CARCINOMA COLON
DI R S SUMBER WARAS
dr C Tjiptiadhi
Bagian Bedah R S Sumber Waras
Jakarta
PENDAHULUAN
Carcinoma colon masih merupakan salah satu carcinoma
yang banyak terdapat di negara kita ini . Bahkan merupakan
salah satu dari tiga jenis tumor ganas yang banyak terdapat,
yaitu carcinoma mammae, carcinoma uteri dan carcinoma
colon. Sayang angka-angka pasti tentang carcinoma colon
di negara kita ini tidak dapat dijumpai dalam kepustakaan.
BE R M A N S j A H
telah melaporkan tentang carcinoma colon
dan rectum di RSCM sejak tahun 1960-1966 dan selama
tahun-tahun tersebut didapatkan 93 penderita carcinoma co-
lon sebagai bahan penyelidikan.
Di Amerika diperkirakan setiap tahun terdapat 73.000
penderita carcinoma colon dan 43.000 orang meninggal kare-
na penyakit ini.
Tulisan ini bertujuan untuk mengemukakan data-data
klinik dari carcinoma colon di RSSW serta membandingkan
data dari klinik lain. Sebagai bahan diambil 8I penderita
carcinoma colon yang terdapat di RSSW sejak April I969
sampai dengan Desember 1975. Di bawah ini kami kemuka-
kan angka-angka dari tumor ganas yang terdapat di RSSW dan
sebagai perbandingan kami kemukakan angka-angka dari
Amerika.
Tabel
I
: Jumlah penderita berbagai carcinoma di RSSW dari
tahun 1969
I 975
Tahun
jumlah
69
70
71
72
73
74
75
--
--
4
5
4
1 3
I
6
6
11
9
11
19
63
4
1 2
12
1 3
11
5
1 0
67
3
5
3
6
8
8
--
33
2
5
11
15
1 7
1 3
1 8
81
Jelas bahwa angka-angka tersebut di atas tidak dapat di
pakai sebagai gambaran sebenarnya tentang ke lima tumor
ganas yang kami sebut baik di Jakarta apalagi di lndonesia.
Akan tetapi tampak bahwa carcinoma colon selama kira-kira
lima setengah tahun di RSSW merupakan tumor ganas yang
terbanyak.
JENIS KELAMIN
Carcinoma colon dijumpai pada laki-laki maupun wanita
dalam frekwensi yang hampir sama (lihat tabel 3).
Tabel 3 :
Pembagian carcinoma menurut jenis kelamin di RSSW
Tahun
jenis kelamin
jumlah
69
70
71
72
73
74
75
Laki-laki
2
2
4
1 3
5
8
43
Wanita
3
7
6
4
8
1 0
38
jumlah
2
5
11
1 5
1 7
1 3
18
81
Laki-laki : Wanita = 43:38 atau 1,1 3:1
Perbandingan ini juga hampir sesuai dengan yang didapat di
klinik lain.
BE R M A N S J A H
di RSCM Jakarta mendapat angka
perbandingan laki-laki : wanita = 1:1 dari sejumlah 93 pen-
derita, selama enam tahun (1960-1966).
COHN
dkk selama
15 tahun (1948-I963), dari sejumlah 1887 penderita yang di
selidiki didapat angka perbandingan laki-laki: wanita =1 : 1,3
FA
H L
dkk di Mayo klinik mendapat angka perbanding-
an laki-laki : wanita = 2,2 : 1.
Tabel 4
Perbandingan jenis kelamin penderita carcinoma colon
diberbagai klinik.
jenis Carcinoma
Ca Thyroid
Ca Mammae
Tumor paru
Ca Uteri
Ca Colon
Laki-laki
Wanita
Tabel 2 : Jumlah penderita berbagai carcinoma di Amerika selama
tahun 197I
R S S W
1,1
BERMANSjAH
1
COHN dkk
1
1,3
FAHL
dkk
2,2
Kasus baru
Kematian
115.000
5.200
75.000
46.000
Umur
71.000
64.000
69.000
30.750
Carcinoma colon biasanya dijumpai pada umur yang agak
42.000
12.700
lanjut, meskipun kadang-kadang juga terdapat pada usia muda.
