background image
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Acupressure
Terapi dengan Penekanan
Titik Akupunktur
Rachmat T, Adiningsih, Meliana Z.
Bagian Akupunktur, Rumah Sakit Cipto Mangunkusuino, Jakarta
ABSTRAK
Acupressure adalah salah satu cara pengobatan tradisional Cina yang sudah lama
dikenal keberadaannya. Di Barat, cara pengobatan yang sama dengan acupressure adalah
penekanan-penekanan pada titik triger, yang dalam hal nyeri titik triger adalah sama
dengan titik akupunktur. Bila dilihat dari indikasi maka acupressure terutama untuk
urut beberapa penelitian dan pengalaman,
cukup menggembirakan.
san mengenai acupressure sangat sedikit.
bah wawasan pengetahuan mengenai acu-
bang menjadi pointing therapy
.
Di dalam ilmu kedokteran barat yang dapat disamakan
dengan acupressure adalah penekanan pada titik triger, dengan
indikasi untuk menghilangkan nyeri
(4)
.
Menurut ilmu kedokteran timur, acupressure adalah pe-
nekanan titik-titik akupunktur dengan tujuan memperlancar ci
sehingga tercapai keseimbangan enersi, dengan indikasi utama
untuk nyeri dan gangguan neuromuskuler. Sedangkart indikasi
lainnya adalah sama dengan akupunktur
(2,3,5)
. Seperti ilmu ke-
dokteran timur lainnya, acupressure walaupun beragam metode
e dan segi dasarnya.
i Hui dkk. dalam bukunya Pointing Therapy me-
nyebutkan bahwa lebih dari 80% penderita gangguan neuro-
muskuler atau nyeri dapat disembuhkan
(3)
.
· Chen Yong Rem dkk. melaporkan bahwa dengan penekanan
titik Culinci (XI 41) ipsilateral pada 5 penderita nyeri kepala
temporal, ternyata 4 penderita nyerinya hilang, 1 penderita
nyerinya berkurang 50%
(6)
.
· The First Medical College of PLAdalam penelitian mengenai
anestesi melaporkan bahwa angka keberhasilan anestesi dengan
metode penekanan jari pada beberapa tindakan operasi adalah
±90%
(7)
.
PENDAHULUAN
Acupressure sudah lama dikenal dalam masyarakat, bahkan
dikatakan bahwa acupressure merupakan asal dari akupunktur
(1)
.
Dalam perkernbangannya selama ribuan tahun, acupressure
mempunyai banyak ragam dalam hal teknik dan metode, bahkan
dalam seni beladiri Cina juga berkembang pengetahuan mengenai
titik akupunktur yang melumpuhkan, yang kemudian berkem-
(2,3)
dan teknik, semuanya berdasarkan pada prinsip Yin dan Yang
(2,3)
.
Dengan mempertimbangkan kepraktisan maka akan dibahas
metode dan teknik acupressur
Dari pengalaman dan penelitian ternyata acupressure
mempunyai hasil yang cukup baik untuk nyeri dan gangguan
neuromuskuler antara lain:
· Jia L
nyeri dan gangguan neuromuskuler. Men
acupressure ternyata mempunyai hasil yang
Dibandingkan akupunktur, tulisan-tuli
Tujuan penulisan ini adalah untuk menam
pressure.
Cermin Dunia Kedokteran No. 105, 1995
38
background image
TINJAUAN MENURUT ILMU KEDOKTERAN BARAT
Di dalam ilmu kedokteran barat, sejauh nyeri yang diper-
hatikan, maka titik triger dianggap sama dengan titik akupunktur
(8)
.
Definisi titik triger
·
adalah titik sensitif yang bila ditekan akan menimbulkan
nyeri pada tempat yang jauh dari titik tersebut
(4)
.
·
merupakan degenerasi lokal di dalam jaringan otot yang
disebabkan oleh spasme otot, trauma, ketidakseimbangan
endokrin, ketidakseimbangan otot, ketegangan umum akibat
situasi, pekerjaan, emosi
(9)
.
