background image
509
| SEPTEMBER - OKTOBER 2010
PENDAHULUAN
Kesegaran jasmani dapat diukur de-
ngan menentukan kapasitas maksimal
volume oksigen yang dapat dipakai
ketika melakukan latihan. VO
2
maks
sangat penting untuk performa fisik
dan kesehatan pada umumnya karena
selama kerja berat, tubuh seseorang
membutuhkan 20 kali jumlah oksigen
normal. Konsumsi oksigen maksimum
(VO
2
maks) adalah jumlah oksigen
maksimal yang dapat dihantarkan dari
paru-paru ke otot dalam mililiter, atau
dalam menit per kilogram berat ba-
dan. Seseorang dengan stamina yang
baik memiliki nilai VO
2
maks lebih ting-
gi, dapat melakukan latihan yang lebih
berat, serta mempunyai daya konsen-
trasi yang lebih tinggi (1).VO
2
maks erat
kaitannya dengan sistem transportasi
oksigen yang diperlukan tubuh untuk
menghasilkan energi melalui proses
metabolisme di mitokondria
(1,2,3)
.
Oksigen dibawa ke jaringan tubuh
melalui 2 mekanisme yaitu, secara
fisika larut dalam plasma dan secara
kimia terikat dengan hemoglobin se-
bagai oksihemoglobin (HbO
2
). Hemo-
globin di dalam sel darah merah me-
mungkinkan darah untuk mengangkut
30 sampai 100 kali jumlah oksigen
yang dapat ditransport dalam bentuk
oksigen terlarut di dalam cairan darah
(plasma)
(2)
. Makin tinggi kadar hemo-
globin, proses transport oksigen ke
jaringan akan makin optimal sehingga
mempengaruhi nilai VO
2
maks.
Pria dan wanita mempunyai berbagai
perbedaan seperti ukuran dan kom-
posisi tubuh; penelitian Vinet menun-
jukkan secara umum ukuran tubuh pria
lebih besar, namun wanita memiliki
lapisan lemak lebih tebal; Tasadduqe
mendapatkan rata-rata kadar hemo-
globin pria lebih tinggi dibandingkan
wanita; diperlukan penelitian lebih
lanjut mengenai pengaruh kadar he-
moglobin dan jenis kelamin terhadap
VO
2
maks
(2,3,5,6)
.
Penelitian Indah Indriati menemukan
bahwa kadar hemoglobin pada pelajar
SMU di Indonesia cukup rendah, 42,2%
di antaranya menderita anemia
(4)
.
Di Kalimantan Selatan, khususnya
Banjarbaru dan Martapura banyak ter-
dapat pondok pesantren dengan ting-
kat pendidikan setara SMP dan SMA,
salah satunya adalah pondok pesant-
ren Darul Hijrah di Banjarbaru yang
terbagi atas 2 bagian yaitu pondok
putera dan pondok puteri. Siswa dan
siswi yang berada pada masing-mas-
ing pondok merupakan remaja berusia
13 sampai 20 tahun yang cenderung
berpotensi anemia.
Pengaruh Kadar Hemoglobin dan Jenis Kelamin
terhadap Konsumsi Oksigen Maksimum Siswa-Siswi
Pesantren Darul Hijrah
Huldani
Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru, Kalimantan Selatan
ABSTRAK
Konsumsi oksigen maksimum (VO
2
maks) adalah jumlah oksigen maksimal yang dapat dihantarkan dari paru-paru ke otot
dalam mililiter, atau dalam menit per kilogram berat badan. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan
cross sectional dengan sampel 30 siswa dan 30 siswi pesantren Darul Hijrah, dilakukan untuk mengetahui pengaruh ka-
dar hemoglobin dan jenis kelamin terhadap konsumsi oksigen maksimum siswa-siswi pesantren Darul Hijrah. Pengam-
bilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. VO
2
maks diukur dengan cara multistage fitness test dan kadar
hemoglobin naracoba diukur dengan metode cyanmethemoglobin menggunakan ® STAT-Site. Didapatkan perbedaan
VO2 maks yang bermakna; hasil rata-rata VO
2
maks pada kelompok Hb normal sebesar 47,59 lebih tinggi dibandingkan
dengan rata-rata VO
2
maks pada kelompok Hb rendah sebesar 37,84.
Pada penelitian ke dua, dilakukan pengukuran VO
2
maks berdasarkan perbedaan jenis kelamin, didapatkan hasil bahwa
rata-rata VO
2
maks pada kelompok laki-laki sebesar 41,41 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata VO
2
maks pada
kelompok perempuan sebesar 34, 41. Tidak terdapat perbedaan VO2 maks yang bermakna antara kelompok laki-laki
dengan kelompok perempuan.
