Penelitian Bidang Radiologi di
Indonesia
Marnansjah Daini Rachman, Sudarmo S. Purwohudoyo
dan Iwan Ekayuda
Bagian Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RS. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
PENDAHULUAN
Penelitian berperanan sangat panting dalam usaha mening-
katkan kesejahteraan manusia. Bila dibandingkan kehidupan
beberapa puluh tahun yang lalu dengan kehidupan sekarang
dirasakan ada perbedaan yang besar sekali.
Beberapa puluh tahun yang lalu life expectancy di berbagai
negara rata-rata antara 40 50 tahun, tetapi sekarang di negara-
negara maju life expectancy naik sampai di atas 70 tahun.
Sebelum tahun 1930, apabila seseorang menderita luka
infeksi, kemungkinan besar ia meninggal karena septikemia,
karena belum ada obat yang dapat membunuh kuman-kuman
patogen. Dengan ditemukannya sulfonamide tahun 1932 dan
penisilin tahun 1928, maka penderita septikemia dapat ter-
tolong.
Penghidupan manusia terus makin sejahtera, tetapi masih
juga banyak masalah yang menyebabkan penderitaan. Hal ini
terasa sekali di negara-negara berkembang. Untuk mengatasi-
nya diperlukan orang-orang yang cerdas, berdedikasi, penuh
tanggung jawab, kreatif dan inovatif yang diberi tugas melak-
sanakan penelitian untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut
di atas. Dan disinilah terletak tantangan yang dihadapi oleh
para peneliti.
Di dalam bidang kedokteran dan kesehatan, khususnya
bidang radiologi masih banyak hal yang harus diselidiki dan
dikembangkan.
Lloyd. menulis sebagai berikut : "Research is mental,
laboratory work is the lesser important step in research.
Creative thinking, the conceiving of a new idea, is the essence
of research".
Penelitian dimulai di otak, bukan di perpustakaan maupun
di laboratorium. Penelitian dimulai dengan observasi suatu
fenomena yang menimbulkan suatu pertanyaan. Berdasarkan
pertanyaan ini kemudian disusun suatu hipotesis atau beberapa
hipotesis, yang merupakan dasar untuk menyusun suatu
rancangan percobaan. Setelah kita memilih rancangan per-
cobaan yang paling sesuai, kita mulai melakukan eksperimen-
eksperimen untuk mengumpulkan data. Data yang terkumpul
ditata secara sistemik dan diolah secara statistik. Berdasarkan
data ini dibuatlah suatu interprestasi sehingga dapat ditarik
kesimpulan yang menunjang atau menolak hipotesa yang telah
dibuat. Seorang peneliti yang baik harus mempunyai daya
kreativitas atau inovasi yang kuat.
Kreativitas adalah suatu proses mental, proses berfikir
yang mengakibatkan timbulnya berbagai macam ide-ide
dengan gagasan-gagasan yang orisinil.
Inovasi adalah aplikasi praktis dari gagasan-gagasan
sehingga menghasilkan produk-produk atau cara kerja yang
lebih efisien. Sebagai contoh : orang yang sangat kreatif adalah
Leonardo da Vinci, ia sekaligus seorang seniman, ahli mate-
matika, pelukis dan pemahat, ahli teknik mekanik dan seorang
pemikir.
Orang-orang Jepang adalah inovatif, tetapi kurang kreatif.
Mereka mengambil ide-ide yang dicetuskan oleh dunia barat
dalam berbagai produk misalnya alat potret, mobil dan lain-
lain. Melalui proses inovasi, mereka dapat menghasilkan pro-
duk-produk yang lebih sempurna, praktis, lebih mungil, lebih
efisien dan lebih murah.
Penelitian di bidang radiologi di Indonsia masih dalam
taraf permulaan, karena terbatasnya tenaga peneliti, fasilitas
radiologi, fasilitas alat-alat peneliti radiologi dan dana yang
tersedia.
Salah satu program Tri Darma Perguruan Tinggi adalah
penelitian, dan banyak aktivitas penelitian yang dilakukan oleh
ahli bidang radiologi baikyang bekerja di fakultas-fakultas
kedokteran negeri atau swasta.
Data dikumpulkan dengan bekerjasama Ikatan Ahli Radio-
logi Indonesia (IKARI)Pusat, untuk menelaah hasil penelitian
dalam bidang ilmu radiologi sebagai bahan analisa dan tolok
ukur dalam penyusunan makalah ini.
MATERI DAN METODA
Telah disusun kuesioner singkat dan dibagikan ke seluruh
ahli radiologi di Indonesia untuk mendapat data penelitian serta
dilakukan wawancara para ahli-ahli dan peneliti radiologi,
khususnya di fakultas kedokteran Universitas Indonesia. Dalam
angket kuesioner diperinci jabatan peneliti dalam 6 kelompok,
yaitu :
Cermin Dunia Kedokteran No. 75, 1992
28
A. Ahli Radiologi :
Bidang radiodiagnostik
Bidang radioterapi
Bidang ultrasonografi
Bidang kedokteran nuklir
Bidang CT-Scan dan imaging lainnya.
