195
| APRIL 2010
BERITA
TERKINI
Apakah Terapi Metformin
Meningkatkan Risiko
Asidosis Laktat?
T
injauan dan analisis para ahli
baru-baru ini, yang meneliti
hubungan antara terapi met-
formin dengan asidosis laktat mem-
perlihatkan hasil yang sangat menarik:
para ahli tidak menemukan hubungan
antara terapi metformin dengan pe-
ningkatan risiko asidosis laktat.
Metformin merupakan salah satu obat
OHO (obat hipoglikemik oral) yang
paling sering diberikan sebagai terapi
pasien diabetes tipe-2. Dalam tatalak-
sana diabetes menurut ADA (Ameri-
can Diabetes Association), metformin
direkomendasikan sebagai terapi lini
utama bagi pasien diabetes tipe-2,
bersamaan dengan modifi kasi gaya
hidup. Metformin bekerja meningkat-
kan ambilan glukosa perifer, mening-
katkan penggunaan glukosa, serta
menurunkan pembentukan glukosa di
hati (menurunkan glukoneogenesis).
Metformin meningkatkan metabo-
lisme anabolik dan meningkatkan
CDK ed_176 april [hal 195-240]_dr.indd 195
3/26/2010 1:48:55 PM
197
| APRIL 2010
BERITA
TERKINI
produksi prekursor siklus asam trikar-
boksilik dengan menurunkan aktifi -
tas dehidrogenase piruvat. Pengham-
batan aktifi tas dehidrogenase piruvat
ini juga menyebabkan peningkatan
metabolisme piruvat menjadi laktat
serta meningkatkan produksi laktat
secara keseluruhan.
Pada pasien dengan fungsi ginjal
normal, asam laktat yang berlebi-
han diekskresi melalui ginjal. Pada
pasien-pasien dengan gangguan gin-
jal, bersihan asam laktat melalui gin-
jal mengalami gangguan sehingga
menyebabkan penumpukan asam
laktat dalam tubuh. Peningkatan ka-
dar asam laktat dalam tubuh ini dapat
menyebabkan komplikasi asidosis lak-
tat sangat serius dan dapat berakibat
fatal. Karena itulah terapi mengguna-
kan metformin disertai dengan label
"perhatian" mengenai risiko asidosis
laktat, dan perlunya diberikan secara
hati-hati pada pasien dengan gang-
guan fungsi ginjal.
Hingga kini, hubungan antara terapi
metformin dengan peningkatan risiko
asidosis dengan masih kontroversial.
Baru-baru ini para ahli telah melakukan
tinjauan (review) sistematik terhadap
200 penelitian menggunakan data Co-
chrane (Cochrane Systematic Review),
dan mengevaluasi kejadian asidosis
laktat di antara pasien-pasien yang
diberi terapi metformin dan pasien-
pasien yang tidak mendapatkan terapi
metformin. Dari 100.000 pasien, ang-
ka kejadian asidosis laktat adalah 5,1
kasus di kelompok terapi metformin
dan 5,8 kasus di kelompok terapi non-
metformin. Para peneliti yang melaku-
kan tinjauan ini menyimpulkan bahwa
metformin tidak berhubungan dengan
peningkatan risiko asidosis.
Bodmer dan rekan melakukan analisis
terkontrol melibatkan 50.048 pasien
diabetes tipe-2 untuk membanding-
kan kejadian asidosis antara metformin
dengan sulfonilurea. Mereka menemu-
kan bahwa dari 100.000 pasien, angka
kejadian asidosis laktat pada kelom-
pok pasien yang diterapi metformin
adalah 3,3, sedangkan angka kejadian
pada kelompok pasien yang diterapi
sulfonilurea adalah 4,8. Dalam peneli-
tian ini, semua pasien yang mengalami
asidosis laktat (baik dari kelompok
metformin maupun kelompok sulfo-
nilurea) memiliki faktor-faktor risiko
untuk terjadinya asidosis laktat. Faktor-
faktor yang dapat meningkatkan risiko
asidosis laktat adalah setiap penyakit
yang berpotensi meningkatkan dan
menurunkan produksi asam laktat,
seperti gagal jantung, penyakit hati,
syok, asupan alkohol, keadaan hipok-
sia, gagal ginjal, sepsis dan usia lanjut.
Dari hasil tinjauan dan analisa para ahli,
tampaknya metformin sendiri tidak
meningkatkan risiko asidosis laktat,
dan walaupun penggunaan metform-
in telah meningkat dalam beberapa
tahun terakhir, angka kejadian asidosis
laktat tidak meningkat. Para ahli me-
nambahkan juga bahwa sulfonilurea
juga tidak berhubungan dengan pe-
REFERENSI:
ningkatan risiko asidosis laktat.
Para ahli berpendapat bahwa risiko
asidosis laktat meningkat bukan ka-
rena obat hipoglikemik oralnya (met-
formin dan OHO lainnya), namun
disebabkan karena kondisi pasien
dan penggunaan bersamaan dengan
obat-obat lain (selain OHO). Diabetes
melitus sendiri dapat meningkatakan
risiko asidosis, yang mekanismenya
belum diketahui dengan pasti. Dalam
praktik, profi l pasien perlu diperiksa
dengan seksama mengenai keadaan
atau faktor-faktor risiko yang dapat
meningkatkan kemungkinan terjadi-
nya asidosis laktat.
SIMPULAN:
x
Teori hubungan antara peningkat-
an risiko asidosis laktat dengan
pemberian metformin masih kon-
troversial.
x
Para ahli berpendapat bahwa
risiko asidosis lebih banyak ber-
hubungan dengan keadaan atau
penyakit yang diderita pasien dia-
betes tersebut, seperti gagal jan-
tung, penyakit hati, syok, asupan
alkohol, keadaan hipoksia, gagal
ginjal, sepsis dan usia lanjut.
x
Selain itu, penyakit diabetes me-
litus sendiri diperkirakan mening-
katkan risiko asidosis laktat. Para
praktisi diharapkan dapat meng-
identifi kasi faktor-faktor yang da-
pat menyebabkan asidosis laktat
pada pasien diabetes melitus.
(YYA)
CDK ed_176 april [hal 195-240]_dr.indd 197
3/26/2010 1:49:01 PM