farmasi
ABSTRAK ABSTRAK
WAKTU LEWAT USUS PADA PRIA THAI
Carcinoma colon, colitis ulcerosa, ileitis regional dan diverticulitis
jarang ditemukan pada penduduk Muangthai, sedangkan penyakit-pe-
nyakit ini banyak dijumpai di Europa dan Amerika Serikat.
Oleh beberapa penyelidik telah diajukan susunan diit sebagai penyebab
penyakit-penyakit tersebut. Ditemukan pula bahwa waktu lewat usus
(intestinal transit time) lebih cepat pada penduduk negara-negara dengan
susunan diit yang berkadar serat tinggi (high-fibre diet). Dinegara-negara
tersebut penyakit diverticulum colon dan tumor-tumor ganas dan tak
ganas pada colon/rectum jarang ditemukan.
Oleh WELCH dan SRlSWASDl, ahli-ahli bedah di Muangthai telah
diselidiki waktu lewat usus pada 20 orang pria dewasa bangsa Thai
berumur antara 21 -- 29 tahun.
Kepada mereka diberikan pil-pil polyethylene yang telah ditandai dengan
barium sewaktu makan pagi. Najis dikumpulkan dan diperiksa dengan
sinar X sedangkan waktunya dicatat.
Waktu lewat usus yang tercepat adalah 24 jam, sedangkan 80% dari
pil-pil tersebut telah dikeluarkan dalam waktu 36 jam. Hasil yang
diperoleh kedua sarjana tersebut sesuai dengan hasil yang didapat di
Uganda,
dimana susunan diit belum banyak dipengaruhi oleh
negara-negara Barat.
Kedua sarjana mengemukakan apakah tidak perlu memberi nasehat
kepada masyarakat umum untuk mempertahankan diit dengan kadar serat
yang tinggi.
Sayuran segar adalah makanan dengan kadar serat yang tinggi.
OLH
WELCH, T.P. and SRISWASDI, S., Asian J. of Med., 10, 7 8, 1974.
PENGARUH BAHAN BAHAN PEMBANTU
PADA PEMBEBASAN OBAT DARI
KAPSUL GELATIN KERAS
Telah dilakukan percobaan untuk menetapkan pengaruh penambahan
campuran dengan berbagai kombinasi yang terdiri atas laktosa (0; 10; dan
50%), magnesium stearat (0; 1; dan 5%) dan natrium lauryl sulfat (0; 1;
dan 10%) atas pembebasan ethinamate dengan ukuran partikel 76 -- 105
mikron dan diisi kedalam kapsul dengan 2 jenis kepadatan (packing
density), tinggi dan rendah.
Analisa secara statistik hasil-hasil percobaan
menunjukkan bahwa
terdapat interaksi order kedua pada semua kombinasi dalam berbagai
interval waktu dan untuk kedua jenis kepadatan kapsul.
lni berarti bahwa effek yang dihasilkan oleh tiap-tiap jenis bahan
pembantu tergantung pada adanya dan konsentrasi kedua bahan
pembantu yang lain.
Proses-proses interaksi ini membatasi kesimpulan yang dapat diambil
tentang effek utama zat pengisi, zat pelincir dan surfaktan, akan tetapi
dapat diambil kesimpulan bahwa :
a. 10% laktosa (zat pengisi) mengurangi kecepatan pembebasan obat,
sedangkan 50% zat pengisi mempercepatnya.
b. penambahan natrium lauryl sulfat sebanyak 1% telah cukup untuk
mempercepat pembebasan obat.
c. Magnesium stearat tersendiri sebagai zat pembantu atau dalam
kombinasi dengan laktosa mengurangi kecepatan pembebasan obat
secara nyata, tetapi bila magnesium stearat dicampur dengan laktosa
dan natrium lauryl sulfat, effeknya tidak menunjukkan pola tertentu.
d. effek bahan pembantu tidak tergantung pada kepadatan kapsul. JHS
Newton, J.M., Rowley, G. and J. F. V. Tornblom, J. Pharm. Pharmac., 23,
1565 -- 1605,
1971.
gastro -
enterologi
22
ilmu penyakit
dalam
neurologi
dermatologi
ATHEROSCLEROSIS OLEH KEKURANGAN
VITAMIN C ?
Pada sekian banyak faktor yang telah diajukan sebagai penyebab
atherosclerosis perlu ditambahkan satu faktor lagi yaitu kekurangan
vitamin C.
Dr. FUJlNAMl, dkk., telah melaporkan bahwa secara experimentil
binatang
marmot (guinea pig) dapat dibuat atherosclerotik dengan
memberi makanan yang tak berisi vitamin C. Penambahan vitamin C pada
makanan yang sama dapat menurunkan kadar triglyserida, cholesterol dan
betalipoprotein dalam darah sehingga bercak-bercak atherosclerotik pada
dinding pembuluh darah tak terbentuk.
