background image
Nyeri
Dada
pada Penderita Penyakit Paru
dr Amirullah
R
Biro Pulmonologi Rumah Sakit Dr Mintohardjo, Jakarta
Timbulnya nyeri dada sering mengakibatkan kecemasan baik
pada penderita maupun pada dokter, karena takut nyeri ter-
sebut diakibatkan oleh penyakit jantung; padahal masih ba-
nyak sebab-sebab lain yang dapat menyebabkan nyeri dada.
Pada tulisan ini akan diuraikan perihal nyeri dada dengan latar
belakang penyakit-penyakit paru dan pleura.
PENYEBAB TIMBULNYA RASA NYERI DADA
Hal-hal yang dapat menimbulkan nyeri dada banyak sekali
antara lain :
1. Kelainan dari sistem kardiovaskuler seperti angina pek-
toris, infark miokard akut, perikarditis akut, kardiomiopati
kongestif, aneurisma, dissecting aorta dll.
2. Kelainan paru dan pleura.
3. Kelainan esofagus seperti esofagitis akut dan kronik,
akalasia, neoplasma esofagus dll.
4. Kelainan dari dinding dada seperti fraktur kosta, kela-
inan otot dada, kelainan otot interkostalis dll.
5. Kelainan organ-organ di luar rongga dada seperti khole-
sistitis akut dan kronik, ulkus peptikum, abses subfrenik dll.
6. Yang berhubungan dengan kelainan emosi seperti kece-
masan, jiwa yang tertekan dll.
Aspek psikologi nyeri dada
Timbulnya nyeri dada selalu diikuti oleh komponen emosi.
Toleransi dan reaksi seseorang terhadap rasa nyeri sangat ber-
beda-beda. Ada penderita dengan rasa sedikit nyeri sudah ba-
nyak keluhan, sebaliknya ada penderita walaupun merasa nyeri
sekali tetapi tidak mengeluh. Menilai rasa nyeri sangat sulit
karena tak ada satu instrumen yang dapat mengukur rasa nyeri
secara tepat. Biasanya rasa nyeri diukur secara subjektif ter-
gantung pada keterangan yang diberikan penderita. Kadang-
kadang penderita tidak dapat menerangkan rasa nyeri yang
dirasakannya secara tepat dan apa yang diterangkannya sering-
sering tidak sesuai dengan gambaran Minis yang didapat di
dalam buku teks. Oleh karena itu sering sulit menegakkan
diagnosis hanya berdasarkan keterangan penderita. Didalam
menilai rasa nyeri dokter dihadapkan pada 2 hal yaitu inten-
sitas rasa nyerinya sendiri dan reaksi dari pasien. Reaksi pen-
derita tergantung dari banyak faktor.
Nyeri dada pada umumnya selalu dihubungkan dengan
serangan jantung atau kanker paru, walaupun kanker paru
pada stadium dini tidak menimbulkan gejala-gejala nyeri dada.
Dihubungkannya nyeri dada dengan serangan jantung oleh
karena memang penyakit-penyakit jantung merupakan salah
satu sumber timbulnya nyeri dada dan penderita selalu keta-
kutan akan meninggal dunia sebagai akibat serangan jantung.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas beberapa pasien
akan tergesa-gesa pergi ke dokter untuk mendapatkan pemerik-
saan dan pertolongan.
Tetapi ada juga pesien yang menganggap enteng nyeri dada,
dan biasanya mereka tidak pergi ke dokter untuk meminta
pemeriksaan dan pengobatan . Pada penderita yang seperti ini
kadang-kadang keadaan fatal terjadi oleh karena terlambat.
Hal yang menarik ialah bahwa kebanyakan dokter termasuk
kategori ini
KELAINAN PARU DAN PLEURA YANG MENIMBULKAN
NYERI DADA
Sebagaimana organ-dalam lainnya, jaringan paru hanya
sedikit mengandung reseptor nyeri. Oleh karena itu jarang
rasa nyeri timbul dari jaringan paru. Rasa nyeri yang timbul
biasanya dirasakan di linea mediana dan sulit ditentukan loka-
lisasinya. Reseptor nyeri yang terdapat di paru terletak pada
saluran nafas yang besar-besar (trakea, bronkus utama, bron-
kus lobus dan kemungkinan juga pada bronkus segmen) dan
pada dinding arteri-arteri besar. Jadi, rasa nyeri dari paru
kemungkinan berasal dari saluran nafas atau pembuluh darah
yang besar.
