background image
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Regurgitasi Mitral Iskemik
William Sanjaya, Starry Homenta Rampengan, Otte J Rachman
Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta
PENDAHULUAN
Berbeda dengan valvulopati organik, kelainan ventrikel
kiri (left ventricle = LV) bukan merupakan akibat dari
regurgitasi mitral iskemik, melainkan sebab. Regurgitasi mitral
iskemik lebih merupakan sebuah patologi otot daripada katup
dan kelainan koroner yang mendasarinya menentukan presen-
tasi klinis dan prognosis. Perkembangan pengetahuan tentang
patofisiologi, evaluasi, dan prognosis yang terjadi dalam be-
berapa tahun telah menegaskan bahwa regurgitasi iskemik
mempunyai banyak gambaran spesifik yang membedakannya
dengan regurgitasi organik. Meskipun evaluasi hasil metode
pengobatan telah berkembang, dalam praktek klinis hal ini
dibatasi oleh ketidakseragaman dan sejumlah faktor-faktor
perancu.
1
PATOFISIOLOGI
Kecuali pada ruptur otot papilaris, regurgitasi mitral
iskemik merupakan sebuah regurgitasi fungsional dengan
karakter daun-daun katup dan aparatus subvalvar yang normal.
Regurgitasi mitral itu sendiri merupakan akibat keterbatasan
pergerakan daun-daun katup (Klasifikasi Carpentier tipe 3).
Penegangan daun-daun katup ini menyingkirkan zona koaptasi
dari anulus mitral ke apeks LV yang selanjutnya menyebabkan
penutupan katup yang tidak komplit pada waktu sistolik
(Gb.1).
2
Gb. 1. Koaptasi normal (kiri) dan penegangan daun oleh dilatasi anulus
dan penyingkiran otot papilaris (kanan). AO, aorta; Inf PM, otot
papilaris inferior; LA, atrium kiri; MR, regurgitasi mitral.
Dikutip dari (2)
Perubahan geometri dan pergerakan aparatus subvalvar
sebagai akibat kardiopati iskemik adalah penentu utama
regurgitasi mitral iskemik. Remodeling LV setempat me-
nyingkirkan otot-otot papilaris dan menyebabkan traksi di
dalam daun-daun katup. Penutupan daun yang tidak komplit
dapat merupakan akibat dari kelainan pergerakan dinding
setempat pasca infark miokard atau iskemi miokard kronik
yang berat.
2
Penilaian ekokardiografi pada pasien-pasien dengan
regurgitasi mitral fungsional dan disfungsi LV menegaskan
bahwa derajat regurgitasi mitral berkaitan dengan tenda sistolik
dan bukan hanya dengan beratnya disfungsi sistolik. Penentu
utama tenda sistolik adalah penyingkiran apikal dan posterior
dari otot-otot papilaris anterior dan posterior dan kelainan
pergerakan segmental dinding miokardium yang mendasari-
nya.
3
Penutupan daun yang tidak komplit juga disebabkan oleh
ketidakseimbangan antara peningkatan kekuatan penegangan
dan penurunan kekuatan ventrikel untuk menutup daun-daun
katup.
2
EVALUASI REGURGITASI MITRAL ISKEMIK
Secara klinis
Risiko utama pasien-pasien dengan regurgitasi mitral
iskemik fungsional adalah kesalahan diagnosis atau meremeh-
kan regurgitasi, terutama pada pasien-pasien dengan kardiopati
iskemik dengan murmur sistolik berintensitas lemah. Secara
umum intensitas murmur berkorelasi dengan volume
regurgitasi pada pasien-pasien dengan regurgitasi organik,
tetapi regurgitasi mitral iskemik yang berat berkaitan dengan
intensitas murmur yang lemah, karena rendahnya curah
jantung.
4
Intensitas murmur yang lemah tidak harus dinilai
tidak berarti (trivial) pada penyakit jantung iskemik melainkan
harus selalu dinilai mekanisme dan volume regurgitasi dengan
ekokardiografi secara teliti.
