TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Akupunktur untuk Hiccup
Mitzy D, Fidelis Z, Shinta Sukandar
Bagian Akupunktur Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta
ABSTRAK
Hiccup merupakan suatu keadaan yang sangat umum terjadi, hampir selalu ringan
dan dapat sembuh sendiri. Tapi kadang-kadang dapat menjadi berat terutama pada kasus-
kasus yang terjadi setelah operasi besar atau sebagai komplikasi penyakit-penyakit serius
umnya tidak diperlukan pengobatan. Tetapi
an dapat menjadi sangat sukar karena bukan
bnya harus dicari dan diobati dengan baik.
Terhadap akupunktur umumnya hiccup mempunyai respons yang tinggi, tanpa efek
berespons cepat terutama pada keadaan-
PENDAHULUAN
Hiccup adalah suatu keadaan terjadinya spasme diaphragma
involunter sehingga menyebabkan inhalasi tiba-tiba dan terpu-
tus dengan refleks penutupan glottis sehingga menimbulkan
bunyi
(1,2,3)
.
Keadaan ini sangat umum terjadi, dapat mengenai semua
oran
rlukan
peng
Pengobatan secara barat ditujukan untuk menekan fungsi
nervus frenikus, baik dengan obat-obatan, stimulasi listrik atau-
pun pemotongan nervus frenikus. Pada kasus-kasus yang berat
dan yang merupakan komplikasi dari beberapa penyakit maka
penyakit primernya harus diobati juga.
Dalam bidang akupunktur dan inoksibusi beberapa penulis
mengatakan bahwa efek akupunktur sangat baik dibandingkan
dengan cara pengobatan lain, juga pada hiccup yang menetap
dan yang memberi respons terhadap pengobatan lain
(1,5)
.
Angka keberhasilan akupunktur berkisar antara 80,297,6%,
serta
(1-4)
penyebab, antara lain
:
1) Tipe susunan saraf pusat : keadaan-keadaan yang menyebab-
kan iritasi pusat kontrol pernapasan di medula oblongata, mi-
salnya CVD, tumor otak, alkohol, obat-obatan : zat anestetik
umum, uremia.
2) Tipe refleks: keadaan-keadaan yang menyebabkan iritasi
pada nervus frenikus, misalnya:
·
Iritasi n. frenikus karena infeksi/inflamasi, tumor yang
mengenai/menekan n. frenikus, idiopatik.
·
Spasme diaphragma yang berulang-ulang (setelah tertawa,
g tetapi dapatjuga terjadi sebagai komplikasi dari beberapa
penyakit atau operasi besar, biasanya berat dan menetap
(1,4)
. Me-
netapnya keadaan yang tidak menyenangkan ini menyebabkan
pasien tidak bisa istirahat. Pada keadaan seperti ini dipe
obatan
(1,2,3)
.
memberikan hasil yang cepat, dengan alat yang sederhana
dan tanpa efek samping
(1,5,6)
.
TINJAUAN SECARA ILMU KEDOKTERAN BARAT
Definisi
Hiccup adalah spasme diaphragma yang involunter yang
menyebabkan inhalasi tiba-tiba dan terputus dengan refleks
nu
pe tupan glottis sehingga menimbulkan bunyi
.
Etiologi dan Patogenesis
Penyebab terjadinya hiccup dapat dibagi atas beberapa tipe
(1,2,5-10)
lainnya. Untuk kasus-kasus yang ringan um
pada kasus-kasus yang berat, maka pengobat
hiccupnya saja yang diobati tetapi penyeba
samping dan juga merupakan sistim yang
keadaan akut.
Cermin Dunia Kedokteran No. 105, 1995
30
menangis, batuk).
·
Iritasi supra diaphragma karena gangguan paru, jantung,
mediastinum.
·
Iritasi infra diaphragma karena gangguan lambung, in-
testinum, hati/kandung empedu.
3) Tipe psikogen, misalnya neurosis, histeria.
4)
Gangguan elektrolit dan keseimbangan asam basa,
biasanya pada penyakit-penyakit kronis seperti nefritis kronis
dan gastritis kronis.