Lokalisasi Ca
Kulit
Colon
Paru
Mammae
Uterus
2 4
Cermin Dunia Kedokteran No. 13. 1978
Dari 81 penderita yang ditemukan di RSSW kami dapatkan
pembagian menurut umur sebagai berikut :
Golongan umur
Jumlah penderita
20 -- 29 tahun
6
30 -- 39 tahun
7
40 -- 49 tahun
16
50 -- 59 tahun
17
60 -- 69 tahun
20
70 -- 79 tahun
11
80 -- 89 tahun
4
Umur termuda yang kami dapatkan adalah 23 tahun dan yang
tertua adalah 63 tahun. Umur rata-rata pada penderita laki-
laki maupun wanita adalah 55 tahun. Frekwensi terbanyak
kami dapatkan pada umur 60 -- 69 tahun dan peak incidence
ini juga didapat oleh J
W DUTTON.
Tabel
5 : Umur rata-rata penderita carcinoma colon di Amerika
Tabel 6 : Umur rata-rata penderita carcinoma colon di RSWW
KELUHAN
Pada umumnya penderita-penderita datang dalam keadaan
yang sudah lanjut. Masa sejak penderita merasa ada keluhan
sampai penderita pertama kali datang dibagian kami rata-rata
38,6 minggu atau sembilan setengah bulan. Di Mayo clinic
didapatkan rata-rata 6,8 bulan sejak keluhan pertama hingga
penderita berobat. Tentu saja anamnesa keluhan-keluhan ini
sukar dapat dipercaya sepenuhnya. Keluhan yang paling dini
adalah satu minggu (?) dan keluhan yang paling lama adalah
15 tahun (?). Yang terakhir ini adalah seorang laki-laki ber
umur 62 tahun dengan keluhan sejak 15 tahun adanya lubang-
lubang kecil di sekitar dubur yang selalu mengeluarkan cair-
an. Pada pemeriksaan terdapat multiple fistulae ani dan rec-
tal taucher terdapat carcinoma recti yang inoperable. Pen-
derita datang pada tahun 1973.
Setelah dilakukan biopsi dan pemeriksaan pathologi anatomi
penderita minta pulang paksa. Menurut keluarganya penderita
meninggal pada bulan Februari 1975.
LOKALISASI
Dari 81 penderita carcinoma colon yang kami rawat di
dapat lokalisasi seperti yang terlihat pada tabel 7. Sebagai
perbandingan kami ketengahkan angka-angka dari
JAC
KM
AN
R J. Angka-angka ini menunjukkan persesuaian, dimana le-
bih dari 50% carcinoma colon berada didaerah rectosigmoid.
Kami mendapatkan kira-kira 64% berlokalisasi didaerah recto-
sigmoid;
JACKMAN
dalam serinya mendapatkan 77%;
CH RIS-
TOPHER
mendapatkan 77%. Jadi lebih dari 50% penderita
carcinoma colon berlokalisasi di daerah sigmoid sampai rec-
tum. Suatu daerah yang mudah dicapai dengan rectal taucher
dan rectosigmoidoscopy.
Tabel 7 : Lokalisasi tumor pada penderita di RSSW.
Lokalisasi
Jumlah
Dalam %
caecum
4
5 %
colon ascendens
6
7,5%
flexura hepatica
6
7,5%
colon transversum
3
3,75%
flexura lienalis
4
5%
colon ascendens
1
1,25%
sigmoid
10
12,5%
rectosigmoid
19
23,75%
Tabel 8 : Lokalisasi tumor menurut JACKMAN
R
J
Lokalisasi
Jumlah dalam %
caecum
4, 2 %
colon ascendens
3
,
7
%
flexura hepatica
2
,
3%
colon transversum
4,1%
flexura lienalis
2,8%
colon descendens
5,4%
sigmoid
17,1 %
rectosigmoid
10,6%
rectum
50%
GEJALA
Berhubung dengan colon sebelah kiri mempunyai lumen
yang relatip lebih kecil dari colon sebelah kanan dan isi colon
sebelah kiri merupakan faeces yang sudah padat sedang isi
colon sebelah kanan masih merupakan faeces yang cair, maka
Cermin Dunia Kedokteran No. 13.
