502
| SEPTEMBER - OKTOBER 2010
HASIL
PENELITIAN
PENDAHULUAN
Sekitar sepertiga populasi penduduk
dunia telah terinfeksi tuberkulosis(TB),
dan kejadian ini terus meningkat; dila-
porkan lebih dari 90% kasus kematian
akibat TB terjadi di negara berkem-
bang
(1,3)
. Indonesia termasuk pe-
nyumbang kasus TB terbesar ke tiga
di dunia
(2)
.
Resistensi kuman Tb atau Multi Drug
Resistance (MDR) TB makin meluas
akibat penanganan yang belum baik.
MDR-TB (TB yang resisten terhadap
minimal INH dan Rifampisin) telah me-
nimbulkan kekuatiran terhadap pe-
nanganan TB di masa depan
(3)
.
M.tuberculosis seperti halnya pada
umumnya Basil Tahan Asam (BTA) me-
miliki komponen dinding khusus terdi-
ri dari lapisan lipid, peptidoglikan dan
arabinomanan
(4)
sehingga menurun-
kan permeabilitas obat dan bisa me-
ngalami mutasi gen kunci yang dapat
mengubah sasaran obat; mekanisme
terakhir ini yang paling utama menim-
bulkan MDR (3).
Berbagai upaya telah dilakukan untuk
menangani masalah MDR-TB, seperti
strategi DOTS (Direct Observed Tre-
atment Strategy ) yaitu pengawasan
langsung pasien menelan obat, vak-
sin M.vaccae untuk imunoterapi pen-
derita TB, penerapan surveilans global
MDR-TB dll.
Salah satu upaya lain yang juga me-
rupakan kegiatan WHO adalah me-
ngembangkan obat berasal dari
tumbuh-tumbuhan yang teruji klinis
(5)
.
Banyak peneliti yang berminat antara
lain: Genty dkk dengan tulisan "Anti
tuberculosis natural products from the
roots of commercial Hydrostis cana-
densis powder" (1998); Folb P dkk da-
lam "The in vitro efficacy test of plants
used in the traditional treatment of Tb
in Southern Africa against Mycobac-
teria
(6)
. Sedangkan WHO telah mem-
publikasikan Traditional Medicine De-
velopment (2000).
Di Indonesia, daun Waru (Hibiscus si-
milis ) telah sejak lama dikenal sebagai
obat batuk dan batuk darah
(7)
; studi
pendahuluan di laboratorium me-
nunjukkan bahwa ekstrak daun Waru
dapat menghambat pertumbuhan
Hambatan Pertumbuhan Koloni M.tuberculosis
H37RV dan MDR-TB oleh Ekstrak Daun Hibiscus
similis (Waru) di Laboratorium
Misnadiarly , Yun Astuti. N
Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi,
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan,Departemen Kesahatan RI, Jakarta, Indonesia
ABSTRAK
Pendahuluan: Masalah resistensi kuman TB maupun yang Multi Drugs Resistance (MDR) makin besar dan menimbulkan
masalah penanganan di masa depan. Salah satu usaha untuk mengatasinya adalah mengembangkan obat yang berasal
dari tumbuh-tumbuhan/ herbal. Untuk itu dilakukan penelitian potensi ekstrak daun Waru (H.similis) untuk mengham-
bat pertumbuhan koloni bakteri M.tuberculosis strain H37RV dan strain MDR-TB di laboratorium. .
Metoda : Dilakukan test potensi ekstrak H.similis terhadap strain kuman M. tuberculosis H37RV dan strain MDR-TB
dengan metoda uji konsentrasi kuman dengan media Lowenstein-Jensen (L-J) dan media 7H10 Agar Plate selama 5
minggu masa inkubasi kuman.
Hasil : Pada konsentrasi 36 mg/ ml. ada hambatan pertumbuhan kuman pada media L-J sebesar 85 % sampai 40 % un-
tuk strain H37RV; tak ada hambatan untuk strain MDR-TB. Pada percobaan dengan media 7H10 Agar Plate, hambatan
terjadi pada 2 konsentrasi, namun untuk strain MDR-TB tetap tidak ada hambatan pertumbuhan. Pola resistensi berkisar
antara 15 % dan 100 % dan sensitifitas 40 % dan 85%.
Simpulan: Ekstrak daun Waru pada konsentrasi 36 mg/ ml dapat menghambat pertumbuhan koloni kuman TB H37RV
sebesar 85 %, Sedangkan untuk strain MDR-TB tidak ada hambatan.