Trakeobronkitis akut
Radang akut dari saluran nafas bagian atas akan menim-
bulkan rasa nyeri yang sedang dan digambarkan sebagai per
a-
saan perih di tenggorokan dan iritasi saluran napas, juga dira-
sakan nyeri dan pans di retrosternal bagian atas. Keadaan
akut terjadi umumnya hanya pada waktu ada epidemi in-
fluenza.Pasien jarang sampai sakit berat, gejala-gejalanya
dapat hilang dengan atau tanpa pengobatan dalam bebera-
pa hari.
Pada pemeriksaan bronkoskopi biasanya hanya ditemukan
selaput mukosa yang meradang yang berwarna merah dan
mudah berdarah apabila kena sentuhan. Bermacam-macam
uap yang merangsang dapat menyebabkan peradangan saluran
nafas bagian atas, biasanya hanya ringan dan sebentar (uap
amonia). Pada keadaan tertentu keadaan nyeri dapat berlang-
26
Cermin Dunia Kedokteran No. 26, 1982
background image
sung lama. Hal ini biasanya disebabkan oleh karena polusi
udara. Akibat perkembangan industrialisasi, sulfur dioksida,
nitrogen peroksida akan bertambah tinggi konsentrasinya
dalam udara. Pada perang dunia kedua banyak serdadu
yang
mengalami trakeobronkitis akibat mengisap gas chlorine.
Penderita bronkitis kronis dengan batuk yang produktif dapat
juga merasakan perasaan nyeri retrosternal.
Hipertensi pulmonal
Rasa nyeri akibat hipertensi pulmonal akut dirasakan di
tengah-tengah dada seperti digencet dan diperas dan sering
dikacaukan dengan rasa nyeri akibat infark miokard. Bedanya
ialah rasa nyeri akibat hipertensi pulmonal akut tidak menja-
lar ke bahu, ke punggung dan ke bawah rahang. Biasanya
dirasakan retrosternal dalam dan penderita merasa cemas
dan takut akan mati. Rasa nyeri ini timbul akibat pelebaran
pembuluh darah secara mendadak.
Penurunan PaO
2
akan mengakibatkan konstriksi arteri-
arteri kecil. Ini akan mengakibatkan peninggian tekanan pada
arteri besar yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah
besar, dan akhirnya menimbulkan rasa nyeri dada. Rasa nyeri
dada dapat juga timbul pada orang yang sebelumnya sehat
atau pada penderita hipertensi pulmonal.kronis apabila beban
berlebihan atau kebutuhan berlebihan akan
O
2
menaikkan
tekanan darah.
Sebagai contoh orang sehat yang tiba-tiba merasakan nyeri
dada akibat hipertensi pulmonal ialah penderita dengan nafas
yang tiba-tiba tersumbat. Pada pendaki gunung rasa nyeri
akan hilang apabila penderita disuruh bernafas dengan udara
dengan konsentrasi
O
2
yang tinggi, Penderita anemi waktu
bekerja agak berat juga akan merasakan nyeri dada. Penderita-
penderita dengan PaO
2
rendah yang kronis akan merasa nyeri
dada apabila terjadi perburukan dari penyakit yang menda-
sarinya. Umpamanya timbulnya pneumonia pada penderita
bronkitis kronik, timbulnya status asmatikus pada penderita
asma bronkiale kronik, atau penderita melakukan pekerjaan
yang berlebihan sehingga kebutuhan akan
O
2
bertambah
yang mengakibatkan pelebaran arteria pulmonalis.
Distorsi dan dislokasi arteria pulmonalis
Tumor yang besar di hilus dapat menyebabkan distorsi dan
dislokasi arteria pulmonalis dan ini dapat menyebabkan
timbulnya rasa nyeri yang dalam pada dada. Kadang-kadang
timbulnya rasa nyeri ini merupakan gejala pertama dari tumor
hilus.
Kelainan pleura
Pleura terdiri dari dua bagian yaitu pleura parietalis dan
pleura viseralis. Pleura viseralis tidak mempunyai reseptor
nyeri sedangkan pleura parietalis terutama lapisan luarnya
mempunyai reseptor nyeri.
