f. Profil lemak 4 minggu setelah diberi EBP.
g. Profil lemak 5 minggu setelah diberi EBP.
h. Profil lemak 6 minggu setelah diberi EBP.
Variabel dependen terdiri dari kadar :
a. Low Density Lipoprotein-Cholesterol (LDL-C) serum.
b. High Density Lipoprotein-Cholesterol (HDL-C) serum.
c. Kolesterol Total serum
d. Trigliserid serum
Jumlah sampel ditentukan menurut rumus Federer
(8)
:
T (n-1) > 15
5 (n-1) > 15
n
>
4
T : Jumlah perlakuan
n : Jumlah ulangan
Berdasarkan perhitungan di atas, maka jumlah tikus yang di-
butuhkan adalah 5 x 8 x 4 = 160 ekor. Namun penelitian ini
menggunakan 60 ekor karena setiap individu darahnya diambil dari
ekor secara periodik sesuai jumlah taraf variabel independen II.
Jumlah 60 ekor tersebut terdiri dari 20 ekor untuk studi pendahuluan
dan 40 ekor untuk penelitian sesungguhnya.
CARA KERJA
Ekstraksi buah pare.
Buah pare (rasanya pahit, permukaannya berbintik banyak dan
berwarna hijau) diekstraksi dengan metoda maserasi yaitu dengan
cara diiris tipis, dikeringkan dalam oven pada suhu 40
0
C dan di-
haluskan. Buah pare direndam dalam alkohol (1:3 v/v) selama 3 hari.
Sesering mungkin diaduk. Kemudian disaring; filtrat yang diperoleh
diuapkan dalam vacuum rotary evaporator. Selanjutnya ekstrak
dimasukkan ke dalam oven 40
0
C hingga bebas alkohol. Untuk
pembuatan masing-masing dosis perlakuan, ekstrak buah pare
dicampur rata dalam larutan tragacanth 1% .
Uji coba pada tikus
Sebanyak 40 ekor tikus dibagi dalam 5 kelompok dan ditempatkan
2 ekor/kandang. Selama penelitian diberi minum dan makanan baku,
secara ad-libitum. Kemudian darah diambil dari ekor sebanyak 2 ml,
dipusing untuk mendapatkan serum. Tentukan kadar LDL-C, Total
Kolesterol dan Trigliserid. Selanjutnya selama 2 minggu tikus diberi
secara oral minyak kelapa 1 ml, thiourasil 20 mg dan kolesterol
0,3 mg/ekor/hari. Darah diambil lagi dengan cara serupa dan
diukur pula kadar LDL-C, HDL-C, Total Kolesterol dan Trigliserid.
Selanjutnya :
Tikus kelompok I : hanya diberi larutan tragacanth 1% selama
2 minggu.
Tikus kelompok II : diberi EBP 250 mg/kg BB selama 2 minggu.
Tikus kelompok III : diberi EBP 500 mg/kg BB selama 2 minggu.
Tikus kelompok IV : diberi EBP 750 mg/kg BB selama 2 minggu.
Tikus kelompok V : diberi EBP 1000 mg/kg BB selama 2 minggu.
Pemberian larutan tragacanth dan EBP secara oral. Darah diambil
tiap minggu selama dan sesudah pemberian EBP.
ANALISIS DATA
Data yang diperoleh diuji kenormalan dan homogenitasnya. Uji
kenormalan menggunakan metoda distribusi frekuensi dan uji
homogenitas menggunakan metode Barlett. Jika data terdistribusi
normal dan bervarian homogen, maka dianalisis secara statistik
parametrik yaitu, analisis varian 2 faktor (Anova 2 faktor). Dilanjutkan
dengan uji berganda Beda Nyata Terkecil (Least Significant
Difference). Jika data tidak terdistribusi normal atau tidak ber-
varian homogen, maka dilakukan transformasi data dan diuji
kembali kenormalan dan homogenitasnya. Bila data berdistribusi
normal dan bervarian homogen, data dianalisis secara parametrik
(seperti di atas). Bila tidak berdistribusi normal dan atau bervarian
homogen, maka data dianalisis secara non parametrik yaitu analisis
Friedman. Dilanjutkan dengan uji berganda menurut Daniel.
Derajat kepercayaan untuk menerima hipotesis adalah 95%.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Konsentrasi Kolesterol Total
Hasil pengukuran konsentrasi kolesterol selama penelitian ini
dapat dilihat pada tabel 1. Konsentrasi kolesterol pada tikus
percobaan yang diberi perlakuan Ekstrak Buah Pare (EBP)
ternyata lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak diberi
EBP (kontrol). Kelompok yang diberi EBP dosis 250 mg/kg BB
konsentrasi kolesterolnya 17% lebih rendah daripada kelompok
kontrol; pada kelompok dosis 500 mg/kg BB lebih rendah 26 %;
pada kelompok dosis 750 mg/kg BB lebih rendah 21%; pada
kelompok dosis 1000 mg/kg BB lebih rendah 31%.
Hasil uji statistik dari data tabel tersebut menunjukkan bahwa
pemberian EBP berpengaruh terhadap konsentrasi kolesterol
serum (p < 0.05). Hal in berarti EBP dapat menurunkan konsentrasi
kolesterol. Hasil yang sama telah dibuktikan pada penelitian
sebelumnya
(6)
. Penurunan total kolesterol akibat meningkatnya
aktivitas reseptor LDL secara in vivo
(9)
.
