TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Diagnosis dan Penatalaksanaan
Artritis Pirai
Edu S. Tehupeiory
Sub Bagian Reumatologi, Bagian Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar
PENDAHULUAN
Artritis pirai (gout) adalah jenis artropati kristal yang
patogenesisnya sudah diketahui secara jelas dan dapat diobati
secara sempurna. Secara klinis, artritis pirai merupakan penya-
kit heterogen meliputi hiperurikemia, serangan artritis akut
yang biasanya mono-artikuler. Terjadi deposisi kristal urat di
dalam dan sekitar sendi, parenkim ginjal dan dapat menimbul-
kan batu saluran kemih. Kelainan ini dipengaruhi banyak faktor
antara lain gangguan kinetik asam urat misalhya hiperurikemia.
Artritis pirai akut disebabkan oleh reaksi inflamasi jaring-
an terhadap pembentukan kristal monosodium urat monohidrat.
Tidak semua orang dengan hiperurikemia adalah penderita
artritis pirai atau sedang menderita artritis pirai. Akan tetapi
risiko terjadi artritis pirai lebih besar dengan meningkatnya
konsentrasi asam urat darah.
Serangan artritis akut berlangsung cepat yang dapat men-
capai peak of severity dalam waktu 24 jam.
Gejala Klinik
Manifestasi klinik dibagi atas dua jenis yaitu artritis gout
tipikal dan artritis gout atipikal.
Artritis Gout Tipikal
Gambaran klinik sangat khas dengan sifat-sifat sebagai
berikut :
1) Beratnya serangan artritis mempunyai sifat tidak bisa ber-
jalan, tidak dapat memakai sepatu dan mengganggu tidur. Rasa
nyeri digambarkan sebagai excruciating pain dan mencapai
puncak dalam 24 jam. Tanpa pengobatan pada serangan per-
mulaan dapat sembuh dalam 3-4 hari.
2) Serangan biasanya bersifat monoartikuler dengan tanda
inflamasi yang jelas seperti merah, bengkak, nyeri, terasa panas
dan sakit kalau digerakkan. Predileksi pada meta-tarsopha-
langeal pertama (MTP-1).
3) Remisi sempurna antara serangan akut.
An athlete was able to win a race at the Olympic between
his acute attack of gout (Hipokrates).
4) Hiperurikemia
Biasanya berhubungan dengan serangan artritis gout akut,
tetapi diagnosis artritis tidak harus disertai hiperurikemia. Fluk-
tuasi asam urat serum dapat mempresipitasi serangan gout.
5) Faktor
pencetus
Faktor pencetus adalah trauma sendi, alkohol, obat-obatan
dan tindakan pembedahan. Biasanya faktor-faktor ini sudah di-
ketahui penderita.
Artritis Gout Atipikal
Gambaran klinik yang khas seperti artritis berat, mono-
artikuler dan remisi sempurna tidak ditemukan. Tofi yang
biasanya timbul beberapa tahun sesudah serangan pertama
ternyata ditemukan bersama dengan serangan akut. Jenis atipi-
kal ini jarang ditemukan. Dalam menghadapi kasus gout yang
atipikal, diagnosis harus dilakukan secara cermat. Untuk hal ini
diagnosis dapat dipastikan dengan melakukan punksi cairan
sendi dan selanjutnya secara mikroskopis dilihat kristal urat.
Dalam evolusi artritis gout didapatkan 4 fase.
1) Artritis
gout
akut
Manifestasi serangan akut memberikan gambaran yang
khas dan dapat langsung menegakkan diagnosis. Sendi yang
paling sering terkena adalah sendi MTP-1 (75%). Pada sendi
yang terkena jelas terlihat gejaia inflamasi yang lengkap.
2) Artritis
gout
interkritikal
Fase ini adalah fase antara dua serangan akut tanpa gejala
klinik. Walaupun tanpa gejala kristal monosodium dapat di-
Dibacakan pada : Temu Ilmiah Reumatologi 1998, Hotel Millennium,
Jakarta 12 Desember 1998
Cermin Dunia Kedokteran No. 129, 2000 25
Indometasin
temukan pada cairan yang diaspirasi dari sendi. Kristal ini
dapat ditemukan pada sel sinovia dan pada vakuola sel sinovia
dan pada vakuola sel mononuklear lekosit.