Pleura parietalis di- inervasi oleh syaraf interkostalis. Maka
apabila timbul rasa nyeri yang terasa adalah rasa nyeri somatik
bukan rasa nyeri dalam. Nyeri dada pleuritik biasanya unila-
teral agak supervisial dan lokalisasinya jelas, dapat menjalar ke
bahu terutama apabila ada radang pleura diafragmatik. Nyeri
pleuritik terutama dirasakan apabila penderita bernafas dalam,
batuk, bersin dan tertawa. Nyeri pleuritik yang tiba-tiba dapat
disebabkan oleh infark paru yang kecil dan pneumotoraks
spontan.
Emboli paru
Nyeri dada akibat emboli paru ada dua macam; jenis nyeri
dada ini dapat dipakai sebagai pegangan untuk menduga besar
kecilnya emboli yang timbul.
· 1.
Emboli paru besar akan mengenai arteri besar dan tidak
sampai pada arteri-arteri kecil dekat pleura. Rasa nyeri yang
timbul selalu tiba-tiba, seperti digencet dan diperas di tengah-
tengah dada dan tidak menjalar ke lengan dari ke belakang.
Biasanya penderita mengalami shok, banyak diantara penderita
meninggal sewaktu berada di toilet. Rasa nyeri dada hanya
berlangsung beberapa menit sampai beberapa jam saja, apa-
bila penderita dapat bertahan hidup beberapa jam kemudian
akan sembuh.
Pada emboli paru besar biasanya jaringan paru tidak menga-
lami nekrosis oleh karena akan mendapat vaskularisasi kolla-
teral dari arteri bronkialis.
Jaringan paru bagian proksimal sebagian besar mendapat
vaskularisasi dari arteria bronkialis, hanya jaringan paru yang
paling distal yang mendapat vaskularisasi mutlak dari arteria
pulmonalis.
· 2.
Emboli paru kecil biasanya yang terkena adalah pem-
buluh darah kecil di perifer. Biasanya nyeri yang timbul
seperti rasa nyeri pleuritik, sering di
sertai dengan batuk darah.
Batuk darah ini disebabkan karena terjadinya infark jaringan
paru di perifer yang tidak mendapat vaskularisasi oleh karena
emboli.
Jaringan paru yang mengalami infark ini oleh karena letaknya
di perifer dapat mengakibatkan peradangan di pleura dan
selanjutnya menimbulkan nyeri pleuritik. Rasa nyeri akibat
emboli paru kecil ini dirasakan sangat sakit sekali dan berlang-
sung lama sampai beberapa hari. Rasa nyeri pleuritik lebih
dari 7 hari pada penderita yang akut dapat diduga disebabkan
oleh karena emboli paru kecil.
Emboli paru kecil kadang-kadang disertai dengan sedikit
pleural effusion, 50%a diantaranya berdarah. Apabila sembuh
biasanya meninggalkan jaringan fibrotik (jaringan parut)
yang pada foto toraks merupakan garis-garis liner.
Diagnosis emboli paru sangat sulit ditegakkan dari otopsi,
kebanyakan kasus tak dapat didiagnosa, sehingga frekwensi
emboli paru tak dapat dipastikan dengan tepat. Untuk mene-
gakkan diagnosis perlu diperhatikan ada tidaknya faktor risiko:
-- Penderita lama ditempat tidur.
-- Berat badan yang berlebihan pada orang tua.
-- Post-operatif (bedah ortopedi, bedah perut)
-- Wanita yang meniakai pil kontraseptif.
-- Riwayat flebitis.
70% -- 90% penderita emboli paru diduga berasal dari vena
kaki. Penderita emboli-paru-besar 80% meninggal dalam
waktu 3 jam.
Diagnosis emboli paru dapat diduga dan dibuktikan dengan
arteriografi dan scanning paru.
Emboliektomi paru tak dianjurkan sebagai terapi, walanpun
hasilnya belum dapat dipastikan.
Cermin Dunia Kedokteran No. 26, 1982
27
background image
Terapi yang dianjurkan ialah pemberian enzym seperti uro-
kinase dan streptokinase untuk melarutkan emboli.
