Oleh :
F.Wondal.
Dipermulaan tahun 1974 ini
Universitas lndonesia melantik se-
jumlah lulusan baru, dengan predi-
kat sarjana dari berbagai jurusan,
dan salah satu di antaranya adalah
Fakultas
Kedokteran
Universitas
lndonesia dengan menghasilkan se-
jumlah 73 dokter baru. Lebih lagi
dari jumlah dokter itu tersembullah
satu
bunga harapan yang kami
perkenalkan melalui majalah Cer-
min Dunia Kedokteran dalam To-
pik "Profil dokter tamu kita".
Pembicaraan kita ini terjadi di-
penghujung bulan Februari 1974,
yaitu beberapa hari setelah hari
Wisuda Fakultas Kedokteran Uni-
versitas lndonesia.
Koresponden Cermin Dunia Ke-
dokteran, sengaja menemui salah
seorang dari lulusan Fakultas Ke-
dokteran
dan di
sini diuraikan
dalam bentuk wawancara dengan
dr. Siti Masmu ah.
Wawancara ini bukan kebetulan
sebab tamu kita ini, adalah dokter
Siti yang telah memenangkan predi-
kat "dokter lulusan terbaik Fak.
Kedokteran U.l. 1973" dan sekali-
gus memenangkan "Kalbe Farma
Award 1973" untuk kategori Fa-
kultas Kedokteran U.I.
Penilaian sebagai dokter lulusan
dr. Siti Masmu ah.
terbaik
oleh para
staf pengajar
F.K.U.I. tentu telah dilakukan atas
dasar-dasar
yang
dapat
diper-
tanggung-jawabkan.
Sedangkan
Kalbe Farma award diberikan ke-
padanya untuk mendorong para
mahasiswa
agar
berusaha untuk
lulus
dengan sebaik-baiknya, di
samping partisipasi sosial P.T. Kalbe
Farma dalam dunia kemahasiswaan
khususnya pada dunia kedokteran
dan farmasi.
Telah kita ketahui bahwa, masih
sangat kurang atau hampir tidak
ada perusahaan yang mau men-
dorong dunia belajar ini, sehingga
rintisan Kalbe Farma ini patut kita
ketengahkan ; Siapa dan mana lagi
yang menyusul ?
Lebih jauh kita datang pada hasil
pembicaraan
berupa
wawancara
yang telah kita kemukakan di atas
tadi.
dr. Siti Masmu ah, berasal dari
keluarga seorang pensiunan jendral
Angkatan Kepolisian. Sangat me-
ngesankan juga ketekunan dan ke-
berhasilan seorang anak jenderal
yang
berwajah
ayu seperti ke-
banyakan orang Jawa Tengah, yang
telah menyelesaikan
studi di Fa-
kultas Kedokteran Universitas lndo-
nesia dari tahun 1968, dan dipeng-
hujung tahun 1973 lulus dengan
predikat terbaik. Dokter ini lahir
dari
seorang
ayah
berasal
dari
Tuban Jawa Timur, dan dari ibu
berasal dari Semarang, berbintang
Leo, terlahir tanggal
7 Agustus
1949 di Salatiga.
Putri bungsu keluarga almarhum
Jend. Moh.Surjopranoto ini mem-
punyai 5 saudara, dan memulai
sekolah dasarnya di S.D. Percobaan
Jln. Cilacap kemudian dilanjutkan
di S.M.P Negeri I Cikini, dan SMA
Negeri III Setiabudi. Kesemua pen-
didikan dasar dan menengah ini
dihabiskan seluruhnya di Jakarta.
Lepas dari gelora runtuhnya orde
lama
dipermulaan tahun 1968,
memulai karier sebagai mahasiswa
kedokteran Universitas Indonesia.
Semula memang pelajar ini tidak
berkeinginan ke kedokteran dan
lebih tertuju ke Farmasi, tetapi
disebabkan dorongan keluarga yang
menginginkan salah seorang dari
padanya dihasilkan seorang dokter,
akhirnya mahasiswa ini meresapi
juga Fakultas Kedokteran.
Di
bawah ini untuk jelasnya
koresponden anda menuliskan hasil
wawancara dengan dr. Siti Mas-
mu ah.
Koresponden :dr. Siti, kami dari majalah Cermin
Dunia Kedokteran ingin mengetahui
sedikit dari keberhasilan dokter untuk
dr. Siti
lulus terbaik dan akhirnya dinyatakan
memenangkan Kalbe Farma Award
1973, untuk supaya para pendatang
Koresponden
atau generasi
Fakultas Kedokteran
yang akan datang dapat mengambil
manfaat dari contoh yang baik atau-
pun saran.
