background image
Hepatitis pada Kehamilan
Hans Tandra
Rumah Sakit Umum Trenggalek Jawa Timut
PENDAHULUAN
Penyakit hati biasanya jarang terjadi pada wanita hamil,
namun apabila timbul ikterus pada kehamilan, maka penyebab-
nya yang paling sering adalah hepatitis virus.'
Adapun ikterus pada kehamilan sebenamya dapat disebab-
kan oleh beberapa keadaan
2
3
:
A) Ikterus yang terjadi oleh karena kehamilan
1.
perlemakan hati akut
2.
toksemia
3.
kolestasis intrahepatik.
B) Ikterus yang terjadi bersama dengan suatu kehamilan
1.
hepatitis virus
2.
batu empedu
3.
penggunaan obat-obatan hepatotoksik
4.
sirosis hati.
Ikterus dapat timbul pada satu dari 1500 kehamilan, 41%
di antaranya adalah hepatitis virus, 21% oleh karena kolestasis
intrahepatik, dan kurang dari 6% oleh obstruksi saluran
empedu di luar hati.
3
FAAL HATI PADA KEHAMILAN NORMAL
Pada kehamilan normal, tes faal hati seperti bilirubin dan
transaminase serum biasanya tidak menunjukkan kelainan.
1 2 3 4
Ekskresi BSP biasanya normal, dapat sedikit terganggu pada
trimester ke tiga.'
3
Peningkatan fosfatase alkali dalam serum
dapat terjadi pada bulan ke sembilan kehamilan;
3
peningkatan
ini disebabkan oleh produksi dari sinsisiotrofoblas dari plasenta.
1
Kolesterol serum total meningkat sejak bulan ke empat,
biasanya mencapai puncaknya sekitar 250 mg% pada bulan ke
delapan, dan jarang melebihi 400 mg%. Albumin 'serum me-
nurun sampai maksimal 1 g% dari keadaan sebelum hamil pada
trimester ke tiga, yang biasanya berhubungan dengan status
nutrisi orang hamil tersebut. Globulin meningkat, demikian pula
fibrinogen. Dengan pemeriksaan elektroforesis protein serum
penderita, tampak globulin alfa-2 dan beta meningkat, sedang-
kan globulin gama sedikit menurun.
1 4
Adanya spider nevi dan eritema palmaris bukan disebabkan
oleh gangguan faal hati, melainkan oleh karena estrogen yang
6
Dipresentasikan pada Pertemuan Ilmiah IBI Cabang Trenggalek 20 Maret
1990.
meningkat pada kehamilan;'
3
tanda-tanda ini dapat terjadi pada
2/3 wanita hamil yang berkulit putih, dan sedikit pada kulit
berwama.
4
Pemeriksaan biopsi hati tidak menunjukkan kelainan,
meskipun kadang-kadang tampak infiltrasi limfosit yang ringan
pada daerah portal, dan pada pemeriksaan dengan mikroskop
elektron terlihat peningkatan retikulum endoplasmik.
3
Aliran darah ke hati juga tidak mengalami perubahan yang
berarti.
3
4
HEPATITIS VIRUS PADA KEHAMILAN
Pada wanita hamil kemungkinan untuk terjangkit hepatitis
virus adalah sama dengan wanita tidak hamil pada usia yang
sama. Sarjana lain mengatakan bahwa di negara sedang ber-
kembang, wanita hamil lebih mudah terkena hepatitis virus, hal
ini erat hubungannya dengan keadaan nutrisi dan higiene sani-
tasi yang kurang baik.
5 6 7 8
Hepatitis virus dapat timbul pada ketiga trimester kehamilan
dengan angka kejadian yang sama;
8
9
tetapi Siegler dan Keyser
mendapatkan angka 9.5% hepatitis virus terjadi pada trimester
I, 32% terjadi pada trimester II, dan 58,5% terjadi pada tri-
mester III.
8
Gambaran klinik, laboratorium, dan histopatologi adalah
sama dengan penyakit hepatitis virus pada orang tidak hamil.
3
Gambaran Klinik
Penyakit ini biasanya memberikan keluhan mual, muntah,
anoreksia, demam ringan, mata kuning. Pada pemeriksaan fisik
dapat dijumpai ikterus dan hepatomegali, sedangkan spleno-
megali hanya ditemukan pada 20­25% penderita.'
