TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Terapi Kanker dengan Iradiasi Proton
Rochestri Sofyan
Pusat Penelitian Teknik Nuklir, Badan Tenaga Atom Nasional, Bandung
ABSTRAK
Radioterapi dengan proton merupakan modalitas barn dalam penanganan kanker.
Cara ini mempunyai ketelitian lebih tinggi dibandingkan dengan terapi menggunakan
foton. Proton mendepositkan hampir seluruh energinya pada akhir lintasannya. Dengan
memperhitungkan jarak penetrnsi melalui pengatman energi proton dari akselerator,
proton akan sanggup mendepositkan hampir selunrh energinya pada target. Terapi dengan
proton merupakan cara pemusnahan sel kanker dengan selektivitas tinggi, sehingga
sanggup mengurangi kerusakan pada jaringan sehat di sekitarnya serta efek samping
yang ditimbulkannya. Cara ini sangat panting artinya terutama pada kasus tertentu dengan
letak sel kanker yang sangat berdekatan dengan organ vital yang sensitif.
Tinjauan ini membahas efek biologi radiasi dan pengendalian distribusi dosis dari
proton, sane manfaat aplikasinya.
PENDAHULUAN
Hingga sat ini penyakit kanker masih temp tercatat sebagai
penyebab utama kematian penduduk dunia. Kebanyakan
penderita meninggal karena kanker menyebar ke berbagai or-
gan yang vital seperti pau-paru, hati dan otak. Sebagian lagi
karma kanker mengganggu aktivitas yang vital atau fungsi tubuh
yang vital seperti bernafas, makan dan pencernaan. Apabila
kanker dapat dimusnahkan sedini mungkin di tempat asalnya,
mata penderita dapat terhindar dari resike kematian.
Sebagaimana diketahui, teknik pengobatan kanker yang
banyak ditempuh adalah dengan radioterapi. Radiasi
menggunakan futon dengan dosis yang diaggap optimal dapat
mengontrol berbagai jenis kanker, akan tetapi sulit dipastikan
apakah radiasi mengenai jaringan kanker secara tepat. Jaringan
normal juga dapat menerima dosis yang sama dan mengalami
kerusakan. Akibatnya, sering digunakan dosis di bewah optimal
untuk mengurangi paparan pada jaringan sepal, dengan segala
akibat efek sampingnya Terapi dengan proton sangat berbeda
dengan cara terapi dengan foton. Cara ini merupakan konsep
baru sebagai transformasi konsep fisika ke dalam penanganan
medik praktis, dalam upaya mencari jalan ke arah efek
penyembuhan yang lebih efisien yang dapat memberi
kenyamanan pada pasien. Dapatlah dikatakan bahwa terapi
kanker dengan proton meropakan tknik radioterapi dengan
standar ketelitian baru. Fasilitas untuk terapi dengan proton yang
beroperasi di berbagai negara dapat dilihat pada Tabel 1.
EFEK BIOLOGI RADIASI
Pada setiap pusat atom dalam semua molekul atau bahan
termasuk sel kanker, terdapat inti atom, yang dikelilingi oleh
partikel bermuatan negatif atau elektron. Apabila suatu partikel
bermuatan dengan energi tinggi sepati proton atau bentuk radiasi
lain mengenai orbital elektron tersebut, make muatan positif
proton akan menarik muatan negatif dari elektron, dan
mengeluarkannya dari orbital yang disebut sebagai peristiwa
ionisasi. Paistiwa ionisasi aka mengubah kamkmrisilk dai atom
dan seterusnya karakteristik dari molekul juga alum mengalami
perubahan.Transformasi ini merupakan konsep dari pemanfaatan
Cermin Dunia Kedokteran No. 122, 1999 17
Tabel 1. Fasilitas untuk terapi dengan proton di berbagai
negara.
