HASIL PENELITIAN
Peran Antioksidan
dalam Penghambatan Aterosklerosis
pada Tikus Wistar Diabetes Melitus
Zainal Musthafa*, Gatot S. Lawrence**
*Cardiology Department, Pelamonia Military Hospital
**Vascular Research Unit Wahidin Sudirohusodo General Hospital, and Department of Pathology,
Faculty of Medicine, Hasanuddin University, Makassar
Anti-oksidan mempunyai dampak positif berupa peng-
hambatan proses aterosklerosis, yang sering merupakan kom-
plikasi dari penyakit diabetes mellitus dan sangat berperan
untuk terjadinya penyakit jantung koroner. Penelitian ini mem-
berikan informasi tentang peran anti-oksidan dalam pengham-
batan proses aterosklerosis pada tikus Wistar diabetes mellitus.
SUBYEK
Dua kelompok sampel yaitu kelompok tikus Wistar
sebagai kontrol (S) 48 ekor dan sebagai model diabetes (DM)
48 ekor yang masing-masing mempunyai berat badan 200 g;
umur 12 minggu. Pembuatan model DM dengan cara induksi
Streptozotocine (STZ) 40 mg/kgBB intra peritoneal (i.p)
setelah dipuasakan 24 jam.
METODA
Bentuk penelitian pre-postest randomized controlled
animal experiment, follow-up postest dilakukan tiap satu
minggu sekali selama 10 minggu. Pemeriksaan level anti-
oksidan dalam hal ini enzim superoksida dismutase (SOD) dan
penilaian aterosklerosis sebagai data. Penilaian anti-oksidan
dengan immunoassay dan aterosklerosis dengan histopatologi
(H-E).
HASIL
Pada awal terjadinya model DM, kadar anti-oksidan me-
ningkat yang kemudian diikuti penurunan (Gb. 1), tetapi
kejadian aterosklerosis yang dimulai pada minggu ke empat,
prosentasenya makin bertambah dengan bertambahnya waktu
follow-up terjadi model DM (Gb. 2).
DISKUSI
Pada awal terjadinya DM kadar anti-oksidan meningkat
(Gb. 1), keadaan ini bisa dijelaskan karena pada DM kenaikan
kadar gula darah akan menyebabkan kenaikan kadar radikal
bebas.
Gambar 1. Anti-oksidan pada tikus Wistar sebagai kontrol (S) dan
diabetes (DM)
Keterangan :
Hasil pemeriksaan anti-oksidan ada perbedaan, sampai dengan minggu ke lima
anti-oksidan pada DM (1297
±
4,34) lebih tinggi dari pada Kontrol (1089,97
±
2,57). Setelah minggu ke tujuh anti-oksidan pada DM (875,65
±
1,23) lebih
rendah dari pada Kontrol (1096,45
±
2,60).
Gambar 2. Aterosklerosis pada tikus Wistar sebagai kontrol (S) dan
diabetes mellitus (DM)>
Keterangan :
Hasil pemeriksaan atherosklerosis ada perbedaan, tidak ditemukan atheros-
klerosis pada Kontrol, tetapi pada DM ditemukan aterosklerosis mulai minggu
ke empat dan makin meningkat dengan bertambahnya Waktu.
Radikal bebas merupakan senyawa oksigen reaktif yang
sitotoksis, dapat berdampak negatif terhadap membran sel,
dinucleotida (DNA) dan protein seperti halnya enzim yang ada
dalam tubuh misalnya SOD sebagai anti-oksidan. Oleh karena
itu tidak beberapa lama setelah menjadi model DM terlihat
Cermin Dunia Kedokteran No. 127, 2000
32
kadar anti-oksidan menurun. Informasi terakhir bahwa radikal
bebas dapat menjadi penyebab yang mendasari berbagai macam
keadaan patologis termasuk penyakit aterosklerosis pada
umumnya dan khususnya penyakit jantung aterosklerosis yang
sering dikenal penyakit jantung koroner.
Fungsi utama anti-oksidan adalah menetralisir atau me-
redam dampak negatif dari radikal bebas; bila kadar anti-
oksidan tubuh menurun (Gb. 1), maka aterosklerosis semakin
progresif (Gb. 2).
Hasil uji regresi ganda, faktor apa saja yang berpengaruh
terhadap enzim anti-oksidan endogen (SOD), ternyata ada
pengaruh yang bermakna dari radikal bebas dan waktu follow
up terhadap pembentukan SOD dengan p<0,01.
Hasil uji regresi ganda menunjukkan bahwa gula darah,
enzim anti-oksidan endogen (SOD) dan waktu follow-up ber-
pengaruh bermakna terhadap radikal bebas dengan p<0,05, dan
hasil uji regresi logistik ternyata radikal bebas berpengaruh ber-
makna terhadap pembentukan atherosklerosis dengan p<0,01.
Manfaat lain dari penelitian ini adalah penderita ateros-
klerosis umumnya dan penyakit diabetes maupun penyakit
jantung koroner khususnya perlu diberikan tambahan anti-
oksidan yang sekarang sudah banyak beredar di pasaran ber-
bentuk obat.
KEPUSTAKAAN
1. Musthafa Z, Lawrence GL. Pengaruh radikal bebas terhadap proses
percepatan atherosklerosis pada tikus Wistar diabetes mellitus. The
Indonesian Medical Association Newsletter 1999; 4 : 4.
2. Ross R, PhD. Atherosclerosis - An Inflammatory Disease. NEJ Med.
1999; 340 : 115-26.
12 Oktober 1999 penghuni planet bumi
6 milyar orang, sedang 2 abad yang lalu ...
baru 1 milyar o ang !
r
Cermin Dunia Kedokteran No. 127, 2000 33