Tabel 1 : Rata-rata konsentrasi kolesterol serum tikus yang diberi perlakuan
EBP dosis (mg/dl)
Dosis
Paparan profil lemak (minggu)
-2
0
1
2
3
4
5
6
0
X 59.19 259.74 207.77 151.98 125.91 89.23 69.75 60.2
SD
7.95
15.68
12.51
27.89
10.00
4.08
6.69
5.37
250 X 48.40
267.80
187.47
121.79
71.13
53.44
51.60
54.52
SD 9.30 24.30 16.99 8.05 15.72 7.98 8.93 3.99
500 X 44.38
260.29
130.90
84.44
74.63
60.34
53.46
46.66
SD
5.77 28.59 14.80
4.29 6.86 2.51 8.79 8.89
750 X 51.54
305.68
139.48
67.35
74.51
63.82
55.13
55.54
SD
2.83
63.99
16.38
10.34
3.94
4.50
12.95
0.96
1000 X 41.69 271.66 119.33
59.18 63.80 55.54 53.50 45.36
SD
8.65 23.09 48.26
6.94 2.34 3.77 10.88
6.49
CDK 168/vol.36 no.2/Maret - April 2009
98
PENDAHULUAN
Konsumsi lemak berlebihan dapat mengakibatkan perubahan
profil lemak darah, yang dapat meningkatkan risiko penyakit
jantung koroner (PJK) atau aterosklerosis. Peringkat penyakit
kardiovaskular sebagai penyebab kematian telah meningkat dari
peringkat ke 11 pada tahun 1972 menjadi peringkat ke 1 pada
tahun 1992
(1)
. Faktor risiko PJK yang telah dibuktikan antara lain
diabetes, dislipidemi, kegemukan dan kebiasaan merokok. Pada
pasien diabetes, aterosklerosis umumnya terjadi lebih dini dan
lebih sering dibandingkan pasien non diabetes
(2)
. Pada tahun 2025
penderita diabetes akan meningkat dua kali lipat (Kompas 14-
11-1996). Sayangnya obat diabetes masih mahal dan tidak ter-
jangkau oleh sejumlah masyarakat negara berkembang. Didasarkan
hal tersebut, perlu dicari bahan alami (tradisionil) yang dapat men-
cegah penyakit kardiovaskuler. Juga pada SKRT 1992 dicantumkan
perlunya diteliti faktor-faktor yang dapat mencegah timbulnya
penyakit tersebut
(3)
.
Buah pare, selain dikenal sebagai sayuran juga sebagai antidia-
betik dalam tradisi masyarakat India
(4)
. Buah pare mengandung
banyak macam glikosida
(5)
dan terbukti menurunkan kadar gula
darah dan kolesterol darah hewan mencit
(6)
; serta meningkatkan
asam lemak NEFA (Non-esterified Fatty Acid)
(7)
. Dengan demikian
ekstrak buah pare diduga dapat mempengaruhi profil lemak
melalui peningkatan metabolisme lemak sel.
Sampai saat ini pengaruh ekstrak buah pare terhadap profil lemak,
terutama kadar LDL-C, HDL-C dan trigliserid belum diteliti. Jika ter-
bukti, maka ekstrak buah pare dapat sangat bermanfaat untuk pen-
cegahan PJK atau aterosklerosis serta komplikasinya dan diabetes.
Tujuan umum penelitian ini adalah pemanfaatan buah pare sebagai
bahan anti aterosklerotik.Tujuan khususnya adalah untuk mengetahui
efek ekstrak buah pare terhadap profil lemak (LDL-C, HDL-C,
Kholesterol Total dan Trigliserid) tikus percobaan.
Hipotesis : ekstrak buah pare mempengaruhi kadar profil lemak
serum tikus percobaan yaitu:
a. Menurunkan kadar Low Density Lipoprotein-Cholesterol (LDL-C).
b. Menaikkan kadar High Density Lipoprotein-Cholesterol (HDL-C)
c. Menurunkan kadar Kholesterol Total
d. Menurunkan kadar Trigliserid
METODOLOGI
Penelitian bersifat eksperimental, menggunakan tikus percobaan
strain Wistar derived LMR, jantan berumur 3 bulan; dengan metode
Rancangan Acak Lengkap Petak Terbagi. Variabel Independen I :
dosis ekstrak buah pare (EBP) terdiri dari 4 taraf:
a. Diberi EBP (250 mg/kg bb.) selama 2 minggu.
b. Diberi EBP (500 mg/kg bb.) selama 2 minggu.
c. Diberi EBP (750 mg/kgbb.) selama 2 minggu.
d. Diberi EBP (1000 mg/kgbb.) selama 2 minggu.
Besarnya dosis EBP tersebut merupakan dosis lanjutan yang terdapat
dalam pustaka
(6, 7)
.
Variabel Independen II: paparan profil lemak, terdiri dari 8 taraf :
a. Profil lemak 0 hari
b. Profil lemak 2 minggu setelah diberi minyak kelapa 1 ml,
thiourasil 20 mg dan kolesterol 0,3 mg/ekor/hari.
c. Profil lemak 1 minggu setelah diberi EBP.
d. Profil lemak 2 minggu setelah diberi EBP.
e. Profil lemak 3 minggu setelah diberi EBP.
Efek Buah Pare (Momordica charantia L.)
terhadap Profil Lemak Serum Tikus Putih
Jantan Strain Wistar Derived LMR
Cornelis Adimunca, Olwin Nainggolan
Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi,
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI, Jakarta
ABSTRAK
Tujuan umum penelitian ini adalah pemanfaatan buah pare sebagai bahan anti-aterosklerotik, ditinjau dari kadar
lemak (kolesterol total, trigliserid, HDL-kolesterol dan LDL-kolesterol). Ekstrak alkohol buah pare dibuat dalam ber-
bagai dosis: 0, 250, 500, 750 dan 1000 mg/kgBB. Masing-masing perlakuan dosis diberi secara oral (cekok) pada
tikus percobaan selama 2 minggu. Sebelum pemberian ekstrak tikus percobaan dicekok dahulu dengan kolesterol yang
dilarutkan dalam minyak kelapa (0,3 mg/ekor) dan thio urasil (20mg/ekor) selama 2 minggu. Kemudian setiap minggu
diambil darah dari ekor. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak buah pare: Menurunkan konsentrasi
kolesterol total, menurunkan konsentrasi trigliserid, menurunkan konsentrasi LDL- kolesterol, dan menurunkan
konsentrasi HDL-kolesterol Dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah pare berpotensi sebagai bahan anti-aterosklerotik.