Kata Kunci : M.tuberculosis, MDR-TB, H.similis, Waru
CDK ed_180 Sept'10 OK.indd 502
8/26/2010 3:38:48 PM
503
| SEPTEMBER - OKTOBER 2010
HASIL
PENELITIAN
kuman M.tuberculosis strain H37RV
(8)
.
Daun jenis tumbuhan ini terbukti me-
ngeluarkan zat allelopat bersifat anti-
biotik yang tahan suhu tinggi
(9)
. Waru
lengis yang dicampur dengan daun
Pegagan, Kencur, Widoro upas, biji
Propuri dan Legundi, berkhasiat seba-
gai obat penyakit TB
(10)
.
Komposisi kandungan daun Waru di
antaranya telah diteliti yaitu: butir pati,
lignin, tannin dan gula. Gula cairan
nectar daun Waru terdiri dari: fruktosa,
sukrosa, glukosa dan gula tidak dike-
nal (tabel 3 ). Zat-zat ini disekresikan
melalui "nectarium extrafloral" atau
kelenjar nectar daun yang terdapat di
tulang daun bagian permukaan bawah
helai daun. Sekresinya dua kali lebih
banyak di sore hari daripada di pagi
hari
(11)
. Nectar merupakan karbohidrat
berlebihan berupa cairan phloem; ada
pendapat bahwa nectar disuplai oleh
phloem
(12 ).
Tulisan ini melaporkan potensi ek-
strak daun Waru ( H.similis) untuk
menghambat pertumbuhan kuman
M.tuberculosis H37RV dan strain
M.tuberculosis MDR melalui peneli-
tian bakteriologis di laboratorium.
BAHAN PENELITIAN
Bahan penelitian berupa ekstrak daun
Waru yang dibuat oleh laboratorium
POM (Pengawasan Obat dan Maka-
nan) menurut standar kualitas dan ste-
rilisasi. Bahan kuman M. tuberculosis/
TB berasal dari laboratorium Mikro-
biologi RS. Persahabatan, Jakarta ter-
diri dari strain TB standar H37RV dan
strain MDR-TB.
Bahan-bahan lain terdiri dari media
Lowenstein-Jensen, dibuat di Lab TB
Puslitbang Pemberantasan Penyakit
Badan Litbang Kesehatan /P5 dan
penelitian dikerjakan di lab P5 terse-
but.
Dilakukan test ulang resistensi strain
MDR-TB.
METODA
Pengenceran ekstrak daun Waru di-
lakukan oleh peneliti dan staf Puslit-
bang Farmasi dan Obat Tradisional.
Penelitian, pemeriksaan bakteriologis
dilakukan oleh peneliti dan staf Pus-
litbang Pemberantasan Penyakit.
Pengujian dilakukan dengan cara
mencampur cairan ekstrak dari mas-
ing- masing konsentrasi ( ada 6 kon-
sentrasi, yaitu WR1 36 mg/ ml; WR2
24 mg/ ml ; WR3 16 mg/ ml; WR4 10,6
mg/ ml; WR5 7,2 mg/ ml dan WR6 4,8
mg/ ml ). Masing-masing 2 ml dosis
ekstrak waru tersebut dipipet dan di-
tuang ke dalam 50 ml media Lowen-
stein-Jensen (L-J) cair. Setelah merata
/ homogen, dituang ke dalam masing-
masing tabung 6 ml, lalu diinfisasikan
(disterilkan) pada infisator (alat infisasi
untuk pembekuan media L-J) dan
sterilisasi dengan suhu 60°C selama 1
jam, pada kondisi tabung miring untuk
memperoleh media L-J sloof) sampai
media membeku, setelah dingin in-
fisasi diulang 2 kali lagi.
Pada media mengandung ekstrak dii-
nokulasi/ ditanam suspensi bakteri TB
H37RV dan suspensi bakteri TB MDR;
kontrol positif menggunakan media L-J
tanpa campuran ekstrak dan ditanami
suspensi kedua strain, diinkubasi ber-
sama pada suhu 37°C selama 5 ming-
gu. Dilakukan pengamatan setiap
minggu dan pencatatan akhir setelah
minggu ke 4 .
Sebagai kontrol, dilakukan test ulang
resistensi terhadap strain MDR-TB dan
test resistensi terhadap strain H37RV
sesuai tes yang digunakan di Lab RSP
pada tes awal, yaitu: INH 0,2 mcg/ml,
Rifampicin 40 mcg/ml, Streptomycin 4
mcg/ml dan Ethambutol 3 mcg/ml.