Kata-kata kunci: VO
2
maks, kadar hemoglobin, jenis kelamin
TINJAUAN
PUSTAKA
CDK ed_180 Sept'10 OK.indd 509
8/26/2010 3:38:58 PM
background image
510
| SEPTEMBER - OKTOBER 2010
METODE PENELITIAN
Penelitian adalah penelitian deskrip-
tif analitik dengan pendekatan cross
sectional, Alat yang digunakan dalam
penelitian ini adalah Suatu permukaan
datar yang tidak licin minimal sepa-
njang 22 meter, mesin pemutar ka-
set (tape), kaset audio, pita meteran,
kerucut - kerucut penanda, alat pen-
gukur hemoglobin (STAT-Site®).
1. Tahap persiapan
Sebelum pemeriksaan, subjek peneli-
tian melalui tahapan persiapan meli-
puti pengisian lembar kuisioner dan in-
formed consent. Kuesioner berisi data
identitas diri serta pernyataan yang
berhubungan dengan kriteria inklusi.
Informed consent berisi persetujuan
subjek penelitian untuk mengikuti uji
pengukuran VO
2
maks.
2. Tahap pemeriksaan
Pengukuran VO
2
maks
Pengukuran kapasitas maksimal O
2
(VO
2
maks) menggunakan multistage
fitness test yaitu teknik pengukuran
VO
2
maks secara langsung dengan
cara berlari bolak-balik dengan jarak
tertentu hingga batas maksimal ke-
mampuan seseorang.
Pengukuran Hb menggunakan alat
pengukur hemoglobin ® STAT-Site
Data kuantitatif tiap kelompok di-
masukkan ke dalam tabel kemudian
dianalisis menggunakan program
SPSS 11 dengan tingkat kepercayaan
95%. Perbedaan kadar hemoglobin
terhadap VO
2
maks pada kedua kel-
ompok diuji menggunakan uji t tidak
berpasangan dengan uji normalitas.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini dilakukan untuk menge-
tahui hubungan kadar hemoglobin
dan jenis kelamin terhadap konsumsi
oksigen maksimum siswa-siswi pe-
santren Darul Hijrah.
Rata-rata VO
2
maks pada kelompok Hb
rendah dan Hb normal dapat dilihat
pada grafik 1. VO
2
maks di kelompok
Hb normal lebih tinggi dibandingkan
dengan VO
2
maks di kelompok Hb ren-
dah. Dari hasil uji normalitas Shapiro-
Wilk
(7)
didapatkan nilai signifikan pada
kelompok Hb rendah sebesar 0,107
dan pada kelompok Hb normal dida-
patkan nilai signifikan sebesar 0,261.
Nilai signifikan > 0,05 berarti sebaran
data VO
2
maks pada kedua kelompok
normal. Selanjutnya digunakan uji t
tidak berpasangan; didapatkan nilai
0,042 (< 0,05); terdapat perbedaan
bermakna VO
2
maks antara kelompok
Hb rendah dengan Hb normal.
Nilai rata-rata VO
2
maks pada kelom-
pok Hb normal lebih tinggi daripada
kelompok Hb rendah, dan perbedaan
di antara kedua kelompok bermakna.
Hal tersebut sesuai dengan peneli-
tian Ohira Y
(8)
, yang mengungkapkan
bahwa VO
2
maks berhubungan secara
signifikan dengan kadar Hb, dan VO
2
maks lebih rendah pada subjek pene-
litian yang anemia dibandingkan den-
gan subjek penelitian yang normal.
Hal ini sesuai dengan fungsi utama
Hb yaitu mengikat dan membawa O
2
dari paru-paru untuk diedarkan dan
dibagikan ke seluruh sel jaringan tu-
buh, makin besar Hb seseorang maka
O
2
yang diangkut ke jaringan perifer
untuk digunakan dalam metabolisme
aerob juga makin besar ; sebaliknya
apabila Hb seseorang rendah, maka
O
2
di jaringan perifer menjadi sedikit
dan secara langsung mempengaruhi
nilai VO
2
max orang tersebut.
Penemuan ini juga menyatakan bah-
wa konsentrasi Hb merupakan faktor
utama daya kerja dan konsumsi oksi-
gen maksimum; penurunan Hb sebe-
sar 42% mempengaruhi penurunan
konsumsi oksigen maksimum sebesar
16% dan penurunan Hb sebesar 72%
menyebabkan penurunan konsumsi
oksigen maksimum sebesar 47%. Data
ini menjelaskan bahwa sebagian besar
penurunan kapasitas kerja disebabkan
oleh penurunan konsentrasi Hb. Makin
rendah Hb atau makin berat anemia,
penurunan konsumsi oksigen maksi-
mum juga besar
(8)
.
Pada keadaan anemia akut seperti
karena perdarahan terjadi mekanisme
kompensasi mempertahankan he-
mostasis tubuh, di antaranya adalah
dengan peningkatan cardiac output,
redistribusi aliran darah, dan peruba-
han pengikatan oksigen-hemoglobin
untuk membiarkan hemoglobin men-
gantar oksigen pada tahanan yang
rendah (9), namun pada anemia kronik
seperti anemia defisiensi besi, telah
terjadi penurunan hemoglobin dalam
jangka panjang, sehingga mekanisme
ini tidak ditemukan lagi.
