background image
CDK 169/vol.36 no.3/Mei - Juni 2009
191
B E R I T A T E R K I N I
CDK 169/vol.36 no.3/Mei - Juni 2009
192
B E R I T A T E R K I N I
O
bat-obat golongan proton pump inhibitor seringkali di-
berikan bersamaan dengan clopidogrel-aspirin untuk mencegah
perdarahan lambung. Dari sebuah penelitian observasional
menggunakan vasodilator-stimulated phosphoprotein (VASP)
phosphorylation, diketahui bahwa aktifitas clopidogrel terhadap
trombosit dapat berkurang bila diberikan bersamaan dengan
proton pump inhibitor (PPI).
Penelitian OCLA (Influence of Omeprazole on the Antiplatelet
Action of Clopidogrel Associated to Aspirin) dilakukan untuk
mengetahui efek pemberian omperazole terhadap aktifitas
clopidogrel. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian ter-
samar ganda, kontrol plasebo dan melibatkan pasien-pasien
yang akan menjalani pemasangan stent arteri koroner dan
diterapi dengan aspirin (75 mg sehari) dan clopidogrel
(setelah loading dose, diberikan 75 mg sehari). Pasien diacak
untuk menerima omeprazole (20 mg sehari) atau aspirin pada
hari ke-1 dan ke-7. Aktifitas clopidogrel diuji dengan mengukur
phosphorylated-VASP trombosit dengan platelet reactivity
index (PRI). Endpoint primer ditujukan pada perbandingan
antara nilai PRI setelah 7 hari pada kedua kelompok.
Hasil penelitian :
Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa omeprazole secara
bermakna menurunkan kemampuan clopidogrel dalam meng-
hambat trombosit sebagaimana diperlihatkan dari hasil
pengujian dengan VASP phosphorylation.
Penelitian ini sangat penting mengingat banyak pasien yang
diberi clopidogrel-aspirin juga diberi PPI untuk mencegah
perdarahan lambung.
Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui sejauh mana
obat golongan PPI menghambat aktifitas clopidogrel dan
dampak klinisnya. Sementara itu para ahli pada penelitian ini
menganjurkan untuk tidak memberikan obat golongan PPI
bagi pasien yang sedang dalam terapi clopidogrel-aspirin,
kecuali ada indikasi nyata.
Simpulan:
· Pemberian Omeprazole pada pasien yang sedang diterapi
clopidogrel-aspirin menurunkan efektifitas penghambatan
clopidogrel terhadap trombosit.
· Para ahli dalam penelitian ini menganjurkan agar pasien
yang sedang dalam terapi clopidogrel-aspirin tidak diberi
obat golongan PPI, kecuali ada indikasi nyata. (YYA)
Referensi :
1. Gilard M, Arnaud B, Cornily JC, Le Gal G, Lacut K, Le Calvez G, et al. Influence of
Omeprazole on the Antiplatelet Action of Clopidogrel Associated With Aspirin.
The Randomized, Double-Blind OCLA. Omeprazole CLopidogrel Aspirin) Study.
J Am Coll Cardiol 2008; 51: 25660.
2. Steinhubl SR, Berger PB, Mann JT, et al. Early and sustained dual oral antiplatelet
therapy following percutaneous coronary intervention: a randomized controlled
trial. JAMA 2002; 288: 241120.
Clopidogrel dan aspirin telah digunakan secara luas dan manfaatnya terbukti pada pasien
dengan penyakit atherotrombotik. Clopidogrel terbukti manfaatnya dengan atau tanpa
aspirin. Selain itu clopidogrel juga menurunkan kejadian trombosis stent arteri koroner.
A
da berbagai jenis diet yang telah kita kenal, sebut saja Diet
Atkins dan South Beach Diet yang dirancang dengan cara
mengatur proporsi konsumsi karbohidrat, protein dan lemak
agar dapat menurunkan berat badan. Pada umumnya pola
diet yang dibuat adalah dengan mengurangi jumlah karbo-
hidrat dan lemak, serta meningkatkan asupan protein. Tetapi
sampai saat ini masih ada kontroversi mengenai keefektifan
diet jenis di atas.
Suatu studi yang telah dipublikasikan di Journal of Clinical
Endocrinology and Metabolism (JCEM) telah membuka
pandangan baru suatu program diet untuk menurunkan
berat badan.
Studi oleh University of Washington School of Medicine di
Seattle ini meneliti kemampuan setiap komponen nutrisi
yang berbeda dalam menekan ghrelin, suatu zat yang
disekresi oleh lambung dan dikenal sebagai hormon yang
merangsang nafsu makan dan meningkatkan produksi lemak
tubuh. Ghrelin ini bekerja berlawanan dengan hormon
leptin yang menekan nafsu makan. Dalam sirkulasi kadar
ghrelin akan meningkat segera sebelum saat makan dan
kemudian menurun secara cepat setelah makanan diserap.
Pada studi ini subjek diberi 3 komponen nutrisi yang berbeda
(karbohidrat, protein, lemak), selanjutnya sampel darah
diambil sebelum makan dan setiap 20 menit selama 6 jam
setelahnya. Kadar ghrelin selanjutnya diperiksa pada setiap
sampel. Hasil studi menemukan bahwa pada saat lemak
dikonsumsi, kadar ghrelin bertahan secara relatif tetap tinggi,
hal ini akan semakin menstimulasi pusat lapar sehingga kita
ingin makan dan makan lagi. Sebaliknya pada saat konsumsi
protein terjadi penekanan jumlah ghrelin untuk jangka
waktu yang cukup lama, dan yang tak kalah menarik adalah
konsumsi karbohidrat pada awalnya menekan jumlah ghrelin
secara kuat tetapi selanjutnya kadar ghrelin berbalik menjadi
meningkat melebihi kadar awalnya.
Penemuan ini diharapkan dapat membuka pintu penelitian
lebih lanjut untuk menemukan metode diet baru yang lebih
efektif untuk menurunkan berat badan. Penemuan ini juga
dapat menjelaskan mengapa makan karbohidrat dan lemak
berlebih dapat semakin meningkatkan bobot tubuh dan
membuat kita ingin makan dan makan lagi. (DHS)
Referensi:
1. Ghrelin. http://www.answers.com
2. Why high protein, low fat and low carbohydrate diets supress hunger?
http://www.medicalnewstoday.com
Banyak cara menuju sehat, begitulah yang sering kita dengar, salah satunya adalah
melalui diet. Dengan diet yang baik dan benar kita dapat mencapai berat badan ideal yang
membuat tubuh akan terasa lebih sehat. Tekanan darah, kadar kolesterol dan gula darah
juga lebih mudah terkontrol jika kita memiliki berat badan yang sesuai.
Omeperazole Menurunkan
Omeperazole Menurunkan
Efektifitas Clopidogrel terhadap
Efektifitas Clopidogrel terhadap
Trombosit
Trombosit
Omeperazole Menurunkan
Efektifitas Clopidogrel terhadap
Trombosit
Ghrelin dan Nafsu Makan
Ghrelin dan Nafsu Makan
Ghrelin dan Nafsu Makan
Tidak
bermakna
PRI hari ke-1
PRI hari ke-7
83,2%
standard deviation
[SD] 5.6
39.8% (SD 15.4)
51.4% (SD 16.4)
P<0,0001
83.9%
(SD 4.6)
Kelompok
Omeprazole
Kelompok
Plasebo
p