background image
PEMAKAIAN STEROID POST-TONSILLECTOMIA
M. Hartono Abdoerrochman
Bagian Telinga, Hidung dan Tenggorokan
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia Jakarta
Pendahuluan :
Operasi tonsil adalah operasi yang sangat biasa dilakukan
di bagian THT. Rasa sakit, perasaan tidak enak, susah menelan
dan keluhan-keluhan lain dari penderita sesudah dioperasi,
merupakan problema post-operatip bagi dokter THT. Maka
banyak dokter THT menaruh minat pada obat-obat yang dapat
mengurangi keluhan-keluhan penderita tersebut.
Pada 20 tahun terakhir, usaha-usaha dan percobaan-perco-
baan telah banyak dilakukan untuk mengurangi rasa sakit
setelah operasi tonsil. SOMERS memakai procain I.V., tetapi
gejala-gejala yang tidak diingini membuat cara ini ditinggalkan.
Hasil baik juga dilaporkan dengan penyuntikan efocain pada
tiap fossa. SMITH mempergunakan kombinasi dari penicillin-
steroid dan lokal anestesi; disuntikkan pada fossa tonsillaris
begitu selesai operasi dan ternyata dapat menghilangkan rasa
sakit dan juga mempunyai efek anti-inflamasi.
DANFORTH
mendapat hasil baik dengan percobaannya pada penderita-
penderita yang diberi kombinasi prednison dan tetracyclin,
pre- dan post-operasi. Juga REUTER dan MONTGOMERY
(1964) mendapat hasil baik dengan acetaminophen elixir
PAPANGELOU (1970) dengan mempergunakan kombinasi
analgetik dan steroid melakukan percobaan pada 323 penderi-
ta, mendapat hasil yang memuaskan.
Tertarik akan hal ini, maka dilakukan percobaan di bagian
THT, RSCM; pada penderita post tonsillectomia dengan
menambahkan pada pengobatan yang sudah ada, tablet dexa-
methasone. Pengobatan yang biasa diberikan ialah kombinasi
dari antibiotik/chemoterapeutik, analgetik dan lozenges.
Percobaan ini dilakukan pada penderita-penderita dewasa
di mana dapat ditanyakan keluhan subyektifnya dengan jelas
dan dapat dilakukan pengukuran-pengukuran dengan mudah.
Hal ini digambarkan akan sulit pada penderita-penderita
kanak-kanak.
Bahan penyelidikan dan cara
Percobaan ini diterapkan pada 47 penderita laki-laki dan
wanita dengan umur berkisar antara 16 -- 35 tahun.
Pembagian umur dan jenis kelamin adalah sbb. :
umur
jumlah
lelaki
wanita
16 -- 20
19
8
11
21 -- 25
17
4
13
26 -- 30
8
3
5
31--35
3
2
1
47
17
30
tonsil ini dilakukan dengan memakai pisau tonsil dan jerat
seperti biasa. 20 Penderita diberi pengobatan yang lazim
diberikan di sini yaitu kombinasi dari antibiotik/chemotera-
peutik, analgetik dan lozenges; dan pada 27 penderita lainnya,
di samping obat-obat tersebut, ditambahkan tablet dexame-
thasone. Pemberian dexamethasone ini dengan sistim menyurut
(tapering off). 10 Tablet diberikan selama 4 hari.
Dexamethasone berupa tablet dari 0,5 mg diberikan pada :
hari ke 1
: 4 X 1 tablet
hari ke 11
: 3 X 1 tablet
hari ke 111
: 2 X 1 tablet
hari ke IV
: 1 X 1 tablet
Farmakologi :
Dexamethasone (16 alpha methyl, 9 alpha fluoro-predniso-
lone) adalah suatu corticosteroid sintetis yang dihasilkan
dengan penggandengan gugus methyl pada karbon 16, dalam
posisi alpha; merupakan suatu tablet dari 0,5 mg. Seperti pada
corticoid-corticoid yang lain, obat tersebut mempunyai efek
anti-inflamasi dan anti-alergi dengan pencegahan pelepasan
dari histamin. Penghambatan efek histamin menyebabkan
normalisasi dari dilatasi kapiler dan permeabilitasnya. Exudasi
dihentikan, resorpsi dari exudat dapat berjalan dengan baik.
