HASIL PENELITIAN
Insiden
Sumbing Bibir dan Langit-langit
di Kecamatan Insana,
Timor Tengah Utara,
Nusa Tenggara Timur
Sutrlsno, Lisa A, Triyanto, Johan T, Moh. All, Yosi Olin
Departemen Kesehamn Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timm
.
PENDAHULUAN
Permasalahan kesehatan di Propinsi Nusa Tenggara Timur
(NTT) hingga kini masih komplek. Angka kematian maternal
890 per 100.000 kelabiran hidup (1995) dan di TTU MMR
sebesar 1256 per 100.000 kelahiran hidup
(1,2,3)
, kematian bayi
sebesar 58 per 1000 kelahiran hidup dengan berbagai sebab,
status sosial ekonomi yang rendah, kondisi sanitasi yang belum
sehat serta berbagai pennasalahan sosial budaya, hingga kini
belum memperoleh solusi yang nyata sehingga hasil akhirnya
status kesehatan masyarakat NTT masih rendah. Penyebab
kematian utama adalah penyakit infeksi terutama malaria dan
tuberkulosis dan disusul kekurangan gizi.
Kelainan kongenital bukan penyakit utama di NTT namun
NTT merupakan daerah dengan cacat kongenital tertinggi di
Indonesia
(4-6)
. Cacat kongenital bersama penyakit infeksidan ku-
rang gizi secara bersama-sama menyebabkan rendahnya kualitas
sumber daya manusia di NTT.
Menyadari hal di atas, Pemerintah Daerah NTTmercanang-
kan tujuh program strategic NTT dengan pembangunan SDM
sebagai prioritas utama
(7)
.
Sejak tahun 1986 telah diperkirakan bahwa angka pre-
valensi kasus sumbing bibir dan langit-langit (cleft lip-palate)
cukup tinggi. Hal ini menimbulkan pemikiran tentang peranan
beberapa faktor yang dominan anima lain endogami. Untuk
daerah-daerah di pulau Timor, meskipun penelitian A. Hidajat
belum selesai, telah terungkap adanya faktor penentu lain yaitu
defisiensi zinc
(5,6)
.
Secara epidemologis, makin jelas hubungan antara defisiensi
zinc, perkawinan keluarga serta meningkatnya prevakasi dan
maiden pendaita bibir sumbing dan atau langit-langit terutama
pada ras proto Malay di daerah Timur Tengah Utara dan Belu
di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
(8)
. Pengalaman klinis
selama 10 tahun di daerah NTT menunjukkan susunan piramida
dalam hal jumdah penderita dan umur dengan dasar piramidanya
penderita yang berusia muda. Pada kasus-kasus yang berat, ka-
rena disertai implikasi klinis lainnya strati hipoproteinemia,
radang khronis, penyakit tropis, dan kekurangan vitamin, dapat
menyebabkan meninggalnya penderita pada usia mada
(9)
. Pietrzyk
melaporkan bahwa prevalensi kecacaan kongenital sebesar 26%
dan total kelahiran tergantung jenis populasinya
(10)
. Cacat bawaan
mempunyai kontribusi yang besar pada tingginya angka kemati-
an bayi terutama yang beat tingkat cacatnya, sehingga cacat
bawaan tidak hanya membawa kesengsaraan bagi penderita sen-
diri tetapi membawa implikasi midis dan sosial yang berat
(8,10)
.
Insiden tarjadinya cacat bawaan (terutama sumbing bibir
dan langit-langit) di Kabupaten Timor Tengah Utara hingga saat
ini belum diketahui meskipun prevalensinya cukup tinggi. Adanya
sekelompok tenaga-tenaga kesehatan baik anima maupun bukan
yang terhimpun dalam kelompok studi penelitian, membuka
kemungkinan untukmengetahui besrtnya insider di Kabupaten
TTU. Hal ini ditunjang pula dengan adanya bidan desa yang
sejak beberapa tahun ini disebar di pedesaan NTT termasuk
TRU, sehingga memudahkan pengumpulan data.
Pada makalah ini penulis kemukakan hassil pengumplan
data yang bertujuan untuk mengungkapkan insiden sumbing
bibir dan langit-langit di TimorTengah Utara yang dimulai dari
Kecamatan Insana.