Percobaan lain menggunakan petridisk
yang sebelummya diinokulasi dengan
suspensi kuman secara merata ke selu-
ruh permukaan media 7 H10 Agar, lalu
pada disc ditempatkan kertas saring
berdiameter 2 cm, ditetesi cairan ek-
strak konsentrasi tertentu dan kontrol
tanpa ditetesi ekstrak, dinkubasi 5 min-
ggu dan dilakukan pembacaan hasil.
Tabel 1. Hasil Uji Daya hambat pertumbuhan koloni strain H37RV dan strain MDR-TB menurut konsentrasi ekstrak daun waru
Strain
WR6
C
WR1
WR2
WR3
WR4
WR5
WR6
1
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1. H37RV
Jml koloni
>100
>100
15
100
100
100
100
100
60
100
100
100
100
100
Tingkatan
9
9
6
8
8
8
8
8
7
8
8
8
8
8
Batasan
N
N
S
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
2. MDR-TB
>100
>100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
Tingkatan
9
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
Batasan
N
N
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
Keterangan :
C : Kontrol, WR : Ekstrak Waru konsentrasi I... dst
Batasan: N : Tumbuh Normal, S : Sensitif, R : Resisten, Y : Kontaminasi
tambah merata
tambah merata
CDK ed_180 Sept'10 OK.indd 503
8/26/2010 3:38:48 PM
504
| SEPTEMBER - OKTOBER 2010
HASIL
Pada konsentrasi WR1 36 mg/ml (2 ml
Ekstrak 36 mg/ml + 50 ml Media L-J)
ada hambatan tumbuh koloni strain
M. Tuberculosis standar H37RV pada
sediaan 1 sebesar 100% - (15 / 100 x
100%) = 85%, masih dianggap sensitif/
mendekati sensitif, atau resisten agak
rendah; sedangkan pada sediaan no.
2 tidak ada hambatan atau 0%.; hal
ini perlu diteliti lebih lanjut dengan
jumlah sampel yang lebih banyak (3-5
ulangan).
Pada WR 4, ada pertumbuhan sejumlah
60 koloni, hambatan pada WR 4 adalah
100% - (60/100 x 100%) = 40 %.
Hambatan pada WR 2, WR 3, WR5 dan
WR 6, adalah 100% - (100/100x100%)
= 0 (tak ada hambatan), jumlah koloni
sama dengan kontrol. Artinya sangat
resisten.
Pertumbuhan koloni (1-5) dikatego-
rikan sensitif
(13)
, karena bakteri masih
bisa terbunuh dengan anti-mikobak-
terial umum dalam masa pengobatan
Tb 6 bulan. Kondisi tumbuh di atas 5
koloni dianggap resisten untuk anti-
mikobakterial Tb umum; dan memer-
lukan anti-mikobakterial khusus yang
lebih poten (diperlukan test resistensi
untuk penentuan obat yang paling
sensitif).
Pada studi ini konsentrasi Waru 1
dianggap cukup sensitif untuk pen-
gobatan TB non-MDR karena nilai
hambatannya cukup besar (85%).
Konsentrasi yang lebih tinggi mungkin
lebih efektif, tetapi masih perlu diteliti
lebih lanjut.
Terdapat perbedaan hambatan strain
H37RV dan strain MDR-TB pada me-
toda yang berbeda ( Tabel 2 ).
Tampaknya ekstrak Waru lebih efek-
tif untuk strain H37RV dibandingkan
strain MDR-TB (tabel 1 dan 2). Pada
percobaan media 7H10 Agar petridisk,
cairan ekstrak Waru diteteskan lang-
sung pada kertas saring dalam me-
dia tanpa pengenceran, tampak efek
hambatannya lebih tinggi.
Ekstrak daun Waru tidak dapat meng-
hambat pertumbuhan kuman Myco-
bacteriun tuberculosis multi resisten
(MDR-TB). Namun terhadap strain ku-
man H37RV, ekstrak daun Waru secara
kualitatif menunjukkan adanya ham-
batan pertumbuhan pada dosis 36
mg/ ml (WR1) dan 24 mg/ ml (WR2).
