background image
PENEMUAN PARA BOMBAY BLOOD YANG
PERTAMA DI JAKARTA
dr Putrasatia lrawan
,
dr Masri Rustam
M A Toha , M Aminuddin
Lembaga Pusat Tranfusi Darah
Palang Merah Indonesia
Jakarta
PENDAHULUAN
Pada saat ini agaknya masih banyak orang yang beranggap-
an bahwa darah golongan O bisa dipakai untuk penderita
golongan darah lain (A, B dan AB). Sebenarnya hal demikian
oleh LPTD-PMI telah dinyatakan keberatan-keberatan untuk
memberikan golongan darah O kepada golongan lain berhu-
bung pada kenyataannya sering menimbulkan efek sampingan
pada penderita. Terlebih bila didalam plasma donor golongan
0 ini terdapat anti A dan anti B yang bertiter tinggi (1/64);
terdapatnya faktor hemolysin, apalagi dengan adanya immun
anti A dan immun anti B(IG). Dinegara-negara lain anggapan
golongan darah O sebagai Universal Donor tidak dianut lagi,
kecuali kalau diberikan dalam bentuk Packed Red Cells.
Suatu keadaan yang agak berbeda dengan hal diatas, di-
mana kami ingin melaporkan bahwa pasien dengan golongan
darah O tidak dapat ditransfusi dengan donor golongan O.
Melainkan hanya golongan Oh (Bombay O
h
) saja yang dapat
diberikan kepadanya.
Dua kasus telah ditemukan di LPTD-PMI Jakarta dimana
kasus pertama : N K seorang anak perempuan dengan golong
an darah O, berumur satu tahun. Ia memerlukan tranfusi
darah sebanyak 200 cc untuk tindakan operasi Hirschprung di
R S St.Carolus Jakarta pada bulan Desember 1976.
Kasus kedua : A K juga seorang anak wanita, dengan golong
an darah O, berumur delapan tahun. Ia memerlukan darah
sebanyak 350 cc juga untuk tindakan operasi pada bulan
Maret 1978.
PENELITIAN KASUS PERTAMA
(l)
Golongan darah diperiksa dengan slide test dan tube
test, ternyata penderita mempunyai golongan darah
O CCDee PlLe
a
-
b+
(2)
Contoh darah penderita di cross dengan delapan
contoh darah donor golongan O semuanya incom-
patible. Dalam mayor cross matching (dimana sel
donor direaksikan dengan serum penderita) mulai
fase I sampai fase III , tetapi minor cross matching
(serum donor direaksikan dengan sel penderita)
negatif semua.
(3)
Screening antibody. Dalam serum penderita ditest
dengan sejumlah sel panel dari golongan O memakai
metoda saline pada suhu kamar (37°) dan Coombs
test ternyata positif (agglutinasi) semua.
(4)
Sel penderita, sel O biasa dan sel Bombay Blood yang
kebetulan ada contohnya di Laboratorium kami di
test dengan anti H lectin, serum Bombay Blood dan
serum penderita sendiri dengan hasil sebagai berikut:
Sel Bombay
Blood
Anti H lectin - +++ -
Serum Bombay -
++ -
Blood
Serum Pende- -
++ -
rita
Melihat hasil penelitian ini, diduga keras penderita tergolong
Bombay Blood walaupun penderita adalah secretor:
Untuk mendapat kepastian, kami mengirim kepada Dr:
BHA-
TIA
di Bombay contoh darah penderita beserta salivanya un-
tuk mendapat penelitian lebih lanjut:
Hasil pemeriksaan Dr.
BHATIA
adalah sebagai berikut
(l)
Golongan darah penderita adalah OMM CCDee (kami
tidak memeriksa MN system, tetapi ia tidak meme-
riksa P dan Lewis system).
(2)
Serum penderita selain beragglutinasi dengan sel A
dan sel B juga bereaksi dengan sel O dan tidak ber-
reaksi dengan tiga contoh darah golongan Bombay
Blood (sama dengan penelitian kami).