HASIL PENELITIAN
HASIL PENELITIAN
CDK 168/vol.36 no.2/Maret - April 2009
97
f. Profil lemak 4 minggu setelah diberi EBP.
g. Profil lemak 5 minggu setelah diberi EBP.
h. Profil lemak 6 minggu setelah diberi EBP.
Variabel dependen terdiri dari kadar :
a. Low Density Lipoprotein-Cholesterol (LDL-C) serum.
b. High Density Lipoprotein-Cholesterol (HDL-C) serum.
c. Kolesterol Total serum
d. Trigliserid serum
Jumlah sampel ditentukan menurut rumus Federer
(8)
:
T (n-1) > 15
5 (n-1) > 15
n
>
4
T : Jumlah perlakuan
n : Jumlah ulangan
Berdasarkan perhitungan di atas, maka jumlah tikus yang di-
butuhkan adalah 5 x 8 x 4 = 160 ekor. Namun penelitian ini
menggunakan 60 ekor karena setiap individu darahnya diambil dari
ekor secara periodik sesuai jumlah taraf variabel independen II.
Jumlah 60 ekor tersebut terdiri dari 20 ekor untuk studi pendahuluan
dan 40 ekor untuk penelitian sesungguhnya.
CARA KERJA
Ekstraksi buah pare.
Buah pare (rasanya pahit, permukaannya berbintik banyak dan
berwarna hijau) diekstraksi dengan metoda maserasi yaitu dengan
cara diiris tipis, dikeringkan dalam oven pada suhu 40
0
C dan di-
haluskan. Buah pare direndam dalam alkohol (1:3 v/v) selama 3 hari.
Sesering mungkin diaduk. Kemudian disaring; filtrat yang diperoleh
diuapkan dalam vacuum rotary evaporator. Selanjutnya ekstrak
dimasukkan ke dalam oven 40
0
C hingga bebas alkohol. Untuk
pembuatan masing-masing dosis perlakuan, ekstrak buah pare
dicampur rata dalam larutan tragacanth 1% .
Uji coba pada tikus
Sebanyak 40 ekor tikus dibagi dalam 5 kelompok dan ditempatkan
2 ekor/kandang. Selama penelitian diberi minum dan makanan baku,
secara ad-libitum. Kemudian darah diambil dari ekor sebanyak 2 ml,
dipusing untuk mendapatkan serum. Tentukan kadar LDL-C, Total
Kolesterol dan Trigliserid. Selanjutnya selama 2 minggu tikus diberi
secara oral minyak kelapa 1 ml, thiourasil 20 mg dan kolesterol
0,3 mg/ekor/hari. Darah diambil lagi dengan cara serupa dan
diukur pula kadar LDL-C, HDL-C, Total Kolesterol dan Trigliserid.
Selanjutnya :
Tikus kelompok I : hanya diberi larutan tragacanth 1% selama
2 minggu.
Tikus kelompok II : diberi EBP 250 mg/kg BB selama 2 minggu.
Tikus kelompok III : diberi EBP 500 mg/kg BB selama 2 minggu.
Tikus kelompok IV : diberi EBP 750 mg/kg BB selama 2 minggu.
Tikus kelompok V : diberi EBP 1000 mg/kg BB selama 2 minggu.
Pemberian larutan tragacanth dan EBP secara oral. Darah diambil
tiap minggu selama dan sesudah pemberian EBP.
ANALISIS DATA
Data yang diperoleh diuji kenormalan dan homogenitasnya. Uji
kenormalan menggunakan metoda distribusi frekuensi dan uji
homogenitas menggunakan metode Barlett. Jika data terdistribusi
normal dan bervarian homogen, maka dianalisis secara statistik
parametrik yaitu, analisis varian 2 faktor (Anova 2 faktor). Dilanjutkan
dengan uji berganda Beda Nyata Terkecil (Least Significant
Difference). Jika data tidak terdistribusi normal atau tidak ber-
varian homogen, maka dilakukan transformasi data dan diuji
kembali kenormalan dan homogenitasnya. Bila data berdistribusi
normal dan bervarian homogen, data dianalisis secara parametrik
(seperti di atas). Bila tidak berdistribusi normal dan atau bervarian
homogen, maka data dianalisis secara non parametrik yaitu analisis
Friedman. Dilanjutkan dengan uji berganda menurut Daniel.
Derajat kepercayaan untuk menerima hipotesis adalah 95%.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Konsentrasi Kolesterol Total
Hasil pengukuran konsentrasi kolesterol selama penelitian ini
dapat dilihat pada tabel 1. Konsentrasi kolesterol pada tikus
percobaan yang diberi perlakuan Ekstrak Buah Pare (EBP)
ternyata lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak diberi
EBP (kontrol). Kelompok yang diberi EBP dosis 250 mg/kg BB
konsentrasi kolesterolnya 17% lebih rendah daripada kelompok
kontrol; pada kelompok dosis 500 mg/kg BB lebih rendah 26 %;
pada kelompok dosis 750 mg/kg BB lebih rendah 21%; pada
kelompok dosis 1000 mg/kg BB lebih rendah 31%.
