background image
ABSTRAK ABSTRAK
KONTRASEPTIP ORAL BERBENTUK KERTAS
Dilaporkan bahwa di R.R.T: kontraseptip oral untuk wanita berbentuk kertas.
Kebutuhan kontraseptip oral untuk sebulan berbentuk selembar kertas berperfo-
rasi mirip kertas meterai tempel. Tiap hari si wanita menyobek satu "meterai" untuk
diletakkan di atas lidah dan dibiarkan larut.
Bahan kertas yang dipergunakan adalah carboxy-methyl-cellulose, yang dapat larut
dalam air dan telah dicelupkan ke dalam larutan kontraseptip.
Keuntungan kontraseptip oral yang berbentuk kertas adalah:
cara pembuatan yang lebih mudah dengan komposisi hormonal yang lebih tepat.
para pekerja di dalam pabrik pembuat dihindarkan menghirup debu hormon-
hormon seperti yang dapat terjadi pada proses pembuatan tablet.
tidak memerlukan tempat penyimpanan yang besar.
OLH
MD Pacific. vol 7, 14, 1974
PENGARUH PYRIDOXINE HCL (VITAMIN B6) ATAS DEPRESSI
YANG DISEBABKAN KONTRASEPTIP ORAL
Gejala-gejala depresi yang kadang-kadang timbul pada wanita yang makan pil
kontraseptip dapat dihubungkan dengan kelainan pada metabolisme tryptophan dan
vitamin B6 yang disebabkan oleh komponen estrogen dan progestogen di dalam obat
tersebut.
Dari 22 wanita yang memakan pil kontraseptip dan yang menunjukkan gejala-gejala
depressi, pada 11 di antaranya dapat ditemukan bukti-bukti biokimiawi akan keku-
rangan vitamin B6 yang absolut.
Wanita-wanita tersebut bereaksi baik dengan pemberian pyridoxin HCL.
OLH
ADAMS, P.W., ROSE, D.P., FOLKLARD, J., WYNN., V., SEED, M. and STRONG, R.,
Lancet, 1, 897 904, 1973.
PERUBAHAN HASIL LABORATORIUM OLEH KONTRASEPTIP ORAL
Penggunaan kontraseptip oral selain dapat menyebabkan efek-efek dampingan
yang sering dilaporkan seperti: penambahan berat badan, kenaikan tekanan darah,
thrombosis, nausea dll. juga dapat mengubah hasil-hasil pemeriksaan laboratorium.
Oleh WEINDLING dan HENRY dari A.S. dilaporkan bahwa kontraseptip oral
dapat mempengaruhi berbagai hasil laboratorium:
menaikkan
: triglycerides
thyroid-binding globulin
thyroxin
cortisol-binding globulin
cortisol
jumlah thrombocyt
procoagulant-procoagulant darah
besi
iro-binding capacity
menurunkan : albumin
triodothyronine resin uptake
17 OH corticosteroid
17 ketosteroid
OLH
WEINDLING, H. and HENRY, J.B., JAMA, 23 September 1974
keluarga
berencana
keluarga
berencana
laboratorium
27
background image
gizi
farmakologi
psychiatri
KHASlAT TERASI DAN PlNDANG IKAN
Vitamin B
12
merupakan unsur penting untuk pembentukan darah yang normal.
Kekurangan akan vitamin ini dapat menyebabkan anemia megalo-blastik.
Di Muang Thai penyakit ini jarang sekali ditemukan, sedangkan anemia oleh ke-
kurangan besi banyak dijumpai. (Keadaan yang kurang lebih sama terdapat di
lndonesia)
Penyelidikan tentang susunan makanan sehari-hari penduduk Muang Thai menunjuk-
kan bahwa kebutuhan vitamin B
1
2 dapat dipenuhi oleh
pla-ra (= pindang ikan) dan
nampla (= terasi).
Kedua jenis makanan ini hampir selalu terdapat dalam susunan makan sehari-hari
penduduk Muang Thai.
Pindang ikan dan terasi juga merupakan jenis-jenis makanan yang banyak digemari
di lndonesia
OLH
S.
AREEKUL, R.
THEARAWIBUL
and D. MATRAKUL, Modern Medicine, vol 11,
No.1 2, 14 16, 1975.
PENYERAPAN CAFFEINE DALAM TEH, KOPI DAN COCA-COLA
Telah diketahui bahwa minuman-minuman teh, kopi dan coca-cola mengandung
sejumlah caffeine dan dianggap bahwa penyerapan oleh traktus gastro-intestinalis dari
caffeine dalam kopi lebih cepat dari dalam teh. Untuk coca-cola, suatu jenis minuman
yang banyak sekali diminum dimana-mana didunia, dikatakan bahwa caffeinenya
diserap lebih cepat dari kedua minuman yang disebut terlebih dahulu.
Untuk membuktikan akan kebenaran anggapan ini oleh penyelidik-penyelidik
MARKS dan KELLY dari lnggeris telah diteliti kadar caffeine dalam darah setelah
meminum kopi kental (160 mg caffeine), 3 cangkir teh (150 mg caffeine) dan lk. 1
liter coca-cola (156 mg caffeine) pada 3 orang sukarelawan.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa penyerapan caffeine memang terjadi cepat
sekali dan hampir sama untuk teh dan kopi, sedangkan untuk coca-cola ini terjadi
agak lambat yang sekaligus membuktikan bahwa anggapan tersebut diatas tak benar.