Percobaan diatas dilakukan atas dasar pertimbangan bahwa manusia dan
marmot adalah 2 species mammalia yang tak dapat mensintesa vitamin C
sendiri dalam tubuh dan makanan sehari-hari orang-orang tua pada
umumnya kurang akan vitamin C. Pada golongan umur inilah ditemukan
penderita-penderita atherosclerose.
OLH
T. FUJINAMI, et al., Jap. Circul. J., 35; 1559 -- 1565, 1971.
PEMULIHAN AKTIV ITAS PUSAT-PUSAT
SARAF AUTONOM OLEH PEMBERIAN
PYRITHIOXIN
Pada penderita-penderita dengan infark otak ditemukan penurunan
aktivitas pusat saraf autonom yang terlihat pada penurunan pengeluaran
vanylmandelic acid (VMA) dalam urine pada keadaan hypoglycemia.
Oleh STOlCA, dkk., dari Rumania dilaporkan bahwa pemberian
pyrithioxin dapat memulihkan aktivitas pusat-pusat ini kembali pada
sebagian besar - penderitai-penderita dengan infark otak. Keadaan klinis
penderita-penderita tersebut juga maju.
Pemberian caffeine tak berpengaruh baik atas kegiatan nusat-pusat ini
maupun atas keadaan klinis.
OLH
S TOICA, E., STEFANESCU, E. and GHEORGIU,
M.,
Europ, Neurol.,
7: 348 -- 363, 1972.
PENGOBATAN CONDYLOMA ACUMINATA
DENGAN SALEP 5-FLUORO-URACIL 5%
Condyloma acuminata adalah sejenis penyakit kulit termasuk golongan
verruca; suatu kelainan neoplastis tak ganas yang umumnya terdapat
didaerah genital.
HANDOJO dan PARDJONO dari Lembaga Penelitian Penyakit
Kelamin, Surabaya telah mempergunakan salep 5-fluoro-uracil 5% untuk
pengobatan condyloma acuminata pada 40 orang sakit yang terdiri dari 39
wanita tuna susila dan seorang pria.
25 diantaranya sembuh dengan sempurna sedangkan 10 dari mereka
menunjukkan regressi yang tak sempurna, disebabkan oleh pengobatan
yang tak teratur.
Tak timbul effek dampingan baik lokal maupun sistemik, sedangkan
pembentukan cicatrix minim dan tak berarti.
l. HANDOJO dan PARDJONO, Asia J. Med., 9, 162 -- 166, 1973.
OLH
23
kardiologi
enzimologi
farmakologi
MEROKOK MENGURANGI EFFISIENSI
OTOT JANTUNG
Hubungan kanker paru-paru dengan rokok telah sering dilaporkan.
Kini ditemukan bahwa menghisap rokok mengurangi stroke volume dan
meningkatkan kecepatan denyut jantung (heart rate) pada setiap tingkat
latihan submaximal
Penelitian ini dilakukan atas orang-orang pria dewasa yang sehat.
Pengurangan effisiensi otot jantung sudah tampak bila menghisap satu
batang rokok.
OLH
Modern Medicine, 40, No. 9, 56, 1972.
MENGURANGI DAYA KARSINOGEN AFLATOXIN
DENGAN PHENOBARBITONE (LUMINAL)
Aflatoxin, suatu toxin yang dihasilkan jamur Aspergillus flavus, dapat
menyebabkan tumor hati pada binatang-binatang percobaan.
Didalam hepar terdapat sesuatu enzim (hydroxylase) yang dapat
mengubah aflatoxin menjadi suatu derivat yang kurang toxis.
Pada percobaan dengan tikus-tikus yang diberi
makanan yang
mengandung aflatoxin, pemberian phenobarbitone didalam air minum,
dapat
,
mengurangi frekwensi dan pertumbuhan tumor-tumor didalam hati.
Diperkirakan bahwa phenobarbitone dapat menaikkan aktivitas enzim
hydroxylase yang mengubah aflatoxin.
Penggiatan enzim seperti ini dikenal sebagai enzyme-induction.
Diharap bahwa selain phenobarbitone masih dapat ditemukan lain-lain
zat yang juga dapat mengurangi toxisitas aflatoxin melalui proses
enzyme-induction.
OLH
Br. J. exp. Path., 52, 322, 1971.
PENGARUH ASPIRIN, CAFFEIN DAN CODEIN ATAS METABOLISME
PHENACETIN DAN ACETAMINOPHEN
Phenacetin telah sering dilaporkan sebagai penyebab nekrosis papil-papil
ginjal.