BAHAN DAN CARA
1)
Perkiraan jumlah ibu hamil berdasarkan rumus Departemen
Kesehaan adalah 2,7% kali jumlah penduduk. Dengan dasar
perhitungan di area diperkirakan jumlah ibu hamil di Kecamatan
Insana adalah 2,7% kali 30000 jiwa sebesar 810 ibu hamil
2)
Responden adalah bayi yang lahir antara Maret 1996 s/d
Febuari 1997, dengan latar belakang adanya studi suplementasi
zinco pada Desember 1996. Hal ini dilakukan untuk menghindari
bias akibat pengaruh suplementasi tablet zinco pada ibu hamil.
3)
Untuk mengetahui insiden sumbing sebelum interveosi
Cermin Dunia Kedokteran No. 122, 1999
24
pemberian zinc maka ditelusuri secara retrospektif bayi-bayi
yang lahir dalam jangka waktu satu tahun sebelum suplementasi
zinc dilakukan.
4. Cara mengetahui adanya anak yang lahir pada periode ter-
sebut melalui 15 bidan desa yang ada di Kecamatan tersebut.
Persalinan mernang mungkin ditolong oleh dukun bays tetapi
hasilnya selalu terpantau melalui laporan rutin bidan desa setiap
bulan.
5. Sumbr lain data melalui informasi masyarakat secara lang-
sung terutama kader kesehatan dan dukun bayi.
6. Kasus sumbing bibir dan atau langit-langit yang ditemukan,
diambil karakteristik penderita dan ibunya, ditelusuri riwayat
perkawinan keluarga. didokumentasikan dengan foto dan diberi-
tahu bahwa mereka akan ditolong (dioperasi rekonstruksi); pada
ibu penderita diambil serum darahnya sebanyak 2 ml untuk di-
periksa mikronutriennya.
7. Tim peneliti menentukan format kuesioner, mengorganisir
kegiatan, mendokumentasi dan memberikan informasi lanjutan
kepada tim rekonstruksi.
8. Data diproses dengan software EpiInfo 6.
HASIL
a) Dengan cara tersebut di atas di Kecamatan Insana dengan
penduduk 30.000 jiwa dilaporkan adanya kasus sumbing bibir
atau langit-langit sebanyak 4 orang per 810 kelahiran(5 per 1000
kelahiran hidup). Dari 4 kasus tersebut 1 bilateral cleft lip-palate
dan 3 kasus dengan uncomplete cleft lip.
b) Dari 4 kasus tersebut di atas setelah ditelusuri riwayat ke-
luarganya, ditemukan 3 kasus dengan riwayat adanya perkawin-
an antar keluarga.
c) Dari wawancara dengan ibu penderita, selama hamil diketahui
adanya riwayat makan sirih pinang (100%), makanan pokok
jagung bose (100%) dan 2 orang (50%) mengaku minum tuak
untuk memperkuat kandungan.
DISKUSI
Populasi di Timor Tengah Utara (TTU) sebanyak 170.000
jiwa terutama dari mayoritas suku Dawan dan tersebar di 9
kecamatan (induk dan perwakilan). Kecamatan Insana dengan
penduduk 30.000 jiwa merupakan kecamatan dengan populasi
terbanyak dan letaknya kurang lebih 10 km dari kota Kefa-
menanu. Di kecamatan tersebut terdapat dua puskesmas induk
dan pada waktu penelitian ini dilakukan melibatkan 2 orang
dokter, 12 paramedis dan 15 bidan desa. Semua desa bisa di-
jangkau dengan kendaraan roda dua dan/atau empat. Berdasar-
kan sampling serum 200 ibu hamil diketahui di Insana terdapat
78% ibu hamil dengan defisiensi zinc dalam serum
(5,6)
.
Dari penelitian ini tampak bahwa di Kecamatan Insana
dengan insiden sumbing bibir dan langit-langit sebesar 5 per
1000 kelahiran hidup merupakan angka tertinggi yang pernah
dilaporkan salama ini. Wyszynski melaporkan bahwa non-
syndromic oral cleft mempunyai prevalensi 1 per 1000 bayi
Caucasian
(11)
. Sementara Natsume melaporkan bahwa pada peng-
amatan mulai 1Januari 198231 Desember 1992 mendapatkan
prevalensi kasus cleft sebesar 2,06 per 1000 kelahiran
(12)
. Shawn
GM melaporkan prevalensi cleft lip palate (CLP) 0,741 per 1000
dan isolated cleft palate sebesar 0,383 per 1000
(13)
dan Warner-
sley melaporkan angka prevalensi sebesar 1,56 per 1000
(14)
.
Tingginya angka ini cukup menarik karena hingga 10 tahun
(19861996) Hardjowasito dkk telah mengoperasi lebih dari
3000 kasus sumbing bibir dan atau langit-langit
(9)
dan hingga kini
kasus sumbing bibir dan langit-langit cukup mudah dijumpai di
daratan Timor.
