengan demikian warna standar yang
ebanding dengan warna darah yang diuji menunjukkan kadar
darah
(7)
.
Metoda kerta
cocok untuk diper
peralatan atau. pereaksi
singkat. Tetapi hasil ya
mampuan tiap orang dalam membandingkan warna adalah tidak
sama sehingga hasil yang diperoleh akan berva
demikian variasi basil bisa diperkecil, a
kukannya telah mempunyai cukup pengalaman dalam meng-
unakan metoda ini, melakukannya secara berulang, cermat dan
liti.
) SIANMETHEMOGLOBIN
Berbeda dengan metoda kertas lakmus, metoda sianmethe-
oglobin ini memerlukan peralatan dan pereaksi khusus, tetapi
hasil yang diperoleh lebih teliti. Darah dipipet dengan meng-
unakan pipet mikro sebanyak 20 mikroliter, kemudian di-
larut
ilai dapat menghasilkan data
yang
OBIN TIDAK LANGSUNG
ambilan darah di lapang-
an d
yang memiliki fasilitas laboratorium yang diperlukan. Di labora-
torium, contoh darah yang mengering digunting, lalu direndam
dalam 5 ml larutan Drabkin hingga semua noda darah dari kertas
saring melarut. Waktu yang diperlukan untuk melarutkan contoh
darah kering ini biasanya selama 2 x 24 jam. Setelah semua
, perlakuan se-
pada metoda
sil yang diper-
aitu 1,14
(5)
.
aan kertas saring tadi
bisa bertahan hingga I bulan. Dengan demikian, pengiriman
empat jauh dapat dilakukan.
4) METODA SAHLI
Prinsipnya sama dengan metoda kertas lakmus, yaitu mem-
bandingkan warna secara visual, tetapi memerlukan peralatan
dan pereaksi tertentu. Berbeda dengan metoda sianmethemo-
globin, peralatan yang digunakan sangat sederhana, ringan,
sehingga memungkinkan dibawa ke lapangan, dan tidak ter-
gantung pada listnik ataupun baterai.
Kira-kira 5 tetes HCL 0,1 N dimasukkan ke dalam tabung
khusus yang disebut tabung hemometer. Darah yang akan di-
tent
ung bisa dilihat dan satu sisi yang sama. Kemudian
tabu
darah .
ianggap subjektif
(7)
karena pem-
n secara visual. Metoda ini bisa di-
hemoglobin tidak bisa dilakukan,
adar Hb hasil penentuan metoda
ktor 1,l
(5)
.
skan di atas permukaan gelas objek. Kemudian diaduk
engan batang saponin agar darah tidak membeku selama ± 45
ke dalam kuvet (tabung
khus
sediakan. Der
edemikian rupa secara
s
n
s
Hb
s lakmus ini bisa dilakukan oleh seti orang,
gunakan di lapangan karena tidak memerlukan
khusus, waktu yang çtiperlukan relatif
ng diperoleh bisa subjektif, karena ke-
contoh darah pada permukaan kertas melarut
Ianjutnya sama seperti yang telah diuraikan
sianmethemoglobin. Berdasarkan penelitian, ha
oleh masih harus dikalikan faktor koreksi y
Contoh darah kering di atas permuk
riasi. Walaupun
contoh darah dan t
pabila orang yang me-
la
g
te
2
m
g
kan dalam 5,0 ml larutan Drabkin (1 g NaHCO
3
, 0,05 g
KCN, 0,2 g KF(CN) dalam I liter aquades) yang sudah disedia-
kan sebelumnya di dalam suatu tabung reaksi. Larutan Drabkin
dikocok untuk menyempurnakan kelarutan darah sehingga di-
peroleh warna larutan yang homogen. Kepekatan warna larutan
dibaca menggunakan alat spektrophotometer padá panjang ge-
lombang 540 nm. Hasil pembacaan menunjukkan kadar Hb,
dihitung berdasarkan hasil pembacaan alat pada larutan standar
yang telah diketahui konsentrasinya
(7)
.
Metoda sianmethemoglobin ini sangat dianjurkan oleh WHO
(1968) karena sampai saat ini din
paling teliti. Kelemahannya adalah ketergantungan pada
alat spektrophotometer yang masih terbatas pada instansi ter-
tentu selain sukarnya pemeliharaan photometernya sendiri; alat
ini relatif sulit dibawa ke lapangan dan sangat tergantung pada
listrik. Di samping itu fasilitas lain yang diperlukan dalam
penyiapan larutan Drabkin, listrik dengan voltase yang stabil,
biasanya sulit tersedia di lapangan.