OLH
MARKS, V and KELLY, J.F., Lancet, vol. I,
827, 1973.
BUNUH DlRl OLEH PARA DOKTER
Angka bunuh diri oleh dokter tak sama besar untuk setiap negara, akan tetapi angka
ini selalu tinggi (di lndonesia belum pernah dilaporkan).
Di Amerika Serikat jumlah dokter yang meninggal dunia akibat bunuh diri lebih
besar dari angka kematian oleh kecelakaan mobil atau kecelakaan kapal terbang.
Dari 1965 ­ 1967 tercatat 33 kematian akibat bunuh diri diantara 100.000 orang
atau 2X lebih tinggi dari angka kematian untuk pria Amerika berkulit putih. Mungkin
sekali angka yang tinggi ini disebabkan oleh tekanan-tekanan didalam pekerjaan
sehari-hari. Penggunaan alkohol, aphetamine, barbiturat, narkotik dan tranguilizers
yang berlebih-lebihan banyak ditemukan diantara para dokter.
Ternyata beberapa keahlian mempunyai angka bunuh diri yang tinggi, yaitu
psychiatri, THT, opthalmologi dan anesthesi. Dokter-dokter ahli dengan angka bunuh
diri yang terendah adalah: dokter anak, dermatolog, ahli bedah, radiolog dan patholog.
OLH
ROSS,
M.,
Curr. Med. DIALOG,
39, 881, 1972.
28
background image
immunologi
entomolog i
INJEKSl BCG MEMBERI HARAPAN BAIK BAGl PENDERlTA MELANOMA
Dr. C.M. PlNSKY dari Memorial-Sloan Kettering Cancer Center melaporkan sukses
atas pengobatan penderita-penderita melanoma dengan penyuntikan BCG pada laesi
kulit yang multipel. Lk. separuh diantaranya menunjukkan pula metastase-metastase
dalam paru-paru, tulang, hepar dan otak. Telah diputuskan bahwa operasi atau pe-
nyinaran tak akan banyak menolong penderita-penderita ini.
Dari 39 penderita yang telah diobati dan di follow-up selama 3½ tahun, 12 diantara-
nya menunjukkan regresi sempurna dari laesi-laesi yang telah disuntik dengan BCG
dan pada 8 penderita lain ditemukan regresi pada sebagian laesi yang telah disuntik.
Sukses pengobatan ternyata tergantung dari 2 faktor :
a. kemampuan kekebalan (immuno-competence) yang cukup baik. lni dapat di-
periksa dengan PPD (purified protein derivative) dan DNCB (2, 4, dinitro-
chlorobenzene).
b. melanoma hanya telah menjalar pada kulit tanpa metastase-metastase kedalam
tubuh.
Gejala-gejala dampingan yang sering ditemukan adalah:
-- panas (2 -- 3 hari)
--myalgia
-- sindroma yang mirip flu
Pada 3 penderita timbul uraemia, hypotensi, oligouria disertai panas.
Pada 2 penderita laesia masih tetap dalam keadaan regresi dan bebas dari penyakit sete-
lah lebih dari 2 tahun.
OLH
Hospital Practice, vol. 9, No. 3, 29 30, 1974.
PEMBERANTASAN SECARA BlOLOGl (BlOLOGlCAL CONTROL)
LARVA NYAMUK RUMAH (CULEX PIPIENS FATIGANS) DENGAN
REESlMERMlS NIELSENI
Reesimermis nielseni adalah cacing nematoda yang berukuran 1,5 mm yang di-
temukan dan dipelajari lingkaran hidupnya mula2 oleh Peterson di Louisiana USA
pada tahun 1968.
Pada tahun 1972 Peterson melakukan percobaan2 dilapangan (field trials) yaitu
dengan memasukkan cacing jantan dan betina kedalam empang2 yang mengandung
larva nyamuk Culex pipiens fatigans yang dipelihara.
Cacing dewasa yang hidup bebas didalam air empang ini setelah melakukan per-
kawinan, yang betina bertelur dan telur yang diletakkan menjadi matang setelah satu
minggu. Setelah telur menetas, dalam waktu 1--2 hari stadium larva yang keluar yang
disebut
"
preparasitic stage" mencari makanan dengan cara masuk kedalam badan larva
nyamuk rumah dan didalam badan larva nyamuk ini hidup sebagai parasit selama
8
hari. Parasit ini lalu tumbuh menjadi stadium "postparasitic stage" dan keluar dari
dalam badan larva nyamuk setelah membunuh hospesnya lebih dulu. Stadium post-
parasit ini lalu melakukan pengelupasan kulit untuk tumbuh menjadi bentuk dewasa
yang kemudian melakukan perkawinan dan yang betina bertelur dalam waktu kurang
dari 2 minggu.
HDJ
Chow, C. Y., WPR/VBC/8, 8 pp,
1972.
CATATAN
Prof. Dr. J. Sulianti Saroso Dirjen P
4
M Depkes yang secara kebetulan mengikuti
suatu "workshop" mengenai Trop. Med. dan Vector Control di Singapore pada
th. 1972 ber-sama2 penulis abstrak, sedang memikirkan tentang pembelian
R. nielseni ini untuk dibiak dan digunakan dalam
"
biological control" larva2
nyamuk yang bentuk dewasanya dapat menjadi vektor penyakit penting di
lndonesia, khususnya larva C.p. fatigans yang bentuk dewasanya adalah vektor
filariasis di Jakarta.
29