Hasil uji statistik dari data tabel tersebut menunjukkan bahwa
pemberian EBP berpengaruh terhadap konsentrasi kolesterol
serum (p < 0.05). Hal in berarti EBP dapat menurunkan konsentrasi
kolesterol. Hasil yang sama telah dibuktikan pada penelitian
sebelumnya
(6)
. Penurunan total kolesterol akibat meningkatnya
aktivitas reseptor LDL secara in vivo
(9)
.
Tabel 1 : Rata-rata konsentrasi kolesterol serum tikus yang diberi perlakuan
EBP dosis (mg/dl)
Dosis
Paparan profil lemak (minggu)
-2
0
1
2
3
4
5
6
0
X 59.19 259.74 207.77 151.98 125.91 89.23 69.75 60.2
SD
7.95
15.68
12.51
27.89
10.00
4.08
6.69
5.37
250 X 48.40
267.80
187.47
121.79
71.13
53.44
51.60
54.52
SD 9.30 24.30 16.99 8.05 15.72 7.98 8.93 3.99
500 X 44.38
260.29
130.90
84.44
74.63
60.34
53.46
46.66
SD
5.77 28.59 14.80
4.29 6.86 2.51 8.79 8.89
750 X 51.54
305.68
139.48
67.35
74.51
63.82
55.13
55.54
SD
2.83
63.99
16.38
10.34
3.94
4.50
12.95
0.96
1000 X 41.69 271.66 119.33
59.18 63.80 55.54 53.50 45.36
SD
8.65 23.09 48.26
6.94 2.34 3.77 10.88
6.49
CDK 168/vol.36 no.2/Maret - April 2009
98
PENDAHULUAN
Konsumsi lemak berlebihan dapat mengakibatkan perubahan
profil lemak darah, yang dapat meningkatkan risiko penyakit
jantung koroner (PJK) atau aterosklerosis. Peringkat penyakit
kardiovaskular sebagai penyebab kematian telah meningkat dari
peringkat ke 11 pada tahun 1972 menjadi peringkat ke 1 pada
tahun 1992
(1)
. Faktor risiko PJK yang telah dibuktikan antara lain
diabetes, dislipidemi, kegemukan dan kebiasaan merokok. Pada
pasien diabetes, aterosklerosis umumnya terjadi lebih dini dan
lebih sering dibandingkan pasien non diabetes
(2)
. Pada tahun 2025
penderita diabetes akan meningkat dua kali lipat (Kompas 14-
11-1996). Sayangnya obat diabetes masih mahal dan tidak ter-
jangkau oleh sejumlah masyarakat negara berkembang. Didasarkan
hal tersebut, perlu dicari bahan alami (tradisionil) yang dapat men-
cegah penyakit kardiovaskuler. Juga pada SKRT 1992 dicantumkan
perlunya diteliti faktor-faktor yang dapat mencegah timbulnya
penyakit tersebut
(3)
.
Buah pare, selain dikenal sebagai sayuran juga sebagai antidia-
betik dalam tradisi masyarakat India
(4)
. Buah pare mengandung
banyak macam glikosida
(5)
dan terbukti menurunkan kadar gula
darah dan kolesterol darah hewan mencit
(6)
; serta meningkatkan
asam lemak NEFA (Non-esterified Fatty Acid)
(7)
. Dengan demikian
ekstrak buah pare diduga dapat mempengaruhi profil lemak
melalui peningkatan metabolisme lemak sel.
Sampai saat ini pengaruh ekstrak buah pare terhadap profil lemak,
terutama kadar LDL-C, HDL-C dan trigliserid belum diteliti. Jika ter-
bukti, maka ekstrak buah pare dapat sangat bermanfaat untuk pen-
cegahan PJK atau aterosklerosis serta komplikasinya dan diabetes.
Tujuan umum penelitian ini adalah pemanfaatan buah pare sebagai
bahan anti aterosklerotik.Tujuan khususnya adalah untuk mengetahui
efek ekstrak buah pare terhadap profil lemak (LDL-C, HDL-C,
Kholesterol Total dan Trigliserid) tikus percobaan.
Hipotesis : ekstrak buah pare mempengaruhi kadar profil lemak
serum tikus percobaan yaitu:
a. Menurunkan kadar Low Density Lipoprotein-Cholesterol (LDL-C).
b. Menaikkan kadar High Density Lipoprotein-Cholesterol (HDL-C)
c. Menurunkan kadar Kholesterol Total
d. Menurunkan kadar Trigliserid
METODOLOGI
Penelitian bersifat eksperimental, menggunakan tikus percobaan
strain Wistar derived LMR, jantan berumur 3 bulan; dengan metode
Rancangan Acak Lengkap Petak Terbagi. Variabel Independen I :
dosis ekstrak buah pare (EBP) terdiri dari 4 taraf:
a. Diberi EBP (250 mg/kg bb.) selama 2 minggu.
b. Diberi EBP (500 mg/kg bb.) selama 2 minggu.
c. Diberi EBP (750 mg/kgbb.) selama 2 minggu.
d. Diberi EBP (1000 mg/kgbb.) selama 2 minggu.
Besarnya dosis EBP tersebut merupakan dosis lanjutan yang terdapat
dalam pustaka
(6, 7)
.
Variabel Independen II: paparan profil lemak, terdiri dari 8 taraf :
a. Profil lemak 0 hari
b. Profil lemak 2 minggu setelah diberi minyak kelapa 1 ml,
thiourasil 20 mg dan kolesterol 0,3 mg/ekor/hari.
c. Profil lemak 1 minggu setelah diberi EBP.
d. Profil lemak 2 minggu setelah diberi EBP.
e. Profil lemak 3 minggu setelah diberi EBP.