(3)
Antibody yang ditemukan pada penderita ini tidak
dapat dinetralkan atau ditekan oleh saliva baik
secretor maupun non secretor (hal ini tidak kami
lakukan).
(4)
Pada Saliva dari penderita ditemukan adanya H
substance yang mempunyai inhibition index dengan
anti H lectin l:16.
Akhirnya Dr.
BHATIA
berpendapat bahwa kasus ini tebenar-
nya adalah Para Bombay Blood dengan type O Hm yang mem-
punyai antibody IO yang spesifik. Perbedaan antara Bombay
Blood dengan Para Bombay Blood hanya secretor dan non
secretor serta anti body dalam Bombay adalah anti H. Sedang
Tehnisi
Sel pende
rita
Sel O
biasa
Cermin Dunia Kedokteran No: 12, 1978
37
background image
kan anti IO dalam Para Bombay Blood darah penderita N K
ini compatible dengan darah Bombay Blood: Maka kami
mendapat kiriman satu unit darah Bombay untuk penderita
N K:
PENELITIAN KASUS KEDUA
(1)
Golongan darah penderita adalah OCCDee.
(2)
Dicross dengan beberapa golongan O semuanya
incompatible seperti kasus pertama.
(3)
Screening antibody dalam serumnya positif dengan
sel panel seperti kasus yang pertama.
(4)
Karena tidak ada lagi contoh darah Bombay maka
sel penderita hanya ditest dengan H dan hasilnya
negatif.
(5)
Antibody dalam serum penderita ditambah dengan
saliva dari donor O secretor ternyata tidak dapat
menetralkan atau menekan titer antibodynya. Hasil
ini juga sama dengan kasus pertama yang dilakukan
oleh Dr.
BHATIA
di Bombay.
(6)
Serum penderita ditest pula dengan beberapa cord
blood bayi dengan tipe (ii), ternyata negatif semua.
Melihat hasil penelitian ini serum penderita yang bukan anti
H tetapi kemungkinan besar anti IO. Kemungkinan besar Para
Bombay Blood. Untuk memastikan hal ini maka kami kirim-
kan contoh darah ke Palang Merah Australia di Sydney. Ja-
waban mereka ternyata kasus ini adalah Para Bombay Blood
yang
hanya compatible dengan Bombay Blood. Kami juga
mendapat bantuan berupa kiriman Bombay Blood sebanyak
350 cc untuk penderita A K ini.
PEMBICARAAN
Bombay Blood pertama-tama ditemukan oleh
BHENDE
pada tahun 1952 di Bombay. Kemudian
BHATIA
menemukan
dua kasus lagi pada tahun 1955.
SIMMONS
dan D'SENA juga
menemukan satu kasus pada tahun yang sama, disusul satu
kasus lagi oleh
PARKIM
pada tahun 1956.
Menurut penelitian
BHATIA
dan
SANGHVI
pada tahun
1962, Bombay Blood telah banyak ditemukan pada orang-
orang berbahasa Marathi yang letaknya di sekitar kota Bombay
frekwensinya mencapai satu dalam 13.000. Sampai tahun
1969 sudah ditemukan hampir 30 kasus Bombay Blood di
seluruh dunia (tidak termasuk kota Bombay). Kasus ini ada
lah yang pertama di Indonesia.
Golongan O biasanya mengandung H substance yang
paling banyak. Karena itu sel O bereaksi paling kuat dengan
anti H, tetapi Bombay Blood Oh justru sama sekali tidak
memberikan reaksi dengan anti H. Sel Oh Bombay Blood ini
tidak bereaksi dengan anti A, anti B dan anti H. Biasanya non
secretor dengan phenotype Lewis Le
a+b
- hanya satu kasus
yang Le
a-b-
Serum dari Oh dapat bereaksi dengan semua
golongan 0 pada suhu 4° sampai 37° dan dapat pula melysis
sel, tetapi aktivitas ini dapat dinetralkan oleh saliva yang
secretor (mengandung H substance).