1
Secara ekokardiografi
Ekokardiografi transtorakal adalah kunci penilaian pada
pasien-pasien regurgitasi mitral iskemik, sedangkan ekokardio-
grafi transesofageal diperlukan hanya apabila penilaian trans-
torakal hanya memberikan data suboptimal.
Cermin Dunia Kedokteran No. 143, 2004
24
background image
Gb. 2. Ekokardiografi transtorakal dari seorang pasien dengan regurgitasi iskemik mitral (Kiri: pandangan sumbu panjang
parasternal; kanan: pandangan 2 ruang apikal). Gambar-gambar ini menunjukkan tenda sistolik katup mitral dengan
sebuah koaptasi yang disingkirkan dari anulus mitral menuju apeks LV dan menegangkan daun anterior (panah).
Dikutip dari (1)
Analisa bidimensional menunjukkan keterbatasan per-
gerakan daun katup dan tenda sistolik dari daun katup dengan
struktur yang normal (Gb. 2). Hal ini penting untuk mem-
bedakan regurgitasi iskemik dengan regurgitasi organik yang
terjadi pada penyakit jantung iskemik.
1
Pengukuran regurgitasi mitral iskemik masih merupakan
perdebatan. Pemetaan aliran doppler kontinu di dalam LA dan
pengukuran lebar jet regurgitasi masih kurang akurat, karena
pengaruh kondisi pembebanan yang terganggu pada regurgitasi
mitral iskemik. Ekokardiografi kuantitatif yang mengukur isi
sekuncup secara doppler, atau analisis aliran konvergensi
dengan metode PISA lebih akurat, karena volume regurgitasi
dan lubang regurgitasi efektif ( effective regurgitant orifice =
ERO) kurang dipengaruhi oleh pembebanan. Pengukuran
regurgitasi iskemik harus diinterpretasi berbeda dengan
regurgitasi organik. Volume regurgitasi secara umum harus
lebih rendah pada regurgitasi iskemik dan data terakhir me-
nunjukkan bahwa ambang regurgitasi berat adalah 30 ml
volume regurgitasi dan 20 mm
2
ERO pada regurgitasi iskemik,
dibandingkan dengan 60 ml dan 40 mm
2
pada regurgitasi
organik.
5,6
Secara invasif
Angiografi LV yang dihubungkan dengan angiografi
koroner oleh beberapa pakar dipertimbangkan sebagai metode
rujukan untuk menilai volume regurgitasi. Akan tetapi gradasi
menurut angiografi mempunyai keterbatasan terutama akibat
kondisi-kondisi pembebanan. Ekokardiografi kuantitatif mem-
berikan data lebih objektif daripada angiografi LV yang
berperan sebagai prognosis akibat regurgitasi.
1
PENGOBATAN REGURGITASI MITRAL ISKEMIK
Pengobatan medis
Banyak studi efek akut pengobatan vasodilator pada
regurgitasi mitral telah menunjukkan penurunan fraksi
regurgitasi dan atau volume LV. Penemuan yang sama juga
telah dilaporkan setelah penggunaan penghambat enzim
konversi angiotensin (angiotensin converting enzyme inhibitors
= ACE-I) atau penghambat AT1 selama 3-12 bulan. Meskipun
demikian hipotesis efek vasodilator terhadap dimensi dan
remodeling ventrikel dalam menurunkan lubang regurgitasi
hanya pada kasus bukan regurgitasi mitral organik. Berbeda
dengan regurgitasi aorta, sejauh ini belum ada uji klinis yang
menunjukkan keuntungan pengobatan vasodilator pada pasien-
pasien dengan regurgitasi mitral kronik.
7
Penggunaan penghambat beta (beta-blockers = BB) pada
pasien-pasien disfungsi sistolik LV mempunyai efek positif
terhadap remodeling dan fraksi ejeksi. Studi-studi telah
menunjukkan penurunan volume regurgitasi mitral pada
pasien-pasien gagal jantung dan regurgitasi mitral fungsional,
termasuk kardiomiopati iskemik. Sebuah studi percobaan
menemukan penggunaan ACE-I dan BB mempunyai efek
hemodinamik gabungan yang dikehendaki pada disfungsi
sistolik LV dengan regurgitasi mitral fungsional.