Efek Buah Pare (Momordica charantia L.)
terhadap Profil Lemak Serum Tikus Putih
Jantan Strain Wistar Derived LMR
Cornelis Adimunca, Olwin Nainggolan
Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi,
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI, Jakarta
ABSTRAK
Tujuan umum penelitian ini adalah pemanfaatan buah pare sebagai bahan anti-aterosklerotik, ditinjau dari kadar
lemak (kolesterol total, trigliserid, HDL-kolesterol dan LDL-kolesterol). Ekstrak alkohol buah pare dibuat dalam ber-
bagai dosis: 0, 250, 500, 750 dan 1000 mg/kgBB. Masing-masing perlakuan dosis diberi secara oral (cekok) pada
tikus percobaan selama 2 minggu. Sebelum pemberian ekstrak tikus percobaan dicekok dahulu dengan kolesterol yang
dilarutkan dalam minyak kelapa (0,3 mg/ekor) dan thio urasil (20mg/ekor) selama 2 minggu. Kemudian setiap minggu
diambil darah dari ekor. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak buah pare: Menurunkan konsentrasi
kolesterol total, menurunkan konsentrasi trigliserid, menurunkan konsentrasi LDL- kolesterol, dan menurunkan
konsentrasi HDL-kolesterol Dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah pare berpotensi sebagai bahan anti-aterosklerotik.
HASIL PENELITIAN
HASIL PENELITIAN
CDK 168/vol.36 no.2/Maret - April 2009
97
CDK 168/vol.36 no.2/Maret - April 2009
100
Konsentrasi LDL-Kolesterol
Konsentrasi LDL-kolesterol kelompok yang diberi EBP lebih
rendah dibanding kelompok kontrol (tabel 4). Di kelompok EBP
dosis 250 mg/kgbb konsentrasi kolesterolnya 23% lebih rendah;
kelompok EBP dosis 500 mg/kgbb 68% lebih rendah; kelompok
dosis 750 mg/kgbb 45% lebih rendah; kelompok dosis 1000
mg/kgbb 47% lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol
(p<0.05). Hal ini berarti EBP dapat menurunkan kadar LDL-
kolesterol. Rendahnya kadar LDL-kolesterol berarti mengurangi
risiko aterogenesis
(13).
SIMPULAN
1. Ekstrak buah pare mempengaruhi konsentrasi profil lemak
serum,
yaitu:
a. Menurunkan konsentrasi kolesterol total
b. Menurunkan konsentrasi trigliserid
c.
Menurunkan
konsentrasi
LDL-kolesterol
d. Menaikkan konsentrasi HDL-kolesterol.
2. Ekstrak buah pare berpotensi sebagai bahan anti aterosklerotik.
SARAN
Perlu dilakukan penelitian ekstrak buah pare yang mendalam dalam
bidang : fitokimia, fitofarmaka dan toksisitas.
Hal ini disarankan karena ekstrak buah pare juga berpotensi sebagai
bahan antidiabetik dan antikanker.
KEPUSTAKAAN
Boedhidarmojo R. Epidemiologi penyakit kardiovaskuler. Widyakarya Nasional Pangan dan
Gizi. Jakarta 1993.
ILIB Indonesia. Konsumen pengelola dislipidemia pada diabetes mellitus di Indonesia,
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Jakarta. 1995
Budiarso RL. Laporan sementara Survei Kesehatan Rumah Tangga 1992. Pola kematian.
Lokakarya survei kesehatan rumah tangga (SKRT) 1992. Soemantri S, Gotama IB, Prapti IY
(eds), Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RI 1992, 38 51.
Okabe H, Miyahara Y, Yamauchi T, Kawasaki T. Studies on the constituents of M charantia
L. I. Isolaton and characterization of momordicosides A and B , glycocides of a pentha-
hydroxy-cucurbitane. Chem Pharm Bull 1980;28 (9); 2753 - 2762
Okabe H, Miyahara Y, Yamauchi T, Kawasaki T, Studies on the constituents of M. charantia
L. III. Characterization of new cucurbitacin glycocides of the immature fruits, structure of
momordicocides G, F1, F2 I, K, and L . Chem Pharm Bull. 1982;3977 3986.
Sutyarso, Adimunca C. Pengaruh ekstrak buah pare (M. charantia L.) terhadap kadar
kolesterol dan gula darah mencit. Maj. Kedokt. Indon.1995; 45 (12): 674 679.
Dixit VP, Khanna P, Bhargava SK. Effects of M. charantia L. fruits extract on the testicular
function of dog. J Med Plan Res. 1978;34: 280 286.
Federer WT. Experimental design, theory and application, Oxford and IBH Publ. Co, New
Delhi, 1967
Ramsey SC, Galeano NF, Lipschitz, Deckelbaum RJ. Oleate and other long chain fatty acid
stimulate low density lipoprotein receptor activity by enhancing acyl coenzym A: cholesterol
acyltransferase and alterin antrocellular regulatory cholesterol pools in cultured cell. J Bio
Chem 1995; 27017: 10008 10016.
Frants RR, Havekes LM. Multifactorial disease from atherosclerosis to hyperlipoproteinemia.
Dalam: Recent Advances in Medical Genetics Muljono DH, Sudoyo H, Harahap A. eds.
Faculty of Medicine University of Indonesia, Eijkman Institute for Molecular Biology, 1995, 49 -57.
Rubin M, Ishida BY, Clift SM, Krauss RM. Expression of human apolipoprotein AI in
transgenic mice results in reduced plasma levels of murine apolipoprotein AI and the
appearance of two new high density lipoprotein size subclasses. Proc Natl. Acad. Sci. 1991;
88: 434 438.