Nama Tempat
Negara
Jumlah
Pasien
Jumlah
Pasien
Periode
beroperasi
Berkeley
Uppsala
Boston
Dubna
Moskow
Gatchine
Chiba
Tsukuba
Viliagen
Clatterbridge
Loma Linda
Louvain-la-Neuve
Orsey
Nice
Faure
Indiana
Sacramento
Vancouver
Amerika Serikat
Swedia
Amerika Serikat
Rusia
Rusia
Rusia
Jepang
Jepang
Switzerland
Inggris
Amerika Serikat
Belgia
Perancis
Peracis
Afrika Selatan
Amerika Serikat
Amerika Serikat
Canada
740
185
190
160
680
680
200
1000
86
250
72
62
250
90
200
65
200
200
68
520
30
73
65
6444
84
39
2877
904
86
462
1785
620
1262
21
468
474
67
1
19
2
1955 -1957
1957 - 1976
1988 - 1995
1961 - 1995
1967 - 1974
1987 - 1995
1969 - 1995
1975 - 1994
1979 - 1993
1983 - 1995
1984 - 1994
1989 - 1995
1990 - 1995
1991 - 1993
1991 - 1994
1991 - 1994
1993 - 1995
1993 - 1993
1994 - 1994
1995 - 1995
Total Pasien
15.781
semua radiasi pengion untuk terapi; karena peristiwa ionisasi,
radiasi dapat menyebabkan kerusakan molekul di dalam sel,
termasuk DNA sebagai materi genetik (Gambar 1), yang
berlanjut dengan kerusakan pada fungsi vital sel yaitu proses
pembelahan sel. Secamreoritis, ensimdapat membantusal untuk
memulihkan kerusakan DNA, akan tetapi dalam hal kerusakan
yang cukup intensif, enzim tidak lagi sanggup memperbaiki
kerusakan. Pada kasus seperti ini, sel kanker mengalami
kerusakan yang permanen untuk selanjutnya menuju ke
kematian.
Gambar 1. Peristiwa ionisasi atau eksetasi yang terjadi di dalam sel hidup
yang mengalami iradiasi dengan proton. Radikal aktif yang
dihasilkan
pada
peristiwa
ionisasi dan eksitasi dapat merusak
molekul DNA dalam suatu kromosom.
Efek biologi berbagai jenis radiasi tidak hanya bergantung
pada dosis yang diberikan, akan tetapi bergantung pula pada
distribusi dosis secara mikroskopik yang biasa dinyatakan
sebagai linear energy transfer (LET), yang ekivalen dengan dE/
dx. Partikel bermuatan seperti proton mempunyai LET yang
relatif tinggi dibandingkan dengan foton. Demikian pula harga
relative biological effectiveness (RBE)-nya. Bergantung pada
besarnya energi, RBE proton berkisar antara 1 - 16, sedang RBE
(foton = 1. Dengan demildan make radiasi dengan proton lebih
efektif daripada dengan foton.
PENGENDALIAN DISTRIBUSI DOSIS
Proton mcnrpakan partikel bermuatan yang dihasilkan oleh
mesin akselerator. Pada penggunaannya,pengendalian distribusi
dosis pada daerah target merupakan kunci utama berhasilnya
suatu penanganan tumor. Kelebihan sifat proton adalah
mendepositkan atau memberikan hampir selumh energinya pada
seat akhir lintasannya, sehingga kemungkinan terjadinya paparan
radiasi sekunder yang lateral sangat kecil. Jaringan lain kecuali
target hanya menerima dosis yang sangat kecil bahkan pada
beberapa daerah tertentu tidak menerima sama sekali. Para pakar
fisika menyebutkan pembebasan energi proton di akhir
lintasannya ini sebagai Bragg peak. Suatu berkas proton mono
energi menghasilkan Bragg peak yang mempunyai lebar hanya
beberapa milimeter, sebingga terlalu kecil untuk kebanyakan
volume target dari berbagei kasus. Puncak ini kemudian
digeser disesuaikan dengan setiap keperluan terapi melalui
modulasi energi (Gambar 2). Sebagai contoh, suatu tipe
akselerator yang dioperasikan di Loma Linda University
Medical Center, USA menghasilkan energi proton yang dapat
divariasikan secara kontinu, sehingga kedalaman target dapat
divariasikan, antara 3
Gambar 2. Perbandingan kedalaman distribusi dosis sinar x (foton) dan
berkas elektron dengan distribusi dosis berkas proton yang
tidak dan telah mengalami modulasi. Diambil dari publikasi
Particle Radiation Medical Science Centre (PARMS), Univ
Tsukuba,
Tsukuba,
Jepang
Cermin Dunia Kedokteran No. 122, 1999
18
mm sampai 38 cm. Tipe akselerator semacam ini disebut
sinkroton.
Ditinjau dari sifat antaraksi proton dengan materi dan sifat
penetrasinya dalam jaringan hidup, maka dengan pengaturan
energi proton yang digunakan, proton akan sanggup
mendepositkan hampir seluruh energinya pada jaringan tumor
(target), yang merupakan cara pemusnahan sel kanker dengan
selektivitas tinggi, sehingga sanggup mengurangi kerusakan
pada jaringan sehat di sekelilingnya. Diperkenalkannya metode
terapi dengan proton, merupakan modalitas bam yang telah
lama ditunggu oleh para ahli di bidang onkologi.