3) SIANMETHEMOGL
Metoda ini merupakan pengembangan metode sianmethe-
mog1obin
(5)
sebagai usaha untuk mengatasi kelemahannya. Pe-
netapan kadar Hb dengan metoda ini di lapangan sangat praktis,
karena darah yang akan diperiksa di laboratorium tidak dalam
bentuk cair. Apabila pelaksanaan peng
alam waktu yang relatif lama, sampel darah yang telah di-
teteskan dalam kertas dapat dimasukkan ke dalam amplop dan
dikirim ke laboratorium yang dimaksud lewat pos.
Darah dipipet dengan menggunakan pipet mikro sebanyak
20 mikroliter, kemudian seluruhnya diteteskan secara bertahap
dan perlahan ke atas permukaan kertas saring sehingga mem-
bentuk suatu spot darah, selanjutnya dibiarkan mengering pada
suhu ruang. Spot darah kering ini kemudian dibawa ke instansi
ukan kadar Hb-nya dipipet sebanyak 20 mikroliter, dan
dimasukkan ke dalam tabung hemometer tadi. Tabung kemudian
ditempatkan dalam alat hemometer. Pada alat tersebut terdapat
dua tempat tabung. Tabung pertama berisikan contoh darah yang
akan ditentukan kadar Hb-nya, dan tabung ke dua berisikan
Jarutan standar. Posisi kedua tabung adalah berdampingan, dan
isi kedua tab
ng yang benisikan contoh darah ditambah aquades secara
penlahan hingga warna larutan menyamai warna larutan standar
yang ada pada tabung di sebelahnya. Setelah persamaan warna
tercapai, kadar Ub dapat diketahui dengan membaca batas per-
mukaan larutan yang berimpit dengan skala yang tertera pada alat
hemometer dekat tempat tabung contoh
(8)
Metoda Sahli ini masih d
bandingan warna dilakuka
anjurkan bila metoda Sianmet
dan berdasarkan penelitian, k
Sahli perlu dikalikan fa
5) METODA ARTEL HEMOGLOBINOMETER
Metoda penentuan Hb darah ini memerlukan peralatan khusus
yang disebut Artel Hemoglobinometer.
Sebanyak 2 tetes darah berasal dari jan tangan langsung
ditete
d
menit. Darah kemudian dipindahkan
us bertutup). Pemindahan darah ini harus dilakukan sécara
cermat sehingga tidak timbul gelembung udara, karena bisa
mengganggu pembacaan dan terjadi penyimpangan hasil. Kuvet
kemudian dimasukkan ke dalam alat Artel Hemoglobinmeter.
Alat dinyalakan dengan cara menekan tombol "ON" dan se-
Ianjutnya segera timbul smgnal pada layar baca alat. Kemudian
tekan tombol "read", selanjutnya pada Iayar akan menampilkan
Cermin Dunia Kedokteran No. 103, 1995 33
background image
tanda rd. Kemudian tanda rd berubah menjadi angka yang me-
nunjukkan kadar Hb dalam g/dl
(9)
.
Alat ini masih dalam taraf uji coba, sehingga saat ini belum
digunakan di tingkat masyarakat.
6) METODA COMBUR
yang berisikan pereaksi standar, kemudian dikocok hingga
omogen. Tabung kemudian dimasukkan ke dalam alat Ames
lat akan tampil angka yang
men
apasitas volume sebesar
10 m
ilih me-
toda
liti. Di samping
u juga tergantung pertimbangan biaya, karena ada beberapa
.tetapi peralatan dan bahan pereaksi
harg
elumdipublikasi),
Metoda ini menggunakan alat dan pereaksi. Alat ini sangat
praktis, ringan, sehingga bisa dibawa ke lapangan, tidak tergan-
tung listrik karena dapat menggunakan baterai. Di samping itu
hasilnya sangat teliti, hanya ada ketergantungan pereaksi dan
kapiler, selain itu ternyata ada beberapa bahan yang belum ber-
edar di Indonesia.