I978
25
tergantung pada lokalisasi tersebut. Maka dapat dikatakan
bahwa pada carcinoma colon sebelah kanan terutama akan
memberikan gejala-gejala perubahan dalam kebiasaan defe-
kasi. Adanya occult blood dalam faeces, rasa lemas dan adanya
palpable mass di perut sebelah kanan. Sedang carcinoma colon
sebelah kiri terutama akan memberi gejala-gejala perubahan
dalam kebiasaan defekasi, adanya lendir dan darah dalam fae-
ces serta gejala-gejala obstruksi usus dan kadang-kadang
juga teraba tumor massa di daerah perut sebelah kiri.
q
Obstruksi. Tanda obstruksi usus merupakan tanda lanjut
(late sign) dari carcinoma colon. Dengan obstruksi usus ini
kami maksudkan obstruksi usus mekanik total yang tidak
dapat ditolong dengan cara pemasangan tube lambung, puasa
dan infus. Akan tetapi harus segera ditolong dengan operasi
(laparotomia).
Dari 81 penderita tersebut kami dapatkan 26 penderita
yang datang dengan obstruksi usus total (32%) atau satu di
antara tiga penderita . Lima diantara 26 penderita tadi me-
nolak operasi dan minta pulang paksa, 12 penderita pada wak-
tu operasi ternyata inoperabel dan hanya sembilan yang ma-
sih operable (dalam arti resectable). Lokalisasi carcinoma co-
lon yang menimbulkan obstruksi tadi dapat dilihat pada tabel
9.
Tabel 9
Lokalisasi tumor yang
menimbulkan obstruksi
Lokalisasi obstruksi
Jumlah penderita
caecum
colon ascendens
flexura hepatica
colon transversum
Flexura lienalis
colon descendens
sigmoi d
rectosigmoid
rectum
Jadi lokalisasi obstruksi tadi pada delapan penderita ter-
letak di colon sebelah kanan atau kira-kira 30% sedang 18
terletak di colon sebelah kiri atau kira-kira 70%.
q
Lendir/darah dalam faeces. Adanya lendir dan darah se-
cara makroskopik dalam faeces kami dapatkan pada 56 pen-
derita atau kira-kira 69%. Sepuluh penderita ternyata tumor
terletak di colon sebelah kanan dan 46 penderita tumornya
terletak di colon sebelah kiri. Dari 46 penderita ini 42 ter-
letak di daerah sigmoid-rectum.
q
Abdominai mass. Dari 19 penderita carcinoma colon sebelah
kanan kami jumpai sembilan penderita (47%) teraba tumor
massa dari luar. Sedang dari 62 penderita carcinoma colon
sebelah kiri hanya sembilan penderita(14%), yang teraba ada-
nya tumor massa. Memang dikatakan bahwa carcinoma colon
sebelah kanan lebih sering teraba tumor massa dari luar di
banding yang sebelah kiri.
JA
C K M A N
BE
A H R S
mengatakan
bahwa 50% dari carcinoma colon sebelah kanan teraba tumor
massa dari luar sedang yang sebelah kiri hanya 10% saja.
q
Gejala-gejala lain. Perubahan-perubahan dalam kebiasaan de-
fekasi seperti obstipasi atau diarrhea merupakan gejala per-
mulaan. Akan tetapi sukar sekali untuk mendapatkan ke-
terangan yang jelas.
q
Penurunan beratbadan. Juga banyak penderita tidak memberi
kan gambaran yang jelas tentang ada atau tidak adanya pe-
nurunan berat badan karena tidak biasa menimbang berat
badannya.
q Perasaan lemah. Tidak jelas kapan dimulainya.
