background image
CDK 168/vol.36 no.2/Maret - April 2009
HASIL PENELITIAN
Pengaruh Pemberian Angkak
terhadap Kadar Kolesterol Total Darah
Tikus Putih (Rattus norvegicus)
Christina Dian Anggraeni, Jarot Subandono*, Kustiwinarni*
Mahasiswa ,* Laboratorium Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
Tabel 2.
Hasil Perbandingan Kadar
Kolesterol Total Darah
Antar Kelompok
No.
Kelompok 1 Kelompok 2
Kelompok 3
Kelompok 4
Kelompok 5
1
57
125
mati
53
41
2
66
132
72
54
42
3
62
137
69
68
39
4
59
127
78
66
32
5
61
131
75
58
60
6
57
157
77
60
32
7
58
mati
82
59
32
Mean
60 134,83 75,5 59,71 39,71
94
Kelompok
p
I
II
0,000
III
0,001
IV
0,945
V
0,000
II
I
0,000
III
0,000
IV
0,000
V
0,000
III
I
0,001
II
0,000
IV
0,001
V
0,000
IV
I
0,945
II
0,000
III
0,001
V
0,000
V
I
0,000
II
0,000
III
0,000
IV
0,000
PENDAHULUAN
Hiperkolesterolemi dan hipertrigliserid adalah keadaan kadar
kolesterol dan trigliserid darah berlebihan; sehingga berpotensi
menyebabkan penyakit kardiovaskuler seperti stroke, jantung
koroner dan hipertensi. Data terakhir menyebutkan, hingga tahun
2010 penyakit kardiovaskuler masih akan menduduki peringkat
teratas penyebab kematian. Di Indonesia sebagai negara berkembang
angka prevalensi penyakit ini juga terus meningkat dan merupakan
penyebab kematian tersering
(1)
.
Angkak atau red fermented rice, dikenal di Cina sebagai hung-chu
atau hong-qu; dikenal juga sebagai rotschimmelreis atau red mould.
Angkak adalah hasil fermentasi beras dengan menggunakan
kapang merah Monascus sp. Monakolin K adalah komponen
bioaktif yang terdapat dalam angkak. Senyawa tersebut sangat
efektif mengendalikan hiperkolesterolemi. Selain itu angkak juga
mengandung beberapa komponen lain yang bisa menunjang
kemampuannya sebagai penurun kadar kolesterol; antara lain
asam lemak tak jenuh ganda, niasin, phytosterol seperti betasitos-
terol dan campesterol
(2)
.
Pendekatan paling umum untuk mengontrol atau menurunkan
kadar kolesterol darah ialah menggunakan senyawa kimia dari
golongan statin. Sebagian besar obat golongan statin yang ter-
sedia di Indonesia diproduksi oleh industri farmasi besar negara
lain dan harganya relatif mahal
(2)
.
Pemberian angkak diharapkan dapat menurunkan kadar kolesterol
darah, terkait dengan makin meningkatnya angka prevalensi
penyakit kardiovaskuler dan mahalnya harga obat kolesterol sintetis
yang ada di pasaran.
MATERI DAN METODA
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metoda
post test only controlled group design
(3)
. Subjek penelitian adalah
tikus putih (Rattus norvegicus), strain Wistar, jantan berumur
kira-kira 3 bulan dengan berat badan kira-kira 200 gram, sebanyak
35 ekor. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling.
Tikus putih dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok
terdiri dari 7 ekor tikus putih. Kelompok I sebagai kelompok kontrol,
hanya diberi makanan standar dan akuades. Kelompok II diberi
kuning telur 6,25 g/kgBB/hari untuk menginduksi peningkatan
kadar kolesterol. Kelompok III diberi kuning telur dan angkak 54
mg/kgBB/hari.
Kelompok IV diberi kuning telur dan angkak 108 mg/kgBB/hari.
Kelompok V diberi kuning telur dan angkak 216 mg/kgBB/hari.
Perlakuan diberikan selama 28 hari. 10-12 jam setelah perlakuan
terakhir dilakukan pengambilan darah untuk diperiksa kadar
kolesterol total dengan metoda spektrofotometri. Data dianalisis
menggunakan uji-ANOVA yang dilanjutkan post hoc test yaitu
uji-LSD dengan derajat kemaknaan _ = 0,05.
HASIL
Ada perbedaan kadar kolesterol total darah tikus putih di masing-
masing kelompok.
Tabel 1. Rerata Kadar Kolesterol Total Darah Tikus Putih (mg/dL)
Grafik 1.