Klasifikasi dan Gejala
Hiccup dapat dibedakan dalam 2 jenis, yaitu
(3,8,11)
:
1) Ringan : ditandai dengan hiccup hanya 1 kali atau beberapa
kali.
2) Berat : ditandai dengan serangan hiccup yang berulang
ulang dan berlangsung lama. Serangan dapat menetap beberapa
jam, beberapa hari atau beberapa minggu dan menjadi sangat
melelahkan bahkan dapat menimbulkan komplikasi yang fatal
terutama pada pasien-pasien dengan penyakit kritis dan kronis
(1,7)
.
Terapi
Pengobatan hiccup pada umumnya dilakukan secara ber-
tahap, dan cara yang sederhana sampai cara yang sulit bahkan
sangat iritatif seperti pemotongan nervus frenikus.
Tujuan pengobatan adalah untuk menghilangkan spasme
dan diaphragma, yaitu dengan cara
(2,5,7)
:
· Minum air hangat.
· Secara manual menekan n. frenikus di leher.
· Pemberian obat-obatan:
1) Penyemprotan etil khlorida pada kulit leher yang menutupi
n. frenikus.
2) Peroral diberikan : scopalamin, thorazine 2550 mg/46
jam, atau quinidin 200 mg/46 jam.
3) Penyuntikan anestesi lokal pada leher di daerah nervus
frenikus.
· Stimulasi listrik n. frenikus.
· Pemotongan n. frenikus, jika pengobatan dengan cara yang
lain telah gagal.
TINJAUAN SECARA ILMU KEDOKTERAN TIMUR
Definisi
Hiccup adalah suatu keadaan kekacauan Ci; Ci lambung
membalik ke atas
(11)
.
Etiologi dan Patogenesis
1) Retensi makanan di lambung
2) Stagnasi Ci hati
3) Dingin dalam lambung
Kebiasaan makan yang tidak teratur menyebabkan retensi
makanan di lambung, sehingga terjadi gangguan fungsi limpa
dan lambung dalam hal transportasi dan transformasi serta
menghalangi aktivitas Ci, maka Ci lambung gagal turun ke
bawah.
Frustasi emosional dapat menyebabkan stagnasi Ci hati. Ci
yang terhambat ini akan menyerang lambung dan menyebabkan
penekanan pada lambung sehingga aliran Ci 1a tidak dapat
turun ke bawah dan berbalik ke atas.
Serangan dingin pada lambung karena terlalu banyak
makan makanan mentah atau obat-obatan yang bersifat dingin,
sehingga menyebabkan stagnasi Ci di lambung sehingga aliran
Ci gagal turun ke bawah.
Klasifikasi dan Gejala
(8,11)
1) Jenis Se : pasien tampak tetap sehat, hiccupnya jelas dan
bergema. ada rasa penuh yang merata di daerah perut dan dada,
konstipasi dan bersendawa dengan hawa berbau busuk.
2) Jenis Si : keadaan umum pasien lemah, suara hiccupnya
rendah, ringan dan lemah, pernapasan cepat dan rasa dingin
pada extremitas.
Terapi
Pengobatan secara akupunktur bertujuan untuk:
1) Menenangkan lambung dan menghilangkan stagnasi.
2) Menenangkan hati.
3) Menghangati Cung Ciao.
4) Menekan Ci yang berbalik ke atas.
5) Melancarkan dan menguatkan Ci dan Sie.
Cara pengobatan akupunktur dapat dilakukan dengan:
1) Akupunktur tubuh
(3,7,11,12,13)
:
Titik utama yang digunakan adalab Ke Su (VII, 17), Cung
Wan (XIII, 12), Nei Kuan (IX, 6), Cu San Li (III, 36).
Titik tambahan untuk retensi makanan : Ci Cie (XIII, 14),
Nei Ting (III, 44). Untuk stagnasi Ci: Can Cung (XIII, 17), Tay
Cung (XII, 3). Untuk dingin di lambung : Sang Wan (XIII, 13).
2) Akupunktur telinga
(7,11)
:
Penusukan pada titik : Neurogate, Diaphragma, Subcortex,
Pharynx, Lambung, Oesophagus, Shenmen, Simpatis.