1) Pemberian
oral
Dosis initial 50 mg dan diulang setiap 6-8 jam tergantung
beratnya serangan akut. Dosis dikurangi 25 mg tiap 8 jam se-
sudah serangan akut menghilang. Efek samping yang paling
sering adalah gastric intolerance dan eksaserbasi ulkus pepti-
kum.
3) Hiperurikemia asimptomatis
Fase ini tidak identik dengan artritis gout. Pada penderita
dengan keadaan ini sebaiknya diperiksa juga kadar kholesterol
darah, karena peninggian asam urat darah hampir selalu disertai
peninggian kholesterol.
2) Pemakaian melalui rektal
4) Artritis gout menahun dengan tofi.
Indometasin diabsorpsi baik melalui rektum. Tablet supo-
sitoria mengandung 100 mg indometasin.
Tofi adalah penimbunan kristal urat subkutan sendi dan
terjadi pada artritis gout menahun, yang biasanya sudah ber-
langsung lama kurang lebih antara 5-10 tahun.
Cara ini dapat dipakai pada serangan gout akut yang
sedang maupun yang berat, biasanya pada penderita yang tidak
dapat diberikan secara oral.
PENATALAKSANAAN
3) Kortikosteroid
Setiap stadium gout yaitu stadium akut dan interkritikal
memerlukan pengobatan agar tidak menimbulkan komplikasi.
Obat ini digunakan bila terdapat kontra indikasi bagi pem-
berian colchicine dan indometasin.
Tujuan pengobatan adalah :
Beberapa hal yang sering salah pada artritis gout :
1) Secepatnya
menghilangkan
rasa nyeri karena artritis akut.
1) Hiperurikemia merupakan indikasi untuk diagnosis gout
2) Mencegah
serangan
ulang.
2) Semua podagra disebabkan oleh gout
3) Mencegah destruksi sendi dan pembentukan tofi.
3) Semua erosi para artikuler tulang disebabkan oleh gout.
4) Mencegah pembentukan batu ginjal dan timbulnya mikro-
tofi pada parenkim ginjal.
4) Artritis pasca operasi selalu disebabkan oleh gout
5) Colchicine menurunkan asam urat serum
6) Obat penurun asam urat darah dipakai pada waktu yang
sama dengan pengobatan artritis gout darah.
Pengobatan Artritis Gout :
Colchicine
Obat ini memberi hasil cukup baik bila pemberiannya pada
permulaan serangan. Sebaliknya kurang memuaskan bila di-
berikan sesudah beberapa hari serangan pertama.
KEPUSTAKAAN
Cara pemberian colchicine :
1.
Emmerson BT. Hyperuricemia and gout in clinical practice. Adis Health
Sciences Press. Sydney : 1983; 3-60.
1) Intravena
2.
Rodman GP. Gout : A clinicalroundtable conference. When and how to
treat. New York Park Row Publ 1980 : 6-23.
Cara ini diberikan untuk menghindari gangguan GTT.
Dosis yang diberikan tunggal 3 mg, dosis kumulatif tidak
boleh melebihi 4 mg dalam 24 jam.
3. Schumacher. Primer on the Rheumatic Diseases 10
th
ed. Atlanta :
Arthritis Foundation 1993; 109-218.
4.
Tehupeiory ES. Gouty arthritis and uric acid distribution in several ethnic
groups in Ujung Pandang. Disertasi 1992.
2) Pemberian
oral
Dosis yang biasa diberikan sebagai dosis initial adalah 1
mg kemudian diikuti dengan dosis 0.5 mg setiap 2 jam sampai
timbul gejala intioksikasi berupa diare.
5. Cobra CJ, Cobra JF, Cobra NC. Use of piroxicam in the treatment of
acute gout. Eur J Rheumatol Inflamm. 1983; 128-33.
6.
Bull PW, Scott JT. Intermittent control of hyperuricemia in the treatment
of gout.
Jumlah dosis colchicine total biasanya antara 4-8 mg.
Cermin Dunia Kedokteran No. 129, 2000
26
Angels come to visit us, and we only know them when they are gone
(G. Elliot)