1
Pembedahan regurgitasi mitral iskemik fungsional
Pembedahan regurgitasi mitral iskemik fungsional biasa-
nya merupakan kombinasi antara bedah pintas koroner (BPK)
dan koreksi regurgitasi mitral dengan katup prostetik atau
perbaikan katup. Apapun teknik yang digunakan, harus ditegas-
kan bahwa pembedahan untuk regurgitasi mitral iskemik
fungsional membawa risiko yang lebih tinggi daripada
regurgitasi mitral tanpa iskemi. Dalam sebuah seri pasien yang
terakhir, kematian operasi dapat mencapai 10% (Tabel 1).
8-11
Keselamatan jangka menengah juga sangat bervariasi,
tetapi lebih buruk daripada regurgitasi mitral tanpa iskemik.
Seri lain juga telah melaporkan keselamatan lanjut lebih baik
setelah perbaikan daripada penggantian katup (Tabel 2),
meskipun perbandingan ini sangat sulit karena banyaknya
faktor-faktor perancu dan bias selektif yang potensial.
9,10,12
Cermin Dunia Kedokteran No. 143, 2004 25
background image
Tabel 1. Kematian operatif serial perbaikan atau penggantian katup
mitral yang berkaitan dengan BPK pada regurgitasi mitral
iskemik.
Jumlah pasien
BPK (%)
Kematian (%)
Penggantian ± BPK
Rankin dkk
8
32 100
53
Cohn dkk
9
56 89
8,9
Grossi dkk
10
71 80
20
Perbaikan ± BPK
Rankin dkk
8
23 100
26
Czer dkk
11
60 95
15
Cohn dkk
9
94 95
9,5
Grossi dkk
10
152 89
10
Pembedahan ruptur otot papilaris
Kematian operatif ruptur otot papilaris tinggi, bervariasi
dari 20-50%, tetapi juga mempunyai laju pemulihan spontan
yang baik. Pilihan antara penggantian katup dan perbaikan
dengan reimplantasi otot papilaris masih diperdebatkan. Bedah
konservatif cukup menarik dilakukan pada pasien-pasien
dengan hemodinamik yang buruk, tetapi prosedur dan
penyembuhannya lama, karena kemungkinan timbulnya
regurgitasi sisa dan berulang. Hal ini menyebabkan peng-
gantian lebih sering dipilih daripada perbaikan katup. Perba-
ikan katup hanya sering digunakan untuk ruptur otot papilaris
parsial.
1
PROGNOSIS REGURGITASI MITRAL ISKEMIK
Pada ruptur otot papilaris
Prognosisnya sangat buruk dengan kematian 75% pada 24
jam dan 93% pada 48 jam. Ruptur yang tidak komplit berkaitan
dengan toleransi hemodinamik yang lebih baik.
13
Sesudah infark miokard akut
Data uji klinis trombolisis pada infark miokard akut
menunjukkan bahwa beratnya regurgitasi mitral iskemik
berkaitan dengan tingkatan kematian dalam satu tahun. Di
dalam sebuah seri 255 pasien didapatkan kematian satu tahun
sebesar 11% pada kelompok tanpa regurgitasi dibandingkan
dengan 22% pada kelompok dengan regurgitasi derajat 1-2 dan
52% dengan derajat 3-4. Kesulitan dalam menentukan nilai
prognostik regurgitasi pada seri ini adalah faktor-faktor lain
seperti usia tua, kejadian diabetes, riwayat infark sebelumnya,
penyakit pembuluh multipel, dan disfungsi LV yang berat.
Analisis multivariat tersusun pada faktor-faktor prognosis yang
lain menunjukkan bahwa regurgitasi derajat 3-4 mempunyai
risiko relatif tersusun untuk kematian satu tahun sebesar 1,5
(p<0,06).
14
Studi the SAVE (survival and ventricular enlargement)
menemukan bahwa regurgitasi mitral iskemik ringan dan
sedang dapat mempunyai nilai prognostik negatif. Di dalam
sebuah seri 727 pasien infark miokard lanjut ( 16 hari) dengan
fraksi ejeksi 40%, 106 dan 33 mempunyai derajat regurgitasi
angiografi 1 dan 2. Derajat regurgitasi 1 atau 2 merupakan
prediktor yang kuat untuk kematian jangka menengah di dalam
sebuah analisis multivariat (risiko relatif tersusun 2,0; p<
0,06).