PEMERIKSAAN RADIOLOGIK.
Pemeriksaan radiologik dengan barium enema tidak dapat
dilakukan pada semua penderita. Hal ini disebabkan penolak-
an dari sebagian penderita dan sebagian lagi datang dalam
keadaan obstruksi usus total, sehingga memerlukan tindakan
operatif segera. Pada 18 penderita hanya dilakukan plain film
dari abdomen berhubung adanya gejala-gejala obstruksi total.
Pada 43 penderita dilakukan pemeriksaan barium enema de-
ngan hasil positif. Empat penderita tidak dapat menahan
barium enema tersebut dan pemeriksaan gagal meskipun su-
dah diulang. Enam belas penderita tidak dilakukan peme-
riksaan radiologik karena alasan ekonomi akan tetapi pada
penderita-penderita ini diagnosa sudah dapat ditegakkan hanya
dengan pemeriksaan rectal taucher/rectosigmoidoscopy serta
biopsi.
PENGOBATAN
Pengobatan yang akan dibahas di bawah ini adalah peng-
obatan secara operasi yang dilakukan di RSSW. Dari 8I pen-
derita tersebut di atas, 37 penderita menolak operasi dan
pulang paksa (45,7%). Dua penderita dalam keadaan cachexia
dan inoperabel, jadi tidak di operasi. Yang mengalami operasi
adalah 42 penderita, ternyata pada 13 penderita pada waktu
laparotomia keadaan carcinomanya sudah demikian meluas
sehingga hanya dapat dilakukan by pass atau colostomia saja.
Jadi yang inoperable adalah 18,5%. Sisanya 29 penderita
(35,8%) masih operable.
Jenis operasi yang dilakukan di RSSW adalah sebagai berikut :
decompresi colostomi
dilakukan pada
9 penderita
by pass
dilakukan pada
4 penderita
reseksi-anastomose
dilakukan pada 10 penderita
hemicolectomi
dilakukan pada
8 penderita
reseksi anterior
dilakukan pada
2 penderita
operasi secara Miles
dilakukan pada
9 penderita
PROGNOSA DAN SURVIVAL RATE
FLOYD
dkk menyelidiki 1687 penderita dengan carci-
noma colon dan mendapatkan grafik .
Dari grafik tersebut dapat kita ketahui bahwa :
(1) Survival rate untuk penderita yang mengalami operasi
dibanding penderita seluruhnya menunjukkan hasil yang
memuaskan.
(2) Survival rate untuk seluruh penderita menurun dengan
tajam dalam tahun pertama sesudah diagnosa ditegakkan.
Dan hanya tinggal kira-kira 45% yang hidup setelah satu tahun
serta 25% sesudah lima tahun.
(3) Penderita dengan operasi palliatif yang masih hidup dalam
tiga tahun tinggal kira-kira 8% dan kurang dari dua prosen
setelah lima tahun.
2 6
Cermin Dunia Kedokteran No. 13. 1978
grafik dari FLOYD
(4) Penderita yang mendapat operasi dekompresi saja dan ma-
sih hidup dalam satu tahun hanya tinggal 4% saja.
Bagaimana dengan hasil di RSSW? Bila kita tinjau kembali pen-
derita-penderita carcinoma colon dari tahun
1969
sampai
Desember
1971
dimana lima tahun telah lewat maka didapat-
kan angka-angka sebagai berikut :
Selama jangka waktu tersebut ditemukan 18 penderita dimana
pada sepuluh penderita dilakukan operasi sedang delapan
penderita menolak operasi. Dari jumlah tersebut empat pen-
derita (dua menolak dioperasi dan dua di operasi), tidak dapat
diketahui lagi alamatnya sedang 14 penderita lainnya telah
meninggal dalam jangka waktu satu sampai tiga tahun. Perlu
kami tekankan bahwa pada penderita-penderita yang me-
ninggal tersebut tidak dilakukan autopsi sehingga sebab kemati
an tidak jelas. Tapi jelas five year survival rate tidak dapat di
capai. Dan jelas pula bahwa sebab dari keadaan ini adalah ter-
lambatnya
,
penderita datang berobat.