3 4
Pemeriksaan Laboratorium
Pada pemeriksaan laboratorium akan didapatkan gambaran
kerusakan parenkim hati. Bilirubin serum meningkat, demikian
pula, transaminase serum.'
Pemeriksaan Histopatologi
Pemeriksaan histopatologi menunjukkan nekrosis sel hati
sentrilobuler, infiltrasi sel radang di segitiga portal, sedangkan
kerangka retikulin masih baik.
1
Cermin Dunia Kedokteran No. 68, 1991
1
background image
Diagnosis
Diagnosis hepatitis virus pada kehamilan ditegakkan atas
dasar gambaran klinik dan laboratorik yang cukup khas, serta
pemeriksaan petanda serologik dari virus hepatitis.
Dalam membuat diagnosis,perlu dibedakan dengan penyakit
lain seperti batu saluran empedu, mononukleosis infeksiosa,
leptospirosis, dan penyakit ikterus obstruktif lainnya.
1 4
Adanya
ikterus yang berat, bilirubin dan transaminase serum yang
sangat tinggi, leukositosis, suhu tubuh meningkat, kes tdaran
yang menurun sampai koma, defisiensi faktor pembekuan
darah, serta tanda-tanda perdarahan, menggambarkan adanya
nekrosis sel parenkim hati yang luas, dan menunjukkan adanya
suatu hepatitis virus tipe fulminan.
10
Pengelolaan
Pengelolaan secara konservatif adalah terapi pilihan untuk
penderita hepatitis virus pada kehamilan.
1 2 8 11 12
Penderita harus tirah baring di rumah sakit sampai gejala
ikterus hilang dan bilirubin serum menjadi normal, makanan
yang diberikan menzandung kaya kalori dan protein. Obat-
obat hepatotoksik harus dihindari, termasuk alkohol dan obat-
obat yang diekskresi dan dikonjungasi di hati. Obat-obat yang
hepatotoksik antara lain adalah klorpromasin, derivat fenotiasin,
eritromisin estolat, PAS, halotan, klorpropamid, thiourasil, dan
nitrofurantoin.
1
Bila diduga akan terjadi perdarahan pasca persalinan
karena defisiensi faktor pembekuan darah, perlil diberikan
vitamin K dan transfusi plasma. Keseimbangan cairan dan
elektrolit harus diperhatikan.
1 3 4 8 11 12
Apabila terdapat tanpa-tanda menjurus ke arah hepatitis
fulminan, diit penderita harus diganti dengan rendah atau tanpa
protein; tindakan sterilisasi usus perlu dilakukan untuk
mencegah timbulnya amoniak yang berlebihan.
10
Beberapa
penelitian terakhir menunjukkan bahwa pemakaian kortikoste-
roid pada hepatitis fulminan tidak bermanfaat sama sekali.
12
Hepatitis virus pada kehamilan bukan mempakan indikasi
untuk tindakan terminasi kehamilan, dan tindakan anestesi serta
pembedahan akan menambah morbiditas dan mortalitas pen-
derita.
1 3 4 9 11
Prognosis
Prognosis tergantung pada status nutrisi penderita.
4
Untuk
hepatitis fulminan prognosis biasanya jelek, angka kematian
mencapai lebih dari 85%.
1 3 6
PENGARUH HEPATITIS PADA KEHAMILAN
Pengaruh hepatitis virus pada ibu hamil adalah meningkatkan
angka kejadian abortus, partus prematums, dan perdarahan.
Risiko bagi janin dalam kandungan adalah prematurus, kematian
janin dan penularan hepatitis virus. Kelainan kongenital pada
janin belum pernah dilaporkan.
1
Transmisi virus hepatitis dari
ibu ke anak dapat terjadi transplasental, melalui kontak dengan
darah atau tinja ibu waktu persalinan, kontak yang intim antara
ibu dan anak setelah persalinan, atau melalui air susu ibu.
13
Beberapa teori lain yang menjelaskan mekanisme penularan
virus perinatal adalah
11
:
1) Adanya kebocoran plasenta yang menyebabkan tercampur-
nya darah ibu dengan darah fetus.
2)
Tertelannya cairan amnion yang terinfeksi.
3)
Adanya abrasi pada kulit selama persalinan yang menjadi
tempat masuknya virus.