15
Tabel 2. Hasil lanjut dalam sebuah seri perbaikan atau penggantian
katup mitral yang berkaitan dengan BPK pada regurgitasi
mitral iskemik.
N
Usia
rerata
Kelas
NYHA
Bedah
darurat
Keselamat-
an 5 tahun
Bebas
komplikasi
5 tahun
Cohn (9)
Ganti 56
69
98*
- 91(5) 81(8)
Perbaiki 94
65 89* - 56(10) 48(7)
Grossi (10)
Ganti 71
68
55
25
57(13)
47(14)
Perbaiki 152
68 59 28 68(9) 64(10)
Gilinov(12)
Ganti 85
67
60
29 36 -
Perbaiki 397
67 32 3
58
-
Keterangan :
NYHA kelas III atau IV (*)
Untuk pasien-pasien dengan risiko yang lebih baik ()
Keselamatan dan laju bebas komplikasi dinyatakan dalam rerata (SD)
NYHA, New York Heart Association
Seri kasus terakhir dari Klinik Mayo telah membandingkan
303 pasien yang menderita regurgitasi mitral iskemik setelah
infark miokard (>16 hari) dengan 191 kontrol dengan infark
miokard tanpa regurgitasi. Kekuatan analisis seri ini adalah
penggunaan ekokardiografi kuantitatif doppler secara sis-
tematik. Kematian dalam lima tahun didapatkan lebih tinggi
pada kelompok pasien dengan regurgitasi mitral iskemik tanpa
memandang derajatnya (Gb. 3). Di dalam sebuah analisis
multivariat, kematian meningkat dalam kasus regurgitasi
dengan ERO 20 mm
2
(risiko relatif tersusun 2,23, p<0,003)
dan juga dengan ERO < 20 mm
2
(risiko relatif tersusun 1,65,
p<0,049).
5
Gb. 3. Keselamatan (rerata ± SE) setelah diagnosis derajat regurgitasi
mitral yang digradasi menurut ERO 20 mm
2
atau < 20 mm
2
.
Dikutip dari (5)
Pada kardiomiopati iskemik kronik
Sudah lama disepakati bahwa revaskularisasi miokard
viable sudah cukup untuk menurunkan regurgitasi mitral is-
kemik, karena perbaikan pergerakan dinding segmental. Meski-
pun pasien-pasien dengan regurgitasi mitral sedang dan berat
pasca infark miokard mempunyai pola risiko koroner yang
lebih berat, peranan regurgitasi dan faktor-faktor yang lain
dalam memperberat prognosis masih diragukan.
1
Sebuah seri
telah menunjukkan bahwa BPK hanya membuat sedikit pe-
Cermin Dunia Kedokteran No. 143, 2004
26
background image
nurunan volume regurgitasi dengan derajat rerata sebelum
operasi 3 menjadi 2,3 setelah operasi.
16
Sama halnya dengan
sebuah seri 4.221 pasien yang menjalani angioplasti koroner,
203 pasien regurgitasi mitral sedang dan berat mempunyai
penurunan keselamatan 3 tahun yang sebanding dengan pasien-
pasien tanpa atau dengan regurgitasi ringan.
17
Sebagian besar
pasien pada stadium akhir kardiomiopati iskemik diobati secara
medikal atau transplantasi.
1
3.
Yiu SF, Enriques-Sarano M, Tribouilloy C, et al. Determinants of the
degree of functional mitral regurgitation in patients with systolic left
ventricular dysfunction; a quantitative clinical study. Circulation 2000;
102: 1400-6.
4.
Desjardin VA, Enriques-Sarano M, Tajik Aj, et al. Intensity of murmurs
correlates with severity of valvular regurgitation. Am J Med 1996; 100:
149-56.
5.
Grigioni F, Enriques-Sarano M, Zehr KJ, et al. Ischemic mitral
regurgitation. Long term outcome and prognostic implication with
quantitative doppler assessment. Circulation 2001; 103: 1759-64.