Larosa JC. Androgens and women»s health, genetic and epidemiologic aspects of lipid
metabolism. Am. J. Med. (IA);1955:225 265
O Brien KB, Chait A. The Biology of the artery wall in atherogenesis, Med.Clin.North Am.
1991;78, 41 67.
Mayes DA. Metabolisme lipid II, peranan jaringan dalam biokimia. Dalam: Harper Review of
Biochemistry. Martin DW, Mayes PA, Rodwell VW, Granner DK. eds. alih bahasa Darmawan I,
edisi 20 EGC, Jakarta. 1987, hal 258 286,
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
Grafik 4 : Rata-rata konsentrasi LDL-kolesterol serum tikus yang diberi perlakuan EBP
dosis 0, 250, 500, 750, 1000 mg/kg BB
HASIL PENELITIAN
CDK 168/vol.36 no.2/Maret - April 2009
99
Konsentrasi trigliserid
Hasil pengukuran trigliserid selama penelitian dapat dilihat pada
tabel 2. Konsentrasi trigliserid di kelompok yang diberi EBP dosis
250, 500 dan 1000 mg/kg BB lebih tinggi dibandingkan kontrol;
mungkin disebabkan terhambatnya proses dihidrolisis oleh enzim
lipoprotein lipase
(10)
. Sebaliknya rendahnya konsentrasi trigliserid
akibat dipacunya proses metabolisme trigliserid sebagai sumber
energi. Dengan demikian terdapat indikasi bahwa EBP memacu
metabolisme trigliserid.
Tabel 2 : Rata-rata konsentrasi trigliserid serum tikus yang diberi perlakuan
EBP dosis (mg/dl)
Konsentrasi HDL-Kolesterol
Hasil pengukuran HDL-kolesterol dapat dilihat pada tabel 3.
Rata-rata konsentrasi HDL-kolesterol pada masing-masing perlakuan
adalah sebagai berikut: pada kelompok kontrol: 31,948 mg/dl;
kelompok EBP 250 mg/kg BB= 31,704 mg/dl; kelompok EBP 500
mg/kg BB = 47,352 mg/dl; kelompok EBP 750 mg/kg BB = 36,553
mg/dl dan kelompok EBP 1000 mg/kg BB = 33,576 mg/dl.
Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perlakuan EBP berpengaruh
terhadap konsentrasi HDL-kolesterol (p<0.05). Dengan demikian
dapat dikatakan bahwa EBP cenderung meningkatkan konsentrasi
HDL-kolesterol. HDL-kolesterol berfungsi menghambat pembentu-
kan sel busa dan aterogenesis
(12)
sehingga mengurangi risiko
aterosklerosis
(11)
.
Tabel 3 : Rata-rata konsentrasi HDL-kolesterol serum tikus yang diberi perlakuan
EBP dosis (mg/dl)
Tabel 4 : Rata-rata konsentrasi LDL-kolesterol serum tikus yang diberi perlakuan EBP
Dosis
Paparan profil lemak (minggu)
-2
0
1
2
3
4
5
6
0
X 36.94 39.79 36.02 27.86 32.57 26.17 26.64 29.61
SD
7.11 4.76 2.21 3.23 2.46 2.51 5.21 6.25
250 X 24.20 42.09 38.63 34.79 31.79 27.20 24.99 29.44
SD
5.67 5.28 4.02 3.66 5.55 4.48 3.13 3.07
500 X 26.28 67.84 59.91 52.41 45.55 45.08 46.45 35.30
SD
7.88 7.24 5.25 5.17 8.29 4.83 9.01 5.84
750 X 23.24 61.15 49.82 37.27 41.58 20.86 27.80 31.32
SD
2.33 4.43 3.00 8.20 0.00 8.49 12.05
5.11
1000 X 19.81 49.27 47.00 37.33 21.31 24.25 36.94 31.38
SD
4.28
13.66
14.30
9.64
5.55
8.22
7.22
7.64
Grafik 1 : Rara-rata konsentrasi kolestrol serum tikus yang diberi perlakuan EBP 0, 250, 500,
750 dan 1000 mg/kg BB
Grafik 2 : Konsentrasi trigliserida serum tikus yang diberi perlakuan EBP dosis 0, 250, 500,
750, 1000 mg/kg BB
Dosis
Paparan profil lemak (minggu)
EBP
-2
0
1
2
3
4
5
6
0
X 103.66 131.06 128.40 105.12 135.75 118.50 108.60 118.68
SD 5.82 43.05 36.28 41.88 64.83 13.28 40.49 21.61
250 X
114.42
131.77
104.89
79.54
57.03
90.85
108.18
97.10
SD 35.81 28.09 37.14 50.27 48.49 18.89 15.79 15.05
500 X
80.50
180.79
154.54
138.66
123.06
58.30
22.94
37.92
SD
21.29
42.34
29.16
24.87
26.99
6.22
14.76
13.73
750
X 127.81 142.29 122.82 106.20 133.25 180.64 104.53 111.36
SD 8.65 76.69 35.25 12.31 12.18 13.08 41.18 17.68
1000 X 100.91
109.41
95.97 92.32 118.50
88.30 22.81
39.14
SD
22.33
53.37
46.04
39.28
13.28
8.67
3.09
12.71
Grafik 3 : Konsentrasi HDL-kolesterol serum tikus yang diberi perlakuan EBP dosis 0, 250,
500, 750, 1000 mg/kg BB
Dosis
Paparan profil lemak (minggu)
-2
0
1
2
3
4
5
6
0 X
1.52
193.73
146.07
103.10
66.19
39.35
21.39
6.98
SD
0.41
14.63
12.64
28.99
7.72
3.27
12.49
3.93
250 X
1.32
199.35
127.86
71.08
27.92
8.07 4.97
5.65
SD 0.14 19.64 10.51 13.36 25.61 10.19 7.86 3.40
500 X
2.00
156.29
40.08
4.29 4.47 4.00 2.42
3.78
SD
0.14
27.41
17.23
3.09
2.94
4.36
0.53
5.45
750 X
1.76
216.08
65.09
8.84 6.28 6.83 6.42
1.95
SD
0.27
67.84
14.92
7.24
5.57
3.18
4.22
1.40
1000 X 1.70 200.50
53.14 3.39 18.79 13.62 11.99
6.15
SD
0.14
21.50
9.08
3.00
7.44
4.33
11.72
2.66
(mg/dl)
HASIL PENELITIAN
CDK 168/vol.36 no.2/Maret - April 2009
100
Konsentrasi LDL-Kolesterol
Konsentrasi LDL-kolesterol kelompok yang diberi EBP lebih
rendah dibanding kelompok kontrol (tabel 4). Di kelompok EBP
dosis 250 mg/kgbb konsentrasi kolesterolnya 23% lebih rendah;
kelompok EBP dosis 500 mg/kgbb 68% lebih rendah; kelompok
dosis 750 mg/kgbb 45% lebih rendah; kelompok dosis 1000
mg/kgbb 47% lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol
(p<0.05). Hal ini berarti EBP dapat menurunkan kadar LDL-
kolesterol. Rendahnya kadar LDL-kolesterol berarti mengurangi
risiko aterogenesis
(13).