Adanya perkawinan keluarga diketahui dari hasil wawan-
cara yang cukup lama oleh tim peneliti. Terbukti 3 dari 4 kasus
sumbing bibir dan langit-langit mempunyai latar belakang perka-
winan antar keluarga. Terjadinya cleft terkait eras dengan faktor
genetika terutama jenis isolated cleft palate
(13)
. Kasus CT atau CL
(P) cendermg muncul pada keluarga yang mempunyai riwayat
cacat kongenital
(15)
.Estunasi timbulnya cleft pada anak berikutnya
pada satu keluarga sebesar 2% bila satu anak terdahulu ada yang
cleft, 6% bila salah satu orang tuanya ada yang cleft dan 15% bila
satu orang tuanya dan satu kakaknya menderita cleft.
Makanan pokok keluarga di Timor pada umumnya adalah
jagung bose. Dengan jagung bose mereka mengaku awet kenyang,
bahkan sering dijumpai makanan jagung dicampur dengan sopi
(minuman beralkohol produksi lokal) agar rasanya lebih nikmat
dan membuat mereka tahan bekerja di bawah sinar matahari yang
menyengat. Ibu hamil juga minum tuak karena mereka ber-
keyakinan bahwa tuak dapat memperkuat kandungan sehingga
kehamilan mereka dapat bertahan sampai cukup bulan. Orang-
orang tua di Timor masih banyak yang mempunyai keyakinan
seperti ini walaupun secara eksplisit mereka tidak mau meng-
ungkapkannya. Pengaruh alkohol pada timbulnya cacat kongeni-
tal telah lama diketahui. Minum Alkohol dalam jumlah tertentu
pada ibu hamil trimester pertama akan menaikkan risiko timbul-
nya bayi dengan cacat kongenital
(16)
, demikian juga pengaruh
rokok. Resiko yang berkaitan dengan kebiasaan merokok me-
ningkat pada CLP dan isolated CP
(17)
.
Jenis kelamin diketahui mempunyai hubungan dengan tipe
cleft. Bayi laki-laki cenderung CLP dan bayi wanita cenderung
CP
(13)
.
Bayi hitam, nonhispanik mempunyai risiko yang lebih
rendah dibandingkan dengan bayi kulit putih, nonhispanik
(13)
.
Wanita berumur 39 tahun atau lebih mempunyai kemungkinan
2 kali lipat lebih tinggi untuk mempunyai anak dengan cleft
jika dibadingkan dengan wanita berumur 2529 tahun
(13,14)
.
Keterkaitan defisiensi mikronutrien zinc dengan timbulnya
cleft sedang diteliti secara intensif. Dari laporan sementara,
A. Hidajat dkk
(5,6)
melaporkan didapatkannya 4 kasus cleft dari
2500 ibu hamil yang mendapat suplementasi tablet zinc dengan
perincian 2 kasus dari ibu yang mendapatkan plasebo, 1 kasus
dari ibu yang mendapatkan folat dan l kasus mendapatkan tablet
zinc.
Efek teratogenik dari defisiensi zinc adalah depresi sin-
tesis DNA. Pada periode neonatal, defisiensi tine menyebabkan
gangguan pertumbuhan dan fungsi kekebalan
(18)
. Sementara
itu antara zinc dengan mikronutrien lain terjadi interaksi saling
berlawanan
(19)
, padahal dalam pelaksanaan program kesehatan,
suplementasi zat besi, Yodium dan vitamin A rutin dilakukan.
Hal ini cukup menarik sehingga penelitian lebih lanjut perlu di-
adakan guna mengetahui secara pasti keterkaitan defisiensi Zn
dengan timbulnya cleft.
Insiden per kabupaten sedang dikerjakan oleh tim peneliti
dan jangka panjang akan dilakukan pencarian insiden untuk
empat kabupaten yaitu TTU, TTS, Belu dan Kupang (semua ter-
letak di pulau Timor). Adanya penyembuban yang pada umum-
nya baik post operasi dari penderita-penderlta di daratan Timor
seperti yang telah dikemukakan Widanto
(9)
makin memperkuat
dugaan bahwa memang tingginya insiden disebabkan oleh ke-
khususan ras, perkawinan endogami dan adanya defisiensi zinc.