Gambaran patogenesis nyeri dada pada emboli paru
Pneumotoraks
Pneumotoraks spontan biasanya menimbulkan rasa nyeri
dada, sifat nyerinya hampir sama dengan nyeri dada pleuritik,
unilateral dan kadang-kadang disertai dengan sesak nafas.
Rasa nyeri hanya berlangsung I -- 2 jam. Kadang-kadang
menjalar sampai ke bahu pada pihak
yang sama. Berat ringan-
nya rasa nyeri dada yang timbul tidak berkorelasi -dengan
luasnya pneumotoraks.
Pada orang sehat, 2 -- 3 jam setelah timbul pneumotoraks
yang kecil rasa nyeri dada dan sesak nafas akan hilang. Pada
pneumotoraks yang luas walaupun rasa nyeri dada sudah
hilang, sesak nafas dapat berlangsung lama. Patogenesis timbul-
nya rasa nyeri dada pada pneumotoraks spontan adalah
sebagai berikut :
Mula-mula pleura viseralis mengalami robekan, mengaki-
batkan sedikit banyak timbul perdarahan dan darah ini akan
menetes kebagian bawah yang menyebabkan timbulnya iritasi
pada pleura parietalis seperti terlihat pada gambar.
Gambaran patogenesis nyeri dada pada pneumotoraks
Pneumonia dan radang pleura
Pneumonia dapat menimbulkan rasa nyeri dada apabila
pleura juga ikut meradang. Jadi hanya pneumonia yang meluas
ke perifer yang menimbulkan rasa nyeri dada. Pneumonia
ada 2 macam yaitu : (i) Bronkopneumonia, (ii) Lobarpneu-
monia.
Bronkopneumonia biasanya disebabkan oleh karena infeksi
yang berasal dari mukosa bronkus yang besar dan biasanya
pleura tak mengalami peradangan. Oleh karena itu pada bron-
kopneumonia tidak timbul rasa nyeri dada. Lobarpneumonia
ialah salah satu penyakit jaringan paru yang biasanya sampai
ke perifer, sumber infeksi pada umumnya secara hematogen.
Pada lobarpneumonia pleura ikut meradang dan ini akan me-
nimbulkan nyeri dada pleuritik pada permulaan penyakit.
Kuman yang sering menyebabkan radang pleura ialah pneumo-
coccus dan jarang disebabkan oleh
Klebsiella pneumonia.
Dengan terapi yang tepat dan adequat rasa nyeri dada
setelah beberapa hari akan hilang. Apabila rasa nyeri dada
berlangsung lebih 7 hari perlu dipertimbangkan apakah diag-
nosis dan pengobatan yang diberikan sudah tepat.
Gambaran patogenesis nyeri dada pada pneumonia
Keganasan
Tumor primer dari paru pada stadium dini tidak menim-
bulkan keluhan. Kadang-kadang tumor sudah tumbuh besar-
pun tidak menimbulkan rasa nyeri pada dada. Kalau terjadi
pembesaran massa tumor sehingga mengakibatkan distorsi
atau dislokasi arteri, baru timbul gejala nyeri dada. Apabila
keganasan menyebar ke pleura dapat menimbulkan nyeri
pleuritik. Rasa nyeri pleura ini dapat disebabkan oleh (1) In-
vasi sel tumor secara direk ke pleura, dan (2) Jaringan paru
bagian distal dari tumor mengalami infeksi akibat obstruksi
dari saluran nafas.
Pendekatan penderita nyeri dada
Apabila penderita datang mencari pertolongan dokter
pada serangan nyeri dada yang pertama kali, kita harus lebih
berhati-hati melakukan pemeriksaan. Kasus demikian pada
umumnya lebih banyak penderita penyakit yang berat dari-
pada penderita-penderita yang telah berulang-ulang datang
28
Cermin Dunia Kedokteran No. 26, 1982
background image
ke dokter mencari pertolongan akibat nyeri dada. Penderita
yang pertama kali datang harus betul-betul mendapat perha-
tian dan pemeriksaan yang bersungguh-sungguh apakah nyeri
dada yang dirasakannya itu tidak disebabkan oleh kelainan
sistem kardio-respiratorik (infark miokard, emboli paru
besar, aneurisma, disekting aorta) yang dapat mengakibatkan
keadaan fatal. Apabila penderita datang ke dokter setelah
rasa nyeri dadanya hilang kita dapat melakukan pemeriksaan
lebih tenang dan tidak perlu terburu-buru.