SIMPULAN
1. Ekstrak buah pare mempengaruhi konsentrasi profil lemak
serum,
yaitu:
a. Menurunkan konsentrasi kolesterol total
b. Menurunkan konsentrasi trigliserid
c.
Menurunkan
konsentrasi
LDL-kolesterol
d. Menaikkan konsentrasi HDL-kolesterol.
2. Ekstrak buah pare berpotensi sebagai bahan anti aterosklerotik.
SARAN
Perlu dilakukan penelitian ekstrak buah pare yang mendalam dalam
bidang : fitokimia, fitofarmaka dan toksisitas.
Hal ini disarankan karena ekstrak buah pare juga berpotensi sebagai
bahan antidiabetik dan antikanker.
KEPUSTAKAAN
Boedhidarmojo R. Epidemiologi penyakit kardiovaskuler. Widyakarya Nasional Pangan dan
Gizi. Jakarta 1993.
ILIB Indonesia. Konsumen pengelola dislipidemia pada diabetes mellitus di Indonesia,
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Jakarta. 1995
Budiarso RL. Laporan sementara Survei Kesehatan Rumah Tangga 1992. Pola kematian.
Lokakarya survei kesehatan rumah tangga (SKRT) 1992. Soemantri S, Gotama IB, Prapti IY
(eds), Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RI 1992, 38 51.
Okabe H, Miyahara Y, Yamauchi T, Kawasaki T. Studies on the constituents of M charantia
L. I. Isolaton and characterization of momordicosides A and B , glycocides of a pentha-
hydroxy-cucurbitane. Chem Pharm Bull 1980;28 (9); 2753 - 2762
Okabe H, Miyahara Y, Yamauchi T, Kawasaki T, Studies on the constituents of M. charantia
L. III. Characterization of new cucurbitacin glycocides of the immature fruits, structure of
momordicocides G, F1, F2 I, K, and L . Chem Pharm Bull. 1982;3977 3986.
Sutyarso, Adimunca C. Pengaruh ekstrak buah pare (M. charantia L.) terhadap kadar
kolesterol dan gula darah mencit. Maj. Kedokt. Indon.1995; 45 (12): 674 679.
Dixit VP, Khanna P, Bhargava SK. Effects of M. charantia L. fruits extract on the testicular
function of dog. J Med Plan Res. 1978;34: 280 286.
Federer WT. Experimental design, theory and application, Oxford and IBH Publ. Co, New
Delhi, 1967
Ramsey SC, Galeano NF, Lipschitz, Deckelbaum RJ. Oleate and other long chain fatty acid
stimulate low density lipoprotein receptor activity by enhancing acyl coenzym A: cholesterol
acyltransferase and alterin antrocellular regulatory cholesterol pools in cultured cell. J Bio
Chem 1995; 27017: 10008 10016.
Frants RR, Havekes LM. Multifactorial disease from atherosclerosis to hyperlipoproteinemia.
Dalam: Recent Advances in Medical Genetics Muljono DH, Sudoyo H, Harahap A. eds.
Faculty of Medicine University of Indonesia, Eijkman Institute for Molecular Biology, 1995, 49 -57.
Rubin M, Ishida BY, Clift SM, Krauss RM. Expression of human apolipoprotein AI in
transgenic mice results in reduced plasma levels of murine apolipoprotein AI and the
appearance of two new high density lipoprotein size subclasses. Proc Natl. Acad. Sci. 1991;
88: 434 438.
Larosa JC. Androgens and women»s health, genetic and epidemiologic aspects of lipid
metabolism. Am. J. Med. (IA);1955:225 265
O Brien KB, Chait A. The Biology of the artery wall in atherogenesis, Med.Clin.North Am.
1991;78, 41 67.