Sedang dalam tahun
1972
terdapat 15 penderita dengan
carcinoma colon yang dirawat di RSSW. Dimana empat pen-
derita tidak dapat diketahui alamatnya lagi. Sampai bulan
Oktober
1976
masih hidup tiga penderita atau setelah empat
tahun masih hidup
20%.
Kami menilai bahwa penderita-penderita carcinoma colon
pada umumnya datang berobat dalam keadaan terlambat ke ru
mah sakit kami sehingga bila hasil pengobatan yang kami
dapatkan dimasukkan dalam grafik dari FL
OY D
dkk maka
grafiknya akan terletak diantara garis semua penderita (all
patients) dan garis palliative saja.
KEPUSTAKAAN
1.DAVIS CHRISTHOPHER :
Textbook of surgery.
7th ed. W B
Saunders Co. Philadelphia, 1972.
2.JACKMAN BEARS :
Tumors of the large bowel.
4 th ed. W B
Saunders Co Philadelphia, 1969.
3.TILDEN C EVERSON, WARREN H COLE :
Cancer of the diges-
tive tract.
5th ed Meredith Corp. New York 1969.
4.BERMANSJAH :
Colorectal carcinoma di RSCM 1960--1966.
Jakarta 1969.
5. JOHN CLARK, ANDREW W H,A RAHIM MOOSA : Treatment
of obstructing cancer of the colon
and
rectum.
Surg Gyn
Obstetrics
III : 541--544, 1975.
6.SHEKEEB
SUFLAN, T MATSUMOTO : Intestinal obstruction.
TheAm J ofSurg
130:9--14, 1975.
7.WARREN E : Carcinoma of the colon a d rectum.
Surg clin of
North Am
56 (1) : 175 187, 1976.
8.ANDREW W H,A R MOOSA G E BLOCK :Controversies in the
treatment of colorectal cancer.
Surg Clin of North Am
56 (1):
189--197, 1976.
9. RICHARD A : Practical aspects of investigation and treatment of
colorectal cancer.
Med Clin of North Am
56 (3): 665 675, 1972.
10.J W DUTTON, A H RENO, L G HAMPSON : Mortality and progno-
sis of obstructing carcinoma of the large bowel.
The Am J of Surg
131 : 36--41, 1976.
kalender kegiatan ilmiah
25--27
November
1978
Koperensi Rcgional Dermatologi ke 11I
di Bali
Sekretariat
dr A Kosasih, Bagian Penyakit Kulit Kclamin
Fakultas Kedokteran Universitas 1 ndonesia
J1 Diponegoro 71
Jakarta
23--27
Januari
I979
Kursus Penyegar dan Penambah Il mu Kcdokteran F K U 1 ke X
di Jakarta
Sekretariat
Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
JI Salemba 6, P O Box 358
Jakarta
10-15 Juni
I979
Kongres Obstetri Ginekologi lndonesia kc 1V
di Yogyakarta
Sekretariat
Bagian Obstetri Ginekologi
Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada
R S Mangkuyudan P O Box 60
Tilpun 3331
Yogyakarta
25--27
Juni
I979
Pertemuan Regional Ahli Farmakologi Asia dan Pasifik Barat
ke II
di Yogyakarta
Sekretariat
dr
R H Yudono Bagian Fartnakologi
Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada
Sekip Utara
Yogyakarta.
6-7
Juli
1979
Seminar Nasional ke II Ikatan Ahli Radiologi Indonesia
di Semarang
Sekretariat :
Bagian Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Dipone-
goro/R S Dr Kariadi
JI Dr Soetomo 16
Semarang
Cermin Dunia Kedokteran No. 13. 1978
2 7