DISKUSI
Daya hambat pertumbuhan kuman
tuberkulosis daun H.similis (Waru}
mungkin disebabkan gula / karbohid-
rat (fruktosa, sukrosa,glukosa dan kar-
bohidrat tak dikenal) yang diekskresi-
kan oleh kelenjar nectar (nectarium
extrafloral) yang terdapat pada tulang
daun permukaan bawah helaian daun
Waru ( Tabel 3 ), Selain itu pemerik-
saan histokimia daun Waru, menun-
jukkan adanya tannin di sel korteks ,
epidermis, sekitar phloem dll, lignin
di sel xylem dan butir pati di sel-sel
parenkim phloem ( 11).
Penelitian pendahuluan di laborato-
rium (8) menunjukkan bahwa ekstrak
Waru dapat merusak dinding sel
bakteri TB H37RV; zat allelopat pada
ekstrak Waru melarutkan karetenoid
yang terdapat di dinding sel bakteri
Table 3. Nilai migrasi karbohidrat standar dari Sampel Nectar daun H.similis ( hasil pemeriksaan kromatografi
nectar daun Waru.)
Nectar
Carbohydrat
Rf
Pagi
Sore
Tak dikenal
9,67
+
++
Lactosa
81,72
-
-
Galactosa
81,79
-
-
Froktosa
91.31
+
++
Manitol
96,77
-
-
Sukrosa
100.00
+
++
Xylosa
102.15
-
-
Arabinosa
103,40
-
-
Sarbosa
104,54
-
-
Sorbitol
111,82
-
-
Glukosa
104.30
+
++
Tingkatan:
0 koloni negatif ( tak ada pertumbuhan koloni sama sekali) .... sensitif
1-5 ditulis jumlahnya ............... sensitif
6 (6-24 koloni) .................. hampir sensitif atau resisten agak rendah
7 (25-100 koloni) ............... resisten
8 100 koloni ..................... sangat resisten
9 >100, tumbuh merata ......... kontrol
Tabel 2. Hambatan pertumbuhan kuman dengan percobaan dengan media 7H11 Agar petridisk / plate
Strain
WR1
WR2
WR3
WR4
WR5
WR6
H37RV
-
-
+
+
+
+
MDR-TB
+
+
+
+
+
+
Keterangan :
- sensitif
+ resisten
HASIL
PENELITIAN
CDK ed_180 Sept'10 OK.indd 504
8/26/2010 3:38:49 PM
505
| SEPTEMBER - OKTOBER 2010
oleh dan menyebabkan basil tahan
asam kelihatan sebagai batang yang
terputus- putus; membuktikan bahwa
ekstrak Waru merusak dan mengham-
bat pertumbuhan kuman TB-H37RV.
Pada penelitian ini, didapatkan kon-
sentrasi minimal yang menghambat
85% dan 40% pertumbuhan strain
H37RV.
Dengan konsentrasi ekstrak Waru yang
lebih tinggi, daya hambat pertumbu-
han kuman baik untuk strain H37RV
maupun strain MDR-TB, diharapkan
lebih tinggi dan dapat digunakan un-
tuk obat alternatif penderita TB.
Penelitian ini menunjukkan bahwa
konsentrasi tertentu ekstrak Waru da-
pat menghambat pertumbuhan koloni
TB-H37RV, dengan demikian dapat
merupakan pengobatan TB alternatif
masa depan; hal ini tentu memerlukan
penelitian lanjut dengan konsentrasi
Waru yang lebih tinggi, sampel yang
lebih banyak, uji pada hewan coba dan
terapan pada manusia.
SIMPULAN DAN SARAN
Ekstrak daun Waru (H.similis) pada
konsentrasi tertentu dapat mengham-
bat pertumbuhan koloni kuman TB
strain H37RV; masih diperlukan peneli-
tian lanjutan untuk menentukan man-
faatnya dalam klinik.