Mayes DA. Metabolisme lipid II, peranan jaringan dalam biokimia. Dalam: Harper Review of
Biochemistry. Martin DW, Mayes PA, Rodwell VW, Granner DK. eds. alih bahasa Darmawan I,
edisi 20 EGC, Jakarta. 1987, hal 258 286,
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
Grafik 4 : Rata-rata konsentrasi LDL-kolesterol serum tikus yang diberi perlakuan EBP
dosis 0, 250, 500, 750, 1000 mg/kg BB
HASIL PENELITIAN
CDK 168/vol.36 no.2/Maret - April 2009
99
Konsentrasi trigliserid
Hasil pengukuran trigliserid selama penelitian dapat dilihat pada
tabel 2. Konsentrasi trigliserid di kelompok yang diberi EBP dosis
250, 500 dan 1000 mg/kg BB lebih tinggi dibandingkan kontrol;
mungkin disebabkan terhambatnya proses dihidrolisis oleh enzim
lipoprotein lipase
(10)
. Sebaliknya rendahnya konsentrasi trigliserid
akibat dipacunya proses metabolisme trigliserid sebagai sumber
energi. Dengan demikian terdapat indikasi bahwa EBP memacu
metabolisme trigliserid.
Tabel 2 : Rata-rata konsentrasi trigliserid serum tikus yang diberi perlakuan
EBP dosis (mg/dl)
Konsentrasi HDL-Kolesterol
Hasil pengukuran HDL-kolesterol dapat dilihat pada tabel 3.
Rata-rata konsentrasi HDL-kolesterol pada masing-masing perlakuan
adalah sebagai berikut: pada kelompok kontrol: 31,948 mg/dl;
kelompok EBP 250 mg/kg BB= 31,704 mg/dl; kelompok EBP 500
mg/kg BB = 47,352 mg/dl; kelompok EBP 750 mg/kg BB = 36,553
mg/dl dan kelompok EBP 1000 mg/kg BB = 33,576 mg/dl.
Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perlakuan EBP berpengaruh
terhadap konsentrasi HDL-kolesterol (p<0.05). Dengan demikian
dapat dikatakan bahwa EBP cenderung meningkatkan konsentrasi
HDL-kolesterol. HDL-kolesterol berfungsi menghambat pembentu-
kan sel busa dan aterogenesis
(12)
sehingga mengurangi risiko
aterosklerosis
(11)
.
Tabel 3 : Rata-rata konsentrasi HDL-kolesterol serum tikus yang diberi perlakuan
EBP dosis (mg/dl)
Tabel 4 : Rata-rata konsentrasi LDL-kolesterol serum tikus yang diberi perlakuan EBP
Dosis
Paparan profil lemak (minggu)
-2
0
1
2
3
4
5
6
0
X 36.94 39.79 36.02 27.86 32.57 26.17 26.64 29.61
SD
7.11 4.76 2.21 3.23 2.46 2.51 5.21 6.25
250 X 24.20 42.09 38.63 34.79 31.79 27.20 24.99 29.44
SD
5.67 5.28 4.02 3.66 5.55 4.48 3.13 3.07
500 X 26.28 67.84 59.91 52.41 45.55 45.08 46.45 35.30
SD
7.88 7.24 5.25 5.17 8.29 4.83 9.01 5.84
750 X 23.24 61.15 49.82 37.27 41.58 20.86 27.80 31.32
SD
2.33 4.43 3.00 8.20 0.00 8.49 12.05
5.11
1000 X 19.81 49.27 47.00 37.33 21.31 24.25 36.94 31.38
SD
4.28
13.66
14.30
9.64
5.55
8.22
7.22
7.64
Grafik 1 : Rara-rata konsentrasi kolestrol serum tikus yang diberi perlakuan EBP 0, 250, 500,
750 dan 1000 mg/kg BB
Grafik 2 : Konsentrasi trigliserida serum tikus yang diberi perlakuan EBP dosis 0, 250, 500,
750, 1000 mg/kg BB
Dosis
Paparan profil lemak (minggu)
EBP
-2
0
1
2
3
4
5
6
0
X 103.66 131.06 128.40 105.12 135.75 118.50 108.60 118.68
SD 5.82 43.05 36.28 41.88 64.83 13.28 40.49 21.61
250 X
114.42
131.77
104.89
79.54
57.03
90.85
108.18
97.10
SD 35.81 28.09 37.14 50.27 48.49 18.89 15.79 15.05
500 X
80.50
180.79
154.54
138.66
123.06
58.30
22.94
37.92
SD
21.29
42.34
29.16
24.87
26.99
6.22
14.76
13.73
750
X 127.81 142.29 122.82 106.20 133.25 180.64 104.53 111.36
SD 8.65 76.69 35.25 12.31 12.18 13.08 41.18 17.68
1000 X 100.91
109.41
95.97 92.32 118.50
88.30 22.81
39.14
SD
22.33
53.37
46.04
39.28
13.28
8.67
3.09
12.71
Grafik 3 : Konsentrasi HDL-kolesterol serum tikus yang diberi perlakuan EBP dosis 0, 250,
500, 750, 1000 mg/kg BB
Dosis
Paparan profil lemak (minggu)
-2
0
1
2
3
4
5
6
0 X
1.52
193.73
146.07
103.10
66.19
39.35
21.39
6.98
SD
0.41
14.63
12.64
28.99
7.72
3.27
12.49
3.93
250 X
1.32
199.35
127.86
71.08
27.92
8.07 4.97
5.65
SD 0.14 19.64 10.51 13.36 25.61 10.19 7.86 3.40
500 X
2.00
156.29
40.08
4.29 4.47 4.00 2.42
3.78
SD
0.14
27.41
17.23
3.09
2.94
4.36
0.53
5.45
750 X
1.76
216.08
65.09
8.84 6.28 6.83 6.42
1.95
SD
0.27
67.84
14.92
7.24
5.57
3.18
4.22
1.40
1000 X 1.70 200.50
53.14 3.39 18.79 13.62 11.99
6.15
SD
0.14
21.50
9.08
3.00
7.44
4.33
11.72
2.66
(mg/dl)
HASIL PENELITIAN