Titik triger dapat ditemukan pada otot rangka dan tendon,
ligamen dan kapsul sendi, periosteum, kulit. Otot yang normal
tidak mempunyai titik triger
(8,10)
.
Patofisiologi penekanan titik triger
1) Penekanan titik triger memblok rasa nyeri dan memblok
refleks spasme dan otot yang bersangkutan. Selain itu peregang-
an asif dengan arah yang sesuai dengan serabut dan titik tniger
sampai panjang normalnya akan menginaktifkan titik triger
secara penuh
(10)
.
2) Teori gate control.
Stimulasi serabut sanaf aferen diameter besar dan daerah
nyeri akan menghambat transmisi nyeri dan serabut cornu dor-
salis/substansia gelatinosa menuju neuron spinothalamikus
(8)
.
Metode
(10,4)
:
Sel dicari letak titik triger maka dilakukan penekanan/
penjepitan secara terus menerus atau intermiten. Hal ini disebut
ischemic coinpression/myotherapy, termasuk di dalamnya
shiatzu/acupressure. Penekanan dilakukan dengan ibu jari/
ujung jari tangan.
Pada penekanan terus menerus bila rasa nyeri berkurang,
tenaga tekanan ditingkatkan bertahap dengan menambah ibu jari
atau jari tangan lainnya untuk lebih menguatkan. Proses ini
dilanjutkan sampai satu menit dengan tenaga tekanan sebesar
10­30 lbs. Chiropractor umumnya menganjurkan teknik mene-
kan selama 7­10 detik yang diulang beberapa kali dalam sehari
untuk beberapa hari sampai titik nyeri hilang.
Pada penekanan intermiten dilakukan penekanan kuat
selama 5 detik, penekanan ringan (± 25%) selama 5 detik dan
seterusnya sampai satu menit. Bila nyeri berkurang bermakna
maka terapi dihentikan
Pada triger yang baru dan nyeri sedang, setelah dilakukan
penekanan, dilakukan peregangan pasif pada tiap triger dengan
cara: pasien dalam keadaan rileks, peregangan dilakukan secara
perlahan-lahan dan bertahap sampai panjang otot kembali nor-
mal.
Syarat yang harus dipenuhi
(10,4)
:
Penderita harus rileks, bila otot tegang maka titik triger ter-
lindung dan pemijatan dan terapi tidak akan bermanfaat.
Indikasi
(4)
: nyeri
Kontraindikasi
(4)
· Wanita hamil
· Area inflamasi
· Varices
· Kutil
· Jaringan parut
· Daerah payudara wanita.
TINJAUAN MENURUT ILMU KEDOKTERAN TIMUR
Definisi
Acupressure adalah stimulasi tubuh manusia dengan pene-
kanan pada meridian akupunktur dan titik akupunktur dan juga
titik non meridian dengan tujuan untuk menormalkan mekanis-
me dan respons homeostatik dan mekanisme di tubuh manusia
(11)
.
Dari definisi di atas maka yang bisa dimasukkan ke dalam acu-
pressure adalah pijat Cina, shiatzu, dan pointing therapy
(2,3,12)
.
Pijat Cina adalah pengobatan dengan berbagai metode pe-
mijatan (48 metode) dengan tujuan untuk menyeimbangkan
fungsi tubuh, menghilangkan penyumbatan, kelembaban
(2)
.
Pointing therapy adalah cara pengobatan dengan pointing,
penekanan, penjepitan, penepukan atau mengetuk pada titik-titik
akupunktur atau garis stimulan spesifik untuk memperlancar ci
sie sehingga fungsi tubuh dan kerusakan jaringan dapat diper-
baiki. Teknik utama yang sering digunakan adalah menotok
titik akupunktur atau garis stimulan dengan menggunakan satu
jari atau lebih
(3)
.
Shiatzu adalah penekanan dengan permukaan telapak ta-
ngan, ibu jari atau ke empat jari pada titik-titik tsubo untuk
merangsang atau menekan fungsi tubuh. Tenaga yang digunakan
untuk menekan adalah dengan berat badan
(12)
.