HASIL
PENELITIAN
KARDIO
KESEHATAN ANAK GASTROENTEROLOGI
Kami Tunggu Tulisan Anda Mengenai :
ISSN: 0125-913 X I 176 / vol. 37 no. 3 / April 2010
http.//www
.kalbe.co.id/cdk
PRAKTIS
Diet untuk P
enderita Diabet
es
Mellitus
HASIL PENELITIAN
Peng
aruh
Tem
pe te
rhad
ap K
adar
Gula
Dar
ah d
an K
esem
buha
n
Luka
pad
a Tik
us D
iabe
tik
TINJAUAN PUST
AKA
Usaha Memperlambat Perburukan
Penyakit Ginjal Kr
onik ke Penyakit
Ginjal Stadium Akhir
146
PROFIL
Prof. DR. Dr
. Sidartawan
Soegondo, SpPD-KEMD-F
ACE
"Orang T
ua DM Pemicu
Menjadi Ahli Endokrin"
ISSN: 0125-913 X I 177 / vol.37 no. 4 / Mei - Juni
2010
http.//www
.kalbe.co.id/cdk
PRAKTIS
Terapi Cair
an dan D
arah
HASIL PENELITIAN
Pengaruh Ekstrak Daun Singkong
(Manihot uttilisima)
terhadap Fungsi
Hati dan Ginjal T
ikus Putih yang
Diinduksi Karsinogen Nitr
osamin
TINJAUAN PUST
AKA
Penatalaksanaan Mual Muntah yang
Diinduksi Kemoterapi
PROFIL
Dr. Yow Pin, PHD,
Setiap Penemuan Dapat
Menolong Ribuan Pasien
BROSUR_MAP OKE.EPS
4/26/2010 11:38:59 AM
CDK ed_177 mei cove
r.indd 3
4/26/20
10 3:3
3:16 PM
ISSN: 0125-913 X I 178 / vol.37 no. 5 / Juli - Agustus 2010
http.//www.kalbe.co.id/cdk
PRAKTIS
Manajemen Pembedahan pada
Cedera Medula Spinais
HASIL PENELITIAN
Hubungan antara Derajat
Lengkung Kaki dengan Tingkat
Kemampuan Endurans pada
Calon Jemaah Haji, 2007
TINJAUAN PUSTAKA
Diagnosis dan Penatalaksanaan
146
PROFIL
Dr. Cosphiadi Irawan
SpPD KHOM,
ISSN: 0125-913 X I 179 / vol. 37 no. 6 / Agustus 2010
http.//www
.kalbe.co.id/cdk
PRAKTIS
Treatment of P
eripher
al Nerv
e
Tumor
s
HASIL PENELITIAN
Erosi Dasar
Tengkorak
dan
Kelainan Sa
raf Kranial p
ada
Penderita K
arsinoma N
asofaring
di RS. H. A
dam Malik M
edan
OPINI
Stetosko
p-Stetosk
op Masa D
epan
455
PROFIL
Prof. Dr
. Bambang Hermani, SpTHT (K)
Teknologi THT Semakin Canggih,
Sehingga Bedah Otak Saat ini Melalui
Jalur THT T
erlebih Dahulu
CDK ed_1
79 Agustu
s-Septem
ber'10 DR
.indd 403
7/26/2010
4:34:14 P
M
DAFTAR PUSTAKA
1. Aditama TjY. Tuberkulosa masa datang. Seminar sehari di RSUD Tangerang
2. Aditama TjY. Paru kita, Masalah kita. Warta TB. 0.01/1.2002, 02/ 111/2002, hal 4-5
3. Jalan kebal, Biang Batuk darah. Farmacia, April 2004
4. Aryanto Suwondo. Bagaimana Mendiagnosa Tuberkulosis secara cepat dan akurat. The 2nd Symposium
on Cardiovascular, Respiratory Immunology. From Pathogenesis to Clinical Application 2003, hal 1-4
5. WHO. Traditional Medicine. Better Science, Policy and Service for Health Development, WHO Kobe
Centre,2000. hal 45-52
6. Fold P, Smith P, Steyn L et.al The in vitro efficacy test of plants used in the traditional treatment of tuber-
culosis in Southern Africa. 2001.
7. Sastroamidjoyo. Obat Asli Indonesia. Pustaka Rakyat
8. Misnadiarly, Nunik Siti Aminah. Studi pendahuluan Pengaruh Ekstrak Daun Waru (H.similis) terhadap
kuman M.tuberculosis H37RV di laboratorium, CDK 1993; 39-40
9. Rice EL. Allelopathy. New York: Academic Press 1974. p. 315
10. Fachmi ZE. Pustaka Ramuan Tradisionil Madura, Arab, Java. Jakarta: penerbit Dino.
11. Misnadiarly. Morfologi dan Anatomi pertumbuhan Nectarium Extrafloral H.similis. Thesis Sarjana Biolo-
gi ITB
12. Frey Wysling, A. The Phloem supply to the Nectarium. Acta Bota C Neerlandicus. 1955; 4.
13. Diktat pemeriksaan TB dan Test Resistensi RSP
CDK ed_180 Sept'10 OK.indd 505
8/26/2010 3:38:55 PM