Saliva dari Oh adalah non secretor Le
a+b
-, tidak mengandung
A, B, H, tetapi Le
a
substance. Sedangkan saliva dari Oh yang
Lea-b- selain tidak ada A, B, H juga tidak mempunyai
LE-
W
IS
substance.:
Jalannya genetik untuk mencapai A--B dan H antigen
pada sel darah merah yang digambarkan oleh
WATKINS
pada tahun 1965 adalah sebagai berikut :
38
Cermin Dunia Kedokteran No: 12, 1978
background image
Genotype Bombay Blood berarti tidak mempunyai H gene
walaupun ada A atau B gene. Karena tidak ada H gene maka
tidak terbentuk antigen A, B atau H. Demikian pula bila se-
orang yang Se gene dengan genotype yang hh, juga tidak akan
ada A, B atau H substance dalam salivanya, tetapi se dengan
genotype Hh atau HH baru ada, A, B dan H substance dalam
saliva (non Bombay Blood).
LEVINE, ROBINSON dan CALANS pada tahun 1955
mengatakan orang Bombay mempunyai A dan G gene normal
yang dapat dilihat dari keluarga lainnya, mereka paling tidak
membawa satu H gene (Hh): Anak yang keturunan dari hh X
sama sekali dengan anti H. Seorang non secretor dan meng-
andung anti H ditemukan oleh LEVINE pada tahun 1961
dan dinamakan Ah.
Tahun 1970 LIBERGE menemukan Bh yang selnya me-
ngandung B antigen yang sangat lemah dan tidak mengandung
H substance pada sel serta mengandung anti H dalam serum-
nya.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih kepada Dr H M BHATIA yang telah mengirimkan
darah Bombay: Terima kasih pula kepada JOHN MOULDS penyusun
S C A R
F
yang kebetulan mengirim contoh darah dari seorang donor
HH mendapat A, B dan H sel antigen yang normal tetapi
Bombay Blood yang hh itu karena tidak ada H gene, maka
tidak ada A, B atau H antigen pada selnya: Hal ini terjadi
karena adanya recessive supressor gene dalam dosis yang
double dapat menekan A--B dan Se gene: Individu ini di
golongkan Oh yang sebenarnya ada A, B atau Se: Bombay
Blood jenis ini lebih tepat ditulis Oh
A
atau Oh
B
yang berarti
mempunyai genetik AA--AO atau BB BO:
Dari satu contoh keluarga Amerika dapat dilihat adanya
supresor· untuk B antigen dari Oh
B
(LEVINE,ROBINSON,
CALANS, BRIGG dan FALKINBURG tahun 1955):
Bombay Blood dan terima kasih kepada Palang Merah Australia yang
membantu memberikan ulex Europeaus, sel panel, dan satu unit Bom-
bay Blood: Juga terima kasih kami ucapkan kepada Dr: BHATIA dkk
serta Palang Merah Australia yang telah ikut berpartisipasi dalam pene-
litian ini:
Kepustakaan
1. P
L MOLLISON :
Blood transfusion in clinical medicine: 5th ed
Blackwell scientific publ, Oxford,
1971:
2. R R RACE,
R
SANGER :
Blood groups in men:
5th ed Blackwell
scientific publ Oxford
1968:
3. ORTHO DIAGNOSTICS :
The ABO and system.
Ortho Research
foundation
1969:
4. F
STRATTON ,
P
H RENTON :
Pratical blood grouping
B1ack-
well Scientific Publ Oxford:
5. H M BHATIA :
ABO blood grouping including weaker A--B varia-
tions and Oh phenotype: WHO Inter country course on immunoha-
ematological procedures in blood banking (SEARO 0176--02) Bom-
bay, 1--10 Nov 1971:
Dari gene system Le le, Se se dan ABO yang digariskan oleh
WATKINS pada tahun 1965 dimengerti bagaimana susunan
gene-gene tersebut sampai terjadinya Bombay Blood:
q
Variasi dari Bombay Blood -- Phenotype Ah Bh:
Sel
yang bereakti sangat lemah dengan anti A dan tidak bereaksi
Cermin Dunia Kedokteran No: 12, 1978
39