Metode : penusukan pada kedua sisi, digunakan stimulasi
kuat, ditinggal selama 1 jam.
3) Moksibusi
(11)
Pada titik Can Cung (XIII, 17), Cung Wan (XIII, 12),
Kuan Yen (XIII, 4).
Metode: langsung atau tidak langsung; bakar 59 moksa
kerucut. Jika hiccup berlangsung terus maka hangatkan Sen Su
(VII, 23). Jika tidak berhenti, moksibusi dilanjutkan lagi.
4) Akupunktur tangan
(11)
:
Penusukan pada titik vertex dengan metode pembenaman
lurus dengan stimulasi kuat; jarum tidak ditinggal.
5) Aquapunktur
(11)
:
Titik utama : Wei Su (VII, 21), Wei Cung (VII, 54), Nei
Kuan (IX, 6).
Titik tambahan : Ciu Wei (XIII, 15), Sou San Li (II, 10).
Metode: menggunakan Angelica sinesis atau obat-obat lain
yang tersedia. Pengobatan setiap hari atau berselang seling.
Satu seri : 712 kali pengobatan. Istirahat 35 hari setelah 1
seri pengobatan.
6) Cupping
(3,11)
Pada titik : Ke Su (VII,17), Kan Su (VII,18), Cung Wan
(XIII,12), Ru Ken (III,18), Huang Men (VII,46) dengan metode
menggunakan cup ukuran sedang, dipasang selama 1015 menit.
Pengalaman-pengalaman beberapa peneliti antara lain :
untuk mengobati hiccup yang sulit, dapat dilakukan penjaruman
Cermin Dunia Kedokteran No. 105, 1995 31
pada titik Fu Tu (II,18) dan titik Nei Kuan (IX,6), dengan
jarum nomor 28, panjang 1,5 cun yang dibenamkan horizontal
dan titik Fu Tu (II, 18) ke arah vertebra servikal. Pada titik Nei
Kuan (IX, 6) digunakan jarnm halus 1,5 cun, ditusuk tegak
lurus sedalam lebih kurang 0,5 cun.
Ketika dilakukan penjaruman pada titik Fu Tu (II,18) maka
akan dirasakan sensasi seperti aliran listrik menjalar ke bahu
dan tangan, sedangkan penjaruman pada titik Nei Kuan (IX, 6)
dirasakan geli dan bengkak yang menjalar ke tangan. Jarum di-
tinggal selama 20 menit. Penusukan sekali sehari.
Keberhasilan pengobatan dengan cara ini dikatakan oleh
penulis sebesar 80,2%. Rata-rata pasien sembuh dengan 7 kali
pengobatan. Pengamatan selama 2 minggu, tidak didapatkan
kekambuhan
(9)
.
Untuk mengobati hiccup yang berat, yang terjadi setelah
operasi besar atau sebagai komplikasi penyakit-penyakit berat
tainnya digunakan sebagai titik utama Tay Yen (I, 9), Hal Quan
(titik istimewa terdapat di dalam mulut, di atas frenulum lidah, di
antara dan sedikit di belakang titik Jin Jin (extra 10) sebelah kiri
dan Ju Je (extra 10) sebelah kanan;dan titik tambahan: Can Cung
(XIII, 17), Cung Wan (XIII, 12), Ci Hat (XIII, 6), Cu San Li
(III, 36), Ke Su (VH, 17), Wei Su (VII, 21), Sen Su (VII, 23).
Penusukan titik Hai Quan sedalam 0,81 cm dengan sensasi
penjaruman dirasakan sampai ke atas. Penggunaan titik-titik
yang lain tergantung dari situasi yang terjadi setelah penjaruman
pertama, jika hiccup segera kambuh kembali maka ditambahkan
1 sampai 3 titik tambahan.
Terapi diberikan sekali sehari sampai gejala hilang se-
luruhnya. Rata-rata pasien sembuh setetah 3 kali pengobatan.
Pada pengamatan selama 6 bulan tidak didapatkan kekambuhan.
Keberhasitan pengobatan dengan cara ini sebesar 97,6%(8).