Grafik 1. Rata-rata VO
2
maks pada kelompok Hb rendah dan Hb normal
Hb Rendah
< 12 g%
VO2 Maks
50,00
40,00
30,00
20,00
10,00
0,00
Hb Normal
12-18 g%
37,84
47,59
TINJAUAN
PUSTAKA
CDK ed_180 Sept'10 OK.indd 510
8/26/2010 3:38:58 PM
background image
511
| SEPTEMBER - OKTOBER 2010
Pada penelitian ke dua, dilakukan
pengukuran VO
2
maks berdasarkan
perbedaan jenis kelamin.
Rata-rata VO
2
maks pada kelompok
laki-laki dan perempuan dapat dilihat
pada grafik 2. VO
2
maks kelompok
laki-laki lebih tinggi dibandingkan den-
gan VO
2
maks kelompok perempuan.
Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov(7)
menghasilkan nilai kelompok laki-laki
sebesar 0,200; sedangkan pada kelom-
pok perempuan sebesar 0,144. ( > 0,05
) berarti sebaran data VO
2
maks pada
kedua kelompok normal. Selanjutnya
digunakan uji t tidak berpasangan;
didapatkan nilai 0,321 (> 0,05); tidak
terdapat perbedaan bermakna antara
VO
2
maks laki-laki dan perempuan.
Hal ini sesuai dengan hasil peneli-
tian Proctor et al(10) dan Matthys (11),
bahwa perempuan memiliki VO
2
maks
yang sedikit lebih kecil dibandingkan
dengan lelaki namun tidak terlalu ber-
makna. Perbedaan mendasar adalah
laki-laki mempunyai ukuran tubuh lebih
besar. Faktor lain yang juga berpengar-
uh adalah kadar Hb, sebagian besar
perempuan mempunyai kadar Hb lebih
rendah daripada laki-laki dan biasanya
aktivitas fisik perempuan lebih rendah.
Dalam kondisi tertentu perempuan
mungkin memiliki kadar Hb maupun
kadar lemak mendekati laki-laki seh-
ingga kadar VO
2
maks perempuan juga
bisa mendekati laki-laki.
SIMPULAN
Terdapat perbedaan nilai VO
2
maks
antara kelompok kadar Hb normal dan
rendah. Tidak terdapat perbedaan
nilai VO
2
maks pada kelompok siswa-
siswi pesantren Darul Hijrah
DAFTAR PUSTAKA
1. Madina DS. Nilai kapasitas vital paru dan
hubungannya dengan karakteristik fisik pada
atlet berbagai cabang olahraga. Bandung :
Unpad. 2007.
2. Guyton AC, Hall JE. Buku ajar fisiologi kedok-
teran. Terjemahan Irawati Setiawan. Jakarta :
EGC, 1997.
3. Wearer LK, Honie S, Hopkins R, Chan KJ. Car-
boxyhemoglobin half life in carbonmonoxide-
poisoned patient treated with 100% oxygen at
atmospheric pressure. Chest 2000; 117:801-8.
4. Wijayanti AS. Hubungan antara kadar hemo-
globin dengan prestasi belajar siswi SMP Neg-
eri 25 Semarang. Semarang : UNS. 2005.
5. Vinet A, Mandigouz S, Nottin S. Influence of
body composition, hemoglobin concentra-
tion, and cardiac size and function of gender
differences in maximal oxygen uptake in pre-
pubertal children. CHEST. 2003; 124:1494­9
6. Tassaduqe K, Ali M, Salam A. Studies on hae-
moglobin concentration in rellation to sex, age,
and season among the population of Multan,
Pakistan. PakJourBioSci. 2003; 6(12):1030-2
7. Dahlan MS. Statistika untuk kedokteran dan
kesehatan: deskriptif, bivariat, dan multivari-
ate, dilengkapi aplikasi dengan menggunakan
SPSS. Jakarta: Salemba Medika,2008.
8. Ohira Y. Oxygen consumption and work ca-
pacity in iron-deficient anemic rats. J. Nutr;
1981; 111:17-25.
9. Anonymous. Hemostasis dan chemoterapi.
2009. Available from: URL: http://www.doc-
stoc.com/docs/7804314/Hemostatis-dan-
Chemoterapi.
10. Proctor DN. Influence of age and gender on
cardiac output VO
2
relationships during sub-
maximal cycle ergometry. J Appl Physiol; 1998;
84:599-605
11. Matthys D. Gender difference in aerobic ca-
pacity in adolescents after cure from malig-
nant disease in childhood. Acta Pædiatrica;
2008; 82(5):459-62
Laki-Laki
VO2 Maks
50,00
40,00
30,00
20,00
10,00
0,00
Perempuan
41,41
34,41
Grafik 2. Rata-rata VO
2
maks pada kelompok laki-laki dan perempuan
TINJAUAN
PUSTAKA
CDK ed_180 Sept'10 OK.indd 511
8/26/2010 3:38:58 PM