background image
Peranan Dokter
dalam Pengendalian Infeksi
Nosokomial
Djoko Roes had I
Panitia Medik Pengendalian Infeksi RSUD Dr. Soetomo, Surabaya
PENDAHULUAN
Untuk melaksanakan program pengendalian infeksi noso-
komial di rumah sakit dengan baik, perlu dibentuk suatu organi-
sasi pelaksana yang mantap, yang seluruh anggotanya terkait
erat agar dapat memotivasi semua jajaran dalam rumah sakit
tersebut untuk menjalankan program. Sementara ini, terdapat
beberapa bentuk/susunan organisasi pengendalian infeksi
nosokomial ini di Indonesia.
Bentuk Organisasi di RSUD. dr. Soetomo/FK. UNAIR ada-
lah sebagai berikut :
Sedangkan menurut yang dianjurkan oleh Departemen Ke-
sehatan, sebagai hasil kesepakatan dari beberapa rumah sakit di
Indonesia, bentuknya adalah sebagai berikut :
BAGAN ORGANISASI YANG DIANJURKAN OLEH DEPARTEMEN
KESEHATAN
Keanggotaan CDC Depkes
RI
Komite/Pan
Administrasi RS.
Pimpinan Perawatan
UPF. Penyakit Dalam
UPF. Bagian Iiedah
UPF. Penyakit Anak
Farmasi
CSSD
Ketua : Klinisi
Direktur
Pimpinan Perawatan
Wakil-wakil UPF.
Ketua : Direktur
Team
Ketua : Sekretaris
Komite/Pan
Sekretaris : Kabid
Perawatan
Angg : Semua Kepala
Perawatan UPF.
Di dalam bentuk organisasi apapun, terkait beberapa profesi
medis dan non medis.
Dalam makalah ini akan dibicarakan peran dokter dalam
pengendalian infeksi nosokomial. Menurut Daschner, dokter
yang menjadi anggota organisasi pengendalian infeksi noso-
komial, harus berkualitas profesional dan merupakan kombinasi
antara: ahli penyakit infeksi, ahli mikrobiologi, ahli epidemiologi,
social worker, psikolog, guru, ahli riset, ahli terapi antibiotika,
polisi/investigator, arsitek dan partner baik dari perawatan.
Secara umum dokter tersebut hams memiliki kualifikasi
umum : punya interest, wakil kelompok besar, punya wibawa,
komunikatif, ahli dalam bidangnya, dan tekun; dan secara khusus
mempunyai pengetahuan yang cukup dalam bidang : epidemio-
logi, bakteriologi - penyakit infeksi, antibiotika, antiseptik - de-
Cermin Dunia Kedokteran No. 83, 1993 29
background image
sinfektan, disposal, hospital architecture, psikologi, dan cukup
mengenal masalah UPF; sehingga secara umum dapat disimpul-
kan kualitas mereka adalah mempunyai lima unsur : good ma-
nager, good doctor, good scholar, good teacher, good researcher.
Secara fungsional, dokter mempunyai peran sebagai berikut:
I.
Dalam komite : Memimpin untuk : pembuatan kebijakan,
rapat rutin (1 bulan sekali), penentuan keputusan penting dalam
keadaan KLB, dan menghimpun laporan penting.
II.
Dalam tingkat team : Memimpin untuk : Penjabaran ke-
bijakan, pelatihan dan pengajaran staf, Surveilan, Pelaporan
KLB, dan Rapat rutin (1 minggu sekali).
III.
Dalam pelaksanaan harian (tingkat UPF) punya peran
sebagai berikut :
·
Catatan Medis/LPD Khusus
·
Pelaksanaan SOP.
KEPUSTAKAAN
1.
Ramah Surbakti. Pendekatan tim dalam pengendalian infeksi nosokomial,
Penataran Infeksi Nosokomial Perawat - Dokter, Surabaya, 7 Desember
1988.
2.
Simposium - Lokakarya Nasional : Pengendalian Infeksi Nosokomial, Su-
rabaya, 9 ­ 11 Juni 1988, hal. 10 dan 35.
3.
Wenzel RP. Prevention and Control of Nosocomial Infections. Baltimore,
London, Los Angeles, Sydney: Williams & Wilkins.
Cermin Dunia Kedokteran No. 83, 1993
30