Hal-hal yang perlu ditanyakan pada penderita nyeri dada :
1. Cepatnya mulai timbul rasa nyeri dada.
2. Lokalisasi dan penjalaran rasa nyeri.
3. Lamanya rasa nyeri.
4. Gerakan-gerakan apa yang memperberat rasa nyeri.
5. Obat-obat dan gerakan apa yang dapat mengurangi/
menghilangkan rasa nyeri.
6. Gejala-gejala apa yang menyertai rasa nyeri.
7. Gejala-gejala apa dan penyakit apa yang mendahului
rasa nyeri.
Rasa nyeri di tengah-tengah dada biasanya berasal dari organ-
organ dalam dan perlu mendapat perhatian dan penanganan
yang sungguh-sungguh. Rasa nyeri dada sepihak biasanya tak
menimbulkan kegawatan, masih ada waktu untuk mengambil
anamnesis dan pemeriksaan yang teliti.
1. Donald LL, Ronald FB, Geoffrey MD. Chest pain and integrated
diagnostic approach. Philadelphia : Lea Febringer, 1977.
2. Faraser, Pare. Diagnostic of diseases of the chest. Philadelphia :
WB Saunders, 1977.
3. Fowler NO, Schaffer BB, Scot RC. Idiopathic and thromboembolic
pulmonary hypertension. Am J Med 1966; 40 : (March).
4. Hinshow. Diseases of the chest, 3rd Asian ed. Tokio : WB Saunders/
Igaku Shoin,1969.
5. Morrell MT, Truelove SC, Bar A. Pulmonary embolism. Brit Med J
Ringkasan
1.Nyeri dada merupakan
keluhan yang sering menimbulkan
kecemasan pada penderita maupun dokter yang memeriksa
oleh karena nyeri dada dapat merupakan gejala pertama dari
keadaan gawat
yang dapat mengakibatkan kematian penderita,
seperti emboli paru, infark niokard, dll.
.
2. Nyeri dada dapat disebabkan oleh bermacam-macam
penyakit. Dengan mengetahui sifat-sifat dan penjalaran dari
nyeri dada, kita dapat memeriksa penderita lebih tenang tanpa
disertai perasaan cemas.
3. Kelainan-kelainan paru yang dapat menimbulkan nyeri
dada antara lain : trakeobronkitis akuta, bronkitis kronik,
hipertensi pulmonal, distorsi dan dislokasi arteria pulmonalis,
radang pleura, emboli paru, pneumotoraks, pneumonia dan
keganasan.
4. Dengan menilai sifat-sifat dari nyeri dada kita dapat
menduga diagnosis emboli paru (emboli besar atau emboli
kecil).
5. Penderita yang datang pertama kali dengan keluhan
nyeri dada harus mendapat perhatian yang lebih bersungguh-
sungguh daripada penderita yang datang ke dokter berulang-
ulang dengan keluhan nyeri dada.
1963; ii : 830 -- 834.
6. Nurhay Abdurachman. Nyeri dada. Buku naskah pertemuan pra
Konggres KOPERKI III, Jakarta, 1981.
7. Sasahara. Therapy of pulmonary embolism. JAMA 1974; 229
1795--1798.
8. Webster JR, Marquardt JF. Pulmonary embolism, silent killer of
the elderly. Geriatric 1974; 29 : 46 -- 50.
9. Wibowo Suryatenggara. Pneumothorax. Simposium Darurat Paru,
Jakarta, 1982.
KEPUSTAKAAN
AAR
Mean Association
Radiology
ASEAN ASSOCIATION OF RADIOLOGY
Second Congress.
Venue
Language
Registration
Main Topic
August 12 14, 1982
ASEAN Secretariat Building,
70 A, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta.
English
-- participants
US $ 80
-- Accompanying members
US $ 50
All payment should be payable to :
The Organizing Committee
The Second Congress of the AAR
Johannes Pavilion, RSCM
71, Jalan Diponegoro, Jakarta.
RADIOLOGY FOR ALL BY THE YEAR 2000
Cermin Dunia Kedokteran No. 26, 1982
29