4)
Tertelannya darah selama persalinan.
5)
Penularan melalui selaput lendir.
Bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B akut maupun
kronik, perlu diberi pengobatan imunoprofilaksis.
3
IMUNOPROFILAKSIS HEPATITIS VIRUS B PADA
ANAK BARU LAHIR
Terhadap bayi baru lahir dari ibu penderita hepatitis virus
B, imunisasi pasifdengan menggunakan Immunoglobulin Hepa-
titis B (HBIG) diberikan untuk mendapatkan antibodi secepat
nya guna memerangi virus hepatitis B yang masuk; selanjutnya
disusul dengan imunisasi aktif dengan memakai vaksin.
HBIG diberikan selambat-lambatnya 24 jam pasca persalinan,
kemudian vaksin Hepatitis B diberikan selambat-lambatnya 7
hari pasca persalinan. Dianjurkan HBIG dan'vaksin Hepatitis B
diberikan segera setelah persalinan (masing-masing pada sisi
yang berlawanan) untuk mencapai efektivitas yang lebih
tinggi.
11
Dosis HBIG yang dianjurkan adalah 0,5 ml i.m. waktu
lahir; sedangkan untuk vaksin dari MSD misalnya diberikan 10
ug (0,5 ml) i.m. bulan 0,1 dan 6 atau vaksin dari Pasteur 5 ug
(1 ml) bukan 0, 1, 2 dan 12.
1
KEPUSTAKAAN
1.
Barnes 0G. Dirsorders of the liver. In : Medical Disorders in Obstetric
Practice. 4th ed. Blackwell Scientific Publication, Oxford, 1974; 157.
2.
Krejs GJ, Haemmerli UP : Jaundice during pregnancy. In : Schiff L, Schiff
ER (ads) : Diseases of the Liver. 5th ed. JB Lippincott Co, Philadelphia-
Toronto. 1982; 1561.
3.
Sherlock S. The Liver in Pregnancy. In : Diseases of the Liver and Biliary
System. 6th ed. Blackwell Scientific Publication, Oxford. 1982; 400.
4.
Iber FL : Jaundice in pregnancy : A review. Am J Obstet Gynecol 1965;
91 : 721.
5.
Christine AB, Allam AA, Aref MK, El-Muntasser IH, El-Nageh M :
Pregnancy hepatitis in Libya. Lancet 1975; 2 : 827.
6.
D'Cruz IA, Balani SC, Iyer LS : Infectious hepatitis and pregnancy. Obstet
Gynecol 1968; 31 : 449.
7.
Peretz A, Paldi E, Brandstaedter S, Barzilai D : Infectious hepatitis in
pregnancy. Obstet Gynecol 1959; 14 : 435.
8.
Siegler AM, Keyser H. Acute Hepatitis in Pregnancy. Am J Obstet
Gynecol 1963; 86 : 1068.
9.
Holden TE, Sherline DM. Hepatitis and hepatic failure in pregnancy.
Obstet Gynecol 1972; 40 : 586.
10.
Hans Tandra, Moh. Yogiantoro, Achmad Hassan, Widawati Soemarto,
Hendra Rahardja. Hepatitis Virus tipe Fulminan pada kehamilan. Acta
Media Indon 1988; XX : 3.
11.
Achmad Hassan, Widawati Soemarto, Hendra Rahardja. Aspek klinik dan
epidemiologik Hepatitis Virus B Akut. Majalah lima Penyakit Dalam
1987; 13 : 61.
12.
Dienstag Jl. Isselbacher KJ. Therapy for acute and chronic hepatitis. Arch
Intern Med 1981; 141 : 1419.
13.
Hill LM, Marcus WM, Kempers RD, Taswell HF : Hepatitis B surface
antigen during pregnancy. Obstet Gynecol 1977; 50 : 78.
14.
Hans Tandra, Widawati Soemarto. Penyakit hati pada kehamilan. Maj
Ilmu Penyakit Dalam 1988; 14 : 37.
15.
Mohamad Diman Angsar : Hepatitis virus pada kehamilan. Cermin Dania
Kedokteran 1979; 15 : 13.
16.
Seeff LB, Hoofnagle JH. Immunoprophylaxis of viral hepatitis. Gastro-
enterol 1979; 77 : 161.
Cermin Dunia Kedokteran No. 68, 1991 17