Perkenankanlahkami mewawancarai
dr. Siti
anda pada kesempatan ini, untuk kami
muat dalam Majalah Cermin Dunia
Kedokteran, yang juga banyak beredar
di kalangan mahasiswa.
:Kami tidak berkeberatan, dan akan
menjawab pertanyaan anda sebaik-
baiknya.
:Terima kasih, dr. Siti.
Pertanyaan pertama ; dapatkah dr. Siti
menguraikan secara singkat tentang
keluarga dr. Siti.
Saya adalah puteri bungsu keluarga
Jen. Moh.Surjopranoto. Ayah saya
seorang jendral Angkatan Kepolisian
di Jakarta sudah meninggal dunia.
17
Kami lima bersaudara.
Sekarang tinggal dengan ibu. Saya
lahir pada 7 Agustus 1949 di Salatiga
Jawa Tengah. Kakak saya empat orang
sudah menikah semua, dan hanya saya
sendirilah yang justru berhasil me-
nyelesaikan studi di Fakultas.
Koresponden : Bagaimana setelah selesai sekolah
menengah,
apakah
memang sudah
bercita-cita untuk ke Fakultas Ke-
dokteran.
dr. Siti
: Sebenarnya
waktu lulus SMA saya
bercita-cita
untuk ke Fakultas Far-
masi, tapi karena jauh di Bandung,
terpaksa coba-coba masuk Fakultas
Kedokteran
U.I. Ternyata diterima
dan sesudah setahun di Fakultas
Kedokteran akhirnya tertarik juga dan
meresap.
Koresponden : Keluarga dokter itu asal sebenarnya
dari mana ?
dr. Siti
: Ayah saya almarhum berasal dari
Tuban, dan ibu sendiri berasal dari
Semarang.
Koresponden : Jadi
merupakan pertemuan antara
Jawa Timur dari pihak ayah dan Jawa
Tengah, Semarang dari pihak ibu.
dr. Siti
: Ya, begitulah kira-kiranya.
Koresponden : Sebelum
memasuki
Fakultas
Ke-
dokteran U.I. masa sekolah dasar dan
menengah dilewati di mana saja.
dr. Siti
: Masa sekolah saya semua di Jakarta ;
S.D. Percobaan di Jln. Cilacap, SMP
Negeri I dan kemudian melanjutkan di
SMA Negeri III Setia Budi, kemudian
bermaksud
melanjutkan lTB bag.
Farmasi, tapi akhirnya karena tugas
orang tua saya di Kepolisian Jakarta,
tidak jadi ke Bandung tapi masuk Fak.
Kedokteran U.I. Jakarta.
Koresponden : Sebagaimana kenyataan dr. Siti ber-
hasil melewati masa studi di Fakultas
Kedokteran U.I. dengan baik.
Apakah resep, atau mengapakah se-
babnya sehingga dr. berhasil menyele-
saikan studi dengan baik ?
dr. Siti
: Pertama-tama sewaktu memasuki ku-
liah saya sudah mempunyai suatu
tekad
dan saya harus mempunyai
planning sedapat-dapatnya saya harus
selesaikan, setiap pelajaran dan kelas
yaitu
dengan adanya planning dan
disiplin diri untuk belajar pada waktu-
nya. ltu tentunya dengan sabar dan
tekun mengikuti kuliah dengan penuh
perhatian.
Koresponden: Selama menyelesaikan studi, di sam-
ping
planning belajar apakah ada
hal-hal lain yang mendorong dr. untuk
menyelesaikan studi tersebut.
dr. Siti
: Memang selama studi di Fakultas
Kedokteran saya selamanya mendapat
dorongan dan pengertian dari keluarga
saya, terutama pihak ibu yang selama
itu semuanya berkumpul di Jakarta.
Koresponden: Di samping studi Kedokteran, apakah
dokter mempunyai kegiatan-kegiatan
lain, misalnya hobby, kegiatan ke-
mahasiswaan.
dr. Siti
: Kegiatan kemahasiswaan saya agak
kurang, tetapi untuk kesenian saya
senang dengan
musik-musik klasik,
dan pernah belajar 6 tahun di Yayasan
Pendidikan Musik.