Diagram Rerata Kadar Kolesterol Total Darah Tikus Putih
TINJAUAN PUSTAKA
CDK 168/vol.36 no.2/Maret - April 2009
93
Saat ini secretin sudah disetujui FDA untuk tujuan menstimulasi
pankreas termasuk bikarbonat pada disfungsi kelenjar pankreas,
contohnya pada pankreatitis kronik; selain itu juga untuk mem-
fasilitasi dan kanulasi papilla serta membuka saluran pankreas
untuk mengeluarkan hasil produksinya ke dalam duodenum melalui
prosedur tertentu. Juga dapat dipakai untuk menstimulasi gastrin
pada sindrom Zollinger-Ellison dan membantu mendiagnosis
gastrinoma.
Sejak 2001, obat ini sudah digunakan pada 200 pasien autis
dengan hasil awal perbaikan gejala autis, kontak mata, berbahasa,
serta kemampuan motoriknya. Beberapa studi klinik terakhir tidak
menunjukkan perbaikan bermakna. Hasil yang menunjukkan
efikasi adalah uji klinik evaluasi pemakaian Secretin intravena pada
12 anak autis (8 laki-laki,4 perempuan) berusia antara 4 6 tahun.
Selain perbaikan gejala dilihat juga perubahan pada cairan LCS
untuk kadar asam homovanillat (HVA), asam 5-hydro-xyindole-
3-asetat (5-HIAA), serta kadar 6R-5,6,7,8-tetrahydro-L- biopterin
(BH(4)) setelah pemberian Secretin. Skor ADI R (Autism Diagnostic
Interview-Revised) membaik pada 7 dari 12 anak, memburuk
pada 2 dari 12 pasien. Kadar HVA dan BH(4) cairan serebrospinal
meningkat pada semua anak. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa Secretin mengaktivasi proses metabolisme dopamin
susunan saraf pusat melalui kadar BH(4), sehingga mempengaruhi
berbagai gejala.
Penelitian Secretin terhadap autisme sebenarnya sudah banyak
dipublikasi tetapi hasilnya kurang baik, atau masih belum me-
nunjukkan bukti efikasi. Untuk itu sedang dilakukan penelitian
lebih lanjut:
SIMPULAN
· Penanganan pasien autis yang secara teori berhubungan dengan
alergi makanan harus dilakukan secara benar, paripurna dan ber-
kesinambungan. Pemberian obat terus menerus bukan jalan
terbaik; paling ideal adalah menghindari pencetus alergi
tersebut.
· Sesuai dengan teori yang diakui sampai sekarang ; prinsip diet
pasien autisme adalah diet bebas/rendah gluten dan rendah
kasein.
· Gluten adalah sejenis kasein yang banyak ditemukan pada biji
berbagai tumbuhan sereal seperti terigu atau gandum, gandum
yang biasa dipakai dalam pembuatan bir serta gandum hitam.
Kasein merupakan protein penting pada susu.
· Pemberian suplemen juga penting, karena pada pasien autis
dianggap telah terjadi kegagalan metabolisme yang diperbaiki
dengan penambahan suplemen dan vitamin.
DAFTAR PUSTAKA
1. Autism Spectrum Disorders (Pervasive Developmental Disorders), http://www.nimh.nih.gov/
health/publications/autism/complete-publication.shtml#pub4
2. Teknik Bermain Kreatif Verbal & Non Verbal pada Anak Autisme.
http://www.inna-ppni.or.id/index.php?name=News&file=article&sid=129
3. The gastrointestinal stimulus to insulin release. II. A dual action of secretin. J. Clin. Invest. 49
(3):
524-9.
4. July 23th, 2004 ChiRhoClin, Inc. Announces the launch of Human Secretin for injection.
http://www.chirhoclin.com/NewsArchive.htm
5. Nutritional Therapies and Autism, http://www.healing-arts.org/children/autism-overview.
htm#Gluten
6. Administration of secretin for autism alters dopamine metabolism in the central nervous
system, Brain Dev. 2006 Mar;28(2):99-103
7. http://www.chirhoclin.com/Publications.htm
8. http://www.autismwebsite.com/aRI/treatment/b6studies.htm, Studies of High Dosage Vitamin
B6 (and often with Magnesium) in Autistic Children and Adults.
9. Combined vitamin B6-magnesium treatment in autism spectrum disorder, Cochrane
Database Syst Rev. 2005 Oct 19;(4):CD003497
10. Effectiveness of N,N-Dimethylglycine in Autism and Pervasive Developmental Disorder, J.
Child Neurol. 2001;16(3):169-173.
11. Autism, an extreme challenge to integrative medicine. Part 2: medical management, Altern
Med Rev. 2002 Dec;7(6):472-99, http://www.thorne.com/altmedrev/.fulltext/7/6/472.pdf
12. http://adamsautism.org/Advice/VitaminsMineralsFinal.doc, Vitamin, mineral supplements
benefit people with autism.