B. Ahli fisika
C Penata rontgen
D.
Tenaga dokter bukan ahli radiologi
E.
Tenaga paramedis bukan penata rontgen
F.
Tenaga lainnya
Penelitian tersebut dibagi dalam 3 kelompok :
a.
Penelitian yang sudah dilaksanakan
b.
Penelitian yang sedang dilaksanakan
c.
Penelitian yang akan dilaksanakan.
Setiap penelitian diperinci dengan mencantumkan :
1. Judul penelitian
2.
Katagori penelitian yang meliputi :
Radiodiagnostik (d)
Radioterapi (Th)
Kedokteran Nuklir (KN)
Ultrasonografi (U)
CT-Scan dan imaging (CT)
3.
Peneliti dan asisten peneliti
4.
Jabatan peneliti; baik di fakultas Kedokteran atau di rumah
sakit-rumah sakit lainnya
5.
Jumlah dana yang dibutuhkan
6.
Sumber keuangan
7.
Kendala (hambatan-hambatan)
8.
Keterangan tambahan lainnya.
HASIL PENGUMPULAN DATA
Responden diambil secara acak sebanyak 200 orang.
Responden adalah orang-orang yang diduga melakukan peneli-
tian di bidang radiologi.
Sistem pengumpulan data dilakukan 3 macam, yaitu :
a.
Dengan sistem angket kuesioner
b.
Dengan sistem wawancara, baik wawancara berhadapan
muka atau melalui telepon
c.
Kombinasi sistem a & b.
Angket kuesioner dikirimkan melalui pos pada urinal 5
September dan-tanggal 27 September 1987 mendapat jawaban
kembali. Karena jawaban yang kembali hanya 35 buah, maka
dilakukan teknik wawancara, khususnya terhadap responden
yang berada di Jakarta.
Sistem pengumpulan data kombinasi (c) hanya dilakukan
di Jakarta tanggal 1 Oktober 1987 sampai 8 Oktober 1987
dengarl jawaban 20 responden.
Dari 200 responden yang dihubungi, jawaban yang
diterima kembali 87 responden (43,5%), di mana responden
yang meiakukan penelitian 39 responden (29,5%) dan yang
tidak memkukan penelitian 58 responden (24%).
Dari 39 kelompok peneliti dapat dibagi menjadi 2 kelompok :
a Penelitian yang dilakukan sendiri (peneliti tunggal) : 12
bran&
b. Penelitian yang dilakukan berkelompok : 27 kelompok.
Analisa dari jabatan peneliti baik peneliti tunggal maupun pe-
neliti kelompok :
Ahli radiologi 36 orang
Dokter spesialis lainnya 12 orang
Dokter umum, termasuk asisten ahli radiologi 18 orang
Penata rontgen 8 orang
Ahli fisika 2 orang
Tenaga paramedis lainnya
4 orang
Lain-lain 2 orang
Jabatan peneliti utama umumnya ahli radiologi, sedangkan
asisten peneliti adalah dokter spesialis, dokter umum, pinata
rontgen, ahli fisika, tenaga paramedis dan tenaga-tenaga lain.
Jenis penelitian, dibagi 2 kelompok, yaitu :
a.
Penelitian retrbspektif
b.
Penelitian prospektif.
Dari 39 kelompok peneliti telah dilaporkan 154 penelitian,
baik yang sudah, sedang dan akan dikerjakan, di mana peneliti-
an dalam bidang radiodiagnostik dan bidang radioterapi men-
dapat perhatian cukup banyak.
KENDALA
Kendala yang sering dikemukakan responden adalah :
1. Masalah tenaga peneliti dan asistn peneliti :
a.
waktu terbatas
b.
peminat penelitian kurang
c.
pengetahuan metode penelitian masih kurang
d.
tenaga pengunjung pasien terbatas.
2. Masalah manajemen & fasilitas :
a.
terbatasnya fasilitas penelitian seperti : film rontgen
habis, peralatan yang rusak, zat kontras terbatas, zat
radioaktif sukar didapat dli.
b.
data pasien (medical record) tidak lengkap
c.
administrasi rumah sakit kurang memadai.
3. Masalah penderita :
a.
penderita tidak mau melakukan pemeriksaan ulang
(kontrol)
b.
penderita kontrol tidak teratur
c.
penderita tidak sanggup membayar biaya pemeriksaan
d.
alamat penderita berubah-ubah, sehingga menyulitkan
kontrol ulang.
4. Masalah dana :
a.
kurang tersedia dana penelitian
b.
penghentian dana sebelum proyek selesai
c.
kurang informasi mengenai pusat-pusat yang menyedia-
kan dana
d.
penderita minta imbalan dana
e.
dana penelitian pribadi terbatas.