Koresponden : Lalu bagaimana membagi waktu studi
dengan Fak. Kedokteran. Kemudian
di samping itu belajar di Yayasan
Pendidikan Musik.
dr. Siti
: Saya belajar di Yayasan musik selama
6 tahun itu pada waktu masih SMP
dan SMA, kemudian hanya memberi-
kan pelajaran privat di rumah, sebab
Yayasan biasanya mengambil waktu
terlalu banyak.
Koresponden : Yayasan musik ini di mana ?
dr. Siti
: Di Trisula di Pegangsaan Barat.
Koresponden : Melihat
kegemaran
dokter
adalah
musik-musik klasik kira-kira musik
klasik yang mana ? dari Barat atau
Timur.
dr. Siti
: Kalau dari klasik lndonesia, memang
masih sangat kurang. ya, tapi mulai
ada juga.
Koresponden : Kira-kira ciptaan musik klasik mana
saja yang paling berkesan pada dokter
umpamanya Mozart, Chopin, Strauss,
Schubert, Bach ?
dr. Siti
: Ciptaan Schubert, Mozart dan Bach.
Koresponden : Tentang hobby lainnya dan bagaimana
dengan mode ?
18
dr. Siti
: Saya pernah belajar tari-tarian Jawa,
tapi
tidak
mendalam.
Sedangkan
mode,
memang tetap saya ikut,
meskipun tidak berlebihan ; yang
sesuai dan cukupanlah yang saya ikuti.
Koresponden : Bagaimana tentang rencana bekerja
dan rencana meneruskan studi, mem-
perdalam atau specialisasi dalam dunia
kedokteran ?
dr.Siti
Rencana saya adalah, pertama-tama
bekerja dahulu di Jakarta sini, nanti
kemudian sesudah tiga tahun sebagai-
mana syarat Dep. Kes., yang nantinya
memberi
rekomendasinya
barulah
saya teruskan memperdalam dan ren-
cana saya akan mengambil specialisasi
dalam bidang penyakit kulit.
Koresponden: Dokter yang baik, salah satu tujuan
kami mengadakan wawancara adalah
agar pengalaman dokter selama studi
dapat menjadi teladan bagi mahasiswa-
mahasiswa, generasi mendatang, dan
Majalah Cermin Dunia Kedokteran-
pun
banyak
beredar
di
kalangan
mahasiswa. Bagaimana apakah dokter
mempunyai saran-saran agar pelajaran
atau studi itu bisa berhasil ?
dr. Siti
: Sebaiknya
untuk
mahasiswa
Ke-
dokteran dapat menilai dan memper-
gunakan waktu kalau sedang belajar,
belajarlah sungguh-sungguh, kalau ada
li bur pergunakanlah waktu itu agar
pikiran tidak cape, atau terlalu jenuh.
Belajar 6 tahun memang cukup lama
juga, sehingga rekreasi itu perlu.
Koresponden : Dapatkah kami mengetahui tujuan
hidup dokter Siti ?
dr. Siti
: Tujuan hidup saya sederhana saja, Ya,
yaitu ingin menyumbangkan tenaga
keahlian saya sebagai seorang dokter
pada bangsa lndonesia.
Masih ada sekiranya pertanyaan, tujuan perusahaan
kami bahwa pada suatu waktu kelak Kalbe Farma
akan mengadakan suatu pemilihan kepada dokter
"ldeal" yang maksudnya adalah oartisipasi sosial dari
perusahaan
ini
kepada
masyarakat
khususnya
masyarakat
kedokteran
dan
Farmasi.
Dengan
partisipasi ini akan sangat banyak mendorong para
ahli dalam bidangnya untuk melakukan research
umpamanya, membantu masyarakat banyak atauoun
Iain-lain
demi sosial. Dengan demikian menurut
hemat kami akan membantu secara aktip pembangun-
an Nasional.
Lalu timbul pertanyaan untuk ini :
Koresponden : Bagaimana pendapat dokter Siti atas
seorang dr. yang "ldeal" seharusnya
yang bagaimana ?
dr. Siti
: Terutama seorang dokter meresapi
jiwanya agar benar-benar menjalankan
apa
yang telah diucapkan dalam
sumpah dokter itu, dan selain dari
pada itu, jiwa sosialnya kepada masya-
rakat,
dan
di
samping itu ilmu
pengetahuannya
juga
harus
ber-
kembang mengikuti keadaan baik dari
membaca buku-buku terbitan baru
ataupun
melalui
seminar-seminar.