13. A preliminary trial of ascorbic acid as supplemental therapy for autism, Prog Neuropsycho
pharmacol Biol Psychiatry. 1993 Sep;17(5):765-74
background image
HASIL PENELITIAN
CDK 168/vol.36 no.2/Maret - April 2009
95
PEMBAHASAN
Antara kelompok I dengan kelompok II didapatkan p: 0,000
(p<0,05); dengan demikian terdapat perbedaan bermakna rerata
kadar kolesterol total darah tikus putih (60 mg/dL vs. 134,83 mg/dL).
Artinya pemberian kuning telur meningkatkan kadar kolesterol
total darah secara signifikan. Hasil tersebut mendukung pernyataan
bahwa kuning telur merupakan salah satu sumber kolesterol yang
tinggi; satu kuning telur mengandung 220-250 mg kolesterol
(4)
.
Kuning telur juga mengandung lemak jenuh yang sangat signifikan
dapat meningkatkan kolesterol darah
(5)
.
Antara Kelompok II dengan Kelompok III didapatkan p: 0,000
(p<0,05) dengan demikian terdapat perbedaan bermakna rerata
kadar kolesterol total darah tikus ( 134,83 mg/dL vs. 75,5 mg/dL).
Hal ini menunjukkan bahwa pemberian angkak dosis rendah
dapat menurunkan kadar kolesterol total darah tikus putih secara
bermakna. Efek hipokolesterolemik angkak juga ditegaskan dengan
perbandingan antara kelompok II dengan kelompok IV - p: 0,000
(p<0,05) ; rerata kadar kolesterol total kelompok IV 59,71
mg/dL. dan makin jelas pada perbandingan kelompok II dengan
kelompok V nilai p: 0,000 (p<0,05) dan rerata kadar kolesterol
total darah tikus putih kelompok V 39,71 mg/dL. Penurunan kadar
kolesterol total darah tersebut disebabkan oleh komponen bioaktif
dalam angkak yaitu monakolin K, phytosterol, PUFA, serat dan
niasin yang mampu menurunkan lipid serum
(6)
.
Antara kelompok I dengan kelompok V didapatkan p: 0,000
(p<0,05); dengan demikian terdapat perbedaan bermakna kadar
kolesterol total darah tikus putih (kelompok I 60 mg/dL vs.
kelompok V 39,71 mg/dL). Hal ini menunjukkan bahwa angkak
dosis tinggi dapat menurunkan kadar kolesterol total darah tikus
putih jauh di bawah normal, mencapai hipokolesterolemi. Namun
kadar kolesterol yang terlalu rendah tidak dianjurkan sebab
merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan tubuh di
samping zat gizi lain, seperti karbohidrat, protein, vitamin dan
mineral. Kolesterol merupakan sumber energi yang memberikan
kalori paling tinggi dan sangat dibutuhkan tubuh, terutama untuk
membentuk dinding sel. Kolesterol juga berguna untuk pembentu-
kan asam empedu, hormon-hormon steroid dan vitamin D
(7)
.
SIMPULAN DAN SARAN
Pemberian angkak dosis 54 mg/kgbb./hari,108 mg/kg BB/hari,
216 mg/kg BB/hari dapat menurunkan kadar kolesterol total darah
tikus putih (Rattus norvegicus) secara bermakna. Hasil optimal
penurunan kadar kolesterol total darah dicapai pada dosis 108
mg/kgbb./hari.
Selanjutnya, sebaiknya diteliti lebih lanjut pengaruh pemberian
angkak terhadap kadar kolesterol total darah hewan percobaan
lain. Selain itu, jumlah sampel yang digunakan lebih besar agar
simpulan dapat digeneralisasikan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Ardiansyah. Minum Angkak Menurunkan Lemak dan Tekanan Darah. http://www.kompas.com/kesehatan/news/0511/28/101940.htm 2005.
2. Tisnadjaja D. Bebas Kolesterol dan Demam Berdarah dengan Angkak. Jakarta. Penebar Swadaya. 2006.hal: 5-55.
3. Arief TQ. Muchammad. Rancangan Eksperimental Laboratorik. Dalam Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Klaten. Perhimpunan Pemandirian Masyarakat Indonesia. 2003. hal: 97-108.
4. Maulana MI. Diet Kolesterol. http://www.mail archive.com/sma1bks@yahoogroups.com/msg01113.html
5. Razak RA. Artikel MPOC. Kolesterol Berlebihan Risiko Sakit Jantung. http://www.bharian.com.my/m/BHarian/Saturday/BeritaSawit/20060902120309/Article/pp_index_html 2007.
6. Sharpe E. Red Yeast Rice. 2001. http://www.delano.com/ReferenceArticles/Red-Yeast-Rice-Sharpe.html
7. Harmanto N. Mengusir Kolesterol dengan Mahkota Dewa. http://ningharmanto.com/bukumade/seri06.htm. 2007.
cdk.redaksi@ya
h
oo.co.i
d