Dibandingkan dengan hidrocortisone, dexamethasone mempu-
nyai daya anti inflamasi + 30 X lebih kuat.
Menurut MEYERS dkk. (1970) bila glucocorticoids digunakan
dalam jangka pendek, kurang dari satu minggu, tak terlihat
adanya gejala dampingan yang serius, meskipun dengan dosis
yang cukup tinggi.
Hasil :
Untuk melihat hasil percobaan ini, dilakukan pemeriksaan
pada hari ke 11, IV dan ke Vll sesudah operasi. Yang diperban-
dingkan ialah rasa sakit dan edema uvula. Untuk rasa sakit,
dipergunakan tanda-tanda :
E (excellent) bila penderita tak ada rasa sakit.
G (good) bila terasa sakit sedikit atau sedang.
P (poor) bila sakit sekali atau sakitnya sampai ke kuping.
Untuk edema :
E (excellent) bila tak ada edema yang nampak.
G (good) bila uvula memanjang tidak lebih dari 5 mm.
P (poor) bila uvula memanjang lebih dari 5 mm.
Untuk ini dilakukan pengukuran dengan pertolongan jangka.
Perdarahan post operatif tidak dijumpai pada kedua grup
tersebut. Edema adalah keadaan . post operatif yang dapat
diperiksa secara obyektip pada percobaan ini.
Hasil yang didapat sbb. :
Di dalam hal ini dipilih penderita-penderita tanpa sejarah
tukak lambung, diabetes mellitus, gastritis dan tekanan darah
tinggi. Semua penderita dioperasi di bawah anestesi lokal
dengan novocain 1% dan adrenalin beberapa tetes. Operasi
25
background image
II
IV
Vll
E
G
P
E
G
P
E
G
P
A -
33% 67% 15% 74% 11% 89% 11 %
Sakit
B -
15% 85% - 60% 40% 45% 45% 10%
Edema A -
37% 63% 37% 59% 4% 92% 8%
B -
10% 90% - 55% 45% 30% 55% 15%
A. :
grup yang diberi pengobatan biasa, ditambah dengan
dexamethasone.
B. :
grup yang hanya diberi pengobatan biasa.
Pembahasan :
Penambahan dexamethasone untuk mengurangi keluhan-
keluhan post tonsillectomia, dapat terlihat dengan nyata.
Pemberian dosis dexamethasone tersebut dapat ditolerir dengan
baik oleh penderita-penderita, tanpa adanya gejala dampingan
seperti misalnya penyembuhan luka yang terhambat, dll.
Dapat dikatakan bahwa penambahan obat ini dalam jangka
waktu yang pendek adalah aman.
Hasil yang nyata dari penambahan dexamethasone ini adalah
pengurangan edema dan rasa sakit.
Perbedaan yang terlihat jelas, ialah pada kontrol hari ke
IV dan ke Vll.
Kesimpulan :
Efek anti-inflamasi dari dexamethasone dapat terlihat de-
ngan nyata pada percobaan dengan 47 penderita post tonsil-
lectomia tersebut.
10 Tablet dari 0,5 mg diberikan dalam jangka waktu 4 hari
secara menyurut (tapering off). Penambahan dexamethasone
ini memberikan perasaan lebih nyaman dan kurang sakitnya
pada penderita-penderita tersebut tanpa dijumpainya gejala
dampingan.
Kepustakaan :
1. SOMERS, K.; lntravenous procaine followingtoncillectomy.
Ann. Otol.; Rhinol., and Laryngol., 60:175, March 1951.
2. PENN, S.E.: Control of post-tonsillectomy pain.
Arch. Otolaryngol., 56; 54, July, 1952.
3. MARKS, R.F.: The effect of efocaine in the control of
postoperative pain
The Laryngoscope, 63:861, Sept. 1953.
4. SMITH, J.P.: Alleviation of post-tonsillectomy pain and
infection.
The Laryngoscope, 73:461, April, 1963.