Darah yang akan ditentukan kadar Hb-nya, dimasukkan ke
dalam suatu kapiler khusus mempunyai volume tertentu. Kapiler
yang berisikan darah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam
tabung
h
Combur M1000. Pada layar baca a
unjukkan kadar Hb dalam g/dl
(10)
.
7) METODA HEMOCUE
Metoda ini merupakan pengembangan metoda penentuan
Hb secara spektrophotometer, karena menurut International
Committee of Standarization in Hematology (ICSH), dengan
adanya pengenceran yang terlalu tinggi pada persiapan sampel
darah sering menimbulkan penyimpangan hasil pembacaan alat
spektrophotometer. Di samping itu, padapersiapan sampel darah
sering timbul faktor kekeruhan sehingga terjadi kesalahan hasil
pembacaan.
Metoda HemoCue ini berdasarkan pengukuran optical
density pada kuvet yang mempunyai k
ikroliter oleh sinar yang berasal dari lampu yang berjarak
0,133 milimeter sampai pada dinding paralel celah optis tempat
kuvet berada.
Pereaksi kering dimasukkan dalam kuvet melalui dinding
bagian dalam kuvet, kemudian sampel darah dalam tabung
kapiler dimasukkan secara cermat ke dalam kuvet. Sampel darah
akan bercampur dengan pereaksi kering secara spontan. Kuvet
dimasukkan ke dalam alat HemoCue photometer untuk dilaku-
kan pembacaan pada panjang gelombang 565 dan 880 nm. Alat
akan menghitung sendiri sehingga angka yang muncul pada layar
pembacaan adalah kadar Hb darah yang diperiksa
(11)
.
Alat penentuan Hb dengan metoda HemoCue ini juga ringan
dibawa, praktis, dapat menggunakan baterai, tidak tergantung
listrik, dari hasilnya dapat langsung diketahui pada saat itu juga.
Dalam penetapan kadar Hb ada beberapa cara yang dapat
dilakukan seperti yang disebutkan di atas, yang masing-masing
mempunyai kelebihan dan keiemahannya. Untuk mem
yang akan digunakan tergantung berbagai pertimbangan, di
antaranya tujuan atau keperluan penetapan Hb, misalnya untuk
penelitianjelas memerlukan metoda yang lebih te
it
metoda walaupun teliti
anya relatif mahal. Situasi dan kondisi lapangan juga mem-
pengaruhi pemilihan metoda seperti ada tidaknya sarana listrik,
jauh tidaknya lapangan dan laboratorium dan lain-lain.
KEPUSTAKAAN
1. Anonim. Keadaan dan masalah gizi di Indonesia. Info Pangan dan Gizi.
Jaringan Informasi Pangan dan Gizi, Jakarta 1993; 5(4): 13­4.
2. Soewondo S. Krisdinamurtirin Y. Anemia and some aspects of mental
functioning. The Third Asian Congress of Nutrition. Jakarta, 1980; Oct.:
6­10.
3. Karyadi D. Hubungan ketahanan flsik dengan keadaan gizi dan anemi besi.
Tesis Doktor. Universitas Indonesia, Jakarta 1974.
4. Viteri FE, Torun E. Anemia and physical work capacity. Clin Haematol
1974; 3: 609­626.
5. Muhilal, Sukati. Ketelitian hasil penentuan hemoglobin dengan cara
sianmethemoglobin, cara sahli, dan sianmethemoglobin tidak langsung.
Penelitian Gizi dan Makanan, 1980; 4: 15­20.
6. WHO. Nutritional anemias. Tech Rep Ser no 503, 1972.
7. Gandasoebrata R. Penuntun laboratorium klinik. Dian Rakyat, Jakarta
1985.
8. Krupp MA, Sweet NJ, Jawetz E, Amstrong CD. Physician handbook, 9th
ed. California: Lange Med PubI 1956; P. 245­56.
9. Muhilal dkk. Laporan Penelitian tentang Penentuan kadar hemoglobin
dengan alat artel di tingkatPuskesmas. PuslitbangGizi (b
1992.
10. Anonim. Ames mini lab pc-mini photometer. West Germany, 1990.
11. Schenck HV, Galkensson M, Lundberg B. Clinical Chemistry, 1986; 2(3):
526­29.
12. WHO. Nutritional anemias; Report of WHO Scientific Group. Tech Rep
Serno4OS, 1968.
than the most effective book.
Dai1y life is more instructive
Cermin Dunia Kedokteran No. 103, 1995
34