Metode
Kebanyakan terapis lebih menyenangi menggunakan
tangan/ ujung jari tangan karena lebih dapat merasakan reaksi
pasien walau probe mekanik dapat digunakan untuk
acupressure. Bila probe mekanik digunakan, ujungnya harus
lunak seperti kulit atau karet
(11)
.
Prinsip
Untuk stimulasi dipakai prinsip Yin Yang dalam anti kata
kuat/lemah. Bila keadaan Yin (si) maka harus dikuatkan (Yang).
Bila keadaan Yang (se) maka harus dilemahkan (Yin)
(2)
. Tonifi-
kasi adalah penekanan ringan dengan waktu yang singkat,
sedasi adalah penekanan kuat dengan waktu yang lama
(11)
.
Prinsip lainnya adalah prinsip memasukkan energi terapis
ke dalam tubuh pasien dengan jalan berkonsentrasi ke arah ke-
sembuhan pasien atau berkonsentrasi agar energi terapis masuk
ke dalam tubuh pasien untuk mendatangkan kesembuh-
an
(3,5,11,13,14,15)
.
Perangsangan pengeluaran neunotransmiter dengan cara
konsentnasi telah dibuktikan oleh Yoshiaki Omura dengan
mengkonsentrasikan energi melalui ujung jari telunjuk tangan
kanan ke kulit di titik H 7 pasien pada jarak 5­10cm atau
dengan memfokuskan pandangan mata dalam jarak 1 meter ke
titik H 7 pasien, dengan terapis dalam keadaan Qi Gong
(16)
.
Hal-hal yang harus diperhatikan
1) Kondisi terapis harus baik, jari dan tangan harus cukup
kuat
(3,14)
.
Cermin Dunia Kedokteran No. 105, 1995 39
background image
2) Khusus dalam hal nyeri, berlaku prinsip bahwa menggerak-
kan bagian yang sakit secara aktif/pasif akan memperlancar
meridian
(3)
.
3) Kekuatan penekanan tidak melebihi toleransi pasien, karena
setiap stimulasi mengakibatkan trauma jaringan antara lain memar
yang tergantung pada fragilitas kapiler dan besarnya penekanan.
Penekanan yang mengakibatkan memar dapat mengakibat-
kan acushock karena sensasi nyeri yang berlebihan. Walaupun
demikian tekanan harus cukup kuat untuk mencapai efek yang
diinginkan
(1)
. Tekanan sebesar 5 kg/cm
2
selama 10 detik mem-
punyai efek yang sama dengan penusukan jarum
(16)
.
Dalam pointing therapy, besarnya penekanan dibagi men
jadi tiga
(3)
:
a) Penekanan ringan: besarnya tekanan ± 7 kg, pusat gerak
adalah pergelangan tangan, kekuatan nngan, lentur dan berte-
naga.
b) Penekanan sedang: poros gerakan pada siku, efek terapi
pada otot-otot dalam.
c) Penekanan kuat: besar tekanan ± 60 kg, poros gerak pada
sendi bahu.
Indikasi
(2,3,5)
1) Paralisis/kelumpuhan
2) Nyeri
3) Penyakit-penyakit lain yang juga dapat diobati dengan
akupunktur.
Kontraindikasi
(3)
1) Penyakit-penyakit akut seperti akut abdomen, penyakit
inflamasi stadium akut.
2) Hipertensi, penyakit jantung, TBC paru berat.
3) Hemophilia, purpura.
4) Penyakit kulit yang berat.
Yang harus diperlakukan dengan hati-hati adalah pasien
yang lemah, terlalu lapar, terlalu kenyang, wanita pada saat
haid, wanita hamil
(3)
.
Beberapa pengalaman/penelitian dengan acupressure:
1) Pointing therapy mempunyai angka keberhasilan lebih dari
80% untuk penyakit poliomyelitis, gejala sisa dan encephalitis,
paralisis serebral, paraplegia traumatik, sindrom nyeri leher dan
punggung
(3)
.
2) Pengobatan pasien nyeri kepala temporal yang menolak di-
tusuk; dilakukan penekanan pada titik Culinci (XI 41) (5 orang),
ternyata 4 penderita nyerinya hilang, satu penderita nyerinya
berkurang 50%
(6)
.
3) Anestesi dengan penekanan jari:
· Untuk ekstraksi gigi atas dan bawah dengan penekanan
pada Xia Guan (III 7) atau Jia Che (III 6) pada 3488 kasus
dengan angka keberhasilan analgesi 97,8%, berhasil baik pada
89% kasus.
· Untuk tonsilektomi; operasi sinus maxillaris dengan pene-
kanan pada Xia Guan (III 7) dan Jia Che (III 6) pada 776 kasus
dengan angka keberhasilan 99,2%, berhasil baik 90,1%.
· Untuk tiroidektomi subtotal dengan penekanan pada Tai-
yang dan Jia Che (III 6), kadang-kadang ditambah titik Heku (II
4) pada 65 kasus dengan angka keberhasilan 96,9%, berhasil baik
89,2%.
Untuk gastrektomi subtotal dengan titik yang sama seperti
tiroidektomi subtotal pada 175 kasus deñgan angka
keberhasilan 90,2%, berhasil baik 72,6%.
DISKUSI
Dunia kedokteran barat juga mengenal semacam acupres-
sure yang disebut penekanan pada titik triger yang juga merupa-
kan tItik akupunktur. Berbeda dengan akupunktur, titik triger
hanya ada bila ada nyeri. Sedangkan pada akupunktur, titik
akupunktur tetap ada walau tidak ada nyeri.
Cara kerja penekanan titik triger adalah melalui teori gate
control, blokade nyeri dan blokade refleks spasme dan otot yang
bersangkutan. Cara kerja acupressure adalah memperlancar
enersi dan memperbaiki enersi vital.
Dalam metode terdapat persamaan antara barat dan timur
yaitu : penekanan yang diikuti pergerakan dari bagian yang sakit.
Hanya saja bila pada penekanan titik triger dilakukan gerakan
pasif, maka pada acupressure gerakannya dapat aktif atau pasif.
Karena tujuannya sama yaitu menghilangkan nyeri maka tidak
perlu diperdebatkan metode mana yang lebih unggul, melainkan
lebih baik bila kedua metode tersebut digabung dengan memakai
prinsip Yin-Yang: Yin dan Yang saling menyempurnakan, me-
tode barat dan timur saling menyempurnakan.
Hal yang tidak ada di barat tetapi juga menentukan keber-
hasilan terapi pada ilmu kedokteran timur adalah prinsip me-
masukkan enersi terapis ke tubuh pasien dengan cara kon-
sentrasi. Prinsip ini ternyata juga ada di dalam dasar ilmu
akupunktur, dimana seri mengemudikan ci
(17)
sehingga dengan
konsentrasi ke suatu titik, maka ci atau enersi akan mengalir ke
titik tersebut.
Dengan mengacu pada penelitian Yoshiaki Omura, maka
besarnya tenaga yang diperlukan untuk merangsang suatu titik
minimal sebesar 5 kg/cm
2
selama 10 detik. Mungkin ini yang
mengurangi minat penelitian acupressure di Barat karena di-
anggap tidak praktis dan membutuhkan tenaga besar. Tetapi
dengan mengacu pada penelitian Yoshiaki Omura mengenai
pengaruh konsentrasi/cigong pada titik akupunktur maka bisa
disimpulkan bahwa tenaga yang diperlukan tidak perlu sebesar
5 kg/cm
2
asalkan disertai dengan konsentrasi pengaliran enersi
dan terapis ke titik-titik akupunktur di tubuh pasien.
Dalam hal indikasi, ternyata acupressure mempunyai indi-
kasi yang lebih luas dari pada penekanan titik triger yaitu indikasi
utama untuk nyeri dan gangguan neuromustculer, sedangkan
indikasi lainnya untuk gangguan fungsi tubuh yang lain seperti
halnya dengan akupunktur.
Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpul-
kan bahwa acupressure mempunyai hasil yang cukup baik se-
hingga bila dikombinasikan dengan akupunktur akan menda-
tangkan hasil yang optimal. Selain itu acupressure juga dapat
sebagai alternatif lain dan terapi akupunktur bila penusukan
jarum tidak memungkinkan.
KEPUSTAKAAN
1. Berlant SR. Pressure - induced paresthesiae - Associated hypalgesia and the
Cermin Dunia Kedokteran No. 105, 1995
40
background image
origin of acupuncture, Am J Acu. 1986; 14: 29­34.
2. Cao Ki Zhen. Translated by Ding Cang Hao. The Massotherapy of tradi-
tional chinese medicine. Hongkong: Hai Feng PubI Co, 1985; 3­40.
11. Serizawa K.MD. Massage the oriental method. 5th printing, Tokyo & San
Franscisco: Japan PubI Inc. 1974; 27­8.
12. Heuser DO, Pennell JR. How to use acupressure in meridian therapy. In:
Page Edrita, The `How to" seminar of acupuncture for physician. 1st ed.
Missouri: IPCI INC. 1973; 243­249.
3. Jia Li Hui, JiaZhao Xiang, translated by Jiang Qi Yuan MD, Gao Ying
Mao. Pointing therapy ­ A chinese traditional therapeutic skill, first ed.
China: The Sandong Science and Technology Press, 1987; 1­4, 187.
4. Chaitow Leon. Instant pain control. Great Britain: Richard Clay Ltd.
Buflgay Sufolk, 1984: 7­17.
13. Chang ST. alih bahasa Iskarno Rasfiati & drs. Hidayat. Sistim lengkap
perihal swapenyembuhan Cina. Ed.l. Bandung: Inti Media Pustaka, 1992;
28­29, 39.
5. Toguchi Masaru, Wan F The complete guide to acupuncture and
acupressure. New York: Gramercy Publ Co. 1985; 273­398.
14. Lawson D, Wood J. First aid at your fingertips.'Second impression. Great
Britain: Weather by Woolnough Ltd. Welling Borough Northants England,
1974; 7­9.
6. Chen Jong Rem, Hsieh Ming Yuh, Chen Ming Fong, Rapid, outstanding
relief of temporal region headache with acupuncture therapy, Am J Acu,
1987; 15: 321­25.
15. Hasrinuksmo Bambang. Pijat un cam Jawa, Cetakan I. Jakarta: P.T.
Grafikatama Jaya, 1992; 42­43, 5 1­59.
7. The First Medical College of PLA. The study on finger press anesthesia.
In: National Symposia of Acupuncture and Moxibustion and Acupuncture
Anaesthesia. Beijing: June 1­5, 1979; 206.
16. Omura Y.MD. Connection found between each meridian (heart, stomach,
triple burner etc) & organ representation area of coresponding internal
organ in each side of the cerebral cortex; release of common neurotrans
mitterand hormon unique to each meridian and coresponding acupuncture
point & internal organ after acupuncture, electrical stimulation, mechanical
stimulation (including shiatiu), soft laser stimulation or Qi in: Omura Y.
Acupuncture & electro ­ therapeut. Res. Int. J. vol 14. USA: Pergamon
Press, 1989; 171.
8. BaIdiy PE. Acupunctuire, triggerpoints &musculo skeletal pain, Edinburg,
London, Melbourne, New York Churchill Livingstone, 1989; 39­54,
62­72.
9. Kraus
H.
Trigger points and acupuncture in: Omura Y. Acupuncture &
electro-therapeut. Res. mt. J. vol 2. no 3 & 4. Great Britain: Pergamon
Press, 1977; 323­328.
10. Travel JG, Simon David 0. Myofascial pain and dysfunction: Trigger point
manual, Baltimore USA: Waverly Press Inc. 1983; 12­37, 45­99.
17. Tse CS, Wangsaputra E, Wiran S, Budi H, Kiswoyo. llmu Akupunktur.
edisi ke 2 Jakarta: Bagian Akupunktur RSCM, 1983; 22-3.
Cermin Dunia Kedokteran No. 105, 1995 41