5. Sumber dana :
Sumber dana responden didapat dari :
a. Dana pribadi 62%
b. W.H.O 4%
c. Litbang P & K 9%
d. Litbang DepKes 5%
e. Fakultas Kedokteran setempat 10%
f. BATAN 4%
g. Sponsor lainnya (Perusahaan Film, dll) 6%
PEMBICARAAN
Tinjauan hasil-hasil penelitian
Dari 200 responden yang memberikan jawaban kembali 87,
mungkin karena formulir yang dikirim tidak/terlambat sampai
.
Cermin Dunia Kedokteran No. 75, 1992 29
ke alamat responden.
Sebagian responden yang tidak melakukan penelitian tidak
membalas kuesioner. Dari 87 responden ada 39 yang melaku-
kan penelitian baik sebagai peneliti tunggal maupun peneliti
berkelompok. Dari seluruh hasil penelitian radiodiagnostik dan
radioterapi lebih banyak diteliti dibandingkan dengan
kedokteran nuklir, ultrasonografi dan CT-Scan, karena fasilitas-
fasilitas masih sangat terbatas. Ultrasonog
r
rafi meskipun sudah
banyak, tetapi penempatan alat tersebut di Bagian Radiologi
belum banyak dilakukan, terutama di rumah sakitrumah sakit
swasta.
Penelitian restrospektif sebanyak 84,41% sisanya 15,59%
penelitian prospektif. Dari 62% dana adalah dana pribcdi,
karena keterbatasan dana ini hanya penelitian retrospektif yang
dapat dilakukan. Karena ini cukup murah, sebab hanya
menganalisa film rontgen dari filing yang telah ada.
Kendala-kendala (hambatan) yang ditemukan antara lain
ialah:
1)
Tenaga peneliti, khususnya dalam bidang ilmu radiology
masih sangat kurang, karena harus merangkap tugas-tugas
lain seperti tersurat dalam konsep Tridarma Perguruan
Tinggi.
2)
Manajemen (pengelolaan) dan fasilitas penelitian masih ter-
gantung pada rumah sakit-rumah sakit baik bagi alat-alat
biaya untuk maintenence pesawat dan pembelian maupun
tenaganya,. sehingga prioritas penelitian menempati urutan
kedua.
Untuk lebih meningkatkan pengorganisasian yang rapi antara
lain mencakup 3 aspek yaitu :
a.
Bagian yang menghimpun para pemikir supaya melahirkan
ide-ide baru yang segar.
b.
Bagian yang menghimpun para pekerja laboratorium dan di
lapangan.
c.
Bagian yang mencari dana.
Materi penelitian adalah pasien yang umumnya golongan
ekonomi lemah yang banyak yang sering tidak disiplin untuk
melakukan kontrol ulang, dan alamatnya berubah-ubah dan
lain-lain. Untuk mengatasinya perlu dicarikan jalan keluar ter-
sendiri. Dana merupakan suatu kendala yang cukup berat,
terlihat dari banyak ,proyek penelitian yang menggunakan dana
pribadi dengan nilainya tidak sampai 1 juta rupiah. Sedangkan
penggunaan dana dari sumber-sumber lain masih sangat
terbatas, karena : informasi yang disampaikan pada peneliti
sangat sedikit atau keterbatasan dana dari lembagalembaga
tersebut:
Kebutuhan penelitian pada mass yang akan datang
Dalam menghadapi penelitian pada masa-masa yang akan
datang diperlukan peningkatan-peningkatan berbagai faktor
antara lain .
1) Meningkatkan tenaga-tenaga peneliti khususnya tenaga
tenaga peneliti ilmu radiologi agar menjadi lebih profesio
nal :
meningkatkan kualitas peneliti
mengembangkan bakat kreatif & inovatif
2)
Meningkatkan komunikasi antara Badan/Lembaga peneliti-
an (baik pemerintah maupun swasta) dengan para peneliti.
3)
Menata kembali jenjang karier para peneliti
4)
Memberi penghargaan bagi para peneliti yang terbaik
5)
Meningkatkan management intern Badan/Lembaga peneliti-
an
6)
Menyediakan sarana (fasilitas) penelitian antara lain me-
ngembangkan sebuah rumah sakit penelitian baik yang di-
Iola oleh pemerintah maupun swasta.
7)
Mencari dan menghimpun dana untuk membiayai proyek-
proyek penelitian.
KEPUSTAKAAN
1.
Hadi S. Metodologi Research, Jilid I, Gajah Mada Universitas Press,
Yogyakarta, 1978.
2.
Koento I. Dasar Metodologi Penelitian. Fakultas Kedokteran Universitas
Airlangga, Surabaya, 1978.
3.
Oemijati S, Setiabudy, Budijanto A. Pedoman Etik Penelitian Kedokteran
Indonesia, Jakarta, 1987.
4.
Santoso SI. Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan. Sinai Hudaya,
Jakarta, 1977.
5.
Surakhmad W. Dasar dan Teknik Research. Tarsito, Bandung, 1978.
6.
Tjokronegoro A, Sudarsono S. Metodologi Penelitian Bidang Ke-
dokteran. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 1987.