MANFAAT APLIKASI
Pada kasus tertentu, dengan letak sel kanker sangat
berdekatan dengan organ yang vital, terapi dengan proton akan
sangat membantu; proton akan sanggup memberikan radiasi
penyembuhan pada kanker prostat, dengan efek samping yang
sangat minimal pada kandung kencing dan usus besar. Pada terapi
dengan sinar X dengan energi 18 Mev, pada posisi penyinaran
dari arah depan/atas, maka sinar X akan mendepositkan sebagian
besar energinya pada usus halus dan kandung kencing sebelum
sampai ke jaringan tumor (Gambar 3). Berbeda dengan sinar
X, proton melalui pengaturan energi akan sanggup
mendepositkan energinya secara maksimal padajaringan tumor
kelenjar prostat, dengan dosis yang relatif sangat kecil pada usus
halos dan kandung kencing (Gambar 4). Iradiasi dari arah
samping dengan sinar x 18 Mev, make energi banyak terdeposit
pada tulang pinggul (Gambar 5), sedang proton dapat
mendepositkan energi pada daerah prostat dengan radiasi yang
minimal pada struktur yang normal (Gambar 6).
Keuntungan dari terkonsentrasinya dosis juga terjadi pada
penanganan tumor yang ada pada mata bagian dalam, seperti
pada melanoma okuler. Penanganan dengan proton sangat
efektif dan memuaskan karena dapat menyelamatkan berbagai
jaringan yang sensitif pada mata, sehingga penglihatan pasien
tidak terganggu. Penanganan konvensional untuk kasus ini
adalah dengan mengangkat mata pasien, yang selain dapat
Gambar 3. Iradiasi kanker prostat dari arah depan/atas dengan sinar x
(foton).
Gambar 4. Iradiasi kanker prostat dari arah depan/atas dengan proton.
Gambar 5. Iradiasi kanker prostat dari arah samping, dengan sinar x
(foton).
mengakibatkan cacat penampilan juga hilangnya penglihatan.
Metode ini telah banyak membantu penyembuhan kanker di
bagian otak, kepala leher dan rahim.
PENUTUP
Terapi dengan proton dengan sifatnya yang unik ditinjau
dari segi keuntungan klinis dalam pengontrolan dan penanganan
kanker, dapat memberikan sumbangan yang berarti terhadap
kesembuhan dan sekaligus pengurangan rasa sakit pada pasien.
Keakuratan teknik ini dapat lebih ditingkatkan apabila ditunjang
oleh teknik imaging, untuk dapat mengkonfirmasikan volume
dan posisi dari target yang hendak diiradiasi, terutama pada
bagian tertentu seperti kepala dan otak. Dengan tersedianya
peralatan seperti antara lain X-ray Computed Tomography (CT
Scanner) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI), maka para
Cermin Dunia Kedokteran No. 122, 1999 19
Dengan sangat berkurangnya kerusakan pada jaringan sehat,
maka potensi untuk timbulnya efek samping seperti mual, pusing
dan diare pasca penyinaran menjadi sangat berkurang. Dengan
mengambil fraksi penyinaran sebanyak 20, pasien dapat
menjalani iradiasi hanya sekali dalam satu hari, 5 kali dalam
seminggu, sehingga untuk seluruh terapi diperlukan waktu satu
bulan. Dapatlah dikatakan bahwa terapi kanker dengan proton
merupakan cara noninvasif baru yang sangat potensial.
KEPUSTAKAAN
1. Freidlander G. Kennedy JW, Macias ES. and Miller, JM. Nuclear end
Radiochemistry, 3
rd
ed. John Wiley & Son Intersci Publ N Y : (1981); pp.
20610
2. Yang T C, Craise LM, Mei M. Present status and peespectives of heavy
ion studies on cells and organisms. Proc. Int Conf on Evolution in Beam
Appl Takasaki, Japan; 1991 : 5 8.
3. Suit P H, Urie, M. Proton beams in radiation theraphy. J. Natl. Cancer
Inst. 84 : 1992; 155 164.
Gambar 6. Iradiasi kanker prostat dari arah samping dengan proton
4. Tsuju H et al Clinical Result of Fractionated proton thraphy. Int J Radiat
Oncol Biol Phys; 25: 1992: 49 60.
ahli medik dapat memperhitungkan posisi dan ukuran tumor,
untuk melakukan terapi yang lebih efektif.
5. Proton treatment and the control of cancers. Loma Linda UMC Proton
Treatment Centre Newsletter 1996.
Cermin Dunia Kedokteran No. 122, 1999
20