Acetaminophen (paracetamol) merupakan metabolit utama phenacetin
dan kini makin banyak dipergunakan sebagai pengganti phenacetin.
Acetaminophen dianggap kurang atau tidak beracun.
Oleh karena phenacetin jarang diminum tersendiri, maka belumlah pasti
bahwa phenacetin adalah penyebab kerusakan-kerusakan pada ginjal.
Penyelidik-penyelidik
ini
memberikan
kepada
24 orang pria
sukarelawan yang sehat phenacetin atau acetaminophen tersendiri dan
juga sebagai campuran dengan aspirin, caffein dan codein.
Hasil-hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan ketiga obat
tersebut mengurangi penguraian phenacetin menjadi acetaminophen.
Sebaliknya
pembentukan
2-hydroxy-phenetidine
dari
phenacetin
meningkat hampir dua kali.
2-hydroxy-phenetidine
diketahui
dapat
menimbulkan
nekrose
papil-papil ginjal pada pemberian sebanyak 153 mgr. secara l.V. kepada
tikus-tikus.
Diduga bahwa ketiga zat aspirin, caffein dan codein menyebabkan
hambatan-bersaing (competitive inhibition) untuk enzim-enzim yang
menguraikan phenacetin menjadi acetaminophen.
OLH
B.H. Thomas, B.B. Coldwel% W. Zeitz and G Solomonraj , Clin.
Pharmaco% Ther., 13, 906, 1972.
24
toxikologi
olah raga
keluarga
berencana
BUAH DURIAN DAN ALKOHOL
Terdapat kepercayaan dikalangan rakyat bahwa alkohol dan buah
durian tidak dapat dimakan bersama-sama oleh karena beracun. Akan
tetapi hasil penyelidikan dua sarjana Asia justru menunjukkan bahwa
durian selain lezat rasanya ternyata juga dapat memunahkan toxicitas
alkohol.
TECHAPARTOON (Bangkok) dan SlM (Singapore) dapat membukti-
kan bahwa kematian tikus atau mencit oleh pemberian alkohol dapat
dicegah oleh buah durian yang diberikan sebelum atau bersama-sama
dengan alkohol.
Khasiat buah durian ini juga timbul bila buah durian diberikan secara
intra-peritoneal dalam bentuk homogenat.
Diperkirakan
bahwa buah durian selain menghambat penyerapan
alkohol oleh usus juga dapat mencegah pemasukan alkohol kedalam target
cells.
OLH
S.
TECHAPARTOON
and M.K. SIM , Asian J.
Med., 9, 158 -- 159, 1973.
PENGARUH RENANG ATAS MAXIMAL
OXYGEN UPTAKE
Maximal oxygen uptake = kemampuan mempergunakan zat asam
sebanyak mungkin selama latihan fisik pada ketinggian permukaan air
laut. Kemampuan ini adalah hasil faktor pembawaan (genetik) dan
faktor-faktor lingkungan.
Dalam penyelidikan ini pengaruh faktor pembawaan diketahui sama
besar sedangkan hampir semua faktor-faktor lingkungan dibuat sama
besar, sehingga tertinggallah pengaruh faktor latihan.
Telah dilakukan pengukuran maximal oxygen uptake pada dua gadis
bersaudara kembar identik yang mempunyai bentuk dan susunan tubuh
identik pula.
Kedua gadis tersebut diberi latihan-latihan berupa lari-lari diatas
treadmill dan bersepeda diatas bicycle ergometer, akan tetapi satu
diantaranya diberi tambahan latihan renang yang berat.
Hasil penyelidikan ini menunjukkan bahwa gadis dengan latihan
tambahan renang mempunyai maximal oxygen uptake yang lebih tinggi
dari saudara kembarnya.
OLH
l.
Holmer
and Per-Olof Astrand, J. Appl. Physiol., 3, 510-513,
1972.
KONTRASEPSI DAN FREKWENSI COITUS
Kontrasepsi dapat memperbaiki hubungan antara suami istri dalam
perkawinan.
Kemungkinan
besar
adalah
bahwa
dibawah
perlindungan
suatu
kontraseptip yang effektip, kedua suami istri bebas dari rasa takut akan
sesuatu kehamilan yang tak diharapkan.
Dengan demikian mereka dapat lebih menikmati hubungan kelamin. Hal
ini terbukti untuk wanita-wanita Amerika Serikat.
Untuk wanita-wanita Asia hal ini belum diketahui oleh karena belum
terkumpul cukup data.
OLH
MUONGNAM, D., BURNIGHT, R.G.
and
DONALDSON, P.J.,
Asian
J.
Med., 9, 127 -- 128, 1973.
25