Akhir-akhir ini pemikiran tentang adanya syndromic dan
nonsyndromic cleft serta penyebab multifaktorial pada nonsyn-
dromic cleft mulai dipertanyakan. Penelitian lebih lanjut secara
sitogenetika sangat diperlukan untuk menelusuri masalah ini
secara lebih mendalam. Dekade terakhir para peneliti mengguna-
kan metode genetik dan epidemologi untuk mencari faktor etio-
logi, tetapi hasilnya masih menjadi pendebatan
(11)
. Secara sito-
genetika dicurigai adanya major gene loci sebagai pemicu ter-
jadinya kasus sumbing bibir dan langit-langit.
KESIMPULAN
Penelitian kejadian angka sumbing bibir dan langit-langit di
Insana menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan
angka kejadian di banyak tempat di dalam dan luar negeri.
Dicurigai bahwa kekhususan ras, yang terkait dengm perkawin-
an keluarga yang menyolok, gene konfirmasi adanya defisiensi
zinc mungkin menjadi penyebab tingginya angka kejadian.
Diusulkan agar penelitian sitogenetika dapat dilakukan pada
kelompok penduduk ini.
KEPUSTAKAAN
1. Sutrisno et al. Fokus grup diskusi sebagai sarana penggalian masalah
kesehatan ibu dan anak di NTT. Cermin Dunia Kedokteran, 1997.
2. Sutrisno et al. Laporan Tahunan puskesmas Maubesi dan Oelolok.Insana,
TTV, NTT, 1996.
3. Sutrisno. Kesehatan Ibu dan Anat. Tantangan yang menarik di Propinsi
Nusa Tenggara Timur, Memori Akhir Jabatan, 1997.
4. Hidajat A et al. Studi implemntasi zinc di NTT, FK Unibraw, 1996.
5. Hidajat A et al Zinc supplementation during pregnancy and its effect on the
incidence of cleft lips in Province of Nusa Tenggara Timur, Indonesia. The
feet part of the study paper presented at the 8
th
Internal Congr on Cleft
Palate and Related Craniofacial Anomaly. Singapore 712 September
1997.
6. Hidajat A. Laporan hasil penelitian studi suplementasi pada ibu hamil,
efeknya terhadap kemajuan dan hasil kehamilan di Propinsi NTT, Fak.
Kedokteran Unibraw.1997.
7. Tujuh Program Strategis Pemda NIT.
8. Hardjowasito
W.
Pohon
penelitian
dengan sudut pandang genetika pen-
derita bibir sunbing dan langit-langit di daerah Kabupaten Belu dan TTU.
NTT beserta hipotesa, 1997.
9. Hardjowasito W et al. Total list of cleft lip palate patient treated in Nusa
Tenggara Timur and East Timor, Indonesia, 1996.
10. Pietrzyk JJ. Multifactorial dependence of congenital malformation, Folia
Med Cracov 1993; 34(14):97103.
11. Wyszynski DF, Beaty TH, Maestri NE. Genetic of nonsyndromic oral cleft
revisited. Cleft Palate Craniofac J 1996, Sept; 33(5): 40517.
12. Natsume N, Suzuki T,Kawai T.The prevalence of cleft lip and palate in the
Japanesse, their birth prevalence in 40.304 infant born during 1982.
13. Shawn GM, Croen LA. Curry CJ. Isolated oral cleft malformations:
associations with maternal and infant characteristics in California popula-
tion, Teratology 1991 Mar, 43(3): 2258.
14. Womersley, Stone DH. Epidemiology of facial cleft, Arch Dis Child 1987
Jul; 62(7): 71720.
15. Hwang SJ et al. Association study of Transforming Growth Factor alpha
(TGF alpha) Taql polymorphism and oral cleft : indication of gene-
environment interaction a population-base sample: of infant with birth
defects, Am J Epidemiol 1995;141(7): 62936.
16. , Prevent Fetal Alcohol Syndrome and Other Alcohol Related
Developmental Disabilities. Centers For Desease Control and Prevention
(CDC). December, 1996
17. Shaw GM et al. Orofacial cleft, parental cigarette smoking, and transform-
ing growth factor-alpha gene variants. Am J Hum Genet 1996 Mar, 58(3):
55161.
18. Hurley LS. The role of trace element in foetal and neonatal development,
Trans R Soc Lond B Biol Sci. 1981; 294(1071): 14552.
19. Hurley LS. Keen CL. Lonnerdal B. Aspect of tract element interactions
during development, Fed Proc 1983 Apr; 42(6): 173539.
20. Profil Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara. NTT, 1996.
When we are young we take pains to be agreeable, and
when we are ohlwe take pains not to be &agreeable
Cermin Dunia Kedokteran No. 122, 1999
26