Saya sangat setuju dan menghargai
usaha P.T. Kalbe Farma untuk mem-
feed Majalah Cermin Dunia Kedokter-
an pada para dokter-dokter terutama
yang bertugas di daerah.
Koresponden : Satu pertanyaan lagi,
maaf bahwa
yang sedikit menyinggung hidup pri-
badi dr. Siti ;
Bagaimana
dengan rencana berke-
luarga ? Apakah dr. Siti sudah mem-
punyai calon suami, kapan rencana
berkeluarga dan bisakah kami me-
ngenal meskipun melalui wawancara
ini calon suami dr. Siti tersebut ?
dr. Siti
Ya, memang ini sedikit menyimpang,
tapi saya akan memperkenalkannya
meskipun hanya melalui wawancara
ini.
Memang saya sudah bertunangan, dan
tidak lama lagi akan memasuki hidup
berkeluarga. Calon suami saya seorang
lnsinyur Fisika Tehnik lepasan ITB,
dan sekarang sedang mengambil spe-
cialisasi Air-Condition, saat ini sedang
bekerja di Astra lnternational.
Koresponden: Sebagai penutup, bagaimana kesan-
kesan dokter tentang Kalbe Farma,
dan tentang Kalbe Farma Award.
dr. Siti
kelemahannya yaitu ku-
Tentang
Kalbe
Farma, saya tidak
menyangka bahwa Kalbe Farma mem-
punyai
pabrik yang besar
begini,
sayapun mengagumi pabriknya seperti
yang kita saksikan tadi.
Sedang tentang Kalbe Farma Award,
kami sangat mengagumi dan meng-
hargai keberanian Kalbe Farma dan
partisipasi Kalbe Farma dalam mem-
bantu mahasiswa kedokteran. Pun ini
merupakan pendorong bagi mahasiswa
yang akan datang untuk berusaha giat
belajar.
Hanya satu
19
rang diketahuinya tentang adanya
Award ini setiap tahun oleh para
mahasiswa.
membangun hubungan baik dengan
para dokter, kami sambut baik.
Koresponden : Demikian wawancara ini kami akhiri,
semoga dr. dapat sukses dalam- me-
neruskan specialisasi dan hidup ber
keluarga, Selamat.
Demikian wawancara ini diakhiri, sesudah meli-
hat-lihat prosessing pembuatan obat-obatan, yang
diantar oleh Drs. Wibowo dari Bagian Produksi dan
Drs. Frans Limas dari Direktorat Produksi P.T. Kalbe
Farma.
Pada kesempatan melihat pabrik tersebut dr. Siti
disertai seorang dokter lulusan tahun 1973, dr.
Mardiana yang turut menyertai juga selama wawan-
cara diadakan. Proficiat.-
PEMENANG KALBE FARMA AWARD TAHUN 1973
Fak. Kedokteran Univ. lndonesia
: dr. Siti Masmu ah.
Fak. Kedokteran Univ. Gadjah Mada : dr. Soenartini.
Fak. Kedokteran Univ. Pedjadjaran
: dr. Muhamad Taufik Sidik Boesoiri.
PETUNJUK-PETUNJUK BAGI PENGIRIM
KARANGAN
Majalah CERMlN DUNlA KEDOKTERAN dapat memuat kiriman
karangan-karangan yang berupa :
a. pembahasan satu topik yang aktuil (tak lebih dari 2000 kata)
b. pengalaman dalam praktek yang sangat mengesankan atau yang dapat
dipergunakan sebagai pelajaran bagi lain dokter (tak lebih dari 500
kata)
c. humor ilmu kedokteran (tak lebih dari 200 kata)
d. abstrak-abstrak (tak lebih dari 200 kata)
Karangan-karangan tersebut belum pernah dimuat didalam majalah lain.
Karangan ditulis dalam bahasa lndonesia secara ringkas dan diketik
diatas kertas putih dengan memberi cukup ruang pinggir serta dua spasi
diantara garis-garis.
Redaksi berhak untuk mempersingkatnya bila dianggap perlu.
Bila karangan dimuat dalam CDK maka kepada pengirim diberi
honorarium sebesar :
untuk a. Rp 10.000,-- (sepuluh ribu rupiah)
b.
Rp 3.000,-- (tiga ribu rupiah)
c.
dan d. Rp 1000,-- (seribu rupiah)
Redaksi Cermin Dunia Kedokteran
20
Aktivitas-aktivitas Kalbe Farma dalam