-
5. DANFORTH, H.B.: Local tonsillectomy: Use of steroid-
antibiotic combination.
Ann. Otol., 75:247-254, March, 1966.
6. REUTER, S.H., MONTGOMERY, W.W.: Aspirin vs aceta-
minophen after tonsillectomy.
Arch. Otolaryngol. 80:214-217, Aug. 1964.
7. PAPANGELOU, L.: Steroid therapy in tonsillectomy.
The Laryngoscope, 80:297-301, 1970.
8. MEYERS, H.F., JAWETS, E., GOLDFIEN, A.: Review of
Medical Pharmacology. 2 nd. Ed., 1970. pp. 322 - 323.
Jl. Cikini Raya 63 Jakarta
Jl. Salemba Raya 21 Jakarta
Jl. Braga 64 Bandung
Buku2 KEDOKTERAN dan PHARMASI :
Kedokteran :
Williams
Textbook Of
Endocrinology
1974
Rp.
18.200,
Rudel
Birth Control: Contracaptian
Abortion 1973
7.000,
Semson
Wright s Applied
Physiology 1972
3.500,
Problems And Progress in
Medical Care Vol. 4 5
3.325,
Problems And Progress in
Medical Care Vol. 7
4.750,
Risaman
P.Q.R S.T. 1958
8.500,
Bul
Intensive
Recovery Room
Care 1971
8.000,
Millichap
Febrile Convulslons 1958
4.000,
Monif
Viral Infeetions Of The
Human Fetus 1969
4.000,
Brooks
Control Of
Gastrointestinal
Functions 1970
3.000,
Carison
Control Of Energy
Exchange
1970
3.000,
Conn
Current Diagnosis 1974
19.500,
wilson
Handbook Of Surgwy 1973
3.250,
DeGowin
Bedsida Diagnostic Examina-
tion 1958
3.875 ,
Reep
Manual Of
Emergency
Pediatrics 1974
6.500,
Novaks
Textbook Of
Gynecology
1972
9.900,
Masters
Johnson
Human Sexual
Response
1970
8.775 ,
Masters
Johnson
Human Sexual Inadequacy
1866
8.775,
Rosentfial
Diabetic Care in Pictures
1958
4.100 ,
eiaey
A Handbook Of Ophthalmo-
logy For DwNoping
Countrias 1973
2.375,
Williams
Mother
Child Health 1972
4.500,
Byma
Community Nursing In
Developing Countries 19
7
3
3.800,
King
Medical Care in The
Developing Countiras 1965
4.175,
Nouchiri
Parasitic Disease
Urbani-
zation in
A Developing
Community
3.900,
Fisher
Clinical Prosedures 1974
"
3.250,
Dorland s
Illustrated
Medical Dictionary
25th.
w.
13.975,
Dorland s
Pocket Medical Dictionary
21st. ed.
4.075,
Stedman s
Medical Dictionary 22nd. ed.
12.100,
Callahan
Abortion: Law, Choica
Morality 1972
3.000,
Sodaman
Pathologic Physiology:
Mechanisms Of Disease
1974
15.250,
Blair
Manual Of Clinical Micro-
biology 1971
8.400,
Martin
Worid Directory Of Collecti-
on Of Culturos Of Micro-
organisms 1972
12.000,
Romanes
Cunninghma s Manual of
Practical Anatomy Vol.
1,2
3
2.080/per vol.
Bellvile
Techniques in Clinical
Physiology 1989
8.000,
Smith
General Urology 1972
4.080,
Thorok
Atias Of Surgical
Techniques1970
13.900,
Stenchever
Human Sexual Behavior 1970
2.900,
Mariott
Practical Electrocardiography
1974
7.500,
Berry
Operating Room Techniques
1972
2.150,
Luric
Resistance To Tuberculosis
1984
6.500,
Boyed
An Itroduction To The
Study Of Disaases 1971
6.525,
Orad
Public Health Law Manual
1973
3.500,
Kron
The Managament Of
Patient Care 1971
2.450,
Burnstde
Adam s Physical Diagnosis
1974
6.500,
McFarlane
Textbook Of Surgery 1972
11.550,--
2 6