PEMBICARAAN
Klasifikasi, etiologi dan terapi hiccup secara kedokteran
timur dan barat sangat berbeda. Secara kedokteran timur klasi-
fikasi berdasarkan keadaan umum pasien, kuat atau lemahnya
hiccup serta keadaan-keadaan lain yang menunjang untuk gejala-
gejala Si atau Se. Sedangkan secara kedokteran barat berdasar-
kan tamanya hiccup.
Etiologi secara kedokteran timur terjadi karena gangguan
pada lambung dan hati, sedangkan secara kedokteran barat ka-
rena iritasi pada pusat kontrol pernapasan di medula obtongata
maupun pada nervus frenikus.
Pada dasarnya pengobatan secara kedokteran timur adalah
untuk memperbaiki kelainan-kelainan lambung dan hati serta
melancarkan dan menguatkan Ci, Sie. Sedangkan secara ke-
dokteran barat pengobatan ditujukan untuk menghilangkan
spasme diaphragma yaitu dengan menekan fungsi nervus frenikus.
Salah satu cara yang dianjurkan secara barat adalah minum
air hangat untuk menghilangkan spasme diaphragma, hal ini
hampir sama dengan penghangatan Cung Ciao untuk hiccup
yang disebabkan dingin dalam tambung.
Pengobatan hiccup dengan akupunktur menurut beberapa
penutis mempunyai angka keberhasilan yang tinggi yaitu antara
80,2%97,6%. Keberhasilan ini terutama pada hiccup yang telah
gagal diobati secara kedokteran barat atau yang terjadi setetah
operasi besar atau sebagai komplikasi penyakit-penyakit lain.
Jika dibandingkan dengan cara kedokteran barat maka
pengobatan dengan akupunktur sangat sederhana dan tidak iri-
tatif serta aman dan efek samping pemberian obat-obatan atau-
pun dan tindakan pemotongan nervus frenikus.
KEPUSTAKAAN
1. Sternfeld M, EtungerM, ElizarA, etal. Drug resistant hiccup due to anterior
wall myocardial infarction abrogated by acupuncture treatment. Am J
Acupunc 1989; 17: 21518.
2. Hinshaw HC, Murray JF. Disorders of the Diaphragma. Diseases of the
Chest. Fourth Ed. Philadelphia, London. Toronto: WB Saunders Co. 1980;
91921.
3. Xin Nong Cheng (ed). Hiccup. Chinese Acupuncture and Moxibution.
First Ed, 1987; 39293.
4. Le Moine JR. Diaphragmatic disorders. In: Bordow RA, Stool EW, Moser,
KM. Manual of Clinical Problem in Pulmonary Medicine with Annotated
Key References. Boston: Little Brown Co, 1980; 33841.
5. Gottlieb AJ. Singultus. The Whole Internist Catalog. Philadelphia,
London, Toronto: WB Saunders Co. 1980; 123.
6. AldnchTK, Prezant DJ. Adverse effects of drug on the respiratory muscles.
Clinics in Chest Medicine 1990; 11: 18485.
7. Wensel
LO.
Hiccup. Acupuncture for Americans. Reston Virginia: Reston
Publ Co Inc. A Prentice Hall Co, 1980; 200-01.
8. Huai Thong Zhang. Acupuncture in treating severe hiccup. mt. J. Clin.
Acupunc. 1990; 1: 26164.
9. Shuhan G. 405 Cases of intractable hiccup treated with acupuncture. mt. J.
Clin. Acupunc. 1990; 1:20911.
10. SteinJH (ed). Respiratory pattern in alert patients. Internal Medicine. Third
Ed. Boston, Toronto, London: Little Brown and Co, 1983; 2047.
11. Connor J, Bensky D (ed). Spasm of the diaphragma (Hiccough). Acupunc-
ture Comprehensive Texthook. Eastland Press, 1981; 61819.
12. LewithGT. Hiccups. The accupuncture treatment of internal diseases. First
Publ. Wellingborough, New York: Thorsons Publ, Group, 1985; 6870.
13. Hui JL, Xiang JZ. Hiccup. Pointing Therapy. A Chinese Traditional
Therapeutic Skill. Shandong Science and Technology Press, 1986; 24950.
Revenge converts a little right into a great wrong
Cermin Dunia Kedokteran No. 105, 1995
32