6.
Enriques-Sarano M. Timing of mitral surgery. Heart 2002; 87: 79-85.
7.
Levin HJ, Gaasch WH. Vasoactive drugs in chronic regurgitant lesions of
the mitral and aortic valve. J Am Coll Cardiol 1996; 28: 1083-91.
RINGKASAN
Regurgitasi mitral iskemik fungsional tidak disebabkan
oleh disfungsi otot papilaris, tetapi merupakan akibat kelainan
miokardium yang mengubah posisi aparatus subvalvar dan
menyebabkan penutupan daun katup yang tidak komplit.
Intensitas murmur sistolik pada regurgitasi mitral iskemik
sering lemah, tetapi hal ini tidak berarti bahwa penyakit katup
tersebut tidak penting. Penggunaan ekokardiografi doppler
kuantitatif penting untuk mengradasi regurgitasi mitral
iskemik; ambang kuantitatif terutama untuk ERO harus lebih
rendah pada regurgitasi iskemik daripada regurgitasi organik.
Regurgitasi iskemik yang berat harus dikoreksi dengan bedah
mitral pada calon BPK. Kematian operatif bedah mitral lebih
tinggi dan hasil jangka panjang masih kurang memuaskan pada
regurgitasi iskemik daripada regurgitasi organik, sehingga
sampai saat ini belum ada kesepakatan mengenai indikasi
bedah pada pasien-pasien dengan regurgitasi iskemik berat
tanpa miokardium yang masih viable.
8.
Rankin JS, Feneley MP, Hickey M St J, et al. A clinical comparison of
mitral valve repair versus valve replacement in ischemic mitral
regurgitation. J Thorac Cardiovasc Surg 1988; 95: 165-77.
9.
Cohn LH, Rizzo RJ, Adam DH, et al. The effect of pathophysiology on
the surgical treatment of ischemic mitral regurgitation: operative and late
risks of repair versus replacement. Eur J Cardio-Thorac Surg 1995; 9:
568-74.
10.
Grossi EA, Goldberg JD, LaPietra A, et al. Ischemic mitral valve
reconstruction and replacement: comparison of long-term survival and
complications. J Thorac Cardiovasc Surg 2001; 16: 328-32.
11.
Czer LS, Maurer G, Trento A, et al. Comparative efficacy of ring and
suture annuloplasty for ischemic mitral regurgitation. Circulation 1992;
86(Suppl II): II-46-52.
12.
Gilinov AM, Wierup PN, Blackstone EH, et al. Is repair preferable to
replacement for ischemic mitral regurgitation? J Thorac Cardiovasc Surg
2001; 122: 1125-41.
13.
Wei JY, Hutchins GM, Bulkley BH. Papillary muscle rupture in fatal
acute myocardial infarction; a potentially treatable from cardiogenic
shock. Ann Intern Med 1979; 90:149-52.
14.
Tcheng JE, Jackman JD, Nelson CL, et al. Outcome of patients sustaining
acute ischemic mitral regurgitation during myocardial infarction. Ann
Intern Med 1992; 117: 18-24.
15.
Lamas GA, Mitchell GF, Flaker GC, et al. Clinical significance of mitral
regurgitation after acute myocardial infarction. Circulation 1977; 96: 827-
33.
KEPUSTAKAAN
16.
Aklog L, Filsoufi F, Flores KQ, et al. Does coronary artery bypass
grafting alone correct moderate ischemic mitral regurgitation? Circulati-
on 2001; 104(suppl I): I-68-75.
1.
Iung B. Management of ischemic mitral regurgitation. Heart 2003; 89:
459-464.
17. Elis DG, Whitlow PL, Raymond RE, et al. Impact of mitral regurgitation
on long term survival after percutaneous coronary intervention. Am J
Cardiol 2002; 89: 315-8.
2.
Levine RA, Hung J, Otsuji Y, et al. Mechanistic insights into functional
mitral regurgitation. Curr Cardiol Rep 2002; 4: 125-9.
Those who crave much want much
(Horace)
Cermin Dunia Kedokteran No. 143, 2004 27