background image
n
Metoda-metoda
Penyakit Me
Pengendalian
ular Wabah
D d
ami,
Dr H Pratomo
Puskesmas Uluj
ir jowasito
Pemalang
parat daerah dan khususnya aparat kesehatan.
Sebe
kita ramalkan bahwa penyakit tersebut
yakit tersebut pasti
data
media, jadi ibarat
mungkinkan kita/mereka tidak enak
atan-kegiatan
s
-
dalian serta faktor-faktor yang mendorong dari
kegi
ME
n
m
bia
kegiatan ini dan
anyak pula metoda yang sudah dipakai dalam usaha mengen-
dalikan timbulnya penyakit menular wab
ngan metoda
ang dipakai oleh teman sejawat, mungkin mendapatkan ke-
erhasilan, mungkin juga mengaaami kegagalan. Untuk itu
kami mencoba memakai metoda : "Penonjolan kegiatan ber-
dasarkan penonjolan penyakit".
Penyakit yang akan kami kendalikan dimana yang sering
timbul di penduduk adalah
a.
Penyakit Diare/Kolera.
b.
Penyakit Morbilli
c.
Penyakit Demam Berdarah (DHF)
d.
Penyakit Malaria
Sarana, Alat, dan Tenaga yang kita pakai di dalam metoda
pengendalian tersebut adalah :
a. Tenaga :
1. Petugas RR
2. Bidan
3. Juru Imunisasi (Jurim)
4. Juru Malaria desa/Juru Surveillance
5. Kader
6. Masyarakat Sekolah
b. Sarana/alat :
1. Posyandu dengan peralatannya
2. Jurim Kit
3. JMD Kit
4. Cold Chain beserta isinya
CARA KERJA
1.
Terlebih dahulu kita harus mengetahui distribusi penyakit
menular wabah yang terdapat pada wilayah kerja kita.
2.
Kita juga harus mengetahui tentang desa yang jadi langgan-
PENDAHULUAN
Masalah timbulnya penyakit menular wabah merupakan
penyakit yang bisa menyebabkan semua aparat dibikin kalang
kabut, terutama a
narnya apabila kits sadari, sebagai dokter yang bekerja di
Negara sedang berkembang, hal ini rasanya lumrah dan
kadang-kadang bisa
akan datang, malah bisa dikatakan pen
ng. Lebih celaka lagi, banyak instansi/organisasi/kelom-
pok-kelompok sosial yang tidak tahu menahu mengenai ma-
salah penyakit ikut andil dalam keramaian iii, lebih-lebih
dihingar bingarkan . dan dilengkapi oleh Mas
maicanan bistik, ini bistik komplit dan kalau tontonan di kota
Solo adalah Sekatenan. Kami percaya bahwa sebagai individu
seorang dokter adalah wajar menghadapi masalah ini, tetapi di
lain pihak sebagai seorang dokter yang duduk dalam jabatan
tertentu, inilah yang,me
tidur dan makan, takut rontok.
Banyak penyakit menular wabah, tapi dari sekian banyak
ini akan kami ulas 4 penyakit menular wabah yang paling me-
nyebabkan "Bumi gonjang ganjing langit kelap kelap" untuk
daerah-daerah tertentu, yaitu penyakit Malaria, DHF, Morbilli,
dan diare/kolera.
Sudah banyak metoda-metoda pemberantasan dan pe-
nanggulangan yang kita lakukan untuk menghadapi penyakit
menular tersebut, tetapi kalau kita amati kegi
ter ebut barn mencapai tingkat pemberantasan pada waktu
terjadi/timbul kasus/wabah dan setelah itu selesai.
Kami di Puskesmas tahu bahwa pencegahan, penanggulang
an, dan pengen
atan tersebut juga dilaksanakan, tetapi sifatnya masih
menyeluruh sesuai dengan asas pemerataan.
Inilah pangkal titik tolak dari tulisan kami, dimana untuk
lebih memfokuskan kegiatan-kegiatan tertentu dan pada desa-
desa yang tertentu pula, dimana desa-desa tersebut sering ter-
jadi/timbul penyakit menular wabah.
TODA PENGENDALIAN
Balk secara teoretis maupun praktis, banyak cara/metoda
gu a mengendalikan penyakit menular wabah dan kami yakin
se ua teman sejawat khususnya dokter-dokter Puskesmas,
sa dan ahli dalam melaksanakan kegiatan-
b
ah. De
y
b
Cermin Dunia Kedokteran No. 75, 1992 33
background image
an salah satu atau dua dari Penyakit menular wabah ter-
sebut.
.
Adanya penyakit yang Endemik di salah satu atau dua desa
dan seterusny
Untuk mengetah
yang mengetahu
membuat priorita
penyakitnya. Dan untuk
dwal kegiatan lanju
rioritaskan untuk tiga desa, balk sendiri-sendiri untuk satu
esa satu penyakit, mungkin juga bisa satu desa dua penyakit
tau tiga penyakit atau mungkin empat penyakit, tergantung
ari prioritas jumlah penyakit yang dijumpai.
Sebagai contoh :
.
Diare/Kolera : Desa A, Desa B, Desa C.
.
Morbilli : Desa D, Desa B, Desa A.
.
DHF
: Desa E, Desa B, Desa D.
.
Malaria : Desa A, Desa F, Desa B.
ari Data tersebut di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :
.
Desa A dijumpai 3 penyakit menular wabah : Diare, Mor-
billi, Malaria.
4 penyakit menular wabah : Diare, Mor-
erakyat, hampir semua orang
pern
sa kita tekan, balk untuk angka kesakitan
mau
it, maka ke-
giat
an lain, yaitu ke-
giat
nnya oleh tenaga Bidan,
niaka sebagai koordinator pelaksana Posyandu adalah Bi-
dan, sehingga bila terjadi kemacetan di salah satu atau dua
Posyandu, si Bidan berkepentingan untuk mengaktifkan/
menghidupkan kembali sesuai dengan tugasnya.
Morbili/Campak
hkan dapat di-
akan kegiatan
unisasi campak dan
an berkesinambungan,
maka bukan mustahil desa yang bersangkutan terbebas dari
penyakit Morbilli ini. Dengan sendirinya juga faktor-faktor
yang menunjang juga perlu kita perhatikan.
Dimana dalam hal ini kegiatan yang kita tonjolkan adalah :
Dan penanggung jawab pelaksanaan adalah Juru imunisasi.
DHF (Demam berdarah)
Tempat perindukan dan tempat berkembangnya nyamuk ini
(Aedes Agepty) teman sejawat pasti sudah mengetahui dan kita
atau teman sejawat juga mengetahui cara penyelesaiannya. Jadi
pada dasarnya bila sumber tadi kita tiadakan, nyamuk yang
akit tak akan muncul. Dimana
rah, balk ACD/PCD dengan
nanggung jawab pelaksana adalah
di mana bisa dikembangkan pada
sa yang terdidik dalam pengambilan
nya Metoda pengendalian dengan Metoda
ar wabah secara rinci dapat kita
a matriks di bawah ini :
Cara
Kegiatan yang
sangat
Penanggung jawab &
yang berperan
3
a.
ui ketiga hal tersebut di atas, petugas RR lah
i datanya. Dari ketiga faktor di atas, kita dapat
s desa berdasarkan kerawanan masing-masing
memudahkan pekerjaan serta membuat
tan, masing-masing penyakit kita
Penyakit ini bisa dicegah, ditekan, dilimitkan ba
tiadakan dengan jalan Imunisasi Campak.
Idealisnya apabila di desa prioritas kita laksan
Imunisasi, bayi-bayi sebagai sasaran im
bisa kita imunisasi semua, secara teratur d
ja
p
d
a
d
1
2
3
4
D
1
2.
Desa B dijumpai
billi, DHF, Malaria.
3.
Desa D dijumpai 2 penyakit menular wabah : DHF, Mor-
billi.
Dengan demikian, dari desa A sampai desa F sama-sama mem-
peroleh prioritas penanganan, maka dengan melihat kesimpulan
tersebut di atas kita dapat menyusun super prioritas pe-
nanganan, adalah sebagai berikut :
a.
Desa B.
b.
Desa A
c.
Desa D
d.
dst.
PENGENDALIAN PENYAKIT, KEGIATAN YANG
DITONJOLKAN, TANGGUNG JAWAB PELAKU
Diare/Kolera
Untuk lebih luasnya jangkauan kolera kita sebut/kita masukkan
dalam diare. Jadi pengertian diare di sini adalah termasuk pula
kolera. Penyakit ini sangat m
ah rnengalami diare dan mereka tidak peduli apa pe-
nyebabnya. Cara-cara penanggulangannya cukup banyak yang
telah dijalankan serta ada pula yang dipromosikan, di mana
yang paling populer adalah ORALIT, jelasnya dengan oralit
penyakit diare bi
pun angka kematiannya (terutama). Dengan demikian di-
harapkan bila semua warga mengetahui cara penggunaannya
(oralit), maka desa/wilayah yang bersangkutan aman terhadap
ancaman wbah penyakit diare. Dengan demikian kalau kita
lihat, bahwa yang memegang peranan adalah Oral
an Puskesmas/Masyarakat yang perlu ditonjolkan di dalam
hal in adalah kegiatan POSYANDU, karena salah satu kegiatan
di dalam pelaksanaan Posyandu adalah penanggulangan diare
dan selain kegiatan Posyandu ada juga kegiat
an P4D.
Tanggung jawab pelaksanaannya : Posyandu merupakan
keterpaduan tenaga profesionil dan non profesionil. Bidang
Profesionil lebih condong pelaksanaa
1.
Imunisasi
2.
Posyandu
bersangkutan akan lenyap, peny
kegiatan yang perlu kita tonjolkan di sini guna melenyapkan
sumber biasa dikenal dengan PSN. Sebagai tanggung jawab
pelaksana PSN dikoordinasi oleh Puskesmas dengan me-
libatkan Pamorig desa, Toma, Masyarakat, anak sekolah dan
sebagainya.
Dari Puskesmas petugas yang paling balk untuk mengkoordinir
kegiatan adalah Juru malaria desa/Juru Survailance.
Malaria
Hampir sama dengan DHF, hanya di sini kegiatan yang diton-
jolkan adalah pengambilan da
memperhatikan kriteria desa (gawat bahaya, sangat rawan,
rawan, aman). Sebagai pe
Juru.malaria desa (JMD),
Kader/Masyarakat de
darah.
Untuk lebih jelas
Penonjolan Kegiatan berdasarkan Penonjolan Penyakit, ter-
utama terhadap Penyakit menul
jabarkan pad
Janis
No.
menular
Mengatasinya
Penyakit
wabah
ditonjolkan
1. Diare Oralit
Posyandu
P4D
­ Bidan
­ Kader
­ Tenaga kesehatan
lainnya
2. Morbilli Imunisasi
pak
Imunisasi
Posyandu
cam
­ Jurim
­ Tenaga Puskesmas
3. DHI'
Meniadakan
PSN
­
JMD
sumber
­
Kader
­ Masyarakat
­ Masyarakat seko-
lah
4. Malaria ­
Pengambilan
darah, untuk
mengambil
­ PCD/ACD
berdasarkan
kriteria desa
­ JMD
­ Kader dan masya-
rakat yang terd
langkah
­ PSN
dik untuk pang-
i-
­
Meniadakan
ambilan darah.
sumber
Cermin Dunia Kedokteran No. 50, 1988
34
background image
Kalau kita melihat prioritas desa yang berdasarkan ke-
anc
berikut :
penyakit tersebut
a B, A, D ini
u perlu agar
t menangani
paratur desa
a
daw
Ma
rdasarkan lokasi kita masih agak di
ada Malaria,
aerah pantai) atau sebaliknya ada Malaria,
nya
n dari wilayah kerja kita. Tentunya keberhasilan
kat
rawanan masing-masing penyakit di atas, kita bisa mengambil
er-ancer sebagai
Desa diare : A, B, C maka kegiatan Posyandu harus dapat
dilaksanakan dengan apa yang terdapat di dalam buku Petunjuk
Posyandu, agar Posyandu dapat berjalan sesuai dengan
petunjuk, hambatan-hambatan di dalam pelaksanaan segera
dapat diselesaikan. Untuk jelasnya, desa A, B, C primadonanya
adalah kegiatan Posyandu, walaupun desa-desa yang lain
posyandu tetap berjalan seperti biasanya.
Demikian juga untuk desa Morbilli, DHF, Malaria ancar-
ancarnya sesuai dengan metrix pengendalian
di atas.
Bagi desa Super prioritas di atas, yaitu : Des
memerlukan penanganan yang khusus. Di sini kala
:Dewa-dewa" yang di atas diturunkan untuk iku
masalah ini, dengan maksud agar pelaksana/a
"Sendiko dawuh" secara sadar atau tidak sadar (sadar karen
demi kepentingan desanya dan tak sadar karena sendiko
uhnya).
Dari keempat penyakit tersebut (Diare, Morbilli, DHF,
laria) sebenarnya be
untungkan, yaitu mungkin di tempat lain tidak
tetapi ada Diare (d
tetapi tidak ada Diare (daerah pegunungan). Dengan demikian
mungkin kita sedikit agak beruntung di dalam menangani
Penyakit menular wabah, yang artinya hanya menangani tiga
jenis Penyakit menular wabah. Jika kebetulan ke bagian empat
penyakit, maka penanggulangannya/pengendaliannya sudah
kami paparkan di atas.
Jadi bisa kami simpulkan, perlu penanganan khusus ter-
hadap Penyakit menular wabah, di man Penonjolan kegiatan
sangat diperlukan pula guna mempersempit Ruang lingkup
nyakit yang bersangkutan dan untuk selanjut
penyebaran pe
dapat ditiadaka
tersebut tidak terlepas dari keikutsertaan./bantuan Masyara
ta terpadunya Lintas sektoral.
ser
PENUTUP
Dengan uraian kami tersebut, besar harapan kami bisa di-
terapkan pada wilayah-wilayah kerja Teman sejawat yang telah
mencoba berbagai metode atau yang sama sekali Teman se-
jawat awam tentang Puskesmas. Semoga selalu berhasil dan di
hari esok agar lebih baik dari pada hari ini.
Cermin